Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Menguasai Istana Kekaisaran Zing


__ADS_3

Setelah semua bawahan dan pasukan bergerak kearah ibukota, Qin Fan mengedarkan aura spiritual nya untuk mencari tahu keberadaan 8 kultivator penguasa alam tingkat 9 itu, jika ada satu atau dua orang yang berada didalam ibukota, maka Qin Fan sendiri yang akan membunuh mereka.


Meskipun dia memiliki 50 jendral dan pejabat tinggi kerajaan Ning yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap menengah, tapi dia tidak ingin mengambil resiko dengan mengorbankan salah satu dari mereka, karena ke 50 jendral dan pejabat tinggi itu adalah kartu AS yang dia siapkan di alam cahaya nanti.


Setelah mengedarkan aura spiritual kedalam ibukota, Qin Fan merasakan ada dua kultivator yang memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak, lalu dia mengirim pesan jiwa pada Jianjun dan Duajie agar menghadapi dua kultivator itu.


selesai mengirim pesan jiwa, perlahan Qin Fan melayang ke ibukota, karena dia ingin memastikan jika keenam kultivator lainnya tidak berada di dalam ibukota.


Boom Boom Boom..


dalam hitungan menit, sudah terdengar suara ledakan beruntun dari dalam ibukota, lebih tepatnya di istana kekaisaran Zing, jendral Fu An dan pasukan sudah tiba didepan istana dan melepaskan serangan.


kedatangan ke 40 ribu pasukan kedalam ibukota itu membuat penduduk ibukota ketakutan, pasalnya, kekuatan yang dimiliki oleh ke 40 ribu pasukan itu bukan kaleng kaleng.


yang terendah memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 5 tahap puncak, dan yang terkuat memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak, yaitu Jianjun dan Duajie.


meskipun jumlah pasukan yang tergolong kecil, tapi kekuatan mereka sangat menakutkan, hal itulah yang membuat penduduk ibukota ketakutan, apalagi pasukan itu tidak ada yang mengenali mereka.


Whush Whush Whush..


satu persatu prajurit istana berhamburan keluar dari barak prajurit, lalu mereka mencoba melakukan perlawanan dengan sengit.


"Siapa kalian? kenapa kalian menyerang istana?" ucap seorang pria paruh baya, yang tidak lain adalah Zing Dan, sang penguasa agung.


"kamu tidak perlu tahu siapa kami Zing Dan, yang perlu kamu tahu adalah hari ini kamu akan mati," balas Jianjun tersenyum.


"Hahaha.. apa aku tidak salah dengar? hanya dengan mengandalkan kalian, kamu ingin membunuh ku? apa kamu bercanda? Hahaha.." balas Zing Dan tertawa lepas.


"aku ingin lihat sekuat apa seorang Zing Dan, majulah dan keluarkan semua kekuatan mu!" balas Jianjun, lalu dia mengeluarkan aura penguasa alam tingkat 9 tahap puncak.


Whush..


"Oh.. rupanya kamu juga sudah mencapai penguasa alam tingkat 9 tahap puncak? bagus! aku akan melayani mu pak tua," balas Zing Dan, lalu dia juga mengeluarkan aura penguasa alam tingkat 9 tahap puncak, dan diikuti oleh jendral besarnya, yang juga memiliki kekuatan yang sama.


"Saudara Duajie, kamu hadapi jendral nya! aku akan memenggal kepala pak tua tidak tahu diri itu," ucap Jianjun pada Duajie.


"baik saudara," balas Duajie.


"pasukan, serang dan habisi mereka!" seru Jianjun memberi aba aba, lalu dia melesat kearah Zing Dan, Duajie melesat kearah sang jendral besar.


para prajurit yang mendengar seruan pun melesat menyerang dengan kekuatan puncak mereka.


Boom Boom Boom..


ledakan beruntun kembali terjadi, kedua pasukan dengan jumlah yang jauh berbeda itu sudah bertempur dengan sengit, hanya dalam hitungan menit, sudah ribuan prajurit istana menjadi korban.


dari langit terus berjatuhan potongan potongan tangan, kaki, kepala dan juga tubuh mereka yang terpotong potong, teriakan kesakitan dan bau amis darah juga bersatu padu dalam pertempuran berdarah itu.


Boom Boom Boom..


ledakan terus menggema, para penduduk ibukota pun berlarian menjauh dari istana, para penduduk itu tahu konsekuensinya jika berani mendekat.


jendral Fu An dan ke 49 jendral serta para pejabat tinggi terus melakukan pembantaian dengan sangat sadis, dalam sekali melepas serangan, terdapat puluhan orang yang meledak menjadi kabut darah.


Disisi lain.


Jianjun dan Zing Dan juga bertarung sengit, keduanya bertarung dengan kekuatan 75%, sehingga banyak bangunan bangunan istana yang hancur karena ledakan yang terjadi.


Duajie dan lawannya juga sama, keduanya juga bertarung dengan sengit, karena memiliki kekuatan yang seimbang, menjadikan pertarungan keduanya sangat sengit.


Dari jauh.

__ADS_1


Qin Fan hanya menyaksikan pertempuran para bawahan dan pasukannya, dia memantau dengan mengedarkan aura spiritual untuk melacak keberadaan keenam kultivator berkekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak itu.


meski begitu, dia cukup kagum dengan pertarungan yang disajikan Jianjun melawan Zing Dan, Duajie melawan jendral besar, Qin Fan sangat menikmati pertarungan dan pertempuran itu.


2 jam kemudian.


setelah bertempur selama 2 jam.


pasukan istana yang tadinya berjumlah lebih dari 200 ribu, perlahan berkurang hingga 40%, meskipun unggul dalam jumlah, namun pasukan istana paling banyak memiliki kekuatan penguasa alam tingkat 5 kebawah, sehingga mereka sangat mudah untuk dibantai.


Boom Boom Boom..


ledakan demi ledakan terjadi, pasukan Qin Fan terus melakukan pembantaian, jendral Fu An, jendral Wanli, jendral Shuichi dan juga jendral lainnya yang melihat para jendral bawahan dan komandan pasukan istana sudah habis dibunuh, kelima jendral itu membagi kelompok menjadi 2 kelompok.


satu kelompok melesat kearah Jianjun untuk membantu, yang satunya lagi melesat kearah Duajie, lima mentri yang melihat kelima jendral melesat, mereka juga membagi kelompok menjadi dua kelompok, lalu menyusul kelima jendral yang sudah lebih dulu pergi.


"yang mulia," ucap jendral Fu An setelah berada di samping Jianjun dan melepaskan serangan.


"kita habisi penguasa agung bodoh ini!" ucap Jianjun senang, Jianjun senang karena mendapat batuan dari 3 jendral nya.


melihat jumlah lawannya semakin banyak, Zing Dan sangat kesal dan terus mengumpat, baru selesai dia mengumpat, datang lagi 2 mentri yang menyerangnya, hal itu membuat Zing Dan terus terpojok oleh serangan Jianjun dan yang lainnya.


Boom Boom Boom..


serangan Jianjun, jendral Fu An dan jendral Wanli berhasil mendarat telak di dada Zing Dan, lalu mengirimnya terbang hingga menabrak salah satu bangunan istana.


"Ukhuk ukhuk,"


Zing Dan memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, kini dia sudah mengalami luka dalam, yah meskipun luka dalam itu tidak serius.


"bajingan, mereka memaksa ku," umpat Zing Dan kesal, lalu dia mengeluarkan giok jiwa dari cincin penyimpanan dan menghancurkan nya.


"aku akan memenggal kepala mereka, berani beraninya mereka membuatku terluka," Zing Dan tidak ada habis habisnya mengumpat.


Whush..


Zing Dan melesat kearah Jianjun dan yang lainnya.


"Kalian telah membuatku terluka, maka terimalah konsekuensinya," ucap Zing Dan dengan niat membunuh yang sangat kuat.


Zing Dan mengatakan itu, karena giok jiwa yang dia pecahkan tadi adalah tanda minta bantuan pada seseorang, entah orang itu siapa.


belum juga Jianjun membalas ucapan Zing Dan, ada 6 sosok dengan kekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak mendekati istana.


Qin Fan yang merasakan aura itu pun mengedarkan aura spiritual nya untuk mencari tahu dari mana mereka berasal.


"jadi kalian dari situ? baiklah, aku akan menunggu kalian," gumam Qin Fan setelah mengetahui keberadaan 6 kultivator kuat itu.


Whush..


Qin Fan melesat kearah aura itu, lalu dia menunggu mereka dengan santai, tidak berselang lama, muncul 6 sosok berkekuatan penguasa alam tingkat 9 tahap puncak.


"Siapa yang berani menyerang istana?" ucap salah satu sosok dari mereka.


"tidak usah berisik! telinga ku sudah cukup sakit dengan teriakan kesakitan dan ledakan, jadi tidak usah berteriak seperti itu pak tua!" ucap Qin Fan yang tiba tiba muncul menghadang keenam kultivator.


kultivator yang berbicara tadi mengerutkan keningnya, sebab seorang pemuda berani melarang nya.


"apa kamu sudah bosan hidup bocah?" bentak kultivator itu.


dengan tenang, Qin Fan membalas.

__ADS_1


"bukan aku yang bosan hidup pak tua, tapi kalian yang sudah bosan hidup," balas Qin Fan, lalu dia membuat gerakan tangan.


"Tapak Bayangan,"


seru Qin Fan, lalu muncul puluhan tapak yang terbentuk dari energi biru.


Whush..


puluhan tapak itu melesat kearah 7 kultivator setelah Qin Fan mengayunkan tangannya.


Boom Boom Boom..


terjadi ledakan beruntun disaat puluhan tapak itu menghantam perisai yang dibuat keenam kultivator.


Whush.. Whush.. Whush..


keenam kultivator terpental jauh kebelakang hingga keluar dari ibukota, perisai yang mereka buat juga hancur berkeping keping.


Whush..


Qin Fan melesat menyusul mereka, lalu dia kembali melepaskan tapak bayangan.


Boom Boom Boom..


belum juga tubuh keenam kultivator itu mendarat di tanah, keenamnya kembali dihantam tapak bayangan lagi.


"Dasar sampah!" cibir Qin Fan melihat 6 kultivator yang terbaring didalam kawah dengan kondisi terluka parah.


tidak ingin berlama lama, Qin Fan mengakhiri hidup keenam kultivator itu, lalu dia mengambil cincin penyimpanan mereka dan kembali kedalam ibukota.


Zing Dan gemetar ketakutan, dia berharap keenam kultivator itu dapat membantunya, tapi belum apa apa, keenamnya sudah tewas ditangan seorang pemuda berambut hitam panjang menjuntai kebawah.


"Habisi mereka semua Jianjun!" seru Qin Fan setelah kembali.


"baik penguasa," jawab Jianjun.


"kamu dengar bukan? tidak ada yang boleh hidup," ucap lanjut Jianjun tersenyum kearah Zing Dan yang masih gemetar ketakutan.


"kita habisi dia!" seru Jianjun pada yang lainnya, lalu mereka menyerang Zing Dan bersama sama.


Boom Boom Boom..


ledakan terus terjadi, pertempuran yang tadinya sempat terhenti, kembali terjadi lagi, pasukan Qin Fan terus melakukan pembantaian, bangunan bangunan istana banyak yang hancur, sementara yang masih berdiri kokoh juga terdapat banyak kerusakan.


3 jam kemudian.


semua pasukan istana habis dibantai, Zing Dan dan jendral besarnya juga sudah dibunuh, sementara pasukan Qin Fan meski tidak ada yang tewas, tapi ada lebih dari 10 ribu yang mengalami luka luka, baik luka ringan maupun luka berat.


"yang terluka segera kembali dan pulihkan diri, yang tidak terluka tetap tinggal dan kumpulkan semua jasad untuk dibakar," ucap Qin Fan memberi perintah setelah pertempuran berakhir.


setelah memberi perintah, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa, lalu ke 10 ribu pasukan yang terluka itu masuk untuk menyembuhkan luka mereka, sementara yang tidak terluka melakukan kerja bakti, yaitu mengumpulkan jasad para pasukan istana untuk dibakar.


2 jam kemudian.


semua sudah kembali bersih, hanya saja puing puing bangunan masih berserakan, Qin Fan tidak langsung memerintahkan pasukannya untuk membersihkan, tapi dia menyuruh mereka untuk masuk kedunia jiwa dan memulihkan diri juga.


**********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2