Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Berita Kematian Mo Lian


__ADS_3

beberapa saat kemudian pelayan tadi membawa teh untuk Qin Fan lalu berkata, "maaf sudah membuat tuan muda menunggu lama, silahkan tuan muda" ucap pelayan itu ramah dan mempersilahkan Qin Fan menikmati teh nya.


"tidak apa apa nona, aku tidak sedang terburu buru" balas Qin Fan ramah juga.


"terima kasih tuan muda, saya pamit kembali" ucap pelayan lalu kembali ke dapur.


sementara Qin Fan menikmati teh nya sambil terus mendengarkan keempat pemuda yang menceritakan tentang diri nya, keempat pemuda itu tidak tahu jika pemuda yang mereka maksud ada di dekat mereka.


berita tentang musnah nya sekte beruang hitam menjadi topik hangat di seluruh kota dan desa kekaisaran Zhou, semua orang membicarakan tentang Qin Fan, tapi mereka tidak tahu seperti apa rupa dan wujud nya.


para gadis gadis bangsawan bangsawan sangat penasaran dengan sosok Qin Fan yang menurut rumor sangat tampan itu, bahkan orang tua mereka juga menyuruh mereka mendekati Qin Fan jika bertemu dengan nya.


berita tentang Qin Fan menghancurkan sekte beruang hitam juga sampai di telinga kaisar Zhou Tian, dan kaisar Zhou Tian juga sangat ingin bertemu dengan Qin Fan, hanya saja dia belum pernah bertemu dengan Qin Fan.


sudah sering kaisar Zhou Tian memerintahkan para jendral nya untuk pergi ke sekte Elang emas untuk mengundang Qin Fan, tapi mereka tidak pernah bertemu dengan nya, dan sekarang nama Qin Fan kembali muncul setelah menghancurkan sekte besar aliran hitam lain nya dan membebaskan puluhan gadis dari tangan mereka.


dan berita itu juga sudah sampai di sekte bunga teratai dan sekte Elang emas, saat Luo Xia mendengar nama Qin Fan kembali menjadi topik hangat di kekaisaran Zhou, dia seperti mendapat angin segar, ibarat nya hujan turun di musim kemarau, meski pun Qin Fan belum kembali ke sekte Elang emas, tapi dia senang karena Qin Fan sudah berada di daratan tengah.


"ayah, apa ayah juga sudah mendengar berita itu?" tanya Luo Xia dengan antusias pada Luo Feng.


"ayah juga sudah tahu Xia'er, ayah juga tidak menyangka jika tuan muda Qin sudah berada di daratan tengah, meski saat ini tuan muda Qin ada di wilayah selatan Kekaisaran" jawab Luo Feng.


"berarti tidak lama lagi tuan muda Qin akan kesini lagi ayah" ucap Luo Xia senang.


Luo Feng yang melihat anak nya kembali ceria itu hanya mengangguk dan tersenyum pada nya, "sebaiknya kamu terus berlatih, apa kamu tidak malu jika tuan muda Qin kembali kesini sementara kultivasi mu masih berada di dewa bumi?" ucap Luo Feng.


"baik ayah, aku akan berlatih dan berkultivasi agar ketika tuan muda Qin kembali kesini, aku tidak merasa malu pada nya" jawab Luo Feng senang lalu pergi ke aula kultivasi, Luo Feng yang melihat putri nya seperti anak kecil itu hanya menggeleng geleng kepala nya saja.


****


Di sekte bunga teratai.


"kakak Lin, ternyata tuan muda Qin sudah berada di daratan tengah, tapi kenapa tuan muda Qin tidak pernah mengunjungi sekte kita?" ucap Mei Lan.


"kakak juga tidak tahu adik Lan, kakak juga tidak menyangka jika tuan muda Qin sudah berada di daratan tengah dan sekarang di wilayah selatan" jawab Mei Lin.


"apa yang kalian bicarakan?" tiba tiba sebuah suara pria paruh baya mengagetkan kedua gadis kembar itu.


"tidak ada apa apa ayah, kami hanya membicarakan tuan muda Qin yang sudah berada di daratan tengah" jawab Mei Lin.


"oh..., apakah anak ayah yang cantik ini merindukan tuan muda Qin?" goda Wang Liong.


"ayah apa apaan sih" ucap Mei Lin yang tertunduk malu dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.


"Hahahaha..., anak ayah sudah besar rupa nya" goda Wang Liong lagi.


"ayah menyebalkan" ucap Mei Lin lalu berlari ke kamar nya.


"apa kamu juga menyukai tuan muda Qin?" tanya Wang Liong pada Mei Lan setelah kepergian Mei Lin.


Mei Lan tidak menjawab tapi hanya menunduk dan menganggukkan kepala pelan, melihat itu Wang Liong tersenyum kecut, bagaimana bisa kedua putri kembar nya mencintai pria yang sama?


"ya sudah jika kamu juga menyukai tuan muda Qin, ayah hanya berharap yang terbaik buat anak ayah yang cantik cantik ini" ucap Wang Liong tidak berdaya setelah tahu kedua putri kembar nya itu menyukai pria yang sama.


****


Saat ini Qin Fan sudah selesai menyesap teh nya, setelah itu dia pergi ke meja kasir dan membayar, lalu dia keluar dan pergi mencari penginapan, beberapa saat kemudian dia menemukan sebuah penginapan yang sudah sangat tuah, terlihat dinding nya nya sudah sangat usang dan bocor, dan posisi bangunan nya juga sudah sedikit miring', jika ada angin yang meniup penginapan itu, sudah pasti penginapan itu akan roboh.


Qin Fan lalu masuk kedalam penginapan itu, di dalam penginapan, Qin Fan dapat melihat sepasang suami istri yang sudah berusia sekitar 60-65 tahun.


"salam tetua" ucap Qin Fan menangkupkan tangan nya dengan hormat.


"maaf anak muda, penginapan kami sudah tidak bisa di gunakan lagi, sudah tidak layak" ucap sang suami.


mendengar itu Qin Fan tersenyum lalu berkata, "aku tidak menginap di sini tetua, aku kesini karena ada keperluan lain" ucap Qin Fan.


"keperluan lain? keperluan apa itu anak muda?" tanya kakek penasaran.


Qin Fan tidak menjawab pertanyaan pria tua itu, tapi Qin Fan mengeluarkan satu kantong koin emas yang isi nya 20.000 koin emas lalu berkata, "aku kesini karena ini tetua" ucap Qin Fan lalu memberikan sekantong koin emas itu pada pria tua itu.


pria tua itu lalu mengambil kantong koin emas yang di berikan Qin Fan, lalu dia memeriksa nya, ketika dia melihat apa isi nya, mata pria tua itu langsung melotot tidak percaya.


"ini...?" ucap pria tua yang tidak bisa meneruskan kata kata nya.


"semoga itu semua cukup untuk memperbaiki penginapan ini" ucap Qin Fan menangkupkan tangan nya dengan hormat lalu berbalik keluar.

__ADS_1


pria tua itu langsung sadar dari keterkejutan nya lalu berlari pelan menyusul Qin Fan, lalu dia berlutut dan berkata, "terima kasih tuan muda" ucap pria tua itu dalam posisi berlutut.


sementara Qin Fan hanya melambaikan tangan nya dan terus berjalan, setelah Qin Fan pergi, istri dari pria tua itu bertanya kenapa tiba tiba suami nya berlutut dan berterima kasih, lalu pria tua memberikan kantong emas pada istri nya, dan ekspresi istri nya juga tidak ada beda nya dengan pria tua itu, dia juga sangat terkejut, dan tanpa sadar dia meneteskan air mata nya, "terima kasih tuan muda" ucap nya menatap pintu keluar masuk penginapan.


saat ini Qin Fan sudah berada jauh dari penginapan yang sudah tua itu, dia masih mencari penginapan untuk beristirahat, beberapa saat kemudian dia menemukan sebuah penginapan yang cukup mewah, lalu dia masuk kedalam.


"selamat datang di penginapan kami tuan muda, apa tuan muda ingin menginap?" ucap salah satu pelayan pada Qin Fan.


"benar nona, aku ingin menginap selam 1 minggu, apa masih ada kamar yang kosong?" tanya Qin Fan ramah.


"masih ada tuan muda, tuan muda ingin memesan kamar biasa atau kamar VVIP?" tanya pelayan.


"aku ingin kamar terbaik yang kalian punya" jawab Qin Fan.


"baik tuan muda, karena kamar VVIP nya 50 koin emas permalam, maka tuan muda harus membayar 350 koin emas" ucap pelayan memberitahu harga inap.


"baik nona" jawab Qin Fan lalu memberikan 400 koin emas pada pelayan.


"terlalu banyak tuan muda" ucap pelayan setelah menghitung jumlah koin emas yang ada di dalam kantong.


"sisa nya untuk dirimu" balas Qin Fan.


"terima kasih tuan muda, mari saya antar ke kamar" ucap lagi pelayan lalu membawa Qin Fan ke lantai 4.


"ini kamar anda tuan muda, jika butuh sesuatu, tuan muda bisa memanggil saya" ucap pelayan setelah sampai di depan pintu sebuah kamar.


"terima kasih nona, aku hanya tidak ingin di ganggu selama seminggu ini saja, aku ingin beristirahat dengan tenang" balas Qin Fan.


"baik tuan muda, ini kunci nya" jawab pelayan lalu memberikan kunci kamar pada Qin Fan dan kembali turun kebawah.


sedangkan Qin Fan masuk ke kamar lalu membersihkan diri, setelah membersihkan diri, Qin Fan masuk ke dunia jiwa.


Whush...


Qin Fan muncul di depan istana Qin, lalu dia pergi ke arah barat istana, setelah berada 300 meter dari istana, Qin Fan membangun sebuah bangunan untuk tempat berkultivasi, iya itu adalah ruang kultivasi, Qin Fan membangun ruang kultivasi karena dia ingin menyerap kristal jiwa Yao yang dia dapatkan di dunia pedang.


entah kenapa tiba tiba dia merasakan firasat buruk jika dia akan di serang dengan kekuatan yang sangat besar, sehingga dia memutuskan untuk meningkatkan kekuatan nya.


setelah selesai membangun ruang kultivasi, Qin Fan masuk kedalam ruangan itu, lalu dia duduk di tengah tengah ruangan, kemudian Qin Fan membuat formasi pelindung di sekitar nya, agar ketika dia menerobos, ledakan energi dari tubuh nya tidak menghancurkan bangunan kultivasi nya.


setelah itu Qin Fan mengeluarkan empat buah kristal jiwa semi abadi bintang 5 dan 7, lalu dia menyerap kristal jiwa yang tingkat lima lebih dulu, perlahan Qin Fan mulai menyerap kristal jiwa itu.


****


Braaaakk.


"bajingan, siapa yang sudah membunuh pelayan ku?" teriak marah seorang pria berotot dengan dua tanduk di kepala nya.


dia adalah raja iblis Di Jun, dia marah karena salah satu pelayan nya dibunuh, dan pelayan nya itu adalah Patriak sekte beruang hitam atau Patriak Chu.


"jendral Chan, cepat kamu selidiki siapa yang membunuh pelayan ku, bawah 50 prajurit elit kita" perintah raja iblis Di Jun.


"baik yang mulia" jawab jendral iblis Chan.


raja iblis Di Jun merupakan salah satu raja iblis yang sangat kuat, karena kekuatan nya berada di semi abadi bintang 8, dan dia juga memiliki 50 jendral yang kekuatan mereka berada di semi abadi bintang 6, dan prajurit elit mereka rata rata berada di semi abadi bintang 2-3.


setiap satu bulan sekali Patriak Chu memberikan darah gadis gadis perawan pada raja iblis Di Jun, dan bulan ini dia tidak mendapatkan darah lagi, lalu dia menyuruh seorang jendral nya untuk mencari tahu kenapa Patriak Chu belum juga memberikan dia darah gadis perawan.


dan ketika jendral yang dia urus itu melihat mayat Patriak Chu berada tidak jauh dari altar persembahan, dan juga sekte beruang hitam hancur, jendral itu langsung kembali dan melaporkan pada raja Di Jun, hal itu lah yang membuat dia murka dan menyuruh jendral Chan menyelidiki siapa yang membunuh pelayan nya itu.


****


Di dunia jiwa.


Qin Fan terus menyerap kristal jiwa bintang 5, sudah 1 bulan dia menyerap kristal jiwa itu, tapi belum juga ada tanda tanda dia akan menerobos, sementara energi yang terkandung didalam kristal jiwa itu sudah habis.


lalu Qin Fan kembali menyerap 1 kristal jiwa bintang 7, Qin Fan kembali berfokus menyerap energi yang sangat padat itu, perlahan dantian nya terisi dan lautan Qi nya melonjak dan seakan akan meledakkan tubuh nya.


tapi tetap saja Qin Fan belum juga menerobos ke bintang selanjut nya, satu bulan kemudian, lautan Qi di dantian Qin Fan kembali melonjak dan meluap luap, tapi Qin Fan tetap fokus menyerap kristal jiwa itu.


dua hari kemudian.


Booooomm Booooomm...


terdengar ledakan teredam dua kali dari dalam tubuh Qin Fan, angin berhembus kencang dan menyapu apa saja yang ada di dalam ruang kultivasi, andai saja Qin Fan tidak memasang formasi pelindung, sudah pasti ruang kultivasi nya hancur berkeping keping.

__ADS_1


setelah 5 jam menstabilkan pondasi kultivasi nya, Qin Fan membuka kedua mata nya dengan senyum cerah terlukis dari wajah nya, lalu dia berdiri dan menepuk nepuk pakaian nya yang berdebu, lalu dia keluar dari ruang kultivasi dan pergi membersihkan diri di kamar yang berada di istana.


saat ini Qin Fan menerobos 2 bintang sekaligus, yang artinya kultivasi Qin Fan berada di semi abadi bintang 4.


setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian nya, Qin Fan berbaring di atas kasur nya yang empuk, lalu dia bergumam.


"sekarang aku sudah berada di semi abadi bintang 4, tapi kenapa aku masih merasa khawatir? apa yang akan menyerang itu musuh yang sangat kuat?" gumam Qin Fan yang bertanya tanya pada diri nya sendiri.


karena tidak mendapatkan jawaban nya, Qin Fan bangun lalu keluar dari dunia jiwa.


Whush...


dia muncul di kamar yang berada di penginapan, lalu dia keluar kamar untuk mencari informasi, dan hari juga sudah agak sore, sehingga Qin Fan ingin menikmati suasana malam di kota yang dia singgahi saat ini.


sesampainya di lantai bawah, Qin Fan keluar dari penginapan dan melihat ramai nya kultivator bebas dan para pedagang yang masih setia menjajakan dagangan mereka, Qin merasa sangat senang dengan ramai nya kota itu.


"ketenangan sebelum badai" gumam Qin Fan membatin.


setelah itu dia terus berjalan di tengah kota, ketika malam tiba, Qin Fan duduk di tepi sebuah danau dan memandang bulan yang tampak malu malu dan menyembunyikan diri nya di balik awan, sepanjang malam Qin Fan hanya duduk di tepi danau itu hingga matahari pagi kembali menyambutnya dengan sinar kemerahan nya.


lalu Qin Fan berdiri dan ingin melanjutkan petualangan nya, sesampainya di gerbang selatan, Qin Fan berjalan menjauh 300 meter lalu melayang di udara.


Whush...


Qin Fan melesat dengan kecepatan sedang, tiga hari kemudian, Qin Fan sampai di sebuah bukit lalu dia singgah di puncak bukit itu, tapi begitu dia ingin beristirahat di atas sebuah pohon, Qin Fan melihat seekor pegasus berwarna merah yang di kejar empat pria paruh baya yang sangat kuat, dimana kultivasi keempat pria paruh baya itu berada semi abadi bintang 5.


sementara pegasus itu merasakan aura yang sangat dia kenal berada di puncak gunung yang ada di depan nya, yaitu aura dari Mo Lian, guru nya Qin Fan, lalu pegasus itu menambah kecepatan terbang nya menuju ke puncak gunung.


Whush...


pegasus itu melesat dengan cepat ke arah puncak gunung, dimana Qin Fan berada di sana, beberapa saat kemudian pegasus itu sampai di depan Qin Fan lalu melayang di belakang Qin Fan dan berlindung dari empat pria yang mengejar nya.


sedangkan Qin Fan bingung dengan pegasus yang tiba tiba berada di belakang nya dan menjadikan diri nya sebagai tameng.


tidak berselang lama, ke empat pria paruh baya itu juga sudah berada di depan Qin Fan, lalu salah satu di antara mereka berkata.


"anak muda, cepat serahkan pegasus itu pada kami" ucap salah satu dari empat pria paruh baya itu.


Qin Fan yang masih bingung, dia tidak menjawab ucapan pria paruh baya yang di depan nya, justru dia berbalik dan menatap pegasus yang ada di belakang nya.


beberapa saat kemudian Qin Fan menatap empat pria paruh baya yang mengejar pegasus itu, laku dia berkata.


"maaf senior, junior juga bingung karena tiba tiba pegasus ini berlindung di belakang junior" ucap Qin Fan jujur.


"bagus anak muda, kamu tahu diri" ucap pria paruh baya itu dengan sombong nya, sebab dia melihat Qin Fan hanya seorang kultivator raja dewa.


ketika pria paruh baya itu melangkah maju ingin menangkap pegasus, pegasus itu berbicara.


"tolong aku tuan muda, aku berlindung di belakang tuan muda karena aku merasakan aura leluhur Mo Lian" ucap pegasus yang mengagetkan Qin Fan.


"bagaimana kamu mengenal guru?" tanya Qin Fan penasaran.


"leluhur Mo Lian adalah salah satu dari 3 leluhur klan Mo, dan aku adalah tunggangan leluhur Mo Lian, aku melarikan diri kesini karena leluhur Mo Lian yang memerintahkan ku untuk mencari murid nya yang bernama Qin Fan, lalu leluhur Lo Lian membuat portal menuju kesini lalu aku masuk ke dalam portal itu, tapi sebelum itu aku melihat orang tua itu membunuh leluhur Mo Lian lalu mereka ikut masuk ke dalam portal dan mengejar ku sampai sekarang" jawab jujur pegasus.


"oh jadi kamu adalah murid dari leluhur Mo Lian? kebetulan sekali, aku akan membuat mu menyusul guru mu di neraka" ucap pria itu setelah mendengar jika Qin Fan adalah murid Mo Lian.


"apa maksud mu mengatakan jika guru ku di neraka?" tanya Qin Fan yang darah nya sudah mendidih karena mendengar Mo Lian sudah di neraka.


"Hahahaha..., dasar murid bodoh, leluhur Mo Lian sudah aku kirim ke neraka, dan sekarang aku juga akan mengirim mu ke neraka untuk menyusul nya" jawab pria itu tertawa renyah.


sejenak Qin Fan terdiam, dia tidak percaya jika guru nya Mo Lian sudah tewas, lalu dia memandang pegasus untuk memastikan bahwa guru nya benar benar sudah tewas, pegasus yang mengerti pandangan itu menganggukkan kepalanya.


melihat pegasus itu mengangguk, darah Qin Fan semakin mendidih, "akan ku bunuh kalian semua" teriak marah Qin Fan lalu menyerang pria pria paruh baya yang berada tidak jauh dari nya itu.


Booooomm...


BERSAMBUNG.....


********


Tinggalkan Like dan komentar ya kak.


Dikasih Hadiah dan Vote lebih bagus lagi.


*******

__ADS_1


Ruang Kultivasi Qin Fan



__ADS_2