
Di depan gerbang kota.
Qin Fan dan Long Qe dapat melihat jika korban dari pasukan penyerang sudah mulai berjatuhan karena terkena panah, meski tidak langsung membunuh mereka, tapi membuat mereka terluka.
hujan panah yang dilepaskan itu bukan panah biasa, karena selain sudah diolesi dengan racun, setiap anak panah yang dilepaskan juga sudah disuntikkan dengan Qi, sehingga menambah daya ledak.
meski begitu, pasukan penyerang terus berusaha mendobrak gerbang kota, karena itu adalah perintah ketua mereka, yang tidak lain adalah raja mereka semua.
perang yang disaksikan Qin Fan dan Long Qe adalah perang antara kerajaan Zhang melawan kerajaan Chan, kedua kerajaan itu berperang sudah cukup lama, kadang kerajaan Chan menyerang kerajaan Zhang, kadang kerajaan Zhang menyerang kerajaan Chan.
jadi yang Qin Fan dan Long Qe lihat saat ini adalah kerajaan Zhang menyerang kerajaan Chan, tapi dia tidak tahu hal itu, yang dia tahu, itu adalah perang antar kota.
"penguasa muda? apa kita tidak boleh ikut campur?" tanya Long Qe.
"kita tidak tahu apa masalah nya long Qe, jadi aku tidak tahu harus membela siapa," jawab Qin Fan.
"apa tidak sebaiknya kit mencari tahu dulu penguasa muda?" tanya Long Qe lagi.
Qin Fan tidak langsung menjawab, dia tampak berpikir sebentar, setelah berpikir beberapa saat, Qin Fan berkata.
"baiklah, ayo kita turun dan cari tahu apa permasalahan nya!" balas Qin Fan.
keduanya pun turun kebawah.
Whush.. Whush..
"Hentikan!"
seru Qin Fan yang sudah berada tidak jauh diatas kota, seketika ribuan anak panah itu berhenti ditembakkan, pasukan kerajaan Zhang pun berhenti mendobrak gerbang, lalu semua orang mendongak kepala mereka keatas.
Whush... Whush...
Qin Fan dan Long Qe muncul tepat diatas gerbang kota.
"hentikan peperangan ini!" seru Qin Fan sekali lagi, seruan itu membuat raja Zhang Ziyi dan raja Chan Shan mengerutkan kening mereka.
"siapa kamu anak muda? kenapa kamu menghentikan kami berperang?" tanya raja Chan.
"siapa aku itu tidak penting, yang terpenting adalah perang ini harus dihentikan," balas Qin Fan datar, dia kemudian menoleh pada pasukan kerajaan Zhang dan berkata.
"mana pemimpin kalian?" tanya Qin Fan.
"siapa kau anak muda? kenapa kamu mencari ku?" tanya raja Zhang yang berada di tengah tengah pasukannya.
"seperti yang aku katakan tadi, siapa aku itu tidak penting, yang terpenting adalah perang ini dihentikan!" balas Qin Fan dengan jawaban yang sama.
__ADS_1
Whush..
raja Zhang melesat ke arah gerbang dan tepat berada diatas gerbang, lalu mendarat di samping Qin Fan, sejenak dia menatap sosok Qin Fan dan Long Qe.
"kenapa kamu menghentikan kami berperang?" tanya raja Zhang dengan sorot mata yang tajam.
Qin Fan tidak langsung menjawab, dia menoleh pada raja Chan dan berkata, "perintahkan semua pasukan mu untuk turun dari sini!" ucap Qin Fan.
raja Chan mengerutkan keningnya, baru kali ini ada seorang pemuda yang berani memberinya perintah, terlebih lagi, pemuda itu tidak dia kenal sama sekali.
"siapa kamu? apa hak kamu memberi perintah padaku?" tanya raja Chan dengan sorot mata yang tajam.
"perintahkan mereka turun atau aku yang melakukannya dengan caraku?" ancam Qin Fan.
"apa kamue mencoba mengancam ku anak muda?" balas raja Chan yang masih keras kepala.
"jika dalam hitungan ketiga dan masih ada pasukan mu diatas gerbang, aku akan menyingkirkan mereka dengan caraku.
"silahkan saja jika kamu mampu!" tantang raja Chan, dia sangat yakin jika Qin Fan hanya membual, pasalnya, dia melihat kekuatan Qin Fan hanya berada di ranah penguasa bintang 5 saja, sementara Long Qe berada di bintang 9.
"satu," ucap Qin Fan menghitung dan tidak menghiraukan ucapan raja Chan.
"dua," ejek raja Chan, dia ikut menghitung sebagai ejekan pada Qin Fan.
"dua," ucap Qin Fan lanjut menghitung.
"tiga," Qin Fan selesai menghitung sampai tiga.
Whush...
hanya dengan lambaian tangan, sapuan angin yang kuat menerjang para pasukan dan juga para jendral nya yang berada di atas gerbang kota itu dan menerbangkan mereka dengan brutal.
"apa?" raja Chan, raja Zhang dan semua pasukan tercengang dengan apa yang dilakukan Qin Fan, "hanya dengan lambaian tangan? bagaimana bisa?" pertanyaan itulah yang ada dibenak semua orang.
"tu-tuan muda, ma-maafkan aku, aku punya mata tapi tidak bisa melihat," ucap raja Chan gugup, kini dia sadar pemuda yang ada didepan nya itu bukan pemuda biasa.
"sedari tadi sudah aku katakan, tapi kamu menganggap ucapan ku hanya sebuah lelucon," balas Qin Fan datar.
"maafkan aku tuan muda," ucap raja Chan sekali lagi, dia juga sudah mengubah panggilan untuk Qin Fan menjadi tuan muda.
"jadi bagaimana? apa kita bisa mengobrol?" tanya Qin Fan pada kedua raja itu.
"bisa tuan muda," jawab raja Chan dan raja Zhang dengan cepat.
"sebelumnya aku ingin tahu apa masalahnya sehingga kalian berperang, dan juga kenapa harus berperang jika jalan diskusi masih bisa dilalui?" tanya Qin Fan.
__ADS_1
raja Chan dan raja Zhang tidak langsung menjawab, kedua raja itu saling menatap satu sama lain, beberapa saat kemudian, raja Chan membuka suara.
"aku tidak tahu harus menjawab dari mana, karena peperangan antara kerajaan Chan dan kerajaan Zhang sudah ada sebelum aku terlahir, sehingga aku tidak tahu persis kejadian awal nya,"
"yang aku tahu dari mendiang ayah, mendiang ayah mengatakan jika aku harus membalaskan kematian nya, ayah mengalami luka parah karena bertarung dengan mendiang raja Zhang Wu,"
"karena itulah aku ingin membalaskan dendam atas kematian mendiang ayah, selain itu, aku juga ingin menghancurkan kerajaan Zhang yang sudah merenggut nyawa ayah dan juga mendiang kakek ku," ucap raja Chan menjelaskan.
Qin Fan menganggukkan kepalanya tanda mengerti, lalu dia menoleh pada raja Zhang dan menanyakan hal yang sama.
"lalu bagaimana dengan mu?" tanya Qin Fan.
"kurang lebih aku juga sama seperti raja Chan, aku juga ingin membalaskan dendam atas kematian mendiang ayah yang meninggal karena bertarung dengan mendiang raja Chan Liang,"
"yang dikatakan raja Chan memang benar, perang ini sudah ada sebelum aku dan raja Chan lahir, sehingga aku juga tidak tahu persis awal dari perang ini, aku hanya melakukan wasiat terakhir mendiang ayah," jawab raja Zhang.
"jadi kalian berdua berperang tanpa tahu apa masalah yang sebenarnya? kalian berperang karena wasiat dari mendiang ayah kalian?" tanya Qin Fan.
"benar tuan muda," jawab raja Chan dan raja Zhang.
"sekarang kalian harus berdamai! tidak semua wasiat yang ditinggalkan itu harus kita lakukan, karena ada beberapa wasiat yang tidak boleh dilakukan, salah satunya adalah bertarung untuk membalaskan dendam orang yang sudah meninggal," ucap Qin Fan mencoba mendamaikan kedua kerajaan.
"tapi tuan muda," ucap raja Zhang yang terpotong.
"tidak ada tapi tapi! kalian harus berdamai! bagaimana bisa kalian mengorbankan begitu banyak nyawa hanya demi memenuhi dendam kalian? mereka tidak bersalah, tapi kalian korbankan,"
"bagaimana dengan nasib istri dan anak mereka jika mereka tewas? apa yang mereka lakukan untuk dapat bertahan hidup? apa pernah kalian memikirkan itu?" potong Qin Fan yang mencoba menjadi orang bijak.
raja Chan dan raja Zhang tidak berkata apa apa, kedua raja itu tampak memikirkan apa yang diucapkan Qin Fan, karena memang benar apa yang diucapkan Qin Fan itu.
"baik tuan muda, aku bersedia berdamai dengan kerajaan Zhang, apa yang tuan muda katakan itu memang benar, tidak seharusnya dendam pribadi melibatkan nyawa banyak orang," ucap raja Chan setelah mendengar nasihat Qin Fan.
"bagaimana dengan mu?" tanya Qin Fan menoleh pada raja Zhang.
"aku juga bersedia berdamai dengan kerajaan Chan tuan muda," jawab raja Zhang.
"bagus, sekarang buatlah surat perjanjian dan perdamaian, lalu letakkan stempel kerajaan pada surat perjanjian itu!" ucap Qin Fan mengusulkan lagi.
"baik tuan muda," jawab keduanya.
lalu raja Zhang mengeluarkan kertas dan alat tulis serta tinta dan membuat surat perdamaian dan perjanjian tidak akan lagi berperang melawan kerajaan Chan, selesai membuatnya, raja Zhang dan raja Chan memasang stempel kerajaan sebagai bukti.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...