Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Nama Terkenal Secara Tidak Sengaja


__ADS_3

Di dalam kamar, Qin Fan membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kedalam.


Whush...


Qin Fan muncul di depan istana Qin dan di sambut 58 raja dan ratu nya, sebab sebelum masuk ke dunia jiwa, Qin Fan sudah lebih dulu mengirim pesan jiwa pada mereka jika dia akan ke dunia jiwa, sehingga para raja dan ratu Yao sudah menyambut nya.


"salam tuan muda" ucap mereka memberi hormat pada Qin Fan, dan sebenarnya mereka selalu ingin berlutut, tapi Qin Fan selalu melarang mereka melakukan hal itu, sehingga mereka hanya menundukkan kepala saja.


Qin Fan hanya mengangguk dan tersenyum ke arah mereka, lalu dia mengajak mereka semua masuk ke dalam istana, Qin Fan membawa mereka di aula pertemuan, lalu Qin Fan duduk di singgasana nya, sedangkan para raja dan ratu duduk di depan nya tapi mereka berada dibawah, sebab singgasana Qin Fan berada di atas.


"aku memanggil kalian semua kesini karena aku butuh bantuan kalian, dan bantuan yang aku maksudkan adalah mengurus kebun herbal dan buah buah abadi yang ada di belakang istana"


carikan masing masing dari kalian 10 orang untuk mengurus kebun herbal dan buah buah abadi itu, setiap bulan kalian boleh mengambil buah buah abadi masing masing 500 buah di gudang penyimpanan"


"apa kalian bersedia?" tanya Qin Fan pada mereka.


"kami bersedia tuan muda" jawab mereka serempak.


siapa yang tidak mau mendapatkan 500 buah buah abadi setiap bulan nya? 1 buah saja terjadi pertarungan hidup dan mati jika di luar sana, dan mereka boleh mengambil 500 buah setiap bulan? tentu saja mereka sangat mau.


"dan aku harap kalian juga meningkatkan kekuatan masing masing prajurit dari kalian, meski pun saat ini kekuatan kalian berada di semi abadi bintang 7 dan 8, tapi itu belum cukup kuat jika ada musuh dari alam lain, dan aku juga akan meningkatkan kekuatan ku, karena diantara kita, aku lah yang paling lemah" lanjut Qin Fan.


"baik yang mulia" jawab mereka lagi.


"baiklah, sekarang kalian kembali lah, dan bawa masing masing dari kalian untuk mengurus kebun herbal dan buah buah abadi yang ada" perintah Qin Fan.


"baik tuan muda" jawab mereka lalu keluar dari istana.


beberapa saat kemudian, mereka semua sudah kembali dan masing masing dari mereka membawa 10 orang, lalu Qin Fan membawa mereka di kebun herbal dan buah buah abadi yang berada di belakang istana Qin.


begitu mereka lihat kebun herbal di depan mereka, bola mata mereka seakan melompat keluar dari tempat nya, mulut mereka juga ternganga, karena di depan mereka saat ini ada kebun herbal yang luar nya puluhan kilo penuh dengan berbagai macam herbal, dan usia herbal juga sudah lebih dari ratusan ribu tahun.


dulu sewaktu Qin Fan menanam semua herbal dan buah buah abadi, Mo Lian mempercepat waktu dengan sangat cepat, dimana 1 bulan di dunia luar sama dengan 100 tahun di kebun herbal dan buah buah abadi, itu lah yang membuat usia herbal yang ada sudah ratusan ribu tahun.


setelah itu Qin Fan membawa mereka ke kebun buah buah abadi, dapat di lihat ratusan batang buah buah abadi dan ada juga yang merayap, dan yang merayap itu adalah semangka perak.


sekali lagi Qin Fan berhasil membuat semua bawahan nya itu ternganga dan hampir muntah darah, baru pertama kali mereka melihat langsung kebun herbal dan buah buah abadi sebanyak ini.


dan karena yang akan mengurus kebun herbal dan buah buah abadi ada 580 pekerja, Qin Fan membagikan mereka dua kelompok yang berisikan masing masing kelompok 290 orang, lalu yang satu kelompok mengurus kebun herbal, dan satu kelompok nya lagi mengurus kebun buah buah abadi.


setelah menjelaskan cara kerja nya, Qin Fan membawa kelima puluh delapan bawah nya kembali ke istana, sesampainya di depan istana, Qin Fan berpamitan pada mereka semua dan kembali ke dunia luar.


Whush...


Qin Fan muncul di dalam kamar nya yang berada di istana kota, dan hari pun sudah tengah malam, lalu Qin Fan duduk mengambil sikap lotus dan menyerap energi alam yang ada.


pagi hari nya Qin Fan membuka mata dan pergi membersihkan diri, setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian nya, Qin Fan keluar kamar untuk berpamitan, tapi ketika dia membuka pintu kamar, seorang pelayan sudah siap untuk mengetuk pintu kamar nya, tapi segera pelayan itu berhenti karena Qin Fan sudah membuka pintu.


"maaf tuan muda, saya disuruh tuan kota untuk mengantar tuan muda ke ruang makan" ucap pelayan, tapi pelayan itu sangat terpesona dengan ketampanan Qin Fan.


"baiklah, ayo antarkan aku ke ruang makan" balas Qin Fan ramah.


lalu kedua nya berjalan ke ruang makan, beberapa saat kemudian, mereka sampai di ruang makan, di meja makan, sudah ada tuan kota Zhang, istri nya dan seorang gadis yang sangat cantik, kecantikan nya dapat membuat pria mana saja meleleh, tapi tidak dengan Qin Fan, dia tetap bersikap biasa.


"salam tuan kota" ucap Qin Fan pada tuan kota Zhang setelah sudah berada di meja makan.


"salam tuan muda Qin" balas tuan kota Zhang, lalu dia mengenalkan istri dan anak nya.


"perkenalkan tuan muda, ini istri ku Xiulan, dan anak gadis ku Fei Fei" lanjut tuan kota Zhang.


"salam nyonya, salam nona" ucap Qin Fan ramah sambil menangkupkan tangan nya dan tersenyum ke arah mereka.


Deg...


jantung Fei Fei serasa berhenti berdetak disaat Qin Fan tersenyum ke arah nya, dia jadi salah tingkah, Fei Fei terpesona dengan ketampanan Qin Fan, sementara Qin Fan tetap bersikap biasa saja, karena meski pun usia nya sudah 21 tahun, tapi Qin Fan belum kepikiran untuk memiliki kekasih, yang ada di pikiran nya saat ini adalah berpetualangan dan mencari guru nya di bintang Taimun, karena dia sangat penasaran dengan kepergian guru nya yang mendadak.


Qin Fan berpikir pasti ada sesuatu yang terdesak sehingga guru nya itu pergi tanpa menunggu nya selesai berlatih, hal itu lah yang menjadi tujuan Qin Fan sekarang, sehingga dia tidak ingin terikat dengan wanita mana pun.


"silahkan duduk tuan muda" ucap tuan kota Zhang.


lalu Qin Fan duduk dan mereka sarapan bersama, selesai sarapan, Qin Fan pamit pada mereka, dan tampak wajah lesuh dari Fei Fei ketika mendengar jika Qin Fan akan pergi, tapi dia tidak berhak menahan Qin Fan di istana kota, sehingga hanya bisa melepaskan kepergian Qin Fan.


saat ini Qin Fan sudah berada di luar istana kota, dan dia melangkah ke arah gerbang selatan, sesampainya di gerbang selatan, Qin Fan berjalan 300 meter dari gerbang lalu melayang di udara melesat cepat ke selatan.


tiga hari kemudian Qin Fan sampai di sebuah lembah yang cukup gelap, dari atas Qin Fan dapat melihat jika didasar lembah itu ada bangunan bangunan yang tersusun rapi, karena penasaran, perlahan Qin Fan melayang turun dari langit, setelah merasa cukup dekat, Qin tahu jika itu adalah sebuah sekte, hanya saja dia tidak tahu apa kah itu sekte aliran hitam, sekte aliran putih atau sekte aliran netral.


ketika dia perhatikan sekte itu beberapa saat, Qin Fan tidak melihat ada pergerakan yang mencurigakan, sehingga dia berniat melanjutkan perjalanan nya, tapi begitu dia ingin melanjutkan perjalanan, Qin Fan mendengar suara minta tolong yang berasal dari dalam sekte.


"Tolooong.."


"Lepaskan aku"


teriakan minta tolong dan meminta di lepaskan dapat Qin Fan dengar dengan jelas dari dalam sekte, beberapa saat kemudian terlihat puluhan gadis yang di bawa paksa menuju sebuah bukit kecil, dan di bukit itu ada patung makhluk yang mempunyai dua tanduk di kepalanya, lalu Qin Fan mengikuti mereka dari atas.


ketika Qin Fan semakin dekat dengan patung itu, dia sangat terkejut, karena patung yang memiliki dua tanduk itu adalah patung iblis, dan di depan nya ada altar sebagai tempat pengorbanan, jelas jika para gadis gadis itu akn di jadikan tumbal persembahan pada sang patung iblis.


Qin Fan yang tahu jika para gadis itu akan di jadikan korban persembahan, dia perlahan melayang turun ke tengah tengah altar dan berkata.


"Lepaskan mereka" ucap Qin Fan menatap tajam para murid sekte aliran hitam yang membawa puluhan gadis itu.

__ADS_1


"siapa kamu anak muda? jangan ikut campur urusan kami, atau" ucapan nya terpotong oleh Qin Fan.


"atau apa pak tua? apa yang akan kamu lakukan?" tanya Qin Fan memotong ucapan pria tua yang tadi berbicara.


pria tua yang ucapan nya terpotong itu jadi sangat murka, dia sangat ingin mencincang tubuh Qin Fan dan menjadikan ribuan potongan potongan kecil.


"anak muda, aku peringatkan sebaiknya kamu pergi dan jangan ikut campur urusan kami" ucap pria tua.


"kamu ingin aku pergi setelah aku melihat kalian mau menjadikan gadis gadis itu tumbal? apa kamu bercanda? atau kamu memang bodoh pak tua?" ucap Qin Fan mengejek.


"kurang ajar, kalian cepat bunuh pemuda itu!!" perintah pria tua itu pada ratusan murid murid sekte yang sedari tadi hanya jadi penonton dan pendengar setia.


langsung saja ratusan murid murid sekte menyerang Qin Fan, tapi sebelum serangan mereka mengenai Qin Fan, tubuh mereka semua sudah meledak dan menjadi balut darah.


Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan bersahutan ketika tubuh ratusan murid sekte itu meledak begitu saja, pria tua yang melihat ratusan murid nya meledak tanpa tahu apa penyebab nya menjadi waspada, sekarang dia baru sadar jika pemuda di depan nya itu bukan pemuda biasa.


"siapa kamu anak muda? kenapa kamu mengacau di sini?" bentak pria tua tadi.


"aku?" ucap Qin Fan menunjuk dirinya sendiri, lalu dia melanjutkan.


"aku adalah dewa kematian Yama yang akan mencabut nyawa kalian semua yang ada di dalam sekte" lanjut Qin Fan sambil tersenyum menyeringai.


"hanya mengandalkan kamu dengan kekuatan raja dewa tahap awal? Hahaha...,, apa kamu bercanda anak muda?" ucap pria tua itu menertawakan Qin Fan.


karena saat ini Qin Fan menekan Kekuatan nya hingga ke rana raja dewa tahap awal, sehingga pria tua itu berpikir jika Qin Fan hanya kultivator raja dewa tahap awal.


tapi Qin Fan tidak menjawab pria tua itu, justru Qin Fan menatap para murid sekte yang masih memegang gadis gadis muda, lalu dia berkata.


"kalian lepaskan mereka dan aku biarkan hidup, jangan paksa aku membunuh kalian semua" ucap Qin Fan pada murid murid sekte aliran hitam.


tapi mereka menganggap ancaman Qin Fan itu hanya angin lalu, justru mereka menertawakan ucapan Qin Fan, tapi tawa mereka seketika berubah menjadi teriakan kesakitan.


aaaaaaarrg aaaaaaarrg aaaaaaarrg..


teriakan demi teriakan terdengar ketika tangan mereka tiba tiba terlepas dari tempat nya, para tetua dan pria tua tadi terkejut melihat murid murid mereka yang tiba tiba tangan mereka putus.


"sudah aku peringatkan tapi kalian keras kepala" ucap Qin Fan tersenyum ke arah mereka semua, lalu dia melanjutkan lagi.


"dan aku kasih kalian 2 pilihan, hancurkan kultivasi kalian atau aku yang menghancurkan dan mematahkan kaki dan tangan kalian?" tanya Qin Fan pada puluhan tetua sekte yang kultivasi mereka kaisar dewa tahap awal dan menengah, sementara pria tua tadi berada di kaisar dewa tahap puncak.


"kamu terlalu sombong anak muda, akan ku robek mulut mu itu" ucap pria tua lalu menyerang Qin Fan.


"keras kepala" ucap Qin Fan lalu menyambut pukulan pria tua dengan pukulan api kekacauan milik nya.


Booooomm...


"apa?"


semua tetua yang melihat Patriak mereka terbang ratusan meter, sementara Qin Fan yang masih tetap berdiri kokoh di tempat nya itu sangat terkejut.


ukhuk ukhuk..


pria tua atau Patriak sekte memuntahkan seteguk darah dari mulut nya, lalu dia berusaha berdiri kembali.


"anak muda, seperti nya aku terlalu meremehkan mu, baiklah, aku akan mengeluarkan seluruh kekuatan ku" ucap Patriak sekte lalu mengeluarkan pedang nya dari cincin penyimpanan dan menyerang Qin Fan.


sementara Qin Fan mengalirkan Qi nya ke telapak tangan dan mengalirkan elemen api dan elemen petir ke telapak tangan nya.


"tapak penghancur alam"


ucap Qin Fan menyambut serangan Patriak yang menggunakan pedang.


Booooomm...


ledakan kembali terjadi dan sekali lagi melempar Patriak sekte ratusan meter ke belakang dan menewaskan nya.


Gleg...


semua tetua yang melihat pukulan Qin Fan dapat menahan serangan terkuat Patriak mereka dan langsung membunuh Patriak mereka itu menelan ludah dengan kasar.


"sangat kuat" gumam mereka membatin.


lalu seorang tetua sekte berlutut dan meminta ampunan pada Qin Fan, "am-ampuni kami tuan muda, kami mempunyai mata tapi tidak bisa melihat" ucap seorang tetua.


"mengampuni kalian? apa kalian pernah mengampuni orang yang meminta ampunan kalian?" tanya Qin Fan menatap tajam pada semua tetua.


tapi tidak ada satu pun tetua yang menjawab pertanyaan Qin Fan, karena mereka tidak pernah mengampuni mangsa mereka dan tidak akan melepaskan nya begitu saja.


setelah itu Qin Fan menatap mereka satu persatu dan berkata, "aku sudah memberi kalian kesempatan itu, tapi tidak kalian dengarkan, maka terima lah akibat nya" ucap Qin Fan lalu menyerang mereka satu persatu dan menghilangkan kultivasi mereka.


aaaaaaarrg aaaaaaarrg aaaaaaarrg..


teriakan kembali terjadi disaat Qin Fan menghancurkan kultivasi mereka dan merubah mereka menjadi sampah.


"bunuh aku"


"bunuh aku"

__ADS_1


"bunuh aku"


ucap mereka di minta untuk di bunuh, tapi Qin Fan hanya tersenyum ke arah mereka, lalu dia berkata, "membunuh kalian itu hal yang muda aku lakukan, tapi itu terlalu muda, sekarang jadilah sampah dan rasakan penderitaan orang orang yang selalu kalian tindas" ucap Qin Fan santai.


lalu Qin Fan mengalihkan pandangan nya pada puluhan gadis yang di ikat itu lalu dia melepaskan ikatan mereka.


"terima kasih tuan muda" ucap seorang gadis.


"sudah tidak usa di pikirkan, kalian tunggu disini, aku akan menyelesaikan mereka yang berada di sekte lebih dulu" ucap pelan Qin Fan sambil tersenyum ke arah mereka.


setelah menyelesaikan kata kata nya, Qin Fan melayang ke arah bangunan bangunan sekte, dari atas langit Qin Fan membuat gerakan tangan lalu ribuan api dan petir berbentuk pedang muncul dari langit dan menghantam sekte yang berada di bawah.


Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr Jeeddeeeerr..


Booooomm Booooomm Booooomm...


ledakan demi ledakan terjadi di sekte ketika ribuan pedang dari api dan petir itu menghujani sekte, dalam sekejap sekte itu hancur tidak tersisa.


lalu Qin Fan melayang turun kebawah dan mencari ruang bawah tanah mereka, tentu saja yang di cari Qin Fan adalah gudang harta mereka, beberapa saat mencari, Qin Fan menemukan sebuah lorong bawah tanah lalu dia masuk ke dalam lorong itu.


300 meter kemudian Qin Fan melihat sebuah ruangan besar dengan dua pintu yang berada di sisi kiri dan kanan ruangan itu, lalu Qin Fan membuka pintu yang berada di sebelah kanan lebih dulu, setelah pintu itu di buka, Qin Fan melihat sebuah ruangan yang ukuran nya 10x10 yang penuh dengan koin emas dan perak, dengan sekali lambaian tangan, Qin Fan memasukkan semua koin emas dan perak ke dalam cincin penyimpanan.


lalu Qin Fan kembali membuka pintu yang ada di sebelah kiri, ketika pintu itu di buka, Qin Fan melihat sebuah ruangan yang ukuran nya sama dengan ruangan yang berada di sebelah kanan, dan isi ruangan itu adalah senjata dan herbal ribuan tahun, Qin Fan yang merasa senjata dan herbal yang tidak berguna itu hanya membiarkan saja dan tidak mengambil nya.


kemudian Qin Fan berjalan keluar dari ruang bawah tanah, sesampainya di luar, Qin Fan kembali melayang ke arah puluhan gadis yang berada di altar persembahan, lalu dia memberikan pada gadis gadis itu masing masing 10.000 koin emas dan berkata.


"kalian gunakan lah koin koin itu dengan sebaik baik nya, sekarang kalian sudah bebas dan boleh pergi" ucap ramah Qin Fan pada mereka semua.


"terima kasih tuan muda, tuan muda sangat baik pada kami, selain menolong, tuan muda juga memberikan kami banyak koin emas, tapi jika kami boleh tahu, siapa nama tuan muda,? biar kami tidak melupakan nama penolong kami" ucap seorang gadis yang memberanikan diri bertanya pada Qin Fan.


Qin Fan mengangguk paham lalu dia menjawab, "nama ku Qin Fan" jawab Qin Fan ramah.


"sekali lagi terima kasih tuan muda Qin" ucap gadis itu lagi lalu mereka semua pergi.


setelah kepergian gadis gadis itu, Qin Fan melanjutkan perjalanan nya ke selatan, hari demi hari sudah dia lewati, tapi karena tidak terburu buru, Qin Fan hanya melakukan perjalanan di siang hari saja, sementara malam hari nya dia beristirahat di atas pohon dan menyerap energi alam.


10 hari berlalu begitu saja, karena terlalu santai dan hanya melakukan perjalanan di siang hari, Qin Fan sampai di sebuah kota setelah 10 hari, dan hari pun sudah sore, lalu dia mendarat 300 meter dari kota dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke arah gerbang kota.


menunggu beberapa saat, akhirnya giliran Qin Fan yang di periksa, "identitas nya tuan muda" ucap penjaga gerbang ramah.


lalu Qin Fan menunjukkan lencana sekte Elang Emas pada penjaga kota, lalu penjaga kota menyuruh Qin Fan membayar 1 koin emas untuk memasuki kota, tapi bukan Qin Fan nama nya jika dia hanya memberikan 1 koin emas.


Qin Fan mengeluarkan 10 koin emas dan memberikan pada penjaga itu, sontak penjaga itu sangat terkejut, lalu dia buru buru berkata, "terlalu banyak tuan muda" ucap penjaga.


"aku sengaja melebihkan nya, karena sisa nya untuk tuan" jawab Qin Fan sambil tersenyum.


"terima kasih tuan muda" ucap penjaga gerbang berterima kasih.


sedangkan teman teman dari penjaga itu merasa tidak beruntung, karena teman mereka mendapatkan 9 koin emas secara cuma cuma.


setelah itu Qin Fan pamit dan masuk ke dalam kota, tapi sebelum dia mencari penginapan, Qin Fan pergi ke kedai teh untuk minum teh sekaligus mencari informasi mengenai kota itu.


beberapa ratus meter berjalan ke dalam kota, akhirnya Qin Fan menemukan kedai teh yang tampak ramai, lalu Qin Fan membuka pintu nya dan masuk kedalam.


"selamat datang di kedai teh aroma rasa" ucap seorang pelayan menyambut Qin Fan.


"mau pesan apa tuan muda?" tanya pelayan.


"bawakan teh terbaik yang kalian punya" jawab Qin Fan ramah.


"baik tuan muda, silahak tuan muda duduk dulu" ucap pelayan dan mengantar Qin Fan di meja kosong.


"mohon tunggu sebentar tuan muda" ucap pelayan lalu pergi ke dapur.


sementara Qin Fan duduk dengan tenang sambil mendengarkan obrolan para pengunjung.


"apa kalian sudah tahu jika sekte beruang hitam sudah hancur?" tanya seorang pengunjung pada 3 orang teman nya.


"yang benar saudara? siapa yang bisa menghancurkan sekte besar seperti sekte beruang hitam itu?" tanya teman nya penasaran.


"yang aku katakan memang benar, sekte beruang hitam sudah hancur, dan yang menghancurkan sekte itu adalah seorang pemuda yang bernama Qin Fan" jawab pemuda itu.


"dihancurkan seorang pemuda? apa kamu bercanda saudara Bei? bagaimana mungkin seorang pemuda dapat menghancurkan sekte sebesar sekte beruang hitam? itu tidak mungkin, siapa yang mengatakan nya pada mu?" ucap teman pemuda itu tidak percaya.


"yang aku katakan itu benar, dan sumber dari informasi itu adalah dari puluhan gadis yang dia bebaskan, mereka menceritakan semua yang mereka lihat di sekte beruang hitam, setelah pemuda yang bernama Qin Fan itu membunuh Patriak mereka, dia menghancurkan kultivasi para tetua sekte, lalu dia pergi menghancurkan sekte mereka hingga rata dengan tanah" lanjut pemuda.


Qin Fan yang mendengar cerita itu hanya menggeleng geleng kepala nya saja, dia tidak menyangka jika nama nya jadi terkenal hanya karena tidak sengaja bertemu dengan puluhan gadis dan membebaskan mereka.


"apa?"


"pemuda bernama Qin Fan? bukan kah pemuda itu juga yang membunuh Patriak sekte kalajengking, Patriak sekte bunga darah dan Patriak sekte Gagak Hitam di sekte Elang Emas?" teman pemuda itu terkejut mendengar nama Qin Fan, karena dia juga mendengar jika Qin Fan membunuh Thao Shin dan kedua Patriak sekte lain nya.


*****


Tinggalkan Like dan komentar nya ya kak.!!!


Di kasih hadiah dan vote juga lebih bagus.


Lama lama jadi bosan juga update nya, banyak yang baca tapi sangat minim komentar dan like, apa lagi hadiah sama Vote.

__ADS_1


__ADS_2