Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Sampai Di Benua Tengah


__ADS_3

10 hari kembali berlalu begitu saja, dan Qin Fan sudah setengah jalan menuju benua tengah, sebab sudah sebulan Qin Fan melakukan perjalanan, selama 10 hari itu juga, Qin Fan melayang siang dan malam tanpa henti, jika saja Qin Fan menggunakan kecepatan penuh nya, saat ini dia sudah berada di benua tengah.


dan saat ini Qin Fan beristirahat disebuah batu besar yang berada di pinggir sungai untuk mengembalikan kekuatan nya yang terkuras karena melayang 10 hari tanpa istrahat.


dua hari kemudian, Kekuatan Qin Fan sudah kembali ke puncak nya, lalu dia melanjutkan perjalanan nya lagi, hari demi hari Qin Fan terus melayang di udara, dan sepanjang jalan dia tidak menemukan seorang pun, karena jalur yang di gunakan Qin Fan ini bukan jalur yang biasa di gunakan para kultivator.


karena setelah Qin Fan keluar dari jurang, dia tidak kembali ke jalan utama, tapi dia langsung melesat dari dasar jurang, sehingga dia keluar dari jalur yang biasa di gunakan para kultivator dan para pedagang.


3 hari kemudian, dari jauh Qin Fan mendengar ada suara pertarungan, lalu dia perlahan mendekat ke arah pertarungan itu, setelah berada cukup dekat, Qin Fan melayang turun di sebuah pohon dan menyaksikan pertarungan.


dan yang bertarung itu adalah sekelompok orang berjumlah 15 orang yang memakai pakaian hijau dengan bergambarkan tombak, dan sekelompok orang berjumlah 40 orang yang memakai pakaian berwarna hitam dan wajah mereka di tutupi topeng.


dari sini Qin Fan tahu jika kelompok orang yang memakai pakaian hitam dan topeng itu adalah penjahat, lebih tepat nya adalah perampok, lalu Qin Fan melesat ke arah mereka.


"Hentikan!!"


Teriak Qin Fan memakai Qi yang sudah berada di atas kepala mereka semua, seketika pertarungan itu berhenti, lalu pemimpin perampok itu berkata.


"rupa nya ada yang ingin menjadi pahlawan di siang bolong" ucap pemimpin perampok.


Qin Fan lalu mencibir, "apa kamu tidak malu mengeroyok mereka? jika aku jadi kamu, aku akan sangat malu sehingga wajah ku akan aku sembunyikan di dalam bokong ku" balas Qin Fan.


"jangan ikut campur anak muda, pergi lah sebelum aku berubah pikiran" bentak pemimpin perampok.


"bagaimana jika aku tidak mau? apa yang akan kamu lakukan perampok bodoh?" tanya Qin Fan mengejek.


"bajingan, cepat tangkap pemuda itu dan seret dia ke hadapan ku" perintah kepala perampok pada anak buah nya.


baru saja anak buah nya yang berjumlah 15 orang ingin menyerang Qin Fan, tubuh mereka satu persatu meledak menjadi kabut darah.


Booooomm Booooomm Booooomm...


tubuh mereka semua meledak begitu saja tanpa ada yang tahu siapa yang melakukan nya.


"siapa lagi yang ingin seperti mereka?" tanya Qin Fan menatap tajam para perampok yang tersisa.


tapi tidak ada yang berani menjawab atau bergerak, tubuh mereka gemetar dan berkeringat dingin, bagaimana tidak? kultivasi para perampok yang di ledakkan Qin Fan itu berada di raja dewa dan kaisar dewa, tapi tubuh mereka meledak begitu saja.


"ooohh.., kamu boleh juga anak muda" ucap pemimpin perampok.


"berisik"


"plaaak..


ucap Qin Fan lalu mengangkat tangan nya dan membentuk sebuah telapak tangan dan menampar pemimpin perampok itu dan menerbangkan nya 50 meter ke belakang.


"apa?"


lagi lagi semua orang tercengeng melihat pemimpin perampok terlempar begitu saja hanya dengan lambaian tangan Qin Fan, padahal kultivasi pemimpin pemimpin perampok itu berada di semi abadi bintang 1.


"a-ampuni kami tuan" ucap para perampok yang sudah ketakutan dengan berkeringat dingin.


"mengampuni kalian? apa pernah kalian mengampuni orang yang memohon ampun pada kalian?" tanya santai Qin Fan.


tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Qin Fan, karena selama mereka merampok, tidak ada seorang pun yang mereka biarkan hidup, semua mereka bunuh tanpa pandang bulu.


"baiklah, aku akan membiarkan kalian pergi" ucap Qin Fan.


"terima kasih tuan" ucap salah satu perampok.


"maksud ku, aku akan membiarkan kalian pergi menemui dewa kematian" lanjut Qin Fan lalu menciptakan ratusan jarum es dan melesat tajam ke arah para perampok itu dan membunuh mereka semua.


setelah itu Qin Fan berjalan santai ke pemimpin perampok yang masih menahan pipi nya akibat tamparan Qin Fan, setelah sampai di depan pemimpin perampok, Qin Fan tanpa banyak bicara langsung memukul tepat dibawah perut dan menghancurkan dantian nya.


"sekarang kamu hanya sampah, silahkan menikmati sisa hidup mu menjadi seorang sampah" ucap Qin Fan sambil tersenyum.


sementara pemimpin perampok masih berguling guling di tanah karena dantian nya telah di hancurkan.


"terima kasih tuan, karena tuan sudah menolong kami" ucap seorang pria paruh baya.


"tidak perlu sungkan tetua" balas Qin Fan.


"jika yang tua ini boleh tahu, siapa nama tuan penolong?" tanya pria paruh baya.


Qin Fan yang tahu jika dia menggunakan nama asli nya akan menarik perhatian mereka semua dan akan memperlakukan nya dengan berlebihan, akhirnya dia memakai kembali nama samaran nya.


"nama ku Zhou Fan tetua" jawab Qin Fan.

__ADS_1


"yang tua ini bernama zhang Shi" balas tetua Zhang.


"baiklah tetua Zhang, aku pamit" ucap Qin Fan sambil menangkupkan tangan nya dan menghilang begitu saja.


kepergian Qin Fan yang sangat cepat itu membuat tetua Zhang dan murid murid sekte nya terkejut.


"sangat cepat" gumam tetua Zhang.


"baiklah, ayo kita kembali ke sekte" ucap tetua Zhang pada murid murid nya.


Qin Fan terus melayang menuju selatan, kadang dia merasa bosan karena perjalanan yang dia lakukan sangat panjang, dia sendiri tidak percaya jika daratan tengah seluas ini, tapi meski dia merasa bosan, Qin Fan tetap saja melayang menuju benua tengah.


seminggu kemudian, menjelang malam, akhirnya Qin Fan menemukan sebuah kota yang sudah berada di kekaisaran Qin, lalu dia mendarat tidak jauh dari kota, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki.


beberapa saat kemudian, Qin Fan sudah sampai di gerbang kota, meski sudah sore, tapi masih banyak yang ikut antrian, setelah dengan bosan menunggu, akhirnya giliran Qin Fan di periksa.


"identitas nya tuan" ucap penjaga gerbang.


lalu Qin Fan mengeluarkan lencana sekte elang emas dan memberikan pada penjaga gerbang.


"sekte elang emas?" penjaga itu bergumam.


"3 koin emas tuan" ucap penjaga gerbang.


tapi seperti biasa, bukan Qin Fan nama nya jika dia hanya memberikan 3 koin emas, karena Qin Fan memberikan 10 koin emas pada penjaga gerbang itu, lalu dia berjalan masuk kedalam kota.


"kota yang ramai" ucap Qin Fan, karena dia melihat meski sudah sore, tapi masih banyak orang yang berlalu lalang di jalanan kota.


"sebaiknya aku cari informasi lebih dulu mengenai kota ini" gumam Qin Fan.


lalu dia pergi mencari restoran untuk dia makan sekaligus mencari informasi penting lain nya.


beberapa saat kemudian, Qin Fan menemukan sebuah restoran sedang, lalu dia masuk kedalam dan duduk di meja yang paling pojok.


"mau pesan apa tuan?" tanya seorang pelayan yang menghampiri Qin Fan.


"bawakan aku makanan terbaik yang kalian punya" balas Qin Fan lalu melemparkan 10 koin emas pada pelayan.


"baik tuan, mohon tunggu sebentar" balas pelayan lalu pergi ke dapur mengambil pesanan Qin Fan.


"tinggal 3 minggu lagi utusan sekte pedang surga akan ke ibukota, menurut saudara, apa kali ini sekte pedang surga akan menemukan murid?" tanya seorang pengunjung pada teman nya.


"kamu benar saudara, sayang sekali, banyak yang ingin menjadi murid sekte pedang surga dan dapat pergi ke alam langit, tapi sayang tidak ada yang lulus seleksi" ucap kembali pengunjung itu.


Qin Fan yang mendengar obrolan mereka hanya diam saja sambil menunggu pesanan nya, beberapa saat kemudian, pelayan tadi bersama seorang pelayan lain nya membawa pesanan Qin Fan.


"maaf sudah membuat tuan menunggu lama" ucap pelayan.


"tidak apa apa nona, aku juga tidak sedang terburu buru" balas ramah Qin Fan.


lalu kedua pelayan itu meletakkan pesanan Qin Fan di meja kemudian kembali melayani tamu yang lain, sementara Qin Fan langsung menyantap makanan nya sambil terus mendengarkan obrolan para pengunjung, tapi tidak ada informasi penting lagi.


setelah selesai makan, Qin Fan keluar dan mencari penginapan, tidak lama kemudian dia menemukan sebuah penginapan dan masuk, lalu dia memesan kamar untuk satu malam.


didalam kamar, Qin Fan membuka pakaian nya dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kedalam.


Whush...


Qin Fan muncul di depan istana Qin, lalu dia masuk ke kamar nya, disana dia melihat Luo Xia baru selesai mandi dan mengganti pakaian nya.


"Gege?" ucap Luo Xia yang melihat Qin masuk ke kamar.


Qin Fan tersenyum lalu memeluk kekasihnya itu, lalu dia berkata, "aku sekarang sudah berada di kekaisaran Qin benua tengah" ucap Qin Fan yang masih memeluk Luo Xia.


"aku sangat merindukan Gege" ucap manja Luo Xia.


lalu Qin Fan menggendong Luo Xia ke ranjang, dan mulai mencium bibir Luo Xia, Luo Xia pun membalas ciuman itu, semakin lama ciuman mereka semakin panas dan panas, kemudian terjadi lah pertempuran panas kembali di antara mereka hingga pagi hari.


pagi harinya, Qin Fan dan Luo Xia kembali melakukan nya di kamar mandi hingga beberapa kali, lalu kedua nya membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru.


"aku akan pergi menemui klan Xiong" ucap Qin Fan yang sudah selesai memakai pakaian.


"klan Xiong?" tanya Luo Xia bingung.


"benar Xia'er, aku mempunyai pasukan yang baru, mereja dari klan Xiong, klan kelabang emas" jawab Qin Fan.


"baiklah Gege, aku ikut" ucap Luo Xia.

__ADS_1


lalu kedua nya keluar kamar dan pergi ke klan Xiong yang Qin Fan tempatkan di wilayah Utara dunia jiwa, beberapa saat kemudian, Qin Fan dan Luo Xia sampai di depan gerbang sebuah kerajaan.


"hormat kami penguasa muda" jawab 2 penjaga gerbang.


Qin Fan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu masuk kedalam dan menuju ke aula pertemuan.


"hormat kami penguasa muda" ucap Xiong Jung dan para tetua yang melihat Qin Fan masuk ke aula pertemuan, mereka juga sudah mengubah panggilan, karena Chen Long sudah memberitahu pada mereka jika Qin Fan adalah penerus penguasa agung Qin Zhen.


"bangunlah, hormat kalian aku terima" ucap Qin Fan.


"aku hanya ingin berkunjung dan mengenalkan kalian pada calon istri ku" ucap Qin Fan.


"hormat kami penguasa putri" ucap mereka sekali lagi berlutut.


"bangun lah, aku juga menerima hormat kalian.


"Xiong Jung, apa Chen Long sudah memberitahu mu jika kalian boleh mengambil 1.000 buah buah abadi setiap bulan nya?" tanya Qin Fan.


"sudah penguasa muda, setiap bulan kami selalu mengambil buah buah abadi" jawab Xiong Jung.


"baiklah, ambil ini" ucap kembali Qin Fan lalu memberikan 1 buah cincin penyimpanan pada Xiong Jung.


"didalam nya ada pil tingkat dewa, gunakan itu dan tingkatan kekuatan semua anggota klan, karena suatu saat kita akan berperang melawan Qin Chu" ucap Qin Fan.


mendengar nama Qin Chu, tanpa sadar merwka semua mengeluarkan aura membunuh, karena mereka sangat membenci Qin Chu.


"tenangkan diri kalian, yang terpenting sekarang adalah kalian tingkatkan kekuatan kalian, lalu kita akan hancurkan klan yang mendukung Qin Chu satu persatu" ucap Qin Fan.


"baik penguasa muda" jawab Xiong Jung dan para tetua.


"kalian lanjutkan saja obrolan kalian, aku dan Xia'er kembali dulu" ucap Qin Fan lalu keluar dari aula pertemuan.


****


10 hari telah berlalu di dunia jiwa, selama 10 hari itu juga Qin Fan dan Luo Xia hanya terus menempel dan seakan tidak ingin berpisah, dan selama 10 hari itu juga kedua nya terus melakukan mantap mantap.


permainan ranjang Luo Xia sangat buas, Sampai sampai Qin Fan kewalahan menghadapi nya, tapi untung saja Qin Fan terus menelan pil yang dengan cepat mengembalikan tenaga nya, sehingga dia bisa mengimbangi Luo Xia di ranjang.


dan hari ini Qin Fan akan keluar dari dunia jiwa, setelah melakukan hubungan suami istri dengan Luo Xia di kamar mandi, kedua nya mandi lalu memakai pakaian yang baru, lalu Qin Fan berpamitan dan membuka gerbang dunia jiwa dan keluar.


Whush...


Qin Fan kembali ke kamar nya yang ada di penginapan, dan hari sudah pagi, lalu dia keluar kamar untuk melanjutkan perjalanan nya ke ibukota Kekaisaran Qin, yaitu kota Qin Qing, yang diambil dari nama pendiri kota sekaligus pendiri Kekaisaran Qin atau leluhur keluarga kekaisaran Qin.


setelah berada di luar penginapan, Qin Fan pergi ke gerbang selatan, beberapa saat kemudian, Qin Fan sampai di gerbang selatan dan menjelaskan tujuan nya ke ibukota, lalu penjaga gerbang membukakan gerbang dan mengizinkan Qin Fan keluar.


kemudian Qin Fan keluar dan berjalan 300 meter dari gerbang dan melanjutkan perjalanan nya dengan terbang, tapi kali ini Qin Fan mengeluarkan Mo Zhan dan menunggangi nya.


2 minggu sekali lagi telah berlalu bagaikan air yang mengalir deras, dan saat ini Qin Fan dan Mo Zhan sudah dekat dengan ibukota Kekaisaran Qin, selama 2 minggu itu juga Qin Fan meminta Mo Zhan untuk tetap terbang dan tidak perlu singgah di kota kota yang mereka temui.


setelah Mo Zhan mendarat tidak jauh dari gerbang kota, Qin Fan memasukkan Mo Zhan ke dunia jiwa, lalu dia berjalan kaki ke arah gerbang kota, beberapa saat kemudian Qin Fan sampai di gerbang kota dan ikut mengantri untuk masuk kedalam.


setelah menunggu cukup lama, giliran Qin Fan yang di periksa.


"identitas nya tuan" ucap penjaga gerbang.


"lalu Qin Fan memberikan lencana emas Kekaisaran Zhou pada penjaga gerbang itu, karena Qin Fan berpikir jika penjaga itu tidak tahu sekte elang emas atau sekte bunga teratai, sehingga dia memberikan lencana Kekaisaran Zhou.


penjaga gerbang yang melihat lencana emas Kekaisaran Zhou pun bersikap hormat pada nya.


"maaf mengganggu perjalanan tuan, silahkan tuan" ucap penjaga gerbang itu dengan hormat.


"tidak apa apa tuan, tuan telah melakukan tugas dengan baik" balas Qin Fan, lalu dia memberikan 20 koin emas pada penjaga itu dan masuk kedalam kota.


setelah kepergian Qin Fan, para penjaga gerbang yang lain penasaran dengan identitas Qin Fan, lalu mereka bertanya pada penjaga gerbang yang bertugas memeriksa Qin Fan, penjaga gerbang itu pun menjelaskan jika Qin Fan adalah keluarga kekaisaran Zhou.


lalu salah satu penjaga gerbang melaporkan pada komandan mereka tentang identitas Qin Fan, dan komandan itu melapor pada jendral nya, lalu jendral itu segera pergi ke istana untuk melaporkan pada kaisar Qin Zhi.


****


Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak!!!


dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


apalagi kalau tips 😁😁😁


Terima Kasih...

__ADS_1


******


__ADS_2