
...L.O.S.E 73 - Southern Dragon's Shadow...
Tepat setelah Shu En tertidur, beberapa orang yang mengawasi langsung bergerak menuju atap bangunan penginapan. Kelompok pasukan yang bergerak dimalam hari dan membunuh dalam kesunyian ini dikenal sebagai Bayangan Naga Selatan.
Bayangan Naga Selatan memiliki dua ketua bernama Lau Ma dan Zan Ya. Jika keduanya bekerjasama maka akan sangat sulit dikalahkan. Saat ini Lau Ma dan Zan Ya memprioritaskan untuk menangkap Tang Xia.
Namun kelompok Bayangan Naga Selatan telah salah memperhitungkan karena yang berada di penginapan hanyalah Shu En, sedangkan Tang Xia malah pergi ke Dunia Siluman menggunakan portal teleportasi untuk menemui Xue Xiaoya.
“Saudara Lau, bukankah langit malam ini tadi masih terlihat cerah. Mengapa tiba-tiba menjadi gelap?” Seorang pria yang menggunakan penutup wajah dan memegang pisau kecil bertanya pada pria disampingnya sambil menatap keatas langit.
“Aku merasakan firasat yang buruk soal ini...” Lanjut pria bernama Zan Ya.
Sementara itu pria bernama Lau Ma menoleh keatas dan merasakan hal yang sama dengan Zan Ya. Keduanya bisa merasakan sedikit energi Qi dari gemuruh petir diatas sana dan itu membuat mereka berdua menjadi waspada.
Lau Ma langsung memberi isyarat pada bawahannya untuk berhenti bergerak, begitu juga dengan Zan Ya. Mereka berdua mengira apa yang terjadi diatas langit berhubungan dengan seseorang yang berada di penginapan.
“Aku akan menemui pemilik penginapan dan pelayan disana. Tunggu tanda dariku sebelum melakukan pergerakan.” Lau Ma mengatur ulang rencana dan turun kebawah.
Zan Ya hanya mengikuti dan terus mendeteksi hawa keberadaan yang telah menghilang. Tak lama Zan Ya dihubungi Tang Lang melalui telepati dan memberitahu jika penyusup yang mereka incar memiliki kemampuan untuk berpindah tempat.
‘Pantas saja aura yang kuendus menghilang. Namun aku masih merasakan aura yang lain. Dari yang kudengar, gadis itu pergi bersama seorang pemuda. Aku yakin pemuda yang dimaksud adalah Shu En.’ Zan Ya membatin dan telah mengetahui sejumlah informasi berkat keterampilannya.
Selain dipercaya oleh Tang Lang, Zan Ya mencaritahu sendiri pergerakan penyusup ke Kekaisaran Tang. Malam ini Zan Ya akan menuntaskan tugasnya dan berniat kembali ke Pulau Utama Tang dengan kabar yang gembira.
“Semuanya! Tanda dari Saudara Lau sudah terlihat! Mari bergerak!” Zan Ya memberitahu puluhan anggota Bayangan Naga Selatan yang berada diatas atap penginapan dan bangunan sekitarnya.
Dibawah sana terlihat para pengunjung keluar begitu juga dengan pemilik penginapan dan para pelayannya. Tak lama Lau Ma memberi isyarat kembali dan beberapa anggota Bayangan Naga Selatan masuk melewati jendela penginapan.
__ADS_1
Kamar yang masuki adalah kamar yang digunakan Shu En untuk beristirahat, sebagian ada yang masuk kedalam kamar Tang Xia. Apa yang mereka temukan ada keberadaan Tang Xia yang menghilang dan hanya Shu En yang sedang tertidur pulas.
Anggota Bayangan Naga Selatan yang melihat Shu En tertidur menjadi heran. Sangat aneh karena mereka baru pertama kali melihat seorang kultivator dengan kemampuan tinggi tertidur pulas dan menurunkan penjagaannya.
“Hati-hati. Kita tikam pria ini bersama-sama.” Salah satu anggota Bayangan Naga Selatan memberi isyarat dengan pelan sambil berjalan mendekati Shu En.
Setelah berada dihadapan Shu En, sekitar lima anggota Bayangan Naga Selatan yang memegang pisau kecil beracun langsung mengarahkan pisau itu keperut Shu En.
Jleb...
Lima pisau kecil menembus perut Shu En dan menyebarkan racun yang akan membuat Shu En tidak dapat berjalan. Akibat dari serangan dadakan ini, Shu En membuka matanya dengan malas dan menemukan lima orang yang sedang memegang pedang kecil.
Kelima orang itu hendak mengincar kedua tangan dan lehernya. Mata Shu En pun melebar dan reflek membekukan tubuh kelima orang yang menikam dirinya. Dengan ekspresi begitu malas Shu En bangun sambil memegangi perutnya.
“Aku ingin tidur nyenyak... Kenapa Kakak Xia tidak pengertian dan membiarkan aku tertidur dengan nyenyak. Setidaknya dia berjaga dan bisa mengatasi semua ini.” Shu En mengeluh dan mengeluarkan Api Phoenix pada perutnya.
Shu En dapat menetralisir racun dalam tubuhnya. Namun saat ini Shu En sedang dalam kondisi yang membuatnya malas untuk bergerak.
“Dia membekukan teman kita! Serangan dia bersamaan!”
Salah satu anggota Bayangan Naga Selatan menyerang Shu En disusul yang lainnya, sedangkan yang lainnya memberi isyarat pada anggota yang berjaga diluar.
“Jika benar maka pria ini adalah Shu En! Penggal kepalanya!”
“Aku akan incar tangannya!”
“Jangan lengah! Dia dapat membekukan lima orang dengan mudah!”
__ADS_1
Melihat beberapa orang datang kearahnya, Shu En pun mengusap wajahnya dengan kasar dan berteriak marah karena waktu tidurnya diganggu.
“Keparat! Sialan! Bisa tidak jangan ganggu waktu istirahatku?!” teriak Shu En dan menggunakan kemampuan gravitasinya secara tiba-tiba.
Shu En menghilang beban yang ada disekitarnya. Orang-orang yang menyerang dirinya pun kehilangan keseimbangannya dan Shu En menggunakan itu untuk menghempaskan tubuh mereka keluar penginapan.
“Apa ini? Kenapa tubuhku melayang diudara dan tidak bisa digerakkan?” Salah satu anggota Bayangan Naga Selatan kebingungan.
“Awas! Tubuhmu akan menabrakku!” Anggota Bayangan Naga Selatan yang lain mengingatkan.
Melihat anggota Bayangan Naga Selatan terhempas keluar penginapan, Shu En langsung kembali duduk ditepi ranjang dan memejamkan matanya.
Saat itu juga Shu En merasakan hawa keberadaan yang tidak wajar diatas langit Kota Hanju. Bukan itu saja keberadaan kelompok Bayangan Naga Selatan ini setara dengan pasukan yang dapat menghancurkan sebuah kota.
‘Mengirim regu pembunuh dengan pasukan seperti ini, sepertinya pergerakan kami disadari dan mereka tidak peduli jika pertempuran ini akan menghancurkan kota ini!’ Shu En membatin dan tersenyum dingin sebelum merasakan energi Qi yang besar dari arah atas.
Benar saja tak lama sebuah kilatan petir menghancurkan atap penginapan dan memperlihatkan sosok Zan Ya yang memegang pedang.
“Matilah dan jangan buat kekacauan dinegeri ini!”
Zan Ya dengan gerakan yang lincah membuat Shu En terkejut saat pedang yang dialiri energi Qi itu sudah berada tepat didepan lehernya.
‘Pergerakannya sangat cepat... Sial! Dia memaksaku untuk bertaruh!’ Shu En membatin dan tidak berpikir banyak dalam waktu yang sangat singkat itu.
Dengan mengalirkan energi Qi pada sekujur lehernya, Shu En yang telat bereaksi menerima tebasan pedang tajam Zan Ya.
Kilat petir berwarna ungu langsung menggelegar menghancurkan seisi kamar saat pedang milik Zan Ya bersentuhan dengan leher Shu En.
__ADS_1