
"baiklah paman, tetua, kedatangan kami ini adalah untuk membicarakan pernikahan ku dengan Xia'er" ucap Qin Fan yang sudah duduk, tanpa basa-basi lagi, Qin Fan langsung menyampaikan tujuan nya kembali ke sekte.
Luo Feng dan para tetua itu hanya menganggukkan kepala mereka, sebab mereka juga sudah menebak akan hal itu.
"apa kamu sudah memberitahukan hal ini pada keluarga mu?" tanya lembut Luo Feng.
"belum paman, setelah ini, aku akan pergi ke daratan rendah dan memberitahu keluarga ku, dan juga beberapa teman ku" ucap Qin Fan menjawab.
Luo Feng menganggukkan kepala nya, lalu dia kembali berkata, "baiklah, kita tunggu keluarga mu dulu, setelah itu baru lah kita menerapkan kapan kalian menikah" ucap Luo Feng lagi, sebab dia merasa tidak enak jika memutuskan kapan hari pernikahan Qin Fan dan Luo Xia.
karena bagaimanapun juga, Qin Fan memiliki orang tua, sehingga dia ingin merundingkan hal itu dengan orang tua Qin Fan.
"baik paman, besok aku akan ke daratan rendah untuk memberitahu pada mereka, dan membawa mereka kesini" ucap Qin Fan membalas.
lalu setelah itu, mereka terus berbincang bincang soal pernikahan Qin Fan dan Luo Xia, yang mereka bahas tidak lain adalah pernak pernik pernikahan dan juga siapa saja yang akan mereka undang.
menjelang malam, satu persatu mereka membubarkan diri, Qin Fan juga pergi ke kamar nya, sementara Luo Xia dan Niu pergi ke kediaman Luo Feng.
di dalam kamar, Qin sudah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, lalu dia membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kedalam.
Whush...
Qin Fan muncul di depan istana Qin, lalu dia pergi ke ruang Alkemis, sebab Qin Fan berencana membuat pil, baik pil penyembuhan, pil pengumpul Qi, mau pun pil peningkat kultivasi.
selain itu, Qin Fan juga penasaran dengan dengan kualitas pil yang akan di hasilkan jika dia menyuling herbal langkah yang dia terima di goa, karena selain sangat langkah, herbal herbal itu juga merupakan herbal tingkat tinggi.
beberapa saat kemudian, Qin Fan sampai di ruang Alkemis, lalu dia mempercepat waktu, dimana satu tahun di ruang Alkemis, sama dengan satu hari di dunia jiwa, atau satu jam di dunia luar.
kemudian dia mengeluarkan bahan bahan yang di butuhkan untuk menyuling pil peningkat kekuatan terlebih dahulu, karena dia penasaran dengan herbal yang sangat langkah dan tingkat tinggi itu.
tapi Qin Fan juga menyisakan masing masing dua herbal untuk dia tanami di kebun herbal nya, karena dia belum memiliki herbal herbal itu di kebun herbal milik nya.
setelah dia mengeluarkan seperempat herbal yang dia miliki, Qin Fan mulai mengeluarkan api putih milik nya, lalu dia melemparkan bahan bahan itu satu persatu ke dalam nyala api dan membersihkan racun nya.
kemudian Qin Fan meleburkan bahan bahan itu, beberapa saat kemudian, bahan bahan nya sudah mencair, lalu dia menambahkan air spiritual dan memadatkan cairan itu, tidak lama kemudian, muncul lah ratusan pil yang tingkatan nya bahkan Qin Fan sendiri tidak tahu berada di tingkat apa pil pil itu.
karena pil pil itu berada di atas tingkat dewa, kepadatan energi spiritual yang terkandung di dalam pil itu sangat tebal, jika orang lain yang menyerap satu butir saja, sudah pasti dia akan menerobos paling sedikit dua ranah, bahkan sampai tiga ranah.
"sangat mengagumkan" ucap Qin Fan yang kagum dengan ratusan pil yang masih mengambang itu.
lalu Qin Fan memasukkan ratusan pil itu kedalam cincin penyimpanan nya, kemudian dia kembali mengeluarkan bahan bahan yang lain dan melanjutkan pembuatan pil.
hari terus berganti, tak terasa 10 tahun telah berlalu di ruang Alkemis, atau 10 hari di dunia jiwa, atau 10 jam di dunia luar.
selama 10 tahun di ruang Alkemis, Qin Fan hanya membuat pil saja, dan selama 10 tahun itu juga, sudah ada puluhan juta pil yang Qin Fan buat, lebih tepat nya ada lebih dari 50 juta pil yang Qin Fan buat.
pil pil yang Qin Fan buat tidak lain adalah, 25 juta pil peningkat kultivasi, 10 juta pil penyembuhan, 10 juta pil pengumpul Qi, dan 5 juta pil restorasi, dan kuantitas pil pil itu semua berada di atas pil tingkat dewa.
meski tidak tahu berada di tingkat apa, tapi yang pasti Qin Fan sangat senang, karena dia tahu pil pil yang dia buat itu berada di atas tingkat dewa.
setelah memasukkan semua pil pil itu kedalam cincin penyimpanan, Qin Fan mengembalikan waktu seperti semula, lalu dia keluar dari ruang Alkemis, kemudian dia membuka gerbang dunia jiwa dan keluar ke dunia luar.
Whush...
Qin Fan muncul dikamar sekte, lalu dia pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri, Qin Fan memakai pakaian yang baru, lalu dia keluar kamar, sebab hari sudah pagi.
kemudian Qin Fan pergi ke aula pertemuan untuk berpamitan, sebab dia akan ke daratan rendah untuk menjemput keluarga nya.
beberapa saat kemudian, Qin Fan sampai di aula pertemuan, lalu dia berpamitan pada Luo Feng dan para tetua, kemudian Qin Fan pergi ke kamar Luo Xia, karena dia juga akan berpamitan pada Luo Xia.
"berapa lama Gege di daratan rendah?" tanya Luo Xia, karena saat ini Qin Fan sudah berada di kamar nya.
"secepatnya aku akan kembali bersama ibu dan ayah" jawab Qin Fan.
__ADS_1
"baiklah, aku akan menunggu Gege disini" ucap Luo Xia, lalu dia memeluk Qin Fan, padahal didalam kamar itu ada Niu yang melihat mereka.
Qin Fan pun membalas pelukan itu, lalu mencium kening Luo Xia.
"baiklah, aku pergi sekarang" ucap Qin Fan, lalu dia melepaskan pelukan Luo Xia.
ketiga nya pun keluar kamar, kemudian mereka pergi ke luar sekte, sesampainya diluar sekte, Qin Fan merobek ruang berpindah alam, selesai merobek ruang, Qin Fan pun masuk kedalam dan menghilang dari hadapan Luo Xia dan Niu.
Whush...
Qin Fan muncul di hutan yang tidak jauh dari ibukota Kekaisaran Qin di daratan rendah, lalu dia berjalan kaki ke arah gerbang kota, 20 tarikan nafas kemudian, Qin Fan sampai di gerbang kota.
meski dia adalah seorang pangeran, tapi tetap saja Qin Fan mengantri seperti yang lain nya, padahal bisa saja dia masuk tanpa harus mengantri, tapi dia tidak melakukan hal itu.
setelah cukup lama menunggu, akhirnya giliran Qin Fan yang di periksa, tapi ketika para penjaga gerbang yang melihat Qin, seketika mereka berlutut dan memberi hormat.
tapi Qin Fan hanya tersenyum dan menyuruh para penjaga gerbang itu untuk melanjutkan tugas mereka, sementara dia masuk kedalam kota.
satu jam kemudian, Qin Fan sampai di depan gerbang ibukota, lalu dia masuk ke dalam, tapi pertama tama, Qin Fan pergi ke aula pertemuan, karena dia tahu jika ayah nya dan kakak nya berada di aula pertemuan.
beberapa saat kemudian, Qin Fan sampai di aula pertemuan, lalu dia masuk kedalam dan berlutut memberi hormat pada ayah nya, kaisar Qin Wang Jing.
"Qin Fan memberi hormat pada ayah" ucap Qin Fan dalam posisi berlutut.
kaisar Qin Wang Jing dan putra mahkota pun berdiri dari kursi mereka, lalu berjalan ke arah Qin Fan, kemudian kedua nya memeluk Qin Fan bergantian.
"selamat datang kembali putra ku" ucap kaisar Qin Wang Jing senang.
"selamat datang kembali adik Fan" ucap putra mahkota Qin Quan.
"ada yang ingin aku bicarakan dengan ayah dan ibu" ucap Qin Fan pada intinya.
"baiklah, kamu masuk saja lebih dulu!! ibu mi ada di kamar nya" ucap kaisar Qin Wang Jing.
tidak lama kemudian, Qin Fan sampai di depan kamar permaisuri Han Zi Yue, lalu dia mengetuk pintu kamar.
tok tok tok.
bunyi ketika pintu.
Kraaakk..
bunyi pintu terbuka, lalu menampakkan sosok wanita paruh baya yang membukakan pintu.
"Fan'er" ucap permaisuri Han Zi Yue, lalu dia segera memeluk Qin Fan, Qin Fan yang ingin berlutut pun tidak sempat, karena tubuhnya sudah di peluk permaisuri Han Zi Yue.
"ibu" ucap Qin Fan, lalu dia juga membalas pelukan ibu nya.
setelah cukup lama berpelukan, Qin Fan dan permaisuri Han Zi Yue melepaskan pelukan mereka, lalu permaisuri Han Zi Yue membawa Qin Fan masuk ke dalam kamar nya.
"ibu, aku merindukan ibu" ucap Qin Fan yang membaringkan tubuh nya dan menjadikan paha permaisuri Han Zi Yue sebagai bantal nya.
sementara permaisuri Han Zi Yue mengelus lembut kepala Qin Fan dengan penuh kasih sayang.
"ibu juga merindukan mu Fan'er" balas permaisuri Han Zi Yue lembut.
"Quan'er, sepertinya kita tidak di sayang lagi" tiba tiba sebuah suara muncul dari arah pintu, dan itu adalah suara kaisar Qin Wang Jing
kaisar Qin Wang Jing dan putra mahkota Qin Quan sudah berdiri di depan pintu sambil melihat dan mendengar apa yang di bicarakan Qin Fan dan permaisuri Han Zi Yue.
"benar ayah, kalau adik Fan sudah ada, kita sudah tidak di sayang lagi sama ibu" balas putra mahkota Qin Quan yang juga berpura pura merajuk.
sementara itu, Qin Fan dan permaisuri Han Zi Yue yang mendengar itu hanya tersenyum saja, Qin Fan pun bangun dan duduk di samping ibu nya.
__ADS_1
"ada yang ingin aku bicarakan ayah, ibu, kakak Quan" ucap Qin Fan serius.
melihat keseriusan di mata Qin Fan, mereka pun duduk dengan wajah penasaran.
"ada apa Fan'er? hal penting apa sehingga membuat mu sangat serius seperti itu?" ucap permaisuri Han Zi Yue yang juga penasaran.
"sebenarnya aku kesini karena ingin membicarakan pernikahan ku dengan Xia'er, dan juga aku ingin ayah, ibu, kakak Quan dan Hua'er ikut bersama ku ke daratan tengah" ucap Qin Fan menjelaskan tujuan nya datang.
kaisar Qin Wang Jing, permaisuri Han Zi Yue dan putra mahkota Qin Quan yang mendengar itu pun tersenyum senang, karena Qin Fan juga akan segera menikah.
"sebenarnya kakak juga sudah menikah" ucap putra mahkota Qin Quan.
"apa?"
ucap Qin Fan terkejut, karena ternyata putra mahkota sudah lebih dulu menikah, tapi yang membuat nya terkejut bukan karena putra mahkota yang lebih dulu menikah, tapi dia terkejut karena dia tidak tahu sama sekali pernikahan itu.
"kenapa kalian tidak memberitahu ku?" tanya Qin Fan yang sedikit kecewa.
"awalnya ibu ingin memberitahu mu, tapi ibu takut mengganggu mu Fan'er, karena Chen Long dan yang lain nya mengatakan jika kamu ada banyak urusan di bintang Taimun dan juga di daratan tengah" ucap permaisuri Han Zi Yue menjelaskan.
"tapi tetap saja kenapa kalian tidak mengabari ku? setidaknya aku tahu pernikahan kakak Quan" balas Qin Fan lagi.
"maafkan kami Fan'er" ucap kaisar Qin Wang Jing merasa bersalah.
lalu setelah itu, suasana tampak hening, karena Qin Fan sudah tidak berkata apa apa, dia cukup kecewa karena tidak di beritahu soal pernikahan putra mahkota Qin Quan.
"mana kakak ipar? aku ingin lihat apa kakak ipar ku cantik atau tidak" ucap Qin Fan yang ingin melihat istri putra mahkota Qin Quan.
sejenak suasana kembali hening, tidak ada yang menjawab pertanyaan Qin Fan.
"kenapa kakak Quan diam? mana kakak ipar?" tanya Qin Fan lagi.
"se-sebenarnya, yang menjadi istri kakak adalah" ucap putra mahkota Qin Quan yang tidak melanjutkan ucapan nya.
"siapa kak? jangan buat aku penasaran dong kak!!" tanya Qin Fan yang semakin penasaran.
"kakak Fan?" tiba tiba sebuah suara dari arah pintu yang memanggil Qin Fan, semua orang lalu menoleh ke asal suara itu, dan tampak ada dua gadis cantik yang berada di depan pintu kamar.
salah satu nya sedang menggendong bayi yang sangat mungil, kedua nya adalah putri Qin Xue Hua dan juga Mei Lin, dan yang menggendong bayi mungil itu adalah Mei Lin.
Qin Fan lalu berdiri dan memeluk kedua adik nya itu bergantian, "lucu nya, anak siapa ini Lin'er?" ucap Qin Fan yang sudah melepaskan pelukan nya pada Mei Lin, lalu dia mencubit pipi bayi mungil itu.
"ini anak ku kak" jawab Mei Lin malu malu.
"anak mu?" tanya Qin Fan tidak percaya.
"benar kak, ini anak ku" jawab Mei Lin kembali.
"jadi, jadi kamu juga sudah menikah? kenapa tidak ada yang memberitahu ku? pertama kakak Quan, sekarang kamu? apa sudah tidak ada lagi yang menyayangi ku dan menganggap ku keluarga?" ucap Qin Fan yang semakin tidak mengerti dengan keluarga nya.
"maafkan kami Fan'er!! Lin'er adalah istri Quan'er" ucap kaisar Qin Wang Jing menjawab.
"apa?"
lagi lagi Qin Fan terkejut dengan kenyataan yang baru saja dia terima.
"maafkan aku kakak Fan" ucap Mei Lin yang juga merasa bersalah.
*****
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...