Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Singa Api


__ADS_3

perlahan rombongan kereta kuda mendekat, lalu melewati Qin Fan, sementara Qin Fan masih berdiri di pinggiran jalan sampai rombongan kereta kuda itu berlalu.


setelah rombongan kereta kuda itu melewati nya, Qin Fan melanjutkan jalan jalan sore nya, ketika malam tiba, Qin Fan berada di alun alun kota.


lalu dia duduk di salah satu kursi yang ada, lalu dia menutup mata sambil menikmati semilir angin yang berhembus, merasa puas dengan suasana yang ada di alun alun kota, Qin Fan berdiri dan kembali ke kamar penginapan.


tapi ketika dia berada di kamar dan hendak berkultivasi menyerap energi alam, tiba tiba terdengar kehebohan di luar penginapan, bahkan penginapan yang dia tinggali itu pun bergetar.


Gooaaaaaaaarrr..


dapat Qin Fan dengar ada raungan hewan buas yang menggema di kota itu, karena penasaran, Qin Fan lalu membuka mata nya dan keluar dari kamar menuju lantai bawah.


sesampainya dilantai bawah, Qin Fan melihat sudah banyak prajurit kota yang memeriksa satu persatu pengunjung penginapan, lalu Qin Fan pun di panggil salah satu prajurit kota agar ikut di periksa.


tapi karena penasaran, Qin Fan bertanya pada prajurit kota itu, "ada apa tuan? kenapa semua pengunjung di periksa? dan suara hewan buas itu berasal dari mana?" tanya Qin Fan penasaran.


"ada yang mencuri mustika api emas milik hewan penjaga kota itu murka tuan, mohon kerja sama nya, dan tolong serahkan cincin penyimpanan milik tuan, aku akan memeriksa nya" jawab prajurit kota.


Qin Fan pun akhirnya tahu kenaoa hewan buas tingkat tinggi itu mengaum marah, ternyata mustika api emas milik nya di curi seseorang, lalu Qin Fan memberikan satu buah cincin penyimpanan yang isi nya tidak seberapa pada prajurit kota itu.


setelah prajurit kota itu memeriksa cincin penyimpanan Qin Fan dan tidak menemukan mustika api emas, prajurit kota itu mengembalikan cincin penyimpanan Qin Fan dan kembali memeriksa pengunjung yang lain.


tapi segera di tahan oleh Qin Fan, " maaf tuan, boleh aku melihat hewan buas oenjaga kota itu?" tanya Qin Fan.


prajurit kota mengerutkan kening nya mendengar pertanyaan Qin Fan, sebab raja kota saja tidak berani mendekati hewan buas tingkat tinggi itu, tapi Qin Fan ingin menemui nya.


"apa yang tuan ingin lakukan? mendekati hewan buas yang marah hanya akan menerima kematian tuan" tanya prajurit kota.


"aku akan membantu kota ini membujuk nya" jawab Qin Fan.


"apa tuan bercanda? bahkan raja kota saja tidak berani mendekati hewan buas itu dan menyegel nya di ruang bawah tanah" ucap prajurit kota, sebab dia melihat kekuatan Qin Fan hanya berada di dewa raja tahap awal.


"kita tidak akan tahu seperti apa hasil nya sebelum mencoba nya tuan" balas Qin Fan.


obrolan mereka itu dilihat oleh salah satu jendral kota, lalu jendral itu mendekati Qin Fan dan prajurit kota itu dan bertanya.


"ada apa prajurit? kenapa kamu tidak memeriksa para pengunjung tapi mengobrol dengan tuan ini?" tanya sang jendral.


"maafkan aku jendral, tuan ini ingin menemui hewan buas penjaga kota, kata nya dia ingin membantu kota ini untuk membujuk hewan buas itu.


sang jendral itu mengerutkan keningnya mendengar jawaban prajurit kota, lalu dia menoleh pada Qin Fan dan bertanya.


"apa itu benar tuan? tapi bagaimana cara nya tuan membujuk hewan buas itu?" tanya sang jendral.


"sebelumnya perkenalkan nama ku Qin Fan, aku tidak tahu bagaimana cara nha jendral, tapi aku akan mencoba yang terbaik, jika kita berlama lama disini, takutnya kota ini akan hancur" jawab Qin Fan.


setelah berpikir sesaat, sang jendral itu menyetujui Qin Fan menemui hewan buas penjaga kota itu, lalu dia membawa Qin Fan ke istana kota.


beberapa saat kemudian, Qin Fan dan sang jendral sampai di gerbang istana, dan disana terdapat 1 jendral lain nya yang bertugas menjaga gerbang istana raja kota.


"saudara An? kenapa saudara kembali ke istana?" tanya jendral yang bertugas menjaga gerbang istana raja kota.


"aku membawa tuan Qin untuk menemui hewan buas itu, tuan Qin ingin membantu kita untuk membujuk nya, aku harap jendral Li tidak mempersulit nya" jawab jendral An.


jendral Li yang mendengar jawaban jendral An pun terkejut, lalu dia menatap Qin Fan dan mencoba menyelidik tingkat kekuatan Qin Fan, dan yang dia lihat adalah Qin Fan berada di dewa raja tahap awal.


"bagaimana cara tuan membujuk hewan buas yang murka itu? bahkan yang mulia saja tidak berani mendekati nya" tanya jendral Li.


"jendral cukup percaya saja pada ku, aku mempunyai cara ku sendiri" jawab Qin Fan.


"jika jendral terus menahan kami disini, apa jendral mau tanggung jawab jika kota ini di hancurkan hewan buas itu?" ucap jendral An yang sudah kesal.


Gooaaaaaaaarrr..


hewan buas itu kembali mengaum dan mengamuk dan mengguncang kota, semua penduduk sudah berlari keluar kota, tapi para prajurit tidak mengizinkan siapa pun keluar dari kota sebelum pelaku nya di tangkap.


jendral Li, jendral An berkeringat dingin mendengar raungan itu, sebab hewan buas tingkat tinggi itu terus mengaum dan meronta-ronta di ruangan bawah tanah dan mengguncang kota.


"saudara Li, jangan menghalangi kami lagi, jika tidak, kota ini akan benar benar hancur" ucap jendral An yang sudah marah.


"baik saudara An, mari tuan Qin" jawab jendral Li lalu membawa Qin Fan kedalam istana, kemudian jendral Li membawa Qin Fan di ruang rahasia tempat lorong bawah tanah berada.

__ADS_1


beberapa saat kemudian, mereka sampai di ruang rahasia itu dan masuk ke lorong, tidak lama kemudian, Qin Fan dan kedua jendral itu sampai di ruang bawah tanah.


disitu sudah ada raja kota dan 5 orang yang menyegel hewan buas tingkat tinggi itu dengan segel yang mereka buat.


"jendral An, jendral Li, apa yang kalian lakukan disini? cepat tinggalkan tempat ini!!" bentak raja kota.


"maafkan hamba yang mulia, hamba kesini membawa tuan Qin" jawab jendral An.


raja kota mendengar itu lalu menoleh ke arah Qin Fan, lalu dia berkata, "untuk apa tuan masuk kesini? apa yang tuan inginkan?


Qin Fan tidak menjawab, tapi dia masih melihat hewan buas tingkat tinggi yang merupakan seekor singa api yang disegel, singa itu terus meronta dan mengaum keras.


tanpa menghiraukan raja kota, Qin Fan melesat masuk kedalam segel itu, raja kota dan semua yang ada di ruangan itu sangat terkejut melihat Qin Fan yang bisa menembus segel yang mereka ciptakan.


"hei singa jelek, bisa diam tidak?" tanya Qin Fan sambil mengejek singa api yang masih meronta ronta itu.


"manusia, berani berani nya kamu mengejek ku, apa kami sudah bosan hidup hah?" ucap singa api yang marah.


kekuatan singa api itu berada di dewa putih tahap puncak, sementara raja kota dan para jendral nya hanya berada di dewa kuning dan dewa merah tidak berani mendekat dan hanya menyegel nya.


jika mereka tidak menyegel singa api itu, sudah pasti kota dan isinya akn hancur di tangan singa api.


"hanya hewan jelek dan lemah tapi bertindak sombong" balas Qin Fan yang terus mengejek singa api.


"bajingan, akan ku bunuh kau" teriak singa api, lalu dia menyerang Qin Fan, tapi sebelum cakar nya mengenai Qin Fan, sebuah telapak tangan sudah lebih dulu menampar kepala nya dan melempar singa api itu jauh ke belakang.


"sudah lemah tapi sombong" ucap Qin Fan lagi.


sementara singa api itu berusaha untuk bangun, setelah bangun, singa api itu menatap tajam Qin Fan, lalu singa api berkata.


"aku cukup terkejut, dengan kekuatan mu yang hanya dewa raj bisa melempar ku begitu jauh" ucap singa api memuji Qin Fan.


"kata siapa aku hany berada di dewa raja?" tanya Qin Fan lalu mengeluarkan aura dewa giok bintang 3.


Whush...


aura itu menindas singa api dan membuat singa api seperti tertimpa gunung besar, bahkan singa api tidak bisa bergerak sama sekali.


sementara singa api masih terus berusaha untuk bangkit, tapi sekuat apa pun dia berusaha, tetap saja dia tidak bisa bangun.


"percuma saja kamu melawan singa jelek, jika kamu tidak dapat mengontrol emosi mu, aku akan menghancurkan mu" ucap Qin Fan lanjut.


"ba-baik, baik tuan" jawab singa api.


lalu Qin Fan menarik kembali aura nya, singa api pun dapat bernafas lega setelah Qin Fan menarik aura nya.


"terima kasih tuan" ucap singa emas.


"Hemm.."


Hanya itu yang keluar dari mulut Qin Fan, lalu Qin Fan menyuruh singa emas menceritakan kenapa dia bisa kehilangan mustika api emas, singa api pun mulai bercerita.


"mustika api emas itu sangat penting bagi ku tuan, karena selain dapat meningkatkan kekuatan, mustika api emas juga meningkatkan serangan 5 kali lipat bagi siapa saja yang menyerap nya"


"dan aku mendapatkan mustika api emas itu dari leluhur ku, leluhur ku memberikan mustika emas itu karena hanya aku satu satu nya keturunan yang tersisa, sebab semua keluarga ku sudah mati di tangan kaisar iblis beberapa ribu tahun yang lalu"


"lalu aku bersembunyi di kota ini dan berpura pura menjadi penjaga kota, karena aku takut ada yang mengincar mustika api emas itu, sebab banyak yang tahu jika aku memiliki mustika api emas"


"tapi kemarin tiba tiba aku merasakan seperti berada di lautan api yang sangat panas, bahkan kekuatan api ku tidak dapat menahan api itu, sehingga aku merasa sangat lemah, ketika aku tersadar, ternyata itu hanyalah ilusi yang di ciptakan seseorang, lalu orang itu mencuri mustika api emas" ucap singa api bercerita.


"jika demikian, aku yakin pencuri itu bukan pencuri biasa, dan dia masih berada di dalam kota" ucap Qin Fan yang menduga duga.


"aku tidak menyangka dengan kekuatan yang kamu miliki, kamu bisa di tipu dengan mudah" ucap lanjut Qin Fan sambil menggeleng kepala nya.


singa api tidak bisa berkata apa apa, Karen apa yang dikatakan Qin Fan memang benar ada nya, dengan kekuatan yang sangat tinggi, singa api bisa diperdaya dengan sangat muda.


"tuan, lalu bagaimana dengan mustika api emas milik ku?" tanya singa api memberanikan diri.


"kamu tenang saja, tidak ada yang akan bisa keluar dari kota ini, karena semua gerbang kota ditutup" jawab Qin Fan santai, lalu dia melanjutkan.


"kamu tunggu sebentar, aku akan mengunci kota ini agar pencuri nya tidak bisa keluar begitu saja, dan kita akan menangkap pelaku itu" ucap Qin Fan, lalu dia membuat portal menuju luar kota, kemudian Qin Fan masuk kedalam portal itu dan menghilang dari pandangan singa api.

__ADS_1


Whush...


Qin Fan muncul di luar kota, lalu dia membuat segel tangan, kemudian muncul dari telapak tangan nya segel formasi penjara, semakin lama segel itu membesar lalu mengurung kota.


setelah selesai membuat segel formasi penjara, Qin Fan kembali membuat portal dan kembali ke dalam ruang bawah tanah dimana singa api berada.


"aku sudah membuat formasi penjara dan mengurung kota, tidak ada yang bisa menembus segel formasi itu, bahkan dewa giok tahap puncak sekali pun tidak akan bisa menembus nya, jadi kamu tenang saja" ucap Qin Fan menenangkan singa api.


"terima kasih tuan" balas singa api senang.


"baiklah, sekarang kamu mengaum lah dengan keras, dan kamu serang formasi yang mereka buat, kita akan membuat seolah olah Ki sedang bertarung" perintah Qin Fan.


lalu singa api itu mengaum keras dan dan menyerang formasi yang di ciptakan para pejabat kerajaan.


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan demi ledakan terjadi disaat singa api itu menyerang formasi dan melemparkan para pejabat, Qin Fan juga melakukan hal sama, Qin Fan dan singa api membuat seolah olah mereka sedang bertarung sengit.


"jendral An, apa kamu yakin tuan Qin bisa mengatasi hewan buas itu?" tanya raja kota khawatir.


"aku percaya tuan Qin dapat mengatasi nya yang mulia" jawab jendral An yang juga sedikit khawatir.


sementara itu, kelima orang yang menyegel singa api itu masih terus terlempar satu demi satu, tapi mereka cepat bangkit dan mempertahankan segel formasi.


didalam segel formasi, Qin Fan menyuruh singa api untuk berhenti menyerang segel formasi dan mengaum, lalu Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa dan menyuruh singa api itu masuk.


setelah singa api itu masuk kedunia jiwa, Qin Fan keluar dari segel formasi.


whush...


Qin Fan muncul di depan jendral An, "tuan Qin, bagaimana dengan hewan buas itu?" tanya jendral An penasaran, yang juga mewakili pertanyaan mereka semua.


"maafkan aku jendral, aku terpaksa membunuh singa api itu, dan aku juga memasukkan tubuhnya kedalam cincin penyimpanan ku" jawab Qin Fan yang berpura pura merasa bersalah.


mereka semua yang mendengar itu sangat terkejut, seekor hewan buas tingkat tinggi mati di tangan Qin Fan, bahkan mereka saja tidak ada yang berani mendekatinya disaat singa api itu marah.


tapi Qin Fan bukan hanya mendekati nya, tapi Qin Fan membunuh nya begitu saja, kini mereka semua memandang Qin Fan dengan sangat hormat, bahkan raja kota yang tadi nya bersikap arogan kini bersikap sangat ramah pada Qin Fan.


"terima kasih tuan Qin, jika saja tuan Qin tidak ada, mungkin kota ini sudah dihancurkan hewan buas itu, dan aku mewakili penduduk kota mengucapkan terima kasih" ucap ramah raja kota.


"tidak masalah yang mulia, dapat membantu yang membutuhkan bantuan adalah suatu kewajiban, jadi yang mulia tidak perlu sesungkan itu!!" balas Qin Fan ramah.


"baiklah yang mulia, karena urusan ku sudah selesai, jadi aku mohon pamit yang mulia" ucap Qin Fan ramah sambil menangkupkan tangan nya dengan hormat.


"bagaimana jika tuan Qin menginap satu atau dua hari dulu di kota? sekaligus aku ingin menjamu tuan Qin besok siang" ucap raja kota.


"maaf sekali yang mulia, aku masih mempunyai urusan yang harus segera aku selesaikan, sehingga aku tidak bisa berlama lama disini" balas Qin Fan, karena dia ingin segera menangkap pelaku pencuri itu.


raja kota sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi, karena tidak mungkin dia terus memaksa Qin Fan untuk tinggal, karena bagaimanapun juga dia tidak ingin menyinggung Qin Fan.


meski dia melihat Qin Fan hanya berada di dewa raja tahap awal, tapi dia tahu jika Qin Fan menyembunyikan kekuatan asli nya, karena membunuh seekor hewan buas ranah dewa putih tahap puncak bukan lah sesuatu yang mudah.


lalu setelah itu Qin Fan kembali ke kamar nya di penginapan, sebab dia bisa merasakan jika pencuri itu mencoba keluar dari segel formasi penjara yang dibuat nya.


*****


Karya baru kak.


jangan lupa mampir juga ya!!


udha up 6 episode.



*****


Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2