
"Sekarang giliran kalian berdua pak tua," Jianjun tersenyum jahat kearah ketiga tetua itu.
"apa kamu pikir kami takut padamu? jangan mimpi!" jawab Ding dengan menguatkan hati untuk melawan Jianjun.
"Oya? tunjukkan padaku keberanian kalian itu dan jangan seperti anjing ompong yang hanya bisa menggonggong!" Jianjun kembali meremehkan mereka.
"bajingan, ayo kita remuk tubuh orang tua itu!" seru Ding, lalu dia dan kedua tetua lainnya menyerang Jianjun.
"dasar bodoh!" cibir Jianjun yang melihat ketiga tetua sekte gunung mare melesat kearahnya.
Jianjun lalu membuat suatu gerakan lagi, gerakan ini berbeda dengan gerakan yang sering dia lakukan, kemudian kembali muncul cahaya keemasan dari kedua telapak tangan Jianjun.
setelah kedua cahaya berwarna emas itu berkumpul dikedua telapak tangannya, Jianjun menyatukan kedua telapak tangan dan menyatukan kedua cahaya keemasan itu, lalu dia mendorong cahaya keemasan yang sudah menyatu itu kedepan.
Whush...
cahaya keemasan itu terdorong kedepan, lalu membentuk sesosok harimau yang sangat besar, tinggi harimau itu mencapai 15 meter, sedangkan panjang nya mencapai 35 meter, tubuh harimau itu pun bahkan diselimuti oleh api emas.
"Gooaarr.."
harimau besar itu mengaum keras dengan sorot mata yang tajam kearah ketiga tetua sekte gunung mare, harimau itu kemudian melesat kearah ketiga tetua itu.
setiap dia melewati pohon, maka pohon yang dia lewati itu langsung hancur karena kekuatan yang dikeluarkan harimau dari energi keemasan itu.
Jianjun pun melepaskan sosok harimau itu kearah ketiga tetua sekte.
Whush.. Whush.. Whush..
Boom Boom Boom..
terjadi ledakan yang lebih besar lagi disaat serangan yang dilepaskan Jianjun itu beradu dengan serangan tapak yang dilepaskan oleh ketiga tetua.
Whush.. Whush.. Whush..
ketiga tetua itu dikirim terbang jauh kebelakang dengan tangan yang hancur.
"Aaarrg Aaarrg Aaarrg,"
ketiga tetua itu menjerit kesakitan karena tangan ketiganya hancur, selain tangan mereka hancur, ketiga tetua itu juga mengalami luka dalam yang parah.
tidak ingin membuang waktu, Jianjun melesat cepat kearah ketiga tetua itu, kemudian Jianjun menyerap kekuatan mereka satu persatu, hanya dalam hitungan menit, tubuh ketiga tetua itu mengering dan hanya tinggal kulit yang membungkus tulang.
"jangan lupa cincin penyimpanan mereka Jianjun," ucap Qin Fan yang melayang mendekat.
Jianjun pun mengambil cincin penyimpanan mereka semua dan memberikan pada Qin Fan, Qin Fan pun mengambil cincin penyimpanan itu dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan miliknya tanpa diperiksa.
"apa kita langsung ke sekte gunung mare penguasa?" tanya Jianjun setelah Qin Fan memasukkan cincin penyimpanan.
Qin Fan menganggukkan kepala.
"benar, biarkan para murid dan terus sekte mereka mencari ku! sementara kita lenyapkan sekte mereka," jawab Qin Fan mengangguk, Qin Fan dan Jianjun pun melesat kembali ke Utara.
Seminggu kemudian.
setelah melakukan perjalanan selama seminggu, menjelang pagi, Qin Fan dan Jianjun akhirnya sampai di sebuah hutan yang tidak jauh dari sekte gunung mare.
Qin Fan kemudian mengeluarkan pasukan dari dunia jiwa, tapi pasukan yang dikeluarkan Qin Fan hanyalah pasukan yang memiliki basis kultivasi penguasa alam tingkat 3 tahap puncak keatas saja.
sehingga pasukan yang dikeluarkan Qin Fan hanya berjumlah 40 ribu pasukan, Qin Fan tidak ingin mengambil resiko dengan melibatkan pasukan yang memiliki basis kultivasi penguasa alam tingkat 3 tahap menengah ke bawah.
Whush... Whush... Whush...
satu persatu pasukan keluar dari dunia jiwa, lalu mereka semua berlutut memberi hormat.
"penguasa muda," ucap semua pasukan dan bawahan Qin Fan berlutut.
"kita akan menyerang sekte gunung mare, kekuatan sekte gunung mare juga tidak main main, jika ada yang terluka, segera mundur dan pulihkan diri! apa kalian mengerti?" ucap Qin Fan setelah semua bawahan nya berlutut.
__ADS_1
"kami mengerti penguasa muda," jawab semua bawahan Qin Fan.
"bagus, jika nanti kalian dengar aku berseru urraaa, maka kalian juga membalas seruan itu dengan seruan yang sama! mengerti?" ucap lanjut Qin Fan.
"kami mengerti penguasa muda," jawab mereka sekali lagi, meskipun semua orang penasaran dengan seruan itu, tapi tidak ada yang berani bertanya, karena itu adalah perintah yang tidak bisa mereka tolak.
"Urraaa," seru Qin Fan memberi semangat.
"Uuurraaaaaaa... Uuurraaaaaa..." balas semua pasukan dan bawahan Qin Fan penuh semangat.
entah kenapa semua pasukan Qin Fan tiba tiba saja semangat juang mereka meningkat setelah berseru seperti itu.
Qin Fan dan pasukannya pun melesat kearah sekte gunung mare dengan semangat juang yang tinggi.
hanya dalam hitungan menit, Qin Fan dan pasukannya sampai didepan gerbang sekte gunung mare, tanpa membuang waktu, Qin Fan membuat formasi penjara dan mengurung sekte itu.
setelah selesai mengurung sekte gunung mare dengan formasi penjara, pasukan Qin Fan mulai menyerang gerbang sekte.
"ada perisai penguasa muda," ucap Long Shan yang sudah berada tepat diatas sekte.
"Jianjun? hancurkan perisai itu!" perintah Qin Fan.
"baik penguasa," jawab patuh Jianjun, lalu dia memukul perisai yang melindungi sekte.
Boom Boom Boom..
terjadi ledakan 3 kali disaat Jianjun melepaskan 3 kali serangan tapak harimau.
Kraak Kraak Kraak
perisai itu retak dan pecah lalu meledak.
Boom
Disaat perisai itu hancur, bawahan dan pasukan Qin Fan menerobos masuk kedalam sekte dan melepaskan serangan pada murid luar dan murid dalam sekte gunung mare.
Whush... Whush...
Boom Boom Boom
"Hancurkan mereka semua!" seru Qin Fan memberi perintah.
Dari dalam sekte, Patriak sekte yang tidak lain adalah Bi Cik dan tetua agung Zhu An pun bergegas keluar dari dalam sekte.
"bajingan mana yang berani menyerang sekte gunung mare?" teriak Bi Cik dengan kemarahan yang berapi api, lalu keduanya berjalan keluar dari kediaman mereka masing masing.
"apa?"
Bi Cik dan Zhu An terkejut setelah berada luar kediaman, dapat mereka lihat 40 ribu pasukan yang tidak mereka kenal itu membantai murid murid sekte mereka, terlebih lagi dengan kekuatan pasukan yang menyerang itu.
"saudara Luan, itu Patriak dan tetua agung mereka," ucap salah satu jendral kerajaan Ning sambil menunjuk Bi Cik dan Zhu An, yang tidak lain adalah jendral Ho Aon.
"panggil jendral Xian dan jendral Gao! kita berempat hadapi mereka agar lebih cepat," balas jendral Luan.
"baik saudara Luan," jawab jendral Ho Aon.
setelah jendral Luan, jendral Ho Aon, jendral Xian dan jendral Gao berkumpul, keempat jendral itu melesat ke arah Bi Cik dan Zhu An.
Whush.. Whush.. Whush.. Whush..
keempat jendral itu melesat dengan cepat kearah Bi Cik dan Zhu An, melihat 4 jendral yang melesat kearah 2 pria paruh baya, 4 mentri lainnya melesat dan menyusul mereka.
Jiao Chin yang melihat kekuatan Bi Cik yang berada di penguasa alam tingkat 8 tahap menengah pun melesat menyusul keempat jendral dan 2 mentri nya.
Jianjun tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan keenamnya menghadapi penguasa alam tingkat 8 itu, Jianjun tahu itu terlalu beresiko tinggi jika dia tidak turun tangan.
"siapa kalian? kenapa kalian menyerang sekte ku?" ucap Bi Cik dengan tatapan tajam dan niat membunuh yang sangat kuat.
__ADS_1
"kamu tidak perlu tahu siapa kami! yang perlu kamu tahu adalah hari ini sekte mu akan musnah," jawab sebuah suara dari atas langit, yang tidak lain adalah Jianjun.
"yang mulia," ucap jendral Luan dan ketiga jendral lainnya, serta kedua mentri, mereka kenal dengan sosok dari pemilik suara itu.
"siapa kamu? kenapa kamu menyerang sekte ku?" tanya Bi Cik mendongak keatas.
"seperti yang aku katakan sebelumnya, kamu tidak perlu tahu siapa aku," balas Jianjun, lalu dia melepaskan tapak harimau kearah Bi Cik.
Whush...
Bi Cik yang melihat sebuah tapak dari kaki harimau pun membuat sebuah tapak dari energi hitam juga, lalu dia lepaskan.
Whush...
Boom..
terjadi ledakan besar disaat serangan kedua tapak itu beradu, imbas dari ledakan itu juga menyapu bangunan bangunan sekte hingga menghancurkan semua bangunan yang berada disekitar mereka.
Whush..
Bi Cik dibuat tertanam kedalam tanah, tanah pijakan Bi Cik dan Zhu An juga berubah menjadi sebuah kawah yang besar.
"siapapun yang mencoba menyakiti penguasa, maka tidak ada hukuman lain selain kematian," ucap Jianjun melihat Bi Cik yang berada didalam jawab itu.
Bi Cik yang berada didalam kawah itu hanya bisa meringis menahan rasa sakit di dadanya, serangan Jianjun itu berhasil membuat Bi Cik terluka parah.
sementara itu, jendral Luan dan yang lainnya membuat Zhu An seperti adonan tepung, keenamnya terus menyerang Zhu An silih berganti, tentu saja hal itu membuat Zhu An sangat kesulitan.
meskipun kekuatan Zhu An berada di penguasa alam tingkat 8 tahap awal, tapi menghadapi 5 penguasa alam tingkat 7 tahap puncak, hal itu membuat Zhu An sangat kesulitan, apalagi kelima nya adalah hewan buas, yang mana kekuatan setiap hewan buas lebih kuat dari kekuatan asli mereka.
Disisi lain.
ketika Jianjun ingin melepaskan serangan yang kedua dan membunuh Bi Cik , terdengar sebuah seruan dari belakang.
"jangan dibunuh saudara Jianjun!" sebuah suara menghentikan Jianjun, Jianjun pun menoleh, dapat dia lihat jika yang berseru tadi adalah Wen Haong, selain Wen Haong, ada juga Qian Duan, Long Shan, Long Zhan dan Long Qe.
Whush.. Whush.. Whush..
kelimanya muncul disamping Jianjun.
"ada apa saudara Long?" tanya Jianjun, yang dia kenal hanya Long Qe, sehingga Jianjun bertanya pada Long Qe.
"kami ingin bermain main sedikit dengannya saudara Jianjun," jawab Wen Haong tersenyum.
"bermain main? maksud saudara?" tanya Jianjun kebingungan sambil menaikkan alisnya, dia bingung dengan jawaban Wen Haong.
"saudara akan melihatnya sendiri," jawab Wen Haong, lalu kelimanya melesat kearah Bi Cik yang masih tergeletak didasar kawah, kemudian diikuti oleh Jianjun dari belakang, Jianjun khawatir Bi Cik masih bisa bangun yang mengancam nyawa kelima saudaranya.
sementara itu pembantaian yang dilakukan oleh para bawahan dan pasukan Qin Fan terus berlanjut, sudah banyak murid luar dan murid dalam sekte gunung mare yang dibantai.
perbedaan kekuatan yang sangat besar itulah yang membuat bawahan dan pasukan Qin Fan dapat membantai dengan mudah.
*********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
*******
Maaf ya karena kemarin gak up.
itu karena favorit makin banyak.
tapi yang pembaca menurun.
__ADS_1
dan yang lebih membuat ku tidak semangat adalah minimnya Like dan Komentar.