Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 10 - Huifen


__ADS_3

L.O.S.E 10 - Huifen


ARC 1 - Fall To Rise


Setelah beberapa hari berada di Dunia Siluman, Shu En mengetahui bahwa setiap siluman memiliki sebuah tingkatan layaknya kasta seperti kultivator.


Tingkat kultivasi dibagi menjadi enam bagian antara lain.


- Alam Raja


- Alam Kaisar


- Alam Suci


- Alam Bumi


- Alam Langit


- Alam Dewa


Sedangkan siluman memiliki empat tingkat kasta antara lain.


- Siluman Biasa


- Siluman Atas

__ADS_1


- Siluman Agung


- Siluman Dewa


Menurut Huifen tidak banyak siluman yang menjadi Siluman Agung, sedangkan hanya satu siluman yang menjadi Siluman Dewa yang di Dunia Siluman dikenal sebagai Shen Long.


Diantara Siluman Agung hanya dua sosok yang paling terkenal yakni Huifen dan Luifeng yang dikenal sebagai Kaisar Siluman. Keduanya selalu bertarung dengan nafsu membunuh demi memperebutkan tempat kekuasaan mereka.


Namun pada akhirnya sosok Luifeng lah yang memenangkan pertarungan untuk terakhir kalinya sebelum Huifen menjauh dari kekuasaan Luifeng.


Tujuan Shu En di Dunia Siluman adalah menaklukkan semua siluman disini dan menjalin kontrak darah dengan siluman terkuat. Dengan pengetahuan yang diwariskan Dewa Iblis, Shu En mempelajari beberapa teknik kultivator yang asing dimata Huifen dan menguasainya.


Shu En mempelajari teknik dasar yang dimiliki Dewa Iblis yakni Seni Raja Iblis. Disana Shu En mempelajari pernafasan unik yang membuat teknik kultivasinya dua kali kuat daripada biasanya saat malam hari.


Pernafasan itu disebut dengan Nafas Malam. Selain mempelajari Nafas Malam dan menguasainya, Shu En juga mempelajari Nafas Kegelapan yang merupakan teknik Seni Dewa Iblis.


Kultivasi Shu En meningkat pesat dibandingkan berlatih di dunia manusia. Selain itu pertarungannya dengan para siluman biasa dan siluman atas disini membantunya untuk tumbuh.


Saat berumur sebelas tahun, Shu En mulai mempelajari Tubuh Dewa Iblis dan menjadikan tubuh spiritual tersebut menjadi bagiannya. Proses ini membuat Shu En harus bermeditasi dalam waktu yang cukup lama. Sekitar tujuh hari Shu En melakukannya sebelum tingkat kultivasinya menembus Alam Bumi.


Hanya dalam kurun waktu setahun, Shu En sudah menjadi orang yang berbeda dimata Huifen. Tentu perubahan ini membuat Huifen terlihat bangga dan kagum dengan Shu En.


“Shu En, sekarang kau mungkin dapat mengimbangi serangan ku,” ujar Huifen kepada Shu En.


“Huifen, kali ini aku akan mengalahkanmu!”

__ADS_1


Lalu keduanya pun memulai pertarungan mereka. Selama ini Shu En belum pernah sekalipun mengalahkan Huifen bahkan setelah sekarang dirinya menembus tahap Alam Bumi.


Setiap serangan yang dilepaskan Shu En selalu saja ditahan oleh Huifen. Mengingat Huifen memiliki kemampuan untuk menetralisir segala jenis serangan yang dialiri Qi lebih lemah darinya, membuat serangan Shu En menjadi tidak berarti dihadapan sosok Raja Siluman ini.


“Kau sudah mengalami banyak kemajuan namun kau masih lemah, Shu En!”


Sebuah ayunan gada yang dipenuhi energi spiritual menghantam perut Shu En dengan telak. Kembali Shu En harus menerima kekalahannya yang entah keberapa kali melawan Huifen.


“Wororororo, masih terlalu dini untukmu mengalahkanku!”


“Kau tidak mengenal ampun, Huifen! Aku hampir saja kehilangan nyawa!”


Sebenarnya perkembangan cepat Shu En sudah membuat gempar dunia kultivator jika dirinya berada di dunia manusia. Namun di Dunia Siluman, Shu En bukanlah siapa-siapa dihadapan sosok Siluman Agung ini.


Shu En pun bertekad akan mengalahkan Huifen dan meningkatkan kultivasinya sampai ke tahap Alam Langit. Untuk mencapai tahap tersebut bukan hal yang tidak mungkin untuk Shu En karena kemampuan unik dari Tubuh Dewa Iblis.


Semakin banyak membunuh siluman maka aura dan energi spiritual Shu En meningkat pesat. Kemampuan ini sangat menguntungkan Shu En dan membuatnya berkembang pesat selama setahun ini.


Namun dalam beberapa bulan ini Shu En sama sekali tidak mengalami kemajuan. Hingga genap empat tahun Shu En berada di Dunia Siluman, ia mendengar kabar dari Huifen jika Luifeng memanggil sosok manusia ke Dunia Siluman.


Sekarang Shu En telah berumur empat belas tahun dan menguasai berbagai macam teknik kultivasi, namun semenjak itu ia belum menembus tahap Alam Langit.


Saat Shu En sedang mempelajari Seni Pedang Iblis, untuk pertama kalinya Huifen menunjukkan raut wajah yang berbeda. Huifen meminta kepada Shu En untuk pergi ke sebuah wilayah bernama Bukit Api Abadi.


“Bawa ini dan tunjukkan kepada burung sialan itu! Setelah kembali kita akan bertarung!”

__ADS_1


Tanpa menaruh rasa curiga, Shu En pun pergi menuju Bukit Api Abadi dengan membawa sebuah batu. Hari itu juga menjadi perbincangan terakhirnya dengan Huifen.


__ADS_2