
L.O.S.E 39 - Yellow Bamboo Forest
ARC 2 - Blue Moon War
Setelah melanjutkan perjalanan dari Kota Tak Berpenghuni, Shu En dan Lu Shin Rui telah sampai dilokasi selanjutnya yakni Hutan Bambu Kuning.
Berdasarkan informasi dari Lu Shin Rui Hutan Bambu Kuning merupakan lokasi kediaman sekte yang pernah ada di Kekaisaran Yang. Namun sama halnya dengan yang terjadi pada Lembah Musim Hujan, Hutan Bambu Kuning diambil alih oleh kultivator Kekaisaran Tang sebelum akhirnya hancur.
“Jadi sekitar tiga tahun belakangan ini, Hutan Bambu Kuning adalah salah satu sekte yang besar di Kekaisaran Yang. Semua berawal dari sebuah penyusup dan pengkhianatan sebelum akhirnya mereka hancur.” Shu En menanggapi cerita Lu Shin Rui.
“Kita tidak tahu apa yang ada didalam hutan ini jadi tetaplah waspada En‘er.” Lu Shin Rui mengingatkan.
Akhirnya keduanya pun berjalan berdampingan sambil mengawasi keadaan disekitarnya. Shu En berulang kali memeriksa hawa keberadaan seseorang untuk memastikan keamanan, namun ia tidak dapat merasakan hawa keberadaan seseorang sekitar 30 KM dari dirinya.
Hingga akhirnya setelah Shu En dan Lu Shin Rui sampai disebuah bukit yang sekitarnya tumbuh pohon bambu kuning, hawa keberadaan ratusan orang begitu terasa dan membuat keduanya memilih untuk berhenti berjalan.
Lu Shin Rui pun ikut mengamati dari atas bukit bersama Shu En sebelum akhirnya wanita itu menjelaskan kepada Shu En tentang beberapa tokoh penting di Hutan Bambu Kuning.
”Seingatku sekitar dua puluhan tahun lalu ada seorang kultivator jenius muda bernama Cao Jin dari Hutan Bambu Kuning. Aku rasa aura ini adalah miliknya. Aku pernah bertemu dengannya dimasa lalu dan dia bisa kita jadikan sekutu, En‘er.” Lu Shin Rui memberitahu.
“Tetapi setelah apa yang menimpa Hutan Bambu Kuning, aku pikir ini tidak mudah,” ujar Lu Shin Rui menambahkan.
“Jika mengajak dengan cara yang baik tidak bisa, aku tidak memiliki pilihan lain Bibi Lu.” Shu En menanggapi sambil tersenyum tipis, “Aku akan menggunakan kekerasan tergantung jawaban mereka!”
Lu Shin Rui pun menghela nafas panjang karena sikap Shu En yang sedang menggebu-gebu untuk bertarung. Memang Lu Shin Rui masih sulit untuk percaya jika seorang pemuda berumur enam belas tahun kultivasinya telah mencapai Alam Dewa, namun saat mendengar sendiri bagaimana masa lalu Shu En akhirnya Lu Shin Rui pun mempercayainya.
“Seseorang kultivator hebat sepertimu butuh seseorang yang menjadi parameter kewarasanmu En‘er. Kau membutuhkan seorang pendukung yang dapat mengawasimu jika tidak kau akan berbuat sembrono dan seenaknya.” Lu Shin Rui berkata sambil menghela nafas panjang.
Shu En yang mendengarnya pun tertawa kecil lalu menanggapi, “Aku tidak perlu khawatir karena aku sudah memiliki kalian semua termasuk dirimu Bibi Lu.”
“Apa maksudmu?! Kau!” Lu Shin Rui tersentak kaget karena ucapan Shu En. Wajahnya sedikit memerah sebelum ia kehilangan keberadaan Shu En yang sudah bergerak ke lokasi yang dituju.
__ADS_1
“Dasar bocah itu beraninya dia menggodaku!” Lu Shin Rui sedikit kesal namun ia tidak memungkiri jika hatinya merasa lega dan bahagia saat bersama Shu En.
Awalnya Lu Shin Rui ingin melihat bagaimana sepak terjangnya Shu En di dunia kultivator dalam membantu Yang Ruan. Namun tidak pernah ia sangka justru dirinya terlibat lebih jauh sampai hati dan perasaannya terbawa melepaskan logika yang ia jaga.
“Apa maksud kedatanganmu kemari anak muda?! Apa kau tidak melihat kami sedang mempersiapkan diri untuk bertarung?!”
“Aku kemari untuk melakukan negosiasi dengan pemimpin kalian!”
Lu Shin Rui terkejut saat melihat Shu En sudah berbincang dengan sosok pria paruh baya bernama Cao Jin. Tak lama Shu En pun dikelilingi puluhan kultivator yang mengintimidasinya.
“Lihatlah siapa yang datang! Bukankah kau adalah Dewi Air Lu Shin Rui dari Lembah Musim Hujan?! Apa yang kau lakukan bersama anak muda ini, Junior Lu?!” ujar pria bernama Cao Jin yang berdiri dihadapan Shu En.
“Lama tidak bertemu, Senior Cao! Kedatanganku kemari karena sedang melakukan perjalanan bersama anak muda itu!” Lu Shin Rui pun memberitahu.
Akhirnya Cao Jin memerintahkan kultivator yang mengepung Shu En untuk mundur. Obrolan pun terjadi diantara Shu En dan Cao Jin setelah mengetahui lokasi yang keduanya tuju.
“Aku mendengar kabar burung jika kau membantu Kekaisaran Yang bukan? Aku pikir kau seusia denganku tetapi kau sangatlah muda. Boleh tau siapa namamu, junior?” Cao Jin bertanya sambil memperhatikan kultivasi Shu En yang sulit untuk ia baca.
“Aku menyukai orang yang memiliki nyali! Maaf atas kelancangan diriku! Aku akan memberikan jawaban tentang ajakanmu untuk membantu pasukan militer Kekaisaran Tang...” Cao Jin pun menatap Shu En tajam sebelum memberikan jawaban, “Kami yang merupakan sisa-sisa dari kultivator Hutan Bambu Kuning tidak akan terlibat dalam urusan pemerintahan!”
Mendengar jawaban itu Shu En pun tertawa kecil dan memberikan peringatan kepada Cao Jin jika sifat keras kepala seperti itu akan membawa malapetaka.
“Ini mengenai Kekaisaran Yang dan bukan masalah politik. Kau berpikir aku memanfaatkan Ruan bukan? Jika kau berpikir seperti itu, maka dirimu salah besar, Senior.” Shu En pun menunjukkan aura tubuhnya dan membuat Cao Jin tersentak kaget.
“Patriark!”
“Menjauh darinya Patriark!”
Beberapa anggota Hutan Bambu Kuning langsung melindungi Cao Jin, namun tiba-tiba tubuh mereka terasa begitu berat. Tekanan intimidasi yang dilepaskan Shu En seolah-olah mengendalikan gravitasi disekitar sesuka hatinya.
“Kau! Apa kau berniat memancing perselisihan disini?!” ujar Cao Jin.
__ADS_1
“Sudah kubilang semua itu tergantung dari jawabanmu!”
BUG!!!
Tiba-tiba sebuah pukulan diperut Shu En menyapanya dengan hangat. Shu En melihat Lu Shin Rui yang menegurnya dan jangan mengambil jalan kekerasan.
“Kau sangat pandai mencari musuh, En‘er. Seharusnya kau menjelaskan kepada Senior Cao tentang dirimu itu lebih dahulu. Aku yakin mereka akan memahaminya.”
“Lalu bagaimana jika mereka tetap pada jawaban yang sama setelah aku bercerita, Bibi Lu?”
“Kau bisa melakukan apa yang kau mau.”
“Hehe... Baiklah.”
Melihat sikap Shu En yang berubah drastis setelah ditegur Lu Shin Rui membuat Cao Jin keheranan.
‘Anak muda ini langsung menurut setelah Junior Lu menegurnya! Aku tidak boleh lengah! Bisa saja dia adalah kultivator yang hebat sampai bisa membuat dirinya terlihat sangat muda!’ Cao Jin waspada dan membatin penuh curiga terhadap Shu En.
Akhirnya Shu En pun menceritakan tentang keinginan Yang Yufeng kepada dirinya. Bisa saja Shu En tidak perlu terlibat lebih jauh dengan masalah yang terjadi di negeri ini, namun semua ini terjadi karena ulah orang yang telah menghancurkan hidupnya dimasa lalu.
“Jadi pada akhirnya kau memiliki dendam pribadi pada Kekaisaran Tang bukan? Aku rasa kau sudah mengetahui jawabannya.” Cao Jin pun mengulurkan tangannya dan tersenyum.
“Jika kau berniat menciptakan sebuah pasukan yang dapat bertempur dengan Kekaisaran Tang, kau harus mengalahkanku! Jika kau menang, kau akan menjadi pemimpin kami semua yang merupakan kultivator terbuang ini!”
Merasa tertantang Shu En pun berjabat tangan dengan Cao Jin. Setelah itu Cao Jin meminta Lu Shin Rui menjadi wasit untuk pertarungan keduanya, namun tiba-tiba Shu En meminta semua kultivator Hutan Bambu Kuning untuk bersama-sama menyerang dirinya.
Mendengar itu Cao Jin pun mengerutkan keningnya dan langsung menatap Shu En tajam.
“Apa kau meremehkanku?!”
“Aku sama sekali tidak meremehkannmu, Senior Cao!”
__ADS_1
Percakapan singkat itu menjadi awal pertarungan Cao Jin dengan Shu En.