Kultivasi Dewa

Kultivasi Dewa
Menakut-Nakuti Zhu Wei


__ADS_3

Setelah mendapat perintah, Niu dan Mo Zhan langsung pergi mencari orang yang melukis wajah Qin Fan, kedua nya bertanya pada setiap orang yang mereka temui, alhasil, Niu dan Mo Zhan mengetahui rumah orang yang melukis wajah Qin Fan.


lalu kedua nya pergi ke rumah orang itu, tidak berselang lama, Niu dan Mo Zhan sampai di rumah nya.


tok tok tok..


Niu mengetuk pintu rumah, tidak lama kemudian, keluar seorang pria paruh baya berbadan gemuk.


"maaf nona nona, nona nona mencari siapa?" ucap pria paruh baya itu bertanya.


"kami mencari orang yang bisa melukis, dan orang orang yang kami tanya mengatakan jika ini rumah nya" jawab Niu jujur.


"baiklah nona, silahkan masuk!!" balas pria paruh baya.


Niu dan Mo Zhan pun masuk ke dalam, lalu pria paruh baya itu membawa Niu dan Mo Zhan ke suatu ruangan, dimana di ruangan itu adalah tempat kerja nya pria paruh baya.


"wajah siapa yang ingin aku lukis?" tanya pria paruh baya yang sudah sampai di ruang kerja nya.


"wajah kaisar Zhu Wei" jawab Niu singkat.


pria paruh baya itu mengerutkan keningnya, karena yang akan dia lukis adalah wajah kaisar nya sendiri.


"tapi nona?" ucap pria paruh baya.


"tuan tenang saja, kami akan membayar mahal, setiap satu lukisan, kami akan membayar 25 batu roh tingkat tinggi" ucap Niu mencoba membujuk.


"bukan masalah uang nya nona, tapi aku akan berada dalam bahaya jika yang mulia kaisar marah" ucap pria paruh baya yang khawatir dengan keselamatan nya.


"begini saja, bagaimana jika kita berpura pura tidak tahu? karena aku yakin jika bukan hanya tuan saja yang menjadi pelukis di kota ini, dan juga aku tahu jika di setiap kota ada pelukis nya" ucap Niu yang coba terus membujuk.


pria paruh baya itu tidak langsung menjawab, dia tampak berpikir sebentar.


"baiklah aku setuju, yang penting nona nona tidak membohongi ku" ucap pria paruh baya setelah berpikir sesaat.


"tuan dapat mempercayai kami" jawab Niu.


lalu pria paruh baya itu mulai melukis wajah kaisar Zhu Wei, lebih tepat nya dia menggambar.


menjelang pagi, sudah ada lebih dari 100 wajah Zhu Wei yang di gambar, sementara itu, Niu dengan cepat langsung pergi menempelkan wajah Zhu Wei di setiap toko, penginapan dan juga restoran di seluruh ibukota.


setiap pria paruh baya itu selesai menggambar 10 wajah, Niu langsung mengambil nya dan pergi menempelkan nya.


ketika pagi, sudah 200 gambar wajah Zhu Wei yang di gambar, dan Niu juga sudah menempelkan nya di seluruh ibukota.


pria paruh baya yang menggambar itu pun mendapatkan uang yang sangat banyak, dia sangat berterima kasih pada Niu dan Mo Zhan, sebab mereka membayar nya lebih.


******


Saat ini ibukota dihebohkan dengan berita tentang wajah Zhu Wei yang terpasang di setiap sudut ibukota.


para penduduk, kultivator bebas dan pedagang yang melihat pengumuman itu sangat terkejut.


tapi tidak dengan organisasi bawah tanah, mereka sangat bahagia, sebab mereka mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan banyak yang.


100 ribu batu roh tingkat tinggi adalah jumlah uang yang sangat banyak, apa lagi hanya untuk satu kepala saja.


Di Istana Langit.


"bajingan, siapa yang berani melakukan itu pada ku?" ucap Zhu Wei dengan kemarahan yang berapi api.


tidak ada satu pejabat atau jendral nya yang menjawab, mereka semua diam tanpa kata, sebab mereka juga tidak tahu siapa pelaku nya.

__ADS_1


"cepat cari tahu siapa yang melukis wajah ku!! seret dia ke hadapan ku!!" perintah Zhu Wei yang kemarahan nya masih tidak terbendung.


"baik yang mulia" jawab semua jendral, lalu mereka keluar dari aula pertemuan.


"kalian juga bubar!! aku ingin sendiri" perintah Zhu Wei pada pejabat tinggi kekaisaran.


"baik yang mulia" jawab mereka, lalu mereka juga keluar dari aula pertemuan.


setelah semua pejabat nya keluar, Zhu Wei masih mondar mandir sendirian, dia sangat ketakutan dengan ancaman itu.


setelah mondar mandir beberapa saat, Zhu Wei pergi ke kamar nya untuk menenangkan diri.


*****


Dikamar penginapan, Qin Fan sudah keluar dari dunia jiwa, Niu dan Mo Zhan juga sudah melaporkan tugas mereka.


"Hehehehe..., pasti saat ini, kaisar bodoh itu marah marah dan juga ketakutan" ucap Qin Fan sambil terkekeh.


Whush.. Whush... Whush...


Long Shan, Long Zhan, Long Fei, Long Fu, Long Heinan, dan San Ding muncul didalam kamar penginapan.


"penguasa" ucap mereka serempak memberi hormat.


"kalian cari lah informasi!! perintah Qin Fan.


"baik penguasa" jawab mereka lagi, lalu satu persatu menghilang dari hadapan Qin Fan.


"Niu, Mo Zhan, kalian lindungi orang yang melukis wajah Zhu Wei, jika ada yang coba menyakiti nya, habisi dia" ucap Qin Fan memberi perintah lagi.


"baik penguasa" jawab kedua gadis cantik itu, lalu mereka juga menghilang.


ketika semua bawahan Qin Fan sudah pergi, terdengar suara langkah kaki mendekati kamar Qin Fan.


"tuan muda, tuan muda" ucap suara yang dari luar memanggil Qin Fan.


Qin Fan pun membuka pintu kamar nya, lalu menampakkan sosok wanita paruh baya di depan pintu kamar, yang tidak lain adalah Ying Li.


"ada apa nyonya?" tanya Qin Fan yang pura pura tidak tahu.


"tadi aku pergi ke pasar, dan aku melihat wajah tuan muda ada di mana mana, tuan muda menjadi buronan yang mulia kaisar" ucap Ying Li yang khawatir.


"nyonya tidak perlu khawatir!! aku akan mengurus masalah itu" balas Qin Fan sambil tersenyum.


"tapi tuan muda?" ucap Ying Li lagi.


"tidak akan terjadi apa apa nyonya" balas Qin Fan menenangkan Ying Li.


"oh iya nyonya, pakailah uang ini untuk membuka kembali penginapan ini!!" ucap Qin Fan, lalu memberikan 1 buah cincin penyimpanan pada Ying Li.


Ying Li pun mengambil cincin penyimpanan itu, ketika dia melihat isi nya, dia hampir saja pingsan, sebab uang yang diberikan Qin Fan itu bukan hanya bisa memperbaiki penginapan, bahkan juga bisa membangun penginapan besar dan megah.


"tu-tuan muda?" ucap Ying Li terbata bata.


"aku akan sangat kecewa jika nyonya menolak pemberian ku, anggap saja sebagai tanda terima kasih ku" balas Qin Fan tersenyum.


*****


Tak terasa sebulan telah berlalu.


turnamen pun batal, sebab saat ini, semua pejabat alam langit menjaga keselamatan Zhu Wei, sehingga mereka membatalkan turnamen.

__ADS_1


selama sebulan itu juga, Zhu Wei sangat tidak tenang, rasa takut selalu menghantui nya, sebab dia takut jika para jendral akan berbalik menyerang nya.


namun yang paling dia takutkan adalah para pelayan nya, karena bisa saja mereka meracuni makanan nya, sehingga setiap kali dia makan, terlebih dulu pelayan yang membawakan makanan itu harus mencicipi nya lebih dulu.


berita tentang kepala Zhu Wei yang di hargai itu semakin meningkat, kali ini Qin Fan menaikkan harga kepala Zhu Wei, dimana yang awal nya hanya 100 ribu batu roh tingkat tinggi, sekarang sudah menjadi 500 ribu batu roh tingkat tinggi.


dan berita itu juga sudah menyebar di seluruh wilayah alam langit, di setiap kota sudah terpasang wajah Zhu Wei, hal itu semakin memancing organisasi bawah tanah untuk bergerak.


tapi mereka juga tidak ingin bertindak gegabah, sebab mereka tahu Zhu Wei memiliki banyak pengawal yang kuat, sehingga masing masing organisasi bawah tanah mengatur strategi untuk memenggal kepala Zhu Wei.


sebenarnya bisa saja Qin Fan melenyapkan Zhu Wei dengan mudah, hanya saja dia ingin membuat Zhu Wei ketakutan, dia ingin mempermainkan Zhu Wei lebih lama lagi.


Qin Fan ingin membuat Zhu Wei seperti orang gila, karena itu lah Qin Fan menaikkan harga kepala Zhu Wei, dan juga memerintahkan para bawahan nya untuk menempelkan wajah Zhu Wei di seluruh kota alam langit.


*****


Di sebuah kota yang berada jauh dari ibukota, tepat nya disebuah restoran khusus arak, Bai Long, Murong Fu, Hei An, Wen Jiang, Liu Mo dan Xiao Dan duduk di salah satu meja sambil menikmati arak mereka.


"Saudara Bai, apa nama Qin Fan itu adalah anak nakal itu?" tanya Hei An, karena di pengumuman tentang Zhu Wei itu ada nama Qin Fan, Qin Fan yang akan membayar kepala Zhu Wei.


"aku juga tidak tahu saudara Hei, tapi semoga saja bukan Fan'er" jawab Bai Long yang memang tidak tahu.


"aku rasa juga demikian, karena tidak mungkin anak nakal itu sudah berada disini, apalagi bermusuhan dengan yang mulia" timpal Murong Fu.


"saudara Bai dan saudara Murong benar, tidak mungkin murid kita itu menjadi musuh yang mulia" sambung Wen Jiang yang juga tidak percaya.


"tapi tidak ada klan Qin disini, bisa saja itu adalah Fan'er" potong Liu Mo, karena memang tidak ada klan atau keluarga bangsawan yang bernama Qin di alam langit.


"benar saudara saudara, tidak ada nama Qin disini, jadi bisa saja Qin Fan yang itu adalah murid kita" sambung Xiao Dan yang sedari tadi diam saja.


keenam guru Qin Fan itu terus mengutarakan pendapat mereka, meski begitu, mereka juga tidak henti henti nya meminum arak.


"begini saja, kita selidiki siapa yang menyebar pengumuman itu, jika benar dia adalah Fan'er atau suruhan nya, kita minta dia untuk mengantarkan kita untuk menemui nya" ucap Bai Long yang memilih untuk percaya.


"aku setuju dengan pendapat saudara Bai" ucap Murong Fu.


"aku juga" ucap Hei An, lalu satu persatu mereka setuju dengan pendapat Bai Long.


Saat ini Qin Fan masih berada di penginapan yang sama, penginapan itu juga sudah di renovasi, sehingga menjadi satu satu nya penginapan yang megah di ibukota alam langit.


selama itu juga, Qin Fan memakai topeng, sehingga tidak ada satu pun yang mengenal nya, Kang Tun dan Ying Li juga memperkenalkan Qin Fan sebagai anak mereka, dan mengenai topeng nya, kedua nya mengatakan jika wajah Qin Fan terbakar sewaktu kecil, sehingga dia memakai topeng.


di penginapan itu juga, Qin Fan menyuruh para bawahan nya untuk menjadi pelindung bayangan, karena dia tidak ingin ada yang membuat keributan disitu.


Whush...


Luo Xia muncul di kamar penginapan, dia cukup terkejut dengan kamar yang di tempati Qin Fan, karena meski hanya penginapan, tapi kamar yang di tempati Qin Fan itu cukup besar untuk ukuran kamar penginapan.


selain itu, kamar itu juga di hiasi dengan ornamen ornamen langka, sehingga menambah keindahan kamar.


"Gege" ucap lembut Luo Xia.


"aku ingin jalan jalan dengan mu" ucap Qin Fan, karena dia mengeluarkan Luo Xia dari dunia jiwa untuk jalan jalan.


"baik Gege" balas Luo Xia, lalu dia menutup wajah nya dengan kain, dan hanya menyisakan mata nya saja, kemudian kedua nya keluar kamar.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2