
...L.O.S.E 70 - Anger Breath...
Pulau Utama Tang, Kekaisaran Tang.
Hari ini Ibukota Tangzhen akan kedatangan tamu dari Kekaisaran Shu untuk berkunjung yakni Kaisar Shu bersama petinggi militer kepercayaannya.
Sebelum kedatangan Kaisar Shu, Tang Lang mengadakan pertemuan singkat dengan petinggi militer yang baru. Wajah lama yang pernah mengisi posisi ini kembali dipercaya Tang Lang untuk menjadi orang kepercayaannya.
“Terimakasih karena kalian telah memenuhi undangan dariku. Sebelum kedatangan Saudara kita dari Kekaisaran Shu, aku ingin memberitahu kalian tentang penyusup yang ada di Shendong.” Tang Lang menatap empat pria paruh baya yang sedang bersujud dihadapannya dan menjelaskan.
Tang Lang berasumsi jika orang yang menyusup ke Kelas Tang adalah Shu En. Kemungkinan besar Shu En tidak akan menyerang secara terang-terangan dan akan menjalankan rencana dengan hati-hati.
“Aku baru saja mendapatkan info dari keluarga Zhuge, jika penyusup itu telah membunuh salah satu anggota keluarga Han. Aku ingin salah satu dari kalian memastikan kebenarannya.” Tang Lang memberikan perintah.
“Mohon maaf Yang Mulia. Hamba mendengar kabar burung jika konflik antara keluarga Han dan keluarga Zhuge semakin memanas. Ditengah situasi ini, alangkah lebih baiknya kita memberikan peringatan kepada mereka.” Pria sepuh yang menjabat sebagai Panglima Tang yang baru berbicara.
“Untuk itu hamba ingin meminta izin agar Jendral Song Baihan dan Jendral Lu Guishan yang mengawasi dua keluarga bangsawan ini.”
Mendengar saran dari pria sepuh itu, Tang Lang pun menyetujuinya. Mengingat Kekaisaran Tang sekarang menjadi tempat yang benar-benar dibawah kendalinya, Tang Lang tidak terlalu mengkhawatirkan bagaimana Shu En menyusup kemari.
‘Keluarga bangsawan yang setara dengan puluhan sekte besar. Kekuatan mereka tunduk dibawahku. Yang kuat berhak berkuasa dan yang lemah ditindas. Mereka semua bertekuk lutut padaku. Semua kekuatan ini karena pengaruh Tuan Long Wang.’ Tang Lang membatin dan tersenyum penuh percaya diri dapat menemukan Shu En.
“Panglima Song Ba, aku ada tugas untukmu. Pergilah ke Provinsi Han bersama Jendral Lu Konghai. Jika menemukan orang yang tidak memiliki tanda kependudukan Tang, tangkap dan bunuh.” Tang Lang memberikan titah.
__ADS_1
Pria sepuh yang merupakan seorang Panglima Tang langsung menjawab penuh hormat sebelum pergi bersama pria paruh baya meninggalkan Istana Tang.
Selepas kepergian semua petinggi militer, Tang Lang berdiri dari singgasananya dan melirik kearah dinding istana. Tak lama sebuah portal terlihat disana dan memperlihatkan Qiong Shan yang sedang memegang daging sambil berjalan keluar dunia dimensi.
“Apa sudah dipastikan jika penyusup itu hanya satu orang? Ada kemungkinan dipihak mereka ada kultivator yang memiliki teknik seperti diriku.” Qiong Shan memberikan peringatan kepada Tang Lang.
“Kita bisa saja berasumsi seperti itu. Namun teknik milikmu itu sangat jarang ditemukan. Bukankah Tuan Long Wang juga sudah mengatakannya padamu?” Tang Lang berpikir Shu En menyusup ke Kekaisaran Tang karena termakan amarah akibat pembantaian yang dilakukan Xu Xiao Chi.
“Tetapi untuk berjaga-jaga aku akan mengirimkan semua anggota Bayangan Naga Selatan untuk mencari penyusup ini. Saat ini dia sedang dalam perjalanan ke Provinsi Han.” Tang Lang memberitahu Qiong Shan.
Dengan kemampuannya, Tang Lang dapat mendeteksi penyusup yang memasuki wilayah Kekaisaran Tang. Orang yang menyusup adalah Tang Xia sedangkan Shu En dipindahkan oleh Tang Xia melakukan teknik teleportasi.
Tang Lang tidak menyadari jika ada dua orang yang menyusup. Selain itu perselingkuhan antara keluarga Zhuge dan keluar Han lebih parah dari yang Tang Lang perkirakan.
“Bayangan Naga Selatan? Mereka adalah pasukan yang bengis. Aku akan ikut mengamati.” Qiong Shan pergi setelah berkata demikian.
Sementara itu di perairan yang memasuki wilayah Provinsi Han terlihat Shu En dan Tang Xia sedang berlari menapaki air sungai. Keduanya terlihat seperti orang yang sedang berlomba untuk mencapai tempat tujuan mereka.
“Apa kau tidak ingin mengalah Kakak Xia? Didepan sana ada dua kapal yang sedang berlayar kemari!” ujar Shu En sambil mempercepat tempo pergerakannya.
Tang Xia tertawa kecil, “Mengalah? Jika mereka musuh, kita tinggal menghancurkannya saja! Apa kau takut ketahuan Adik Shu?”
Shu En menggelengkan kepalanya, “Mari kita lihat siapa yang mengalah!”
__ADS_1
Pada akhirnya keduanya bergerak dengan kecepatan tinggi menuju pelabuhan yang ada di Provinsi Han. Jarak mereka berdua dengan dua kapal yang sedang berlayar semakin mendekat. Baik Tang Xia ataupun Shu En tidak ada yang mau mengalah.
Saat bayangan dua kapal yang berlayar semakin jelas, barulah Shu En dan Tang Xia memusatkan energi Qi pada kedua kaki mereka sebelum melompat keatas dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju Provinsi Han.
“Kau yang duluan melompat! Jadi aku pemenangnya!” Tang Xia tertawa dan mengklaim bahwa dirinya yang memenangkan perlombaan ini.
Shu En ingin mengelak tetapi ia lebih memilih mengalah karena tidak ingin berdebat lebih jauh. Tujuan Shu En dan Tang Xia di Provinsi Han untuk mengumpulkan informasi dari Han Xiong sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Utama Tang.
Namun saat bayangan sebuah pelabuhan terlihat, Shu En berhenti terbang dan matanya melebar saat melihat bayangan seseorang yang sangat dua kenal.
Tang Xia yang menyadari hal ini langsung menoleh kebelakang dan terkejut.
“Adik Shu? Ada apa?” Tang Xia memperhatikan ekspresi wajah Shu En yang pucat pasi.
Namun Tang Xia mengerti jika ritme pernafasan Shu En sangat kacau dipenuhi amarah dan detak jantungnya tidak menunjukkan keramahan sama sekali. Melodi amarah terdengar dan hal ini membuat Tang Xia mendekati Shu En.
“Apa yang kau lihat Adik Shu?” tanya Tang Xia.
Shu En tersenyum dingin dan memegang pundak Tang Xia erat.
“Kakak Xia! Saat ini aku merasa sangat bahagia karena orang yang menjadi penyebab kematian orang tuaku menampakkan diri ditempat ini!” Shu En menunjuk rombongan Kaisar Shu yang telah sampai di Pelabuhan Han.
Mata Tang Xia melebar mengetahui hal ini. Sebelum Tang Xia memberikan reaksi atau mencegah Shu En bertindak gegabah, pemuda itu sudah menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
“Adik Shu!”
Tang Xia juga bergegas mengejar karena melihat Shu En sudah terbang dengan kecepatan tinggi menuju Pelabuhan Han.