Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 38 - Ma Juan


__ADS_3

L.O.S.E 38 - Ma Juan


ARC 2 - Blue Moon War


Shu En menoleh keatas dan mengetahui bahwa orang yang mengendalikan semua ini berada diatas. Kemampuannya cukup unik karena dapat mengendalikan semua benda yang ada di kota dan membuatnya menjadi senjata.


“Bibi Lu, aku akan keatas sana.” Shu En berkata dengan lembut kepada Lu Shin Rui sebelum melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah yang besar.


Sebelum Lu Shin Rui memberikan jawaban, Shu En sudah menghilang dari pandangannya dan melompat keatas. Lu Shin Rui melihat Shu En menciptakan sebuah pedang dan langsung melepaskan satu tebasan yang terlihat seperti membelah awan.


Diatas sana Shu En langsung menemukan lokasi kultivator misterius tersebut. Shu En pun menyapa kultivator itu dengan satu serangan mematikan yang ditepis langsung menggunakan oleh tangan sang lawan.


“Bukankah kau tidak memiliki sopan santun karena menyerang seseorang tidak dikenal?!” ujar kultivator itu dan membuat Shu En tertawa kecil.


“Kau sendiri melakukan hal yang sama bukan?” sahut Shu En.


Kultivator yang mencegat Shu En dan Lu Shin Rui adalah salah satu dari tiga kultivator Jalan Naga Hitam yang dikenal sebagai Ma Juan.


Kedatangan Ma Juan ke Kekaisaran Yang adalah untuk menjalin kerjasama dengan Pegunungan Seribu Es, namun kedatangannya ditolak sehingga ketiga kultivator Jalan Naga Hitam itu mengambil jalan untuk membinasakan semua kultivator Pegunungan Seribu Es.


“Rencana kami akan berhasil! Tentu aku tidak boleh membiarkan siapapun lewat atau pergi menuju kesana!” Ma Juan pun melepaskan Qi dalam jumlah yang besar.


Dari bawah Shu En terlihat puluhan bangunan membentuk sebuah kepalan tangan dan seperti berusaha mencengkram tubuh Shu En. Namun Shu En dapat menghindarinya dan beberapa detik kemudian kepingan bangunan itu menjadi serpihan yang kecil dan membentuk ratusan pedang.


“Apa kau belum mengetahui siapa diriku ini?” Shu En menghancurkan semua serangan yang dilepaskan Ma Juan dengan mudah sebelum mempersingkat jarak.

__ADS_1


“Serangan seperti ini tidak akan mampu melukaiku sedikitpun!”


Setelah mempersingkat jarak, Shu En pun melepaskan satu tebasan yang membuat tubuh Ma Juan terhempas kebawah. Tanpa ampun Shu En langsung mengunci pergerakan Ma Juan dan berniat menginterogasi pria tersebut.


“Sepertinya aku tidak beruntung...” Ma Juan pun menyadari bahwa dirinya tidak akan dapat mengalahkan Shu En.


Walau harus menggunakan segenap kekuatannya sekalipun, Ma Juan sangat yakin jika dirinya tidak dapat mengalahkan Shu En. Akhirnya Ma Juan pun melihat keberadaan Lu Shin Rui dan berniat menggunakan kelicikannya kepada wanita tersebut.


Namun Shu En menyadari perubahan raut wajah Ma Juan dan langsung mengarahkan pedangnya pada wajah pria tersebut.


“Katakan padaku apa yang kau lakukan disini dan apa tujuanmu?!”


Ma Juan sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan Shu En sampai dirinya merasakan Aura Iblis yang dilepaskan Shu En.


Sekujur tubuh Ma Juan pun berkeringat dingin dan terasa berat. Hanya dalam hitungan detik tubuhnya lunglai tak bertenaga dan langsung tunduk dihadapan Shu En.


Ma Juan mengumpat dan menyadari bahwa hari ini adalah hari sialnya karena orang yang datang ke Kota Tak Berpenghuni adalah Shu En.


‘Siapa orang ini? Apakah dia orang yang sama di Xudong? Akan sangat berbahaya bagiku berhadapan dengannya!’


Ma Juan membatin dan memikirkan berbagai cara untuk melarikan diri. Situasi sekarang sama sekali tidak ada celah dan penuh dengan sebuah intimidasi. Seolah-olah dapat membaca pikirannya, Ma Juan terkejut saat tiba-tiba tangan Shu En mencekik lehernya.


“Sepertinya kau tidak mau berbicara!” ucap Shu En saat hendak menggunakan kekuatannya kepada Ma Juan.


Namun sebelum Shu En melakukannya, ia merasakan getaran yang besar pada tanah dan tak lama gerombolan Hewan Buas datang menghancurkan apa saja yang ada dihadapan mereka.

__ADS_1


Shu En pun melempar tubuh Ma Juan dan mengumpat saat melihat ini. Sementara Shu En yang berniat memberi peringatan kepada Ma Juan bahwa apa yang dilakukan pria itu sama sekali tidak berguna, Lu Shin Rui mencegah Ma Juan untuk melarikan diri.


“Jangan coba menghalangiku!” Ma Juan menyerang Lu Shin Rui dengan beberapa pukulan yang bertenaga.


Lu Shin Rui menangkis dengan lembut dan memberikan perlawanan yang sengit. Secara kultivasi Lu Shin Rui berada dibawah Ma Juan namun ketenangan Lu Shin Rui membuat wanita itu dapat mengimbangi serangan Ma Juan yang tidak teratur dan terburu-buru.


‘Ini buruk! Aku harus kembali dan memberitahu mereka berdua!’ Ma Juan membatin saat melihat Shu En menghabisi gerombolan Hewan Buas yang dirinya panggil.


“Bukankah kau terlalu terburu-buru? Alangkah baiknya kita mengobrol sejenak disini.” Lu Shin Rui berkata sambil melepaskan Qi untuk melindungi dirinya.


“Matamu mengobrol sejenak! Nyawaku sedang diujung tanduk wanita sialan!” Ma Juan mengumpat dan hendak melepaskan serangannya namun pundaknya ditepuk Shu En.


“Kau kewalahan melawan seorang perempuan.”


Seketika wajah Ma Juan berkeringat dingin saat melihat tumpukan gerombolan Hewan Buas yang mati ditangan Shu En. Apa yang terjadi selanjutnya adalah hal yang tidak Shu En sangka karena Ma Juan menotok titik meridiannya dan mengambil jalan untuk mengakhiri nyawanya sendiri.


“Kau!” Shu En pun langsung melompat ke depan Lu Shin Rui dan menggendong tubuh wanita itu.


“En‘er!” Lu Shin Rui memekik panik karena tiba-tiba tubuhnya digendong Shu En.


Shu En pun melompat keatas bersamaan dengan tubuh Ma Juan yang bercahaya. Tak lama tempat yang mereka pijak sebelumnya itu langsung hancur saat tubuh Ma Juan meledak.


“Beruntung kau menyadarinya En‘er... Jika tidak entah apa yang terjadi pada kita berdua...” Lu Shin Rui pun merangkul leher Shu En setelah mengatakan itu.


“Aku pikir dirimu mengambil kesempatan dalam kesempitan.” Lu Shin Rui melanjutkan dan tertawa kecil.

__ADS_1


“Orang itu sama sekali tidak membiarkan diriku mengambil secuil informasi darinya.” Shu En menanggapi lalu menatap wajah Lu Shin Rui yang begitu dekat dan tersenyum hangat, “Tetapi hal ini tidak buruk juga.”


Wajah Lu Shin Rui pun tiba-tiba memerah saat menyadari ketampanan Shu En yang sembilan belas tahun lebih muda darinya.


__ADS_2