
L.O.S.E 12 - Tang Xia
ARC 1 - Fall To Rise
Kehadiran Shu En membuat gadis bernama Tang Xia terkejut. Kemampuan milik Shu En sama seperti dirinya dan membuat Tang Xia mengambil sikap waspada.
“Bocah, jadi kau manusia yang dipanggil Huifen?” Luifeng tersenyum lebar melihat Shu En yang menatap dirinya penuh kebencian.
“Kalau begitu aku akan memberikan kematian yang indah untukmu bersama Huifen!”
Luifeng hendak melepaskan dua tebasan yang dipenuhi Qi namun sebelum mengayunkan pedangnya, kedua tangannya terpotong dan sedetik kemudian kepala Luifeng terpenggal.
“Sandiwaranya cukup sampai disini!” Tang Xia menatap Luifeng dingin sebelum mengalihkan pandangannya menatap Shu En yang menjaga jarak.
“Terimakasih sudah memanggilku kemari dan aku akan membantumu mewujudkan ambisimu itu!”
Dengan gerakan yang lincah, Tang Xia melepaskan serangan kepada Shu En menggunakan pedangnya. Shu En pun menyambutnya dengan menggunakan kekuatan energi spiritual yang membuat kemampuan fisiknya meningkat.
“Tujuh Dosa Besar Mematikan!”
Melihat kemampuan Shu En membuat mata Tang Xia menyipit. Untuk sesaat Tang Xia terlihat tersenyum saat menyadari Shu En memiliki kondisi yang sama seperti dirinya.
“Kau lebih muda dariku... Berapa umurmu?” Tang Xia bertanya dan menyarungkan pedangnya.
Shu En tidak menjawab melainkan melesat dengan kecepatan tinggi dan melepaskan satu pukulan yang dipenuhi Qi.
“Tapak Raja Iblis!”
BOOOMMM!!!
Tang Xia menahannya dengan mudah dan tidak terluka sedikitpun.
“Kultivasiku berada di tahap Alam Langit. Sementara kau satu tahap dibawahku.”
Cukup mudah Tang Xia mengunci pergerakan Shu En dan membuat pemuda itu terkapar saat tubuhnya dibanting. Shu En meronta dan memberontak namun Tang Xia kembali mengunci tangan Shu En dan mematahkannya saat Shu En semakin memberontak.
“Jawab pertanyaanku jika kau tidak ingin mati!” ancam Tang Xia.
“Kau membunuh Huifen! Kau telah membunuhnya!” teriak Shu En kepada Tang Xia.
“Lalu apa yang ingin kau lakukan padaku?”
“Aku sudah berusaha keras untuk mengalahkannya dan kau membunuhnya!”
Tang Xia langsung memegang leher Shu En dan mencekiknya. Lalu dengan gerakan yang cepat dia mengangkat tubuh Shu En keatas.
“Sebenarnya aku merasa bersimpati padamu karena kau memiliki kemampuan yang sama denganku. Tetapi sepertinya aku harus membunuhmu-”
ROOOAAAARRR!!!
__ADS_1
Tang Xia melempar tubuh Shu En saat merasakan hawa membunuh yang mendekat. Terlihat seekor Harimau Putih yang tidak lain adalah Baihu datang menyelamatkan Shu En bersama Phoenix Es dan Phoenix Api.
Melihat ketiga Siluman Agung ini membuat Tang Xia tersenyum lebar. Tang Xia pun langsung menarik pedangnya dan melepaskan Qi berjumlah besar.
“Bocah! Aku tidak menyangka kau akan ke Dunia Siluman! Aku mendengar rumor tentangmu dan tidak percaya! Jika bukan karena mereka berdua aku tidak akan kemari!” Baihu langsung menatap tajam Tang Xia dan menunjukkan perlawanan sengit.
“Aku akan merasa malu jika tidak dapat melindungimu!”
Dalam sekejap pertempuran antara Baihu dan Tang Xia pun terjadi. Dengan bantuan Phoenix Es Feifei, pergerakan Tang Xia menjadi terbatas namun hal itu tidak berlangsung lama saat Tang Xia memperlihatkan kemampuannya yang lain.
“Huifen dan Luifeng sama-sama memiliki kemampuan yang melegenda. Teknik mereka setara dengan teknik yang muncul didalam kepalaku. Aku telah membunuh mereka dan menjadikan kekuatan mereka sebagai milikku sepenuhnya.”
Serpihan es yang dilancarkan Feifei hancur, begitu juga dengan serangan yang dipenuhi energi spiritual dari Baihu saat bersentuhan dengan Qi milik Tang Xia.
“Kemampuan menetralisir milik Huifen?” Baihu terkejut begitu juga dengan Feifei.
“Zhuan, apa kau sudah menyembuhkan anak dari Nona Ling?” Feifei terlihat menjaga jarak dari Tang Xia dan melihat Phoenix Api yang sedang menyembuhkan tangan Shu En yang patah.
“Tunggulah sebentar, Feifei! Aku akan segera membantu!”
Melihat kemampuan Zhuan tentu saja membuat Tang Xia tertarik. Pertempuran sengit itu pun kembali terjadi dan saat Zhuan datang membantu, Tang Xia tidak dapat menggunakan kemampuan menetralisir serangan Qi secara terus-menerus.
‘Kombinasi mereka bertiga sangat merepotkan!’ Tang Xia berdecak kesal dalam hati.
“Roh Iblis - Ruyue!”
Saat perhatian Tang Xia teralihkan pada ketiga Siluman Agung, Shu En melepaskan serangan telak yang mengenai perutnya dan membuat Tang Xia terpental jauh.
“Nafas Kegelapan...”
Shu En kembali melancarkan serangan dan membuat Tang Xia kesulitan menahannya karena merasakan nyeri diperutnya.
“Lima Jari Malam!”
“Lima Jari Malam...”
Mata Shu En dan Tang Xia melebar saat keduanya menggunakan jurus yang sama. Energi spiritual yang besar itu berbenturan dan membuat tubuhnya keduanya terlempar. Kondisi Shu En terbilang parah karena kelima jarinya patah, sedangkan Tang Xia hanya merasakan sakit tangannya.
“Kemampuanmu itu... Siapa kau sebenarnya?” Tang Xia mengatur aliran nafasnya dan menatap Shu En yang berdiri jauh darinya.
“Aku Shu En! Orang yang mengalahkanmu!” Tanpa sadar Shu En memberitahu namanya.
Mulut Tang Xia bergetar mendengar nama Shu En, sedangkan kedua matanya melebar tidak percaya.
“Shu... En katamu?” Sedetik kemudian pedang yang dipegang Tang Xia lenyap begitu juga dengan energi spiritual yang keluar dari tubuhnya.
“Mungkin sudah menjadi takdir kita dipertemukan disini, Shu En. Namaku adalah Tang Xia, Tuan Putri dari Kaisar Tang sebelumnya, mendiang Tang Yin!”
Mendengar itu Shu En juga terlihat tidak percaya. Shu En sudah mengetahui jika Kaisar Tang sebelumnya yang bernama Tang Yin dibunuh oleh adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
Dimasa lalu Tang Yin pernah memperkenalkan Tang Xia kecil kepada Shu En yang masih berumur lima tahun. Situasi ini membuat Shu En terdiam sangat lama hingga semua emosi kemarahan dalam dirinya lenyap.
“Lama tidak berjumpa, Kakak Xia. Aku tidak menyangka kita akan bertemu dalam keadaan seperti ini.”
“Apa tujuanmu melakukan semua ini?!” Shu En bertanya dan menatap Tang Xia tajam.
“Kau sudah tumbuh besar adik Shu. Apa kau sekarang membenciku?” ujar Tang Xia sambil tersenyum kecil.
“Jawab pertanyaanku!” tegas Shu En.
“Tidak perlu berteriak...”
“Aku melakukan semua ini karena memiliki ambisi...”
Shu En mengerutkan keningnya, “Ambisi?”
“Ya, sebuah ambisi untuk membunuh Pamanku dan mereka semua!”
“Aku akan pastikan mereka mati dengan cara yang sangat menderita!”
Pengakuan Tang Xia membuat Shu En terdiam. Kebencian dan amarah Tang Xia sangat besar sama seperti dirinya.
“Mengetahui bocah didepanku adalah Shu En membuat semua itu menjadi tidak berarti. Jika kau ingin membalaskan dendam mu. Kau bisa membunuhku, Adik Shu.”
Tang Xia tersenyum dan memejamkan matanya berharap Shu En melampiaskan semua penderitaan kepada dirinya.
‘Dengan ini aku segera terbebas... Ayahanda... Bunda... Aku lelah... Aku ingin bertemu kalian...’ jerit batin Tang Xia.
Melihat Tang Xia seperti itu membuat Shu En ikut tersenyum.
“Aku hanya memiliki dendam terhadap Pamanmu, Kakak Xia dan bukan dirimu.”
“Karena kau telah mengalahkan Huifen, maka aku akan mengalahkanmu! Setelah itu aku akan mewujudkan ambisiku!” ujar Shu En.
Mendengar itu Tang Xia membuka matanya secara perlahan dan tertawa kecil tanpa sadar.
“Apa yang kau tertawakan?!”
“Tidak, tidak, aku seperti melihat gambaran diriku pada dirimu...”
Melihat Shu En dan Tang Xia yang memiliki kedekatan dimasa lalu, Baihu, Feifei dan Zhuan terdiam memperhatikan keduanya.
Hari itu juga Shu En dan Tang Xia sama-sama melatih kemampuan mereka. Shu En terobsesi kepada Tang Xia karena telah membunuh Huifen.
Keduanya melakukan pertarungan selama beberapa kali dan Shu En sama sekali tidak bisa mengalahkan Tang Xia. Hingga suatu hari keanehan terjadi di Dunia Siluman akibat ulah Tang Xia yang membunuh begitu banyak Siluman.
Sosok monster yang tertidur pun terbangun saat merasakan hawa keberadaan Tang Xia dan Shu En yang mengusik tidur panjangnya.
“Lancang! Siapa yang berani mengganggu waktu tidurku?!”
__ADS_1