Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Bertemu Lagi Dengan Bao Zhang


__ADS_3

Waktu terus berlalu.


tak terasa mentari pagi kembali menyambut Qin Fan dan seluruh penghuni alam semesta, burung burung bernyanyi indah dengan suara khas mereka, sehingga suasana pagi itu sangat sejuk dan juga ramai.


Qin Fan membuka kedua matanya dan menghentikan kultivasi, lalu dia berdiri dan turun dari kasur, kemudian membuka pintu kamar, seperti biasa, Jianjun sudah ada diluar kamar, tapi kali ini Jianjun tidak sendirian, sudah ada Duajie, Fang Yun dan Fang Lin yang juga berada diluar kamar.


"penguasa," ucap keempat bawahan memberi hormat.


"kita lanjutkan perjalanan! Fang Lin, kamu pimpin jalan!" ucap Qin Fan lembut.


"baik penguasa muda," jawab patuh Fang Lin.


kelimanya lalu turun kelantai dasar dan keluar dari penginapan, sesampainya mereka diluar, Fang Lin menuntun mereka ke gerbang barat, tidak berselang lama, kelimanya sampai digerbang barat, lalu keluar dari kota.


merasa sudah jauh dari kota, kelimanya melayang di udara dan melesat dengan kecepatan sedang, sambil melayang, Qin Fan menanyakan tentang kekaisaran Zing.


"setelah kekaisaran Zing diambil alih, menurut kalian berdua, siapa yang pantas untuk menjadi kaisar?" tanya Qin Fan pada Fang Yun dan Fang Lin.


kedua pelayan itu tidak langsung menjawab, keduanya terlihat sedang mengingat siapa yang pantas untuk menjadi kaisar, tentu saja Fang Yun dan Fang Lin akan merekomendasikan orang yang jujur, adil, tidak tamak dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat nya.


"aku rasa patriak bangsawan Wang yang cocok menjadi kaisar, penguasa muda," ucap Fang Yun merekomendasikan Wang Ji sebagai kaisar jika kekaisaran Zing diambil alih.


"bagaimana menurut mu Fang Lin?" tanya Qin Fan meminta pendapat Fang Lin.


"aku rasa patriak bangsawan Wang memang cocok untuk menjadi kaisar baru, penguasa muda, Patriak bangsawan Wang dikenal dengan keramahan nya, selain ramah pada siapa saja, Patriak Wang juga adil, jujur dan selalu membantu penduduk yang kelaparan, selain itu, Patriak Wang juga sangat disuka rakyat kekaisaran Zing," jawab Fang Lin yang juga setuju.


"apa kalian yakin Patriak Wang cocok menjadi kaisar baru?" tanya Qin Fan sekali lagi.


"kami sangat yakin penguasa muda," jawab Fang Yun dan Fang Lin serempak.


"baiklah, setelah kita mengambil alih istana, kalian datangilah bangsawan Wang dan ajak dia ke istana!" balas Qin Fan.


"baik penguasa muda," jawab keduanya lagi.


mereka terus mengobrol sepanjang perjalanan, kadang tawa menghiasi perjalanan mereka, sehingga menambah kedekatan kedua pelayan baru itu dengan Qin Fan, keduanya juga semakin mengenal sosok Qin Fan.


*******


"Apa?"


disebuah ruangan, saat ini jendral Yin Jun dan beberapa prajurit sedang melaporkan hasil penyelidikan mereka terhadap guncangan dahsyat dan juga ledakan dahsyat itu pada Bao Zhang, Bao Zhang sangat terkejut dengan laporan jendral Yin Jun.


"jadi pemuda yang aku ajak mengobrol di kota dekat hutan perbatasan adalah orang yang membunuh Bao Teng dan membantai pasukannya?" tanya Bao Zhang yang masih tidak percaya dengan laporan jendral Yin Jun.


"benar yang mulia, ternyata pemuda itu menekan kekuatan nya, karena sebenarnya kekuatan pemuda itu lebih kuat dari penguasa alam tingkat 9 tahap puncak," jawab jendral Yin Jun membenarkan.

__ADS_1


"beruntung aku tidak menyinggungnya saat itu, bahkan Gu Feng yang dikenal sangat kuat sekalipun bukan lawannya," balas Bao Zhang bergidik ngeri.


Bao Zhang sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika saat itu dia menyinggung Qin Fan dan keempat pelayan nya, bahkan Gu Feng yang dikenal sangat kuat dengan kekuatan nya saja tidak berdaya didepan Qin Fan, apalagi hanya dia yang berada di penguasa alam tingkat 8 tahap puncak? hanya semut dihadapan Qin Fan.


"lalu kemana mereka pergi?" tanya Bao Zhang.


"hamba melihat mereka kearah istana, kemungkinan mereka pergi ke istana," jawab jendral Yin Jun.


"ke istana? apa yang ingin mereka lakukan di istana?" tanya Bao Zhang mengerutkan keningnya.


"hamba juga tidak tahu yang mulia, semoga saja bukan sesuatu yang buruk," jawab jendral Yin Jun.


*******


Waktu terus berlalu.


tak terasa seminggu sudah Qin Fan dan keempat bawahannya melakukan perjalanan ke istana kekaisaran Bao, saat ini kelimanya berada didepan sebuah kota yang sangat besar, kota itu adalah kota Doko, kota yang berada didekat ibukota Kekaisaran.


hanya hitungan detik saja, Qin Fan dan keempat bawahannya sampai didepan gerbang kota, lalu mereka ikut mengantri, tidak lama kemudian, giliran mereka diperiksa, seperti biasa, Fang Yun mengeluarkan lencana emas kekaisaran, penjaga gerbang dengan hormat mempersilahkan mereka masuk kedalam kota Doko.


tidak jauh kedalam kota, mereka menemukan sebuah penginapan, lalu Qin Fan dan keempat bawahannya masuk kedalam, didalam penginapan, ada wajah tidak asing bagi Qin Fan dan keempat bawahannya.


wajah tidak asing itu adalah Bao Zhang, jendral Yin Jun dan prajurit yang setia pada Bao Zhang, melihat sosok Qin Fan dimeja resepsionis, Bao Zhang segera mendekati Qin Fan.


"kita bertemu lagi anak muda," ucap Bao Zhang yang sudah berada dekat dengan Qin Fan dan keempat bawahannya.


"benar tetua, kita bertemu lagi, dunia memang sangat sempit," balas Qin Fan menangkupkan tangannya dengan hormat.


"benar anak muda, dunia memang sangat sempit," balas Bao Zhang lagi.


"bagaimana jika kita mencari tempat untuk mengobrol saja?" ucap lanjut Bao Zhang yang ingin mengenal Qin Fan lebih jauh.


"tidak masalah," balas Qin Fan mengangguk.


"kalian Pedan saja kamarnya! aku akan mengobrol sebentar dengan tetua," ucap lanjut Qin Fan pada keempat bawahannya.


"baik," jawab keempatnya tanpa menyebut penguasa muda.


Qin Fan pun di tuntun ke suatu tempat yang berada di pojok ruangan, setelah duduk, Bao Zhang membuat suatu gerakan, lalu muncul formasi transparan yang mengendapkan suara mereka.


"ternyata tetua juga seorang master formasi," ucap Qin Fan takjub.


"aku hanya master formasi kemarin sore anak muda, jangan terlalu memuji ku!" balas Bao Zhang merendah.


"aku dengar jika Bao Teng tewas ditangan mu anak muda, apa itu benar?" ucap lanjut Bao Zhang bertanya tanpa basa basi.

__ADS_1


Qin Fan mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka jika pria paruh baya didepannya itu membahas kematian Bao Teng, selain mengerutkan kening, Qin Fan juga menatap dalam dalam Bao Zhang, melihat tidak ada niat jahat, Qin Fan mengangguk dan berkata.


"benar tetua, aku yang membunuhnya," jawab singkat Qin Fan.


Bao Zhang tersenyum dan menganggukkan kepala, lalu dia berdiri dan menangkupkan tangannya dengan hormat dan berkata.


"aku Bao Zhang, putra mahkota Kekaisaran Bao mengucapkan terima kasih, karena sudah membunuh pengkhianat itu," ucap Bao Zhang menangkupkan tangan dengan hormat.


Qin Fan yang tidak mengerti semakin bingung, tapi dia juga menangkap nama pria paruh baya didepan nya itu adalah Bao Zhang, yang artinya memiliki ikatan keluarga dengan Bao Teng, dia juga mendengar jelas nama putra mahkota.


"putra mahkota? Bao Zhang?" tanya Qin Fan ingin tahu lebih lanjut.


"benar anak muda, aku Bao Zhang, putra mahkota Kekaisaran Bao," jawab Bao Zhang, lalu dia menceritakan semua kejadian yang dilakukan Bao Teng hingga dia menjadi kaisar.


Bao Zhang juga menceritakan keluarga bangsawan mana saja yang mendukung Bao Teng dalam pemberontakan dan pengkhianat itu pada Qin Fan, serta membunuh ayah mereka atau kaisar terdahulu, yaitu kaisar Bao Chi.


akhirnya Qin Fan mengerti dan paham siapa Bao Teng dan siapa Bao Zhang, tapi ketika dia mendengar nama pengkhianat, niat membunuh yang sangat kuat muncul dari dalam pikirannya.


"dimana kediaman bangsawan Duan itu?" tanya Qin Fan dengan niat membunuh yang kuat.


"saat ini aku sudah memberi perintah pada salah satu jendral yang setia padaku, untuk menyerang bangsawan Duan, mungkin 2 hari lagi mereka akan sampai disana," jawab Bao Zhang menjelaskan.


"bagus, bersihkan semua pengkhianat dan juga yang diduga pengkhianat! serta bersihkan semua orang yang tidak bersahabat!" balas Qin Fan yang sudah sedikit lebih tenang.


entah kenapa setiap kali dia mendengar kata Pengkhianat, niat membunuh sangat kuat yang terlintas dipikiran nya, bahkan author sendiri tidak mengerti.


"aku ingin pergi ke istana untuk mencari orang yang dapat dipercaya sebagai kaisar baru, jika putra mahkota sudah berada disini, aku tidak perlu repot repot lagi melakukan nya," ucap lanjut Qin Fan menjelaskan tujuan ke istana kekaisaran Bao.


"aku akan melakukan tugas ku dengan sebaiknya, kamu tidak perlu khawatir anak muda!" balas Bao Zhang tenang.


"bagus, selain itu, aku juga akan membangun kekaisaran baru, kekaisaran itu akan berdiri di perbatasan empat Kekaisaran yang ada, dan keempat kekaisaran akan tunduk dibawah kekaisaran yang aku bangun, karena empat kekaisaran itu akan menjadi kerajaan, tidak boleh ada kekaisaran lain selain Kekaisaran Qin yang akan ku bangun, jika ada kekaisaran yang menolak untuk tunduk, maka konsekuensinya hanya satu, musnah." ucap Qin Fan dengan penuh penekanan disetiap kata katanya.


Bao Zhang yang mendengar kata kata penekanan dari Qin Fan itu hanya bisa menelan ludahnya dengan pahit, dia tidak menyangka jika pemuda didepan nya itu memiliki ambisi yang sangat besar, menjadikan alam suci berada dibawah kekuasaan nya adalah hal yang tidak lain main.


"aku akan mendukung jika kamu ingin membangun kekaisaran baru, tapi mengenai kekaisaran yang diubah menjadi kerajaan," ucap Bao Zhang tidak melanjutkan kata katanya.


bagaimana pun juga, Bao Zhang tidak bisa mendukung begitu saja jika kekaisaran Bao menjadi sebuah kerajaan, hal itu akan membuat pengaruh kekaisaran Bao menurun drastis, apalagi harus tunduk pada sebuah kekaisaran yang baru.


"aku harap tetua mau bekerja sama dengan ku! karena resikonya tetua sudah tahu bukan jika menolak?" balas Qin Fan dengan menekan kata katanya.


"aku akan menghancurkan siapapun yang berani menentang ku untuk menguasai alam suci ini," ucap lanjut Qin Fan yang semakin menekan kata katanya.


*********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2