
...L.O.S.E 115 - Battle Stage...
Dalam sebuah ruangan yang gelap dan dijaga oleh puluhan prajurit terlihat seorang wanita berumur sedang duduk manis. Lentera menerangi kegelapan ruangan gelap itu dan membuat wajah ayu itu terlihat lesu dan tidak bertenaga.
“Nyonya, kami sudah mengetahui tentangmu dan sepertinya Yang Mulia sangat tertarik padamu...” ujar salah satu prajurit yang berjaga.
“Hentikan atau kau akan dibunuh jika bermacam-macam dengan wanita ini!” tegur prajurit yang lain.
Prajurit itu malah tersenyum nakal dan berbisik kepada prajurit yang lain itu. Kedua prajurit itu saling berpandangan sebelum menatap wanita cantik itu yang tidak lain adalah Hong Zi Ran.
“Yang Mulia tidak akan mengetahuinya jika bermain dengannya sebentar.” Prajurit yang tertarik kepada Hong Zi Ran tersenyum lebar dan berniat melancarkan rencana licik.
“Aku akan berjaga dan kita akan gantian,” sahut prajurit yang lain.
Namun sebelum kedua prajurit itu melancarkan aksi mereka, Jia Song datang dengan tatapan kosong dan seperti mayat hidup, pria itu bergerak tanpa menjawab sapaan para prajurit.
‘Aku sudah mengetahui kondisi tubuhku dan mereka adalah orang yang berbahaya dan berniat memanfaatkanku...’ Hong Zi Ran membatin dengan tubuh gemetaran mengingat masa lalunya saat mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari Fan Chou.
Sebuah suara menggema dikepala Hong Zi Ran saat Jia Song membuka penjara yang mengekangnya. Suara asing yang mengendalikan tubuh Jia Song menyapa Hong Zi Ran.
‘Hong Zi Ran, malam ini kau akan melayaniku dan tunjukkan bakatmu yang pernah melayani Fan Chou! Ini perintah!’ Suara itu memenuhi kepala Hong Zi Ran sebelum wanita itu seperti terhipnotis.
Saat hari menjelang malam kondisi Ibukota Jiayu sangat ramai dan para penduduk disana tidak mengetahui jika selama ini sosok Kaisar Jia yang mereka kagumi sudah mati dan dikendalikan oleh Ling Shan.
Ditengah keramaian itu terlihat Shu En sedang membaur bersama penduduk dan mengumpulkan sejumlah informasi dengan bantuan Baihu dan Xudong.
Akhirnya Shu En mengetahui jika Ling Shan adalah penguasa Kekaisaran Jia dibalik bayangan. Mengetahui Ling Shan berniat melakukan teknik kultivasi ganda dengan Hong Zi Ran, Shu En tidak membiarkan rencana itu berlangsung.
“Baihu, Xudong, kalian telah menemukan keberadaan Permaisuri Jia Xiang Yi bukan? Awasi pergerakannya dan salah satu dari kalian awasi pergerakan Kalajengking Hitam dan Hantu Malam!” Shu En memberikan perintah kepada Baihu dan Xudong.
“Baiklah, baiklah, aku akan mengawasi wanita itu dan kau mengawasi mereka, Xudong.” Baihu memilih mengawasi wanita bernama Jia Xiang Yi sedangkan Xudong melakukan pergerakan untuk mengawasi kultivator dari Kalajengking Hitam dan Hantu Malam.
Selepas kepergian keduanya Shu En pun menghilang dari keramaian dan berdiri diatas atap bangunan sambil menatap ke arah Istana Jia.
‘Ling Shan, malam ini akan menjadi malam terakhir untukmu. Aku sudah menyiapkan panggung pertempuran untuk kita...’ Shu En tersenyum sinis dan membatin dalam hati sebelum ia pergi menuju sebuah kedai makan dan memesan makanan disana.
Disisi lain Shu En sudah menciptakan sebuah tubuh bayangan atau klon dirinya untuk menyerang Istana Jia. Dengan menggunakan topeng iblis berwarna hitam, sosok klon Shu En sudah berdiri didepan gerbang istana yang dijaga ketat oleh prajurit.
“Siapa kau malam-malam begini main ke Istana!” Salah satu prajurit menegur.
“Penduduk biasa dilarang untuk masuk! Aku sarankan kau untuk kembali ke rumah dan tidak membuat ulah!” sahut prajurit yang lain.
“Perhatikan baik-baik! Sepertinya orang ini bukanlah orang sembarangan! Topeng yang dia pakai sama dengan ciri-ciri penyerang yang membantai pasukan kita sebelumnya di Kekaisaran Zhang!” Prajurit yang memperhatikan klon Shu En dengan baik berkata dan membuat yang lainnya menjaga jarak.
“Benar, topeng itu adalah topeng iblis hitam!”
__ADS_1
“Kita kedatangan penyusup!”
Mengetahui dirinya sudah dikepung dari berbagai arah, Shu En hanya tersenyum tenang saat sejumlah anak panah berapi melesat cepat kearahnya.
“Setidaknya kalian membawa seribu pasukan untuk menghentikanku!” Shu En dengan tenang mengendalikan gravitasi dan membuat anak panah yang mengincar dirinya menjadi berat.
Semua prajurit tercengang saat melihat puluhan anak panah berjatuhan ketanah sebelum menyentuh tubuh Shu En. Tanpa mengetahui kemampuan Shu En, mereka semua membentuk formasi dan menyerang Shu En secara bersamaan.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi tetapi kau telah terkepung bedebah!”
“Kami akan membunuhmu!”
“Jangan biarkan orang ini memakai kekuatannya!”
Apa yang dilakukan semua prajurit Istana Jia sangatlah tidak berguna. Shu En dengan santai mengendalikan gravitasi disekitarnya dan membuat semua orang yang berada dalam jangkauannya merasakan beban yang sangat berat ditubuh mereka.
“Apa yang terjadi? Tubuhku!”
“Aku tidak dapat bergerak!”
“Apa ini kekuatannya?!”
Semua prajurit yang menjaga gerbang istana terlihat bersujud dihadapan Shu En dan tidak dapat menggerakkan tubuh mereka.
Seketika tubuh semua prajurit langsung remuk dan hancur karena tekanan gravitasi yang menekan tubuh mereka. Kendaraan Shu En berjalan melewati tumpukan mayat para prajurit dengan santainya sebelum bergerak menuju kedalam Istana Jia.
Kegaduhan yang terjadi di depan gerbang Istana Jia membuat semua prajurit berdatangan. Salah satu prajurit akhirnya memberikan laporan kepada Jia Song yang sedang duduk disinggasana ditemani beberapa jendral dan panglima perang Kekaisaran Jia yang semuanya adalah kultivator aliran hitam.
“Semua jendral kepung penyusup itu dan pastikan kalian membawa kepalanya padaku! Lakukan dengan cepat ini perintah!” ujar pria paruh baya yang memegang sebuah gada.
“Yang Mulia, anda tidak perlu turun tangan! Orang bodoh ini hamba akan pastikan mati dengan cara yang sangat mengenaskan!” ujar pria paruh baya bernama Zan Bing.
Jia Song hanya mengangguk kepalanya dan tidak menjawab sepatah katapun. Keributan terjadi diluar Istana Jia dan berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya tidak ada suara apapun diluar sana.
Zan Bing yang mengetahui semua orang telah dihabisi oleh Shu En pun langsung berekspresi buruk. Terlebih saat pintu ruang singgasana dihancurkan oleh Shu En dan disana terlihat pemuda itu melempar kepala pada jendral yang dia kirim untuk membunuhnya.
“Kau! Pria bertopeng iblis hitam!” Zan Bing langsung melindungi Jia Song dan mengeluarkan gada kesayangannya sebelum menyerang Shu En.
“Topeng iblis hitam sepertinya sangat terkenal. Apa kau juga salah satu penggemarku?” tanya Shu En dengan nada bercanda dan membuat Zan Bing murka.
“Berhenti meremehkan diriku! Kau hanya menghindar dan tidak menyerang diriku!” Zan Bing mengalirkan energi Qi pada gada kesayangannya.
Tak lama sebuah hantaman yang keras dan dialiri petir itu mengarah pada Shu En. Namun dengan kecepatannya Shu En dapat menghindar sebelum melepaskan satu serangan mematikan yang langsung menghabisi nyawa Zan Bing.
“Tapak Raja Iblis!”
__ADS_1
BOOOMMM!!!
Tubuh Zan Bing terpental kearah Jia Song dengan perut yang berlubang. Dalam sekejap nyawa Zan Bing pun melayang ditangan Shu En.
Jia Song berhasil menghindar dan langsung berdiri dihadapan Shu En tanpa menunjukkan emosi apapun. Bahkan dengan keahliannya Jia Song langsung melepaskan satu pukulan yang membuat tubuh Shu En terpental ratusan kilometer kebelakang.
Para penduduk yang melihat keributan di Istana Jia pun dikejutkan dengan tubuh pemuda yang terpental dan menabrak kedai makan hingga mengakibatkan kerusakan yang parah.
“Lari ada pertarungan!”
“Tidak tokoku hancur!”
Semua orang menjauh dari klon Shu En yang diserang Jia Song. Sementara itu Shu En mengamati tubuh bayangannya dan Jia Song bertarung dengan sengit.
“Paman, ini bayarannya.” Shu En memberikan satu keping emas kepada pemilik kedai makan.
“Eh? Tuan, terimakasih tetapi kau belum menghabiskan makanannya karena pertarungan mereka.” Pemilik kedai makan kebingungan dengan tindakan Shu En saat pemuda itu memberikannya uang.
“Lihat apa yang dilakukan orang itu!”
“Dia membunuh Yang Mulia!”
“Apa yang sebenarnya terjadi disini?!”
Semua penduduk tercengang saat melihat klon Shu En memotong kepala Jia Song dan membakar tubuhnya hingga lenyap tak bersisa.
“Pemuda bertopeng iblis itu benar-benar melakukannya!”
“Sebaiknya kita menjauh!”
“Tunggu, siapa pemuda itu? Dia mendekati pria bertopeng iblis!”
Saat semua penduduk hendak pergi menjauh mereka semua dikejutkan dengan tindakan Shu En yang menyerang pemuda bertopeng iblis hitam.
Shu En tersenyum lebar saat melepaskan satu pukulan pada tubuh bayangannya dan membuatnya tidak berdaya. Lalu dengan mengeluarkan serpihan es dalam jumlah besar, Shu En membekukan tubuh bayangannya sebelum menghancurkannya berkeping-keping.
“Tidak mungkin... Pemuda itu membunuhnya dalam sekejap...” Pemilik kedai makan tercengang melihat kemampuan Shu En.
“Semuanya! Menjauhlah dari istana! Masih ada satu penyusup yang tersisa!” ujar Shu En kepada para penduduk.
“Tunggu anak muda! Sebenarnya kau ini siapa?!” tanya pemilik kedai makan.
Shu En menatap pemilik kedai makan dan berkata, “Aku hanyalah orang yang sedang berkelana dan kebetulan terlibat dalam kekacauan ini.”
“Namaku Shu En...”
__ADS_1