Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Hanzi Chu & Hanzi Zing


__ADS_3

"jangan kamu pikir kami takut pada kalian," ucap salah satu tetua klan Hanzi, lalu dia mengeluarkan giok jiwa dari cincin penyimpanan nya dan menghancurkan giok jiwa itu.


Qin Fan yang melihat tindakan bodoh dari tetua itu pun menggelengkan kepalanya, karena mereka keras kepala.


"baiklah, panggil bantuan kalian! kami akan menunggu mereka datang." ucap Qin Fan santai, lalu dia naik kesebuah pohon dan duduk diatas, Wen Haong dan Qian Duan pun mengikuti Qin Fan keatas.


keempat tetua yang melihat dan mendengar ucapan Qin Fan yang tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun itu menjadi heran.


tidak sampai satu jam, ada 20 tetua dan juga Patriak klan Hanzi muncul di tempat itu, disaat mereka melihat Qian Duan dan Wen Haong, mereka semua menjadi siaga, sebab kedua orang itu adalah orang yang mendukung klan Shu.


"kalian cukup bernyali memasuki wilayah barat hutan iblis, apa kalian sudah bosan hidup?" ucap Patriak klan Hanzi, yang tidak lain adalah Hanzi Huang.


"cukup bernyali? bahkan anak kecil saja bisa masuk kedalam wilayah klan lemah ini," balas Qian Duan mengejek.


"tutup mulut mu tetua agung Qian!" bentak Hanzi Huang, lalu dia mengeluarkan aura abadi puncak bintang 6, sebab dia tahu jika Qian Duan memiliki kekuatan sama dengan nya, sehingga Hanzi Huang ingin memanfaatkan unggul dalam jumlah.


Wen Haong pun langsung melindungi Qin Fan dari aura itu dengan aura milik nya, sementara Qian Duan mengeluarkan aura abadi puncak bintang 9.


Whush...


aura abadi puncak bintang 9 merembes keluar dari tubuh Qian Duan, aura itu juga langsung menindas Hanzi Huang dan semua tetua klan nya.


Buuuk buuuk buuuk


satu persatu mereka tersungkur dan tidak sadarkan diri, hanya Hanzi Huang yang masih bertahan, meski begitu, mulutnya sudah mengeluarkan darah.


"a-ampuni ka-kami te-tetua a-agung!" ucap Hanzi Huang terbata bata, sebab dia merasakan tubuhnya seperti ditimpa gunung besar.


"mana kesombongan yang tadi kamu lakukan? semut sok jadi singa," balas Qian Duan mengejek.


"sudah hentikan Qian Duan!" perintah Qin Fan.


"baik tuan muda," jawab patuh Qian Duan, lalu dia menarik kembali aura nya yang menindas Hanzi Huang dan para tetua klan nya yang sudah tidak sadarkan diri itu.


"terima kasih tetua agung," ucap Hanzi Huang yang sudah bisa bernafas normal.


"jangan berterima kasih padaku! jika bukan tuan muda yang memerintah ku berhenti, aku sudah meledakkan kepalamu itu," balas Qian Duan.


Hanzi Huang yang mendengar Qian Duan menyebut tuan muda itu dia berpikir jika tuan muda dari klan Shu, karena dia tahu hanya tuan muda klan Shu saja yang bisa membuat Qian Duan patuh.


"terima kasih tuan muda Shu," ucap Hanzi Huang yang mengira Qin Fan adalah tuan muda klan Shu.


"maaf aku bukan tuan muda klan Shu, aku Qin Fan," ucap Qin Fan mengenalkan nama.


"Qin Fan?" tanya Hanzi Huang memastikan dia tidak salah dengar.


"benar patriak, aku Qin Fan," balas Qin Fan tersenyum.


"terima kasih tuan muda Qin," ucap Hanzi Huang pura pura, karena diam diam dia mengeluarkan sebuah giok dan memecahkan nya.


Li Feng yang melihat Hanzi Huang memecahkan giok itu pun menggelengkan kepalanya, menurut Qin Fan, Hanzi Huang sangat keras kepala, sudah diberi kesempatan, tapi dia menyia-nyiakan kesempatan itu.


"baiklah, aku tunggu orang yang kamu panggil itu," ucap Qin Fan mengejutkan Hanzi Huang.


tidak berapa lama, muncul 2 sosok pria sepuh dengan rambut putih panjang menjuntai kebawah, jenggot keduanya juga putih panjang hingga mencapai perut mereka.


"siapa yang membuat mereka seperti ini?" tanya salah satu pria sepuh yang sudah naik pitam.

__ADS_1


"mereka leluhur," ucap Hanzi Huang menunjuk Qin Fan, Wen Haong dan Qian Duan.


pria sepuh itu menaikkan alisnya, lalu dia menoleh pada Qin Fan dan kedua bawahan nya itu, lalu mengukir kekuatan mereka.


"oh.. abadi puncak bintang 9, pantas saja kalian berani berulah di wilayah klan Hanzi, kita sama sama berada di abadi puncak bintang 9, aku ingin lihat sejauh mana kalian mampu menahan serangan kami," ucap pria sepuh itu menatap tajam Qin Fan dan kedua bawahan nya itu.


"siapa bilang kami hanya bertiga?" ucap Qin Fan santai, lalu dia membuka gerbang dunia jiwa.


Whush... Whush... Whush...


ke 25 tetua klan Wen dan kelima tetua klan Qian keluar dari dunia jiwa dengan aura abadi puncak bintang 9.


"penguasa." ucap mereka semua berlutut.


mereka memanggil Qin Fan dengan sebutan penguasa karena sudah dijelaskan oleh Long Shan dan yang lainnya di dunia jiwa, sehingga mereka memanggil Qin Fan dengan sebutan penguasa.


"bangunlah! ada sedikit pekerjaan buat kalian," ucap Qin Fan pada mereka.


"baik penguasa," jawab mereka serempak, lalu berdiri dari berlutut.


"apa?"


kedua pria sepuh dan Hanzi Huang terkejut dengan kemunculan ke 30 tetua yang berkekuatan abadi puncak bintang 9, terlebih lagi mereka memanggil Qin Fan dengan sebutan penguasa.


"bagaimana tetua? apa kami hanya bertiga?" balas Qin Fan tersenyum jahat.


"siapa kamu?" tanya pria sepuh itu pada Qin Fan.


"siapa aku itu tidak penting, yang penting sekarang adalah kalian akan menjadi mainan mereka," balas santai Qin Fan.


"jangan bunuh mereka!" ucap Qin Fan memberi perintah.


"ayo kita lihat permainan yang akan segera dimulai," ajak Qin Fan pada Wen Haong dan Qian Duan, lalu mereka naik kesebuah pohon besar dan menunggu permainan yang akan dimainkan para tetua klan.


Booooomm Booooomm Booooomm...


kedua pria sepuh itu menjadi bulan bulanan ke 30 tetua klan Wen dan klan Qian, meski keduanya menghindar, tapi selalu saja ada serangan dari yang lain, sehingga mereka tidak bisa melakukan apa apa dan hanya bisa menahan rasa sakit.


meski kekuatan sama sama berada di abadi puncak bintang 9, tapi menghadapi 30 orang yang memiliki kekuatan yang sama, hal itu membuat kedua pria sepuh itu seperti anak kecil yang di keroyok sekelompok remaja.


Booooomm Booooomm Booooomm


ledakan demi ledakan terus terjadi di hutan yang tidak jauh dari klan Hanzi itu, kedua Persia sepuh itu sudah babak belur dibuat ke 30 tetua klan.


melihat kedua pria sepuh yang sudah tidak berdaya, Qin Fan menyuruh para tetua klan itu berhenti, mereka pun berhenti menyiksa kedua pria sepuh itu ke hadapan Qin Fan.


wajah keduanya hampir tidak terbentuk lagi, sekujur tubuh mereka juga mengalami banyak luka karena terkena pedang para tetua klan, selain itu, mereka juga mengalami luka dalam.


"telan pil pil ini dan sembuhkan luka kalian," ucap Qin Fan, lalu dia memberikan kedua pria sepuh itu masing masing 10 butir pil, 9 diantaranya adalah pil pengikat jiwa, sementara yang satunya adalah pil penyembuhan.


"apa kamu pikir kami bodoh? kami tidak akan menelan pil ini," ucap salah satu pria sepuh.


"benarkah?" balas Qin Fan, lalu dia menampar pria sepuh itu dengan sangat keras.


Plaaak


suara tamparan disaat telapak tangan Qin Fan mendarat di pipi kanan pria sepuh itu dan membuat nya terjungkal.

__ADS_1


"bagaimana dengan mu tetua?" tanya Qin Fan pada pria sepuh yang satu nya.


"aku, aku akan menelan nya," jawab cepat pria sepuh itu, lalu dia mengambil ke 10 pil itu dan menelan nya.


seketika luka luar mau pun luka dalam nya sembuh seperti noda yang dibersihkan, tapi tidak lama kemudian.


Booooomm..


terdengar sebuah ledakan teredam dari dalam tubuh pria sepuh itu, menandakan dia menembus ke ranah selanjutnya, hal itu membuat Qin Fan dan semua orang yang ada itu terkejut dan juga bingung.


mereka terkejut dan bingung karena baru saja pria sepuh itu menembus ke ranah yang tidak ada satu orang pun tahu.


"Hahaha.. akhirnya aku menembus ke ranah itu juga," ucap pria sepuh itu tertawa renyah dan tidak menghiraukan rasa keterkejutan dan kebingungan semua orang.


"terima kasih tuan muda, meski aku tahu pil yang tuan muda berikan itu adalah pil pengikat jiwa, tapi aku sangat berterima kasih karena pil itu membuat ku menembus ke ranah yang selama ini aku inginkan," ucap pria sepuh itu berlutut dengan perasaan yang sangat bahagia.


Qin Fan tidak berkata apa apa, dia masih mencoba memahami ucapan pria sepuh itu, karena pria sepuh itu menyebut ranah yang dia inginkan selama ini.


"maaf tetua, apa maksud tetua dengan ranah selanjutnya?" tanya Qin Fan penasaran, sekaligus mewakili pertanyaan semua orang.


"benar tuan muda, diatas abadi masih ada satu ranah, yaitu ranah kekal, ranah kekal memiliki 3 tahap, tahap awal, menengah dan puncak, kini aku sudah menembus ke ranah kekal tahap awal, terima kasih tuan muda, aku tidak akan mengecewakan tuan muda," ucap pria sepuh itu menjelaskan jika ranah diatas abadi adalah ranah kekal.


pria sepuh yang tadi membuang pil pemberian Qin Fan pun segera memungut kembali pil pil itu dan menelannya, seketika semua luka luar maupun luka dalam nya juga sembuh, dia juga menembus ke ranah abadi kekal tahap awal.


"maafkan aku tuan muda, aku tidak tahu jika tuan muda ingin menyembuhkan luka kami, aku Hanzi Chu bersumpah akan mengabdi dan setia pada tuan muda," ucap Hanzi Chu berlutut.


"aku Hanzi Zing juga bersumpah akan mengabdi dan selalu setia pada tuan muda," ucap pria sepuh yang pertama menelan pil pemberian Qin Fan, yang tidak lain adalah Hanzi Zing, dia juga berlutut seperti Hanzi Chu.


Qin Fan mencoba menenangkan dirinya dari keterkejutan atas ranah kekal itu, setelah beberapa saat, Qin Fan sudah mendapatkan kembali kesadaran nya, lalu dia berkata.


"bagus, jangan buat aku kecewa, jika kalian berniat untuk mengkhianati ku, maka jiwa kalian akan tercabik cabik dengan sendirinya," ucap Qin Fan yang sudah dapat kesadaran nya kembali.


"kami tidak berani tuan muda," jawab keduanya.


"baiklah, Wen Haong, Qian Duan, kalian kembalilah! aku akan melanjutkan perjalanan dengan Hanzi Chu dan Hanzi Zing," ucap Qin Fan, lalu dia membuka gerbang dunia jiwa.


"baik penguasa," jawab mereka patuh, tapi sebenarnya keduanya merasa keberatan, hanya saja tidak ingin membantah.


tidak lama kemudian, mereka semua masuk kedunia jiwa, kini tersisa Qin Fan, Hanzi Chu, Hanzi Zing, Hanzi Huang dan ke 25 tetua klan Hanzi yang belum sadarkan diri.


"kamu bawa kembali para tetua mu ke klan!" perintah Qin Fan pada Hanzi Huang.


"baik tuan muda," jawab Hanzi Huang patuh, lalu dia menyadarkan semua tetua klan Hanzi, kemudian mereka kembali ke klan mereka.


"kita pergi kemana tuan muda?" tanya Hanzi Zing.


"kita pergi ke klan guo." jawab Qin Fan.


"baik tuan muda." jawab Hanzi Zing, lalu mereka melayang ke arah barat dengan kecepatan sedang.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Yang Favorit 6600, tapi yang like paling banyak 2000.


yang 4000 nya kembali? kan gak mungkin siluman.

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


__ADS_2