Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 18 - Big Plan, Shu En.


__ADS_3

L.O.S.E 18 - Big Plan, Shu En.


ARC 1 - Fall To Rise


Semua hal disekitar Shu En membeku kecuali orang-orang yang ada disana. Shu En menggunakan kemampuan Feifei yang merupakan Phoenix Es dan itu membuat Xu Wang tidak berkutik begitu juga dengan para jendral kekaisaran.


“Sebelum membunuhmu, ada yang ingin aku tanyakan pada mereka mengenai kejadian di keluarga Liu dan alasan mengapa Liu Bai tidak ada disini...”


Semua jendral kekaisaran nampak memucat wajahnya saat Shu En mendekat kearah mereka. Tanpa pengampunan dan belas kasih, Shu En menyiksa mereka dan mengorek informasi tentang apa yang mereka lakukan.


Yang Ruan memejamkan matanya saat melihat sisi lain Shu En yang kejam, sedangkan Xu Kai terlihat tidak percaya dengan kekuatan tersembunyi Shu En.


Teriakan demi teriakan dari para jendral kekaisaran menggema sebelum akhirnya mereka mati dengan sendirinya karena kehabisan darah. Setelahnya Shu En berjalan menghampiri Xu Wang dan langsung mencekik lehernya dengan keras.


“Raja Belakang Buas... Kau kuat, tapi kau bukanlah tandinganku!”


Xu Wang mencoba tersenyum lebar mendengar ucapan Shu En kepadanya. Memang harus Xu Wang akui jika Shu En memiliki kemampuan jauh diatas dirinya, namun sebagai petinggi Pagoda Tujuh Warna, Xu Wang mengenal orang-orang yang jauh lebih berbahaya.


“Dua orang yang kukenal memiliki kemampuan yang mengerikan. Dia adalah Shu Liang dan Tang Lang. Kau bukanlah tandingan mereka berdua-”


KREK!!!


Suara leher hancur terdengar. Sebelum Xu Wang menyelesaikan ucapannya, kakek tua itu mati ditangan Shu En.


“Sial... Aku berlebihan...”


Dengan menghela nafas panjang, Shu En melepaskan aura berwarna hitam pekat yang terlihat sedang menyerap aura Xu Wang yang masih tersisa.


Bersamaan dengan itu sebuah pukulan melayang dikepalanya. Tang Xia nampak meminta penjelasan karena Shu En tidak berpikir jernih dan terpancing perkataan Xu Wang, sehingga langsung membunuh kakek tua itu ketika menyebut nama Shu Liang dan Tang Lang.

__ADS_1


“Bodoh! Kita kehilangan sumber informasi berharga!” kesal Tang Xia dengan tindakan Shu En.


“Tenanglah, Kakak Xia. Kita belum kehilangan sepenuhnya, aku sedang menyerap informasi itu langsung dari dalam pikirannya yang tersisa...”


Shu En menggunakan teknik yang ia pelajari di Dunia Siluman dan menggunakannya kepada Xu Wang. Dengan kemampuan ini, Shu En bisa menyerap aura pembunuh Xu Wang sekaligus semua informasi yang tersimpan rapat dikepala Xu Wang.


“Baguslah, kau membuktikan bahwa dirimu berguna.” Tang Xia menanggapi dengan ketus.


“Apa masalahmu?” sahut Shu En.


“Masalahku? Seharusnya kau membiarkan aku menginterogasi mereka! Kau cukup memainkan peranmu sebagai pria lemah saja, bodoh! Jika begini peran kita sudah ketahuan Tuan Putri dan pengawalnya!”


“Ah, benar juga, tapi tidak masalah. Jika mereka berdua membahayakan, kita bis membunuh mereka.”


Seketika tubuh Yang Ruan gemetar ketakutan begitu juga dengan Xu Kai. Melihat Shu En mengatakan itu dengan ekspresi tersenyum tentu saja menjadi kengerian tersendiri bagi mereka.


Shu En pun mengepalkan tangannya dan tersenyum dingin sambil menatap Tang Xia. Shu En memutuskan akan menjalankan rencana yang ia pikirkan dengan matang di Dunia Siluman.


“Kakak Xia, bagaimana pendapatmu?”


Tang Xia tersenyum mendengar pertanyaan Shu En. Tentu saja saat ini Tang Xia sudah tidak bisa bersabar untuk melakukan pergerakan ke Kekaisaran Tang ataupun Kekaisaran Shu.


“Kau tidak perlu menanyakan hal itu, Adik Shu! Darahku sudah mendidih selama beberapa tahun belakangan ini!”


Shu En pun tersenyum dan langsung mengalihkan pandangannya kearah Yang Ruan dan Xu Kai.


“Tuan Putri, seperti yang kalian lihat, kami berdua adalah orang yang akan memulai peperangan besar di benua ini! Kami telah melewati masa lalu yang kejam dan pilu seperti dirimu! Apa yang kau lakukan setelah mengetahui semua ini?!” ujar Shu En kepada Yang Ruan.


Hari Yang Ruan dipenuhi perasaan yang penuh akan keputusasaan dan amarah yang membara. Dua sisi itu bergejolak dan mempengaruhi mental Yang Ruan. Namun melihat Shu En dan Tang Xia yang ternyata senasib dengannya, Yang Ruan memutuskan untuk membantu Shu En dan Tang Xia menjalankan rencana mereka.

__ADS_1


“Aku akan melindungi negeri yang diwariskan orang tuamu padaku dan membalaskan kematian mereka! Ajak aku bersama kalian berdua, Pendekar En, Nona Xia!”


Shu En dan Tang Xia tersenyum melihat Yang Ruan melewati perasaan mentalnya yang hancur. Kemudian Shu En menjelaskan kepada Yang Ruan dan Xu Kai tentang identitas mereka dengan baik.


Mengetahui latar belakang Shu En dan Tang Xia tentu membuat Yang Ruan dan Xu Kai terkejut. Keduanya tidak percaya jika Shu En adalah pewaris tahta yang asli dari Kekaisaran Shu, sedangkan Tang Xia merupakan anak semata wayang dari Kaisar Tang sebelumnya.


“Sebenarnya, aku tertarik akan kemampuan Xu Kai dan Liu Bai. Namun melihat dirimu yang menderita, mengingatkanku pada dirimu dimasa lalu. Untuk itulah aku melakukan tindakan ini karena tidak ingin diriku itu menderita,” ucap Shu En kepada Yang Ruan dengan jujur.


“Terimakasih, Pendekar En. Dalam seumur hidupku, aku tidak akan melupakan jasamu ini,” balas Yang Ruan.


“Ehem! Ehem!”


“Bukankah ada satu hal yang harus kau lakukan, Adik Shu?”


Tang Xia menegur Shu En dan Yang Ruan, lalu mengingatkan tentang kondisi Kakeknya Yang Ruan yang terbaring lemah.


“Kakekmu, Tuan Putri, beliau harus segera ditangani atau semua akan terlambat.”


Yang Ruan tersadar dan langsung panik, Shu En tertawa pelan dan menyentil kening Yang Ruan pelan.


“Tenanglah, Tuan Putri, kita akan menyembuhkannya.”


“Masalah anggota Pagoda Tujuh Warna, biar aku yang mengurusnya,” ujar Tang Xia.


“Dan kau, Xu Kai, pastikan menutupi kejadian ini. Sembunyikan identitas kami dan buatlah Pagoda Tujuh Warna sebagai dalangnya.” Tang Xia dengan tegas berkata demikian.


“Aku mengerti... Nona...”


Xu Kai pun perlahan bangkit. Setelah itu mereka semua berpencar untuk menyelesaikan urusan yang tertunda. Shu En dan Yang Ruan menuju Istana Yang untuk menyembuhkan Kakek Yang Ruan, Xu Kai mencoba menenangkan kepanikan para penduduk dan memberitahu dalang penyerangan semua ini adalah Pagoda Tujuh Warna, sedangkan Tang Xia menghabisi semu anggota Xu Wang yang tersisa.

__ADS_1


__ADS_2