
...L.O.S.E 109 - The True Emperor...
Disebuah ruangan yang sederhana terlihat Shu En sedang mengobati luka Bing Zhen. Butuh waktu beberapa menit sebelumnya akhirnya Bing Zhen kembali siuman.
“Hua‘er...” gumam Bing Zhen pelan.
“Kakak!” Bing Xuehua nampak tidak dapat memendam kebahagiaannya saat melihat kakaknya masih hidup.
Shu En membiarkan mereka berdua ruang dan memeriksa keadaan disekitar kota. Para penduduk melakukan pembersihan atas keinginan mereka sendiri setelah kepergian Shu En dan kondisi disekitar istana juga mulai kondusif.
‘Aku akan memanggil mereka lebih cepat...’
Shu En membuka sebuah portal dan langsung meminta kedatangan Guang Peng dan Dong Xa untuk membantu dirinya. Dengan bantuan Guang Peng dan Dong Xa, Shu En melanjutkan pembersihan secara merata di Pulau Suci Shu.
Semua pejabat yang berhubungan dengan Shu Liang ataupun Kong Guan dibunuh. Dengan menggunakan Tanda Mata Iblis, Shu En bisa melihat para pejabat yang terpaksa bekerja dan melakukannya dengan keinginan sendiri.
Hanya dalam kurun waktu sehari saja kabar mengenai Shu En yang mengambil alih tahta Kekaisaran Shu menyebar dengan sangat cepat.
Pengangkatan Shu En menjadi Kaisar Shu berlangsung dengan lancar. Para penduduk di Ibukota Shuyang menyambut Shu En dengan penuh suka cita.
Hari itu Ibukota Shuyang nampak sangat ramai karena para penduduk dari segala penjuru negeri terlihat merayakan keberhasilan Shu En.
Disisi lain Shu En sedang berbincang dengan Guang Peng dan Dong Xa mengenai langkah yang akan dia ambil nantinya. Keduanya mengetahui sebagian besar tujuan Shu En kedepannya dan akan membantunya.
“Paman Guang, Paman Dong, gunakan sumber daya ini untuk membantu kultivasi kalian.” Shu En mengeluarkan sejumlah sumber daya seperti buah-buahan yang dia ambil dari Dunia Siluman.
Melihat apa yang Shu En berikan kepada mereka membuat Guang Peng dan Dong Xa tercengang. Berbagi macam buah-buahan yang khasiatnya dapat meningkatkan kultivasi mereka membuat keduanya menelan ludah.
“Yang Mulia, ini terlalu berlebihan...” Dong Xa merasa tidak pantas menerima semua mengingat dirinya sudah tidak aktif lagi di kemiliteran.
Guang Peng juga sependapat dengan Dong Xa. Namun Shu En tetap memberikan kepada mereka berdua agar kultivasi mereka meningkat.
“Anggap saja ini hadiah dariku. Ini perintah.” Shu En menatap keduanya tajam dan akhirnya mereka menerimanya.
“Terimakasih Yang Mulia. Hamba akan mengingatkan kebaikan Yang Mulia.” Dong Xa dan Guang Peng bersujud dihadapan Shu En dan berniat akan membaginya secara merata kepada pasukan kekaisaran.
“Dan gunakan ini dengan baik untuk pasukan Kekaisaran Shu yang akan kubentuk. Aku ingin kalian berdua memastikan perkembangan mereka semua.”
Shu En kembali membuat Guang Peng dan Dong Xa tercengang saat pemuda itu mengeluarkan lebih banyak sumber daya untuk prajurit Kekaisaran Shu yang baru.
Setelah itu Shu En pergi menemui Bing Zhen dan Bing Xuehua yang berada disalah satu ruangan istana. Mengetahui Bing Xuehua mempunyai Tubuh Yin tentu saja membuat Shu En tidak bisa melepaskan penjagaan kepada gadis itu.
__ADS_1
“Kau sudah menggerakkan badanmu, Senior Bing?” Shu En melihat Bing Zhen yang sedang menggerakkan tangan kanannya dan bertanya.
Bing Zhen langsung memberi hormat kepada Shu En begitu juga dengan Bing Xuehua.
“Berkat pengobatan yang dilakukan oleh Yang Mulia, sekarang hamba sudah bisa bergerak.” Bing Zhen menjawab.
“Aku sudah mengetahui apa yang Klan Bing lindungi selama ini. Terimakasih karena kalian telah berusaha melindungi semua penduduk disini selama aku tidak ada disini. Izinkan aku untuk membalas kebaikan kalian.” Shu En duduk dikursi yang ada diruangan itu dan menatap kedua kakak beradik tersebut.
“Apa ada yang ingin kalian lakukan?” tanya Shu En.
Bing Zhen dan Bing Xuehua saling menatap satu sama lain dengan ekspresi bingung. Keduanya ingin Shu En mengunjungi Pulau Salju Rembulan, namun bagi Shu En permintaan itu terlalu sederhana bahkan tanpa diminta dirinya juga akan berkunjung kesana.
“Apa ada yang lainnya?” Shu En pun kembali bertanya.
“Hua‘er, apa kau tidak ada keinginan untuk melakukan sesuatu?” Bing Zhen bertanya kepada Bing Xuehua dan membuat gadis itu berpikir sejenak.
“Yang Mulia, hamba ingin mengunjungi makam dari mendiang Ayah hamba.” Bing Xuehua mengatakan keinginannya dan membuat Shu En tersenyum.
“Hanya itu. Tidak ada yang lain?” Shu En bangkut dari kursi dan membuka portal teleportasi.
“Sihir? Apa itu? Portal teleportasi?” Bing Zhen terkejut saat melihat Shu En dengan mudahnya menggunakan portal teleportasi.
“Yang Mulia, mungkin ini terdengar lancang, ada satu hal yang ingin hamba lakukan.” Bing Xuehua menatap Shu En tajam dan menuturkan keinginannya.
Bing Zhen menatap Bing Xuehua dan seperti tidak rela saat adiknya itu hendak ikut bersama Shu En.
“Hua‘er...”
“Tentu saja boleh, tapi aku tidak membutuhkan orang yang hanya menjadi beban,” ucap Shu En.
“Terimakasih Yang Mulia... Hamba akan berusaha tidak membebani Yang Mulia...” Bing Xuehua bertekad untuk meningkatkan kultivasinya dan membalaskan kematian seluruh saudaranya yang dibantai Ling Tian.
Kemudian mereka bertiga pergi menuju makan dari Bing Wei di Seribu Pulau Xingma. Dengan menggunakan portal teleportasi milik Shu En, perjalanan mereka menuju kesana menjadi sangat singkat.
Selepas mengunjungi makam dari Bing Wei, Shu En bersama Bing Wei dan Bing Zhen pergi menuju Pulau Salju Rembulan menggunakan Shen Long. Mereka bertiga naik diatas punggung sang Naga Emas yang terbang dengan kecepatan tinggi menuju Pulau Salju Rembulan.
Kondisi Pulau Salju Rembulan sekarang tidak lebih seperti pulau bersalju yang tidak berpenghuni. Lautan batu nisan membentang diatas daratan bersalju ini. Shu En yang melihat hal ini terguncang hatinya karena mengetahui pembantaian yang dilakukan Ling Tian terhadap Klan Bing.
“Kalian-” Shu En hendak mengatakan sesuatu namun saat melihat ekspresi Bing Zhen dan Bing Xuehua yang dipenuhi kebencian membuatnya terdiam.
‘Apa yang akan kukatakan! Sudah jelas mereka berdua sangat terguncang akan hal ini! Aku sendiri pernah merasakannya!’ Shu En membatin dan mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
__ADS_1
Setelah berkeliling Pulau Salju Rembulan, akhirnya Shu En menceritakan kepada Bing Zhen dan Bing Xuehua tentang keinginannya untuk menciptakan negeri yang damai di Kekaisaran Shu.
Bing Zhen dan Bing Xuehua juga menceritakan tentang keinginan mereka kepada Shu En. Bing Zhen akan mendedikasikan hidupnya untuk Shu En dan membantu pemuda itu memenuhi ambisinya, sedangkan Bing Xuehua berniat membalaskan dendam pembantaian terhadap keluarganya.
“Aku hanya memberitahu ini pada kalian berdua...” Shu En menatap Bing Zhen dan Bing Xuehua secara bergantian sebelum menyentuh kepala Shen Long yang menunduk.
“Mungkin selama sepuluh bulan lebih diriku akan pergi untuk berkelana ke Alam Iblis. Selama itu dia yang akan menggantikan posisiku,” ucap Shu En kepada Bing Zhen dan Bing Xuehua.
“Apa maksudmu, bocah?!” Shen Long merasakan firasat buruk karena ini akan mengganggu waktunya untuk bersantai jika menerima permintaan Shu En.
Shu En membisikkan sesuatu dan membuat Shen Long mengaum hebat. Bing Zhen dan Bing Xuehua menutup telinga mereka karena merasakan gendang telinga mereka seperti akan hancur jika mendengarnya lebih lama.
“Kau bisa melakukannya untukku bukan? Kau adalah siluman jadi aku percaya padamu.” Shu En mengatakan itu sambil tersenyum dan membuat Shen Long ingin mengunyah pemuda itu hingga lenyap tak bersisa.
“Harusnya kau tidak percaya kepada siluman! Dasar aneh!” Shen Long kesal dan menatap jengkel Shu En.
“Senior Bing, maukah kau bergabung kedalam militer kekaisaran? Selama aku pergi bersama adikmu, aku ingin kau mengawasi kadal ini.” Shu En menatap Bing Zhen dan membuat permohonan.
‘Tanpa diminta aku sendiri yang akan memohon padamu Yang Mulia...’ ujar Bing Zhen dalam hati.
“Dengan senang hati hamba menerima ajakan Yang Mulia.”
Di Pulau Salju Rembulan, Shu En juga membuat segel teleportasi untuk mempermudah urusannya. Kemudian sebelum menuju Tanah Hijau Dong, Shu En memberikan sejumlah sumber daya kepada Bing Zhen.
“Yang Mulia ini berlebihan!” Bing Zhen merasa tergiur dengan semua sumber daya yang diberikan Shu En, namun kebaikan pemuda itu membuatnya merasa tidak enak kepadanya.
“Terima saja, anggap saja itu sambutan dariku karena telah menerima ajakanku.” Shu En memberikan sumber daya yang cocok untuk kultivasi Bing Zhen.
‘Apel Es, Wortel Es, Persik Naga dan banyak buah-buahan yang belum pernah kulihat sebelumnya...’ Bing Xuehua membatin kagum dan ingin mengambil sumber daya yang dipegang Bing Zhen.
“Tolong awasi kadal ini untukku, Senior Bing...” ucap Shu En sebelum membuka portal teleportasi menuju Tanah Hijau Dong.
“Siapa yang kau sebut kadal, bocah!” Shen Long yang mengubah wujudnya menjadi Shu En mencekik leher pemuda itu.
“Hah? Yang Mulia ada dua?!” Bing Zhen dan Bing Xuehua terkejut.
“Kau membuat mereka terkejut, Shen Long!” Shu En melepaskan diri dan tertawa kecil, “Aku hanya bercanda dan kau sangat marah...”
“Tentu saja aku marah! Sosok agung yang ditakuti Iblis dan Dewa sepertiku kau sebut kadal! Itu sudah cukup untuk membuatku marah!” Shen Long menggertakkan giginya dan membuat Shu En menghela nafas ringan.
“Kalau begitu, aku pergi Shen Long.” Shu En pun masuk kedalam portal teleportasi dan mengulurkan tangannya kepada Bing Xuehua, “Mari kita pergi, Nona Bing...”
__ADS_1
Shen Long dan Bing Zhen menatap Shu En yang sudah pergi bersama Bing Xuehua. Keduanya saling menatap satu sama lain dan menghela nafas panjang karena merasa diabaikan oleh mereka berdua.