Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 118 - Beautiful Night


__ADS_3

...L.O.S.E 118 - Beautiful Night...


Berbeda dengan Shu En yang kultivasinya telah mencapai Alam Dewa, Xhin Diao dan wanita bernama Jia Xiang Yi terbilang memiliki kondisi tubuh yang sangat lemah. Keduanya bukanlah seorang kultivator dan saat terkena Kutukan Iblis, kedua wanita itu tidak dapat menjalani aktivitas seperti Shu En.


Xhin Diao dan Jia Xiang Yi hanya bisa berbaring di ranjang seharian dan menjalani keseharian yang suram setelah Shu En menjelaskan semuanya kepada mereka. Namun kedua wanita itu merasa beruntung karena Shu En dan Hong Zi Ran berusaha menyelamatkan keduanya.


Setelah mengobrol akhirnya Shu En mengetahui jika Jia Xiang Yi adalah istri dari Jia Song dan telah mengalami pelecehan selama beberapa tahun ini semenjak Jia Song dikendalikan Ling Shan.


“Jadi Tuan Muda adalah Kaisar Shu? Aku sempat mendengar kabar jika Benua Bulan Biru juga akan menjadi target kelompok makhluk biadab itu, tetapi aku tidak menyangka Tuan Muda telah membunuh mereka semua.” Jia Xiang Yi berkata kepada Shu En sambil mencoba bangkit dari tidurnya.


“Nyonya Jia, tidak usah terlalu formal. Kau bisa memanggilku En‘er atau namaku.” Shu En menggaruk pipinya sambil menatap wajah Jia Xiang Yi.


“Kalau begitu kau juga bisa memanggilku Bibi seperti yang kau lakukan kepada Bibi Hong.” Jia Xiang Yi tersenyum ramah.


Shu En hanya menganggukkan kepalanya sebelum keluar dari ruangan untuk membuat beberapa ramuan penguat tubuh untuk Jia Xiang Yi dan Xhin Diao. Sementara itu didalam ruang pengobatan, Hong Zi Ran mengobrol dengan Jia Xiang Yi dan Xhin Diao.


“Jadi dia adalah anak yang selalu kau bicarakan, Zi Ran?” tanya Xhin Diao.


“Benar, Diao. En‘er adalah anak dari mendiang seniorku. Senior yang lima tahun lebih tua dariku. Aku tidak menyangka dia sudah tumbuh menjadi anak laki-laki yang dapat diandalkan.” Hong Zi Ran tersenyum mengingat masa lalunya.


“Setelah mengalami kejadian memilukan itu, jujur saja aku ingin mengakhiri hidupku tetapi apa yang dikatakan En‘er ada benarnya, aku tidak bisa meninggalkan tanggung jawab sebagai orang yang memiliki darah kekaisaran. Kekaisaran Jia membutuhkanku.” Jia Xiang Yi bergumam saat mengingat ucapan Shu En beberapa waktu lalu setelah dirinya sadar.


Hong Zi Ran dan Xhin Diao saling berpandangan satu sama lain mendengar ucapan Jia Xiang Yi. Apa yang keduanya rasakan saat ini sama, mereka mengerti penderitaan dan beban yang ditanggung Jia Xiang Yi.


Akhirnya Hong Zi Ran, Xhin Diao dan Jia Xiang Yi menjadi lebih akrab dan terbuka. Ketiga wanita ini mengalami kondisi dan situasi yang serupa dimasa lalu, membuat ketiganya saling terbuka satu sama lain dan mendukung.


“Aku akan menyiapkan makan malam. Aku tinggal sebentar.” Hong Zi Ran berpamitan untuk pergi ke dapur istana.


“Zi Ran, tolong bawakan aku Apel Es yang tadi pagi dirimu bawa. Tubuhku merasa lebih sehat setelah memakannya,” ucap Xhin Diao meminta tolong.

__ADS_1


“Baiklah, Diao. Didapur banyak buah-buahan yang dibawa En‘er, aku akan membawa buah yang lain juga.” Hong Zi Ran tersenyum lalu menatap Jia Xiang Yi dan berkata, “Apa kau tidak menginginkan sesuatu, Xiang Yi?”


“Aku... Sepertinya aku tidak terlalu menginginkan sesuatu,” ucap Jia Xiang Yi sambil menggelengkan kepalanya.


Kemudian Hong Zi Ran pergi ke dapur dan tak lama Shu En datang membawa minuman hangat untuk Xhin Diao dan Jia Xiang Yi.


“Bibi Xhin, Bibi Jia, apa kalian berdua tertarik berlatih menguasai Energi Iblis?” Shu En membuka pembicaraan dan mencoba menawarkan.


Jia Xiang Yi tersedak mendengar ucapan Shu En dan terkejut.


“En‘er, aku lebih baik mati daripada menjadi Iblis seperti mereka!” ujar Jia Xiang Yi dengan tatapan tegas.


Shu En tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Maafkan perkataanku, Bibi Jia. Maksudku...” Kemudian Shu En menjelaskan kepada Jia Xiang Yi dan Xhin Diao yang berniat mengajarkan kedua wanita itu untuk menguasai Energi Iblis dan memulai berkultivasi dibawah arahan darinya.


Demi menekan penyebaran Kutukan Iblis yang cepat, cara itu adalah yang paling efektif untuk keduanya terlebih jika telah menguasai Energi Iblis maka Jia Xiang Yi dan Xhin Diao dapat mengontrol penyebaran Kutukan Iblis.


Saat mengatakan hal itu sebenarnya Shu En merasakan kehadiran Hong Zi Ran dibalik pintu ruangan, namun dia penasaran mengapa Hong Zi Ran tidak masuk dan malah menjauh dari ruang pengobatan.


Ekspresi Xhin Diao dan Jia Xiang Yi nampak memucat. Keduanya menyadari apapun yang mereka usahakan pada akhirnya mereka tetap akan menjadi Ras Immortal.


“Aku rasa lebih baik kita harus menguasai Energi Iblis, Xiang Yi.” Xhin Diao berkata sebelum menambahkan, “Walau pada akhirnya apapun yang kita lakukan sia-sia...”


“Pada akhirnya kita tetap akan menjadi Iblis... Tidak berakal dan menghisap darah manusia...”


Xhin Diao terlihat putus asa. Jia Xiang Yi juga demikian. Melihat kedua wanita ini, Shu En ingin menolong mereka dan membantu namun dirinya tidak mungkin mengatakan kepada Xhin Diao dan Jia Xiang Yi tentang kelebihan Tubuh Dewa Iblis.


“Besok, aku akan kembali kemari.” Shu En berpamitan karena merasa bersalah kepada Xhin Diao dan Jia Xiang Yi telah memberitahu kondisi penyebaran Kutukan Iblis pada tubuh mereka.

__ADS_1


Setelah kepergian Shu En, Jia Xiang Yi secara tidak sadar meneteskan air matanya dan merasa begitu putus asa. Wanita itu menangis dan membuat Xhin Diao yang berada disampingnya ikut menangis.


Hong Zi Ran yang hendak masuk kedalam ruang pengobatan pun mengurungkan niatnya karena mendengar kedua sahabatnya itu menangis dalam kondisi putus asa.


‘Apa tidak ada yang bisa kulakukan untuk mereka berdua?’ ujar Hong Zi Ran dalam hatinya.


Malam itu setelah makan malam bersama Jia Xiang Yi dan Xhin Diao, Hong Zi Ran memberanikan diri untuk menemui Shu En yang berada di lantai teratas istana.


Didalam sebuah ruangan yang memiliki ornamen naga dan terbuat dari emas, Hong Zi Ran membuka kamar yang digunakan Shu En. Disana tidak ada keberadaan Shu En dan hanya ada pakaian yang digunakan Shu En tergeletak diatas ranjang.


‘Dimana En‘er?’ ujar Hong Zi Ran dalam hati dan memilih untuk merapikan pakaian Shu En lalu berdiri didekat jendela menatap rembulan yang terlihat dari kamar Shu En.


“Seharusnya aku tidak mengatakan itu kepada Bibi Xhin dan Bibi Jia... Aku benar-benar lelaki yang buruk dan tidak berguna...”


Saat sedang menikmati pemandangan dari jendela kamar Shu En, tiba-tiba Hong Zi Ran mendengar suara Shu En yang datang dari arah ruangan didalam kamar dan tak lama pintu ruangan itu terbuka dan memperlihatkan sosok pemuda tampan yang baru saja membersihkan tubuhnya.


“Bibi Hong? Kenapa Bibi ada dikamarku?”


Ketika Hong Zi Ran hendak mengatakan sesuatu, suaranya tertelan dan membisu saat pandangan matanya jatuh pada sosok Shu En yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Pemuda itu hanya menutupi tubuh bagian bawahnya menggunakan kain putih.


“Kenapa kamu di sini, En‘er?!” Hong Zi Ran panik dan langsung menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu.


Shu En mengerutkan keningnya heran.


“Ini kamarku, Bibi Aku baru saja selesai mandi dan seharusnya aku yang terkejut karena melihat Bibi sudah ada dikamarku.” Shu En menatap Hong Zi Ran penuh makna dan berjalan mengambil pakaiannya.


Lalu dengan santainya Shu En memakai pakaiannya dan duduk diatas ranjang.


“Bibi, aku tahu apa yang ingin kau bicarakan. Duduklah.” Shu En meminta Hong Zi Ran duduk disampingnya.

__ADS_1


Hong Zi Ran mengikuti ucapan Shu En dan duduk disamping pemuda itu. Keduanya diam membisu dan tidak ada yang memulai obrolan sampai pada akhirnya Shu En memberanikan diri berbicara kepada Hong Zi Ran.


__ADS_2