Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Menolak Dengan Halus


__ADS_3

ketika Zheng Ming menyelesaikan tujuan nya memangil Qin Jung, wajah Qin Jung yang tadi nya sangat senang, seketika berubah menjadi merah karena marah, lalu dia menoleh pada San Ding dengan tatapan membunuh dan berkata.


"berani sekali kamu menyakiti cicit dan juga adik seperguruan mu, kali ini tidak ada lagi ampunan untuk mu dan juga sekte mu San Ding" ucap Qin Jung marah sambil menatap tajam San Ding.


"Ampun penguasa agung, hamba tidak mengenali penguasa muda, mohon ampuni hamba dan juga sekte hamba" ucap cepat San Ding yang ketakutan, meski begitu, dia tidak berani mengangkat kepala nya sama sekali.


"tidak ada ampunan bagi siapa saja yang berani melukai keluarga ku, dan hukuman mu akan diputuskan oleh adik seperguruan ku" balas Qin Jung tidak berbelas kasih.


"ampun penguasa agung, ampuni hamba" ucap San Ding lagi yang sudah ketakutan dan menangis.


tapi Qin Jung tidak menghiraukan nya, dia kembali memandang Qin Fan, lalu dia berkata.


"aku serahkan bajingan itu pada mu Fan'er, jika dia berani melukai mu lagi, bahkan jiwa nya akan aku siksa sampai menjadi jiwa yang tidak berguna" ucap Qin Jung.


Qin Fan sangat senang dengan apa yang diucapkan leluhur sekaligus kakak seperguruan nya itu, sebab Qin Fan sudah mempunyai sebuah rencana, yaitu membuat San Ding menjadi pengikut nya.


dengan perasaan senang, Qin Fan membalas, "terima kasih leluhur" ucap senang Qin Fan, lalu dia menoleh pada San Ding dan berkata.


"aku memberi mu dua pilihan, menjadi pengikut ku atau hancurkan kultivasi mu? pilih salah satu nya!!" ucap Qin Fan senang.


Qin Fan ingin menjadikan San Ding sebagai pengikut nya karena dengan kekuatan San Ding ini, Qin Fan tidak terlalu takut lagi jika bertemu dengan musuh yang kuat, karena tidak mungkin dia mengandalkan latar belakang nya terus.


ada saat nya Qin Fan menggunakan bawahan nya sebagai bantuan, dan juga dia yakin San dapat bergerak cepat jika di beri tugas, alasan itulah yang membuat Qin Fan tidak ingin membunuh San Ding.


sementara itu, San Ding terdiam setelah diberi pilihan yang sulit, karena bagaimanapun juga, dia adalah seorang leluhur dari salah satu sekte besar, dan juga sekte yang termasuk disegani dan ditakuti.


sehingga membuat San Ding enggan untuk menjadi bawahan Qin Fan, tapi jika dia menolak, Otomasi sekte bukit pelangi akan musnah, bahkan kekuatan yang dia berusaha dapatkan selama milyaran tahun ini akan musnah, jika dia tidak mau menjadi bawahan Qin Fan.


saat ini San Ding dibuat bingung dengan dua pilihan yang diberikan Qin Fan, menjadi bawahan Qin Fan atau kultivasi nya hancur? San Ding tidak tahu harus memilih yang mana.


tapi setelah dia berpikir cukup lama, San Ding bersedia menjadi bawahan Qin Fan, karena bagaimanapun juga, dia tidak ingin kehilangan kekuatan dan juga sekte yang dia bangun milyaran tahun yang lalu itu.


"San Ding memberi hormat pada penguasa muda" ucap San Ding setelah membuat keputusan.


"bagaimana jika kamu mengkhianati adik ku?" tanya Qin Jung.


"hamba tidak berani penguasa agung, jika hamba berkhianat atau berpikir untuk berkhianat, hamba siap dihukum" jawab San Ding jujur.


Qin Jung cukup puas dengan jawaban San Ding, karena dia tahu jika San Ding orang nya sangat setia dan loyal, tapi tidak dengan Qin Fan, Qin Fan tidak percaya begitu saja, sebab dia baru mengenal San Ding.


"jika benar kamu ingin menjadi bawahan ku, maka telan lah pil ini!!" ucap Qin Fan, lalu dia memberikan satu butir pil pengikat jiwa pada San Ding.


San Ding pun tanpa ragu langsung menelan pil itu, setelah menelan dan menyerap nya, Qin Fan kembali berkata.


"pil itu di beri nama pil pengikat jiwa, jika kamu berpikir untuk mengkhianati ku, maka jiwa mu akan terkoyak dan hancur" ucap Qin Fan mengingatkan.


"hamba tidak berani penguasa muda" balas San Ding cepat.


"baiklah, sekarang bawa kembali Patriak dan tetua ke sekte, setelah itu temui aku di istana!!" perintah Qin Fan.


"baik penguasa muda" jawab San Ding, lalu dia mengikat San Dong dan semua tetua sekte dengan sebuah kekuatan dan menghilang.


Qin Fan, Qin Jung, Zheng Ming, Zheng Tian Feng, Xue Ying, Xue Yiyi dan Xue Yin pun kembali ke istana.


Xue Ying dan kedua saudari nya juga sudah siuman dan kondisi mereka juga sudah baikan, karena sejak kedatangan Zheng Tian Feng, dia membantu anak dan dua keponakan nya itu, sehingga ketiga nya siuman.


"ayo kita ke istana saudara Qin, Fan'er" ajak Zheng Ming.

__ADS_1


lalu mereka semua menghilang dalam sekejap mata, sementara bangunan bangunan yang sudah hancur itu akan diberikan ganti rugi oleh Zheng Ming pada pemilik nya.


karena meski pun dia adalah seorang penguasa, tapi dia tidak semena mena terhadap penduduk, sehingga mereka semua sangat mencintai Zheng Ming.


hanya dalam 10 menit saja, mereka semua sudah sampai di istana, lalu Zheng Ming membawa Qin Fan dan Qin Jung di ruang kerja nya, sebab dia ingin berbincang bincang dengan mereka.


setelah sampai di ruang kerja Zheng Ming, Qin Jung yang memulai obrolan mereka, "Fan'er, apa kamu yakin mau menjadikan San Ding sebagai bawahan mu? dia orang nya bar bar" ucap Qin Jung yang tampak tidak setuju, sebab dia sangat tahu bagaimana sikap San Ding.


Qin Fan tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu dia menjawab, "leluhur tidak perlu khawatir, karena dia tidak akan bersikap seperti itu lagi, karena aku sudah mengikat nya, dan akan aku ikat juga dengan aturan ku leluhur" balas Qin Fan tenang, lalu dia melanjutkan.


"kenapa aku tidak bisa membaca kekuatan kalian semua? padahal aku sudah berada di maha dewa emas hitam bintang 4" tanya Qin Fan penasaran.


"Hahaha..., bagaimana kamu bisa melihat kekuatan kami Fan'er, kamu masih terlalu lemah, sehingga kamu tidak dapat membaca tingkat kultivasi kami" balas Zheng Ming sambil tersenyum renyah.


"kekuatan San Ding berada di ranah maha dewa berlian putih bintang 5, banyak dewa kuno yang kekuatannya setara dengan nya, tapi ada lebih banyak lagi yang kekuatan mereka berada di atas nya, jadi meski pun San Ding sudah menjadi bawahan mu"


"kamu harus tetap berhati hati!! dan jangan hanya menggunakan kekuatan bawahan mu Fan'er!! karena kamu tidak akan berkembang jika terus menerus menggunakan kekuatan bawahan mu" timpal Qin Jung memberi nasihat.


"baik leluhur, aku tidak akan mengecewakan leluhur" balas Qin Fan serius, sebab dia juga tidak ingin selalu mengandalkan bawahan nya.


"sebulan lagi turnamen itu akan di mulai, bagaimana dengan persiapan mu saudara Qin?" tanya Zheng Ming mengalihkan topik.


Qin Jung tersenyum lalu dia berkata, "aku belum memikirkan hal itu, karena semua jenius yang ada di wilayah selatan tidak ada bedanya dengan tahun tahun kemarin, jadi aku tidak terlalu berharap untuk bisa memenangkan turnamen itu" jawab Qin Jung tersenyum kecut.


"apa saudara lupa dengan Fan'er? dia bisa menjadi wakil wilayah selatan" ucap Zheng Ming.


wajah Qin Jung pun seketika menjadi cerah, dia lupa jika ada Qin Fan saat ini, karena dengan kekuatan Qin Fan, besar kemungkinan Qin Fan memenangkan turnamen, tapi ketika dia mengingat kekuatan salah satu jenius yang ada di wilayah tengah, senyum nya menjadi hilang, lalu dia berkata.


"saudara jangan lupa jika di wilayah tengah masih ada satu jenius yang kekuatan harus di perhitungkan, belum berusia 1000 tahun tapi dia sudah menjadi kultivator ranah maha dewa emas hitam bintang 6, dua tingkat di atas Fan'er" ucap Qin Jung.


"Hahahaha..., apa saudara pikir aku yang melukai San Dong dan tetua sekte bukit pelangi?" tanya Zheng Ming sambil tertawa renyah.


"Hehehe.., perlu saudara ketahui, yang membuat San Dong dan tetua sekte terluka seperti itu adalah Fan'er, dia dengan muda membuat mereka terluka parah, dan karena itulah San Ding menjadi marah dan melukai Fan'er" jawab Zheng Ming sambil terkekeh.


"apa?"


Qin Jung terkejut mendengar jawaban Zheng Ming, karena Qin Fan dan San Dong berbeda 2 ranah, tapi Qin Fan dapat melukai San Dong dengan mudah.


setelah dapat menenangkan diri dari keterkejutan nya, Qin Jung bertanya.


"bagaimana Fan'er? kamu bisa kan mewakili wilayah selatan di turnamen nanti?" tanya Qin Jung berharap.


"aku tidak punya alasan untuk menolak leluhur, karena aku juga seorang Qin" jawab Qin Fan.


ketiga pria berbeda umur itu terus berbincang bincang hingga larut malam, kadang tawa menghiasi obrolan mereka, sehingga menjadikan suasana semakin hidup.


dan selama mereka mengobrol dan bertukar tentang kultivasi, mereka selalu di intip Xue Ying dari luar pintu, dan sebenarnya ketiga pria itu tahu, hanya saja mereka berpura pura tidak mengetahui apa apa.


setelah larut malam, ketiga nya membubarkan diri, lalu Qin Fan juga kembali ke kamar nya, setelah berada dikamar, Qin Fan membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuh nya di atas kasur.


*****


Keesokan paginya, setelah bangun dan membersihkan diri, Qin Fan keluar dari kamar, seperti biasa, dua ingin sarapan pagi, lalu dia pergi ke ruang makan, dan disana sudah sangat ramai, sebab semua orang sudah menunggu nya di ruang makan.


"pagi tetua Zheng, pagi leluhur, pagi semua" ucap Qin Fan menyapa mereka semua.


"pagi Fan'er" ucap Zheng Ming dan Qing Jung.

__ADS_1


"pagi tuan Qin" balas Zheng Tian Feng dan ketiga gadis cantik.


lalu Qin Fan duduk dan mereka mulai bersarapan.


beberapa saat kemudian, semua orang sudah selesai serapan, lalu Qin Fan membuka obrolan.


"kapan leluhur kembali ke selatan?" tanya Qin Fan.


"aku akan kembali sebentar lagi Fan'er, bagaimana dengan mu?" Jawab dan tanya Qin Jung.


"aku ikut leluhur kesana, karena aku ingin mengenal keluarga Qin yang ada disana juga" jawab Qin Fan.


"ajak Ying'er juga ya!! karena dia juga ingin melihat lihat wilayah selatan" ucap Zheng Ming, sebenarnya itu hanya akal akalan nya saja, karena tujuan nya adalah agar membuat Qin Fan dan Xue Ying semakin dekat.


Qin Fan tidak berkata apa apa, sebab dia tahu tujuan Zheng Ming ingin Xue Ying ikut ke selatan, jika dia menolak, maka secara tidak langsung akan membuat Zheng Ming tersinggung.


jika dia mengiyakan, maka akan membuat Xue Ying semakin berharap pada nya, dan dia juga tidak ingin membuat Xue Ying semakin dekat dengan nya dan juga dia tidak ingin membuat Zheng Ming tersinggung.


"Hahaha..., sepertinya kita akan menjadi beban saudara Zheng" ucap Qin Jung tertawa sambil menggoda Qin Fan dan Xue Ying.


mendengar itu, wajah Xue Ying memerah seperti kepiting rebus, tapi tidak dengan Xue Yiyi dan Xue Yin, kedua nya merasa tidak senang, karena kedua nya juga menyukai Qin Fan.


"maafkan aku tetua, tapi aku belum ingin dekat dengan wanita mana pun, sebab aku ingin meningkatkan kekuatan ku lebih dulu" tiba tiba Qin Fan membuat penolakan dengan secara halus, sebab dia tidak ingin ada kejadian yang tidak dia inginkan.


"kamu tenang saja Fan'er, aku mengerti, tapi tidak ada salah nya jika kalian berdua saling mengenal lebih dulu" balas Qin Jung.


Qin Fan menggeleng kepala nya, lalu dia menjawab, "maafkan aku leluhur, tapi masih banyak tugas yang harus aku selesaikan dari guru, aku masih harus mencari kakak kedua, dan juga tugas lain nya di alam langit dan alam surga" balas Qin Fan yang tetap pada pendiriannya.


Qin Jung dan Zheng Ming yang mendengar jika Qin Fan mempunyai tugas di alam langit dan alam surga pun mengerutkan kening mereka, dengan penasaran, Qin Jung bertanya.


"tugas apa yang guru berikan pada mu di alam surga?" tanya Qin Jung penasaran.


"apa leluhur tidak tahu jika istana di alam surga sudah di kuasai Qin Chu dengan cara memberontak? Qin Chu bersekutu dengan penguasa wilayah barat lalu meruntuhkan Kekaisaran Qin di alam surga" ucap Qin Fan menjelaskan.


"Qin Chu? siapa dia?" tanya Qin Jung yang memang tidak tahu siapa itu Qin Chu.


lalu Qin Fan menceritakan siapa Qin Chu sampai selesai, Qin Jung yang mendengar itu jadi sangat marah, sebab salah satu keturunan nya menjadi pengkhianat.


"dasar keturunan tidak tahu diri" ucap geram Qin Jung.


"tenanglah leluhur!! aku akan membereskan pengkhianat itu" ucap Qin Fan menenangkan leluhur sekaligus kakak seperguruan nya itu.


"lalu urusan apa yang kamu maksudkan di alam langit?" tanya Qin Jung lagi.


"guru berpesan pada ku untuk mencari kakak kedua di alam langit, dan juga aku ingin membuat perhitungan dengan kaisar langit leluhur" jawab Qin Fan jujur.


"membuat perhitungan dengan kaisar langit? memang nya apa yang sudah dilakukan bocah itu pada mu?" tanya Qin Jung yang menyebut kaisar langit bocah.


"kaisar langit sudah memusnahkan klan dan membunuh salah satu guru ku, sehingga aku akan membalaskan dendam guru" jawab Qin Fan lagi dengan jujur.


akhirnya Qin Jung dan Zheng Ming paham kenapa Qin Fan masih belum ingin dekat dengan wanita, karena dia memiliki banyak tanggung jawab.


lalu setelah itu, mereka membicarakan soal turnamen yang hanya tersisa tidak sampai sebulan lagi, menjelang siang, Qin Jung dan Qin Fan berpamitan pergi ke wilayah selatan.


*****


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2