Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 27 - The Inevitable War


__ADS_3

L.O.S.E 27 - The Inevitable War


ARC 1 - Fall To Rise


Dua hari setelah penaklukan Pagoda Tujuh Warna, situasi di Kekaisaran Yang masih belum kondusif. Kabar peperangan dengan Kekaisaran Tang semakin sering menjadi perbincangan.


Hari itu Ratu Yang mengundang Xing Zhuo sebagai perwakilan aliran putih dan juga Lu Shin Rui sebagai perwakilan aliran netral.


Berkat bantuan Baihu, Xing Rou berhasil menyelamatkan Xing Zhuo, sedangkan Lu Shin Rui merupakan Matriark Lembah Musim Hujan yang sesungguhnya.


Tang Xia membantu Yang Ruan untuk meyakinkan semua kultivator agar bersedia bekerjasama dengan mereka. Mengingat apa yang dilakukan Yang Ruan untuk melindungi Kekaisaran Yang, akhirnya Xing Zhuo bersedia membantu Ratu Yang tersebut begitu juga Lu Shin Rui.


“Yang Mulia Ratu, putriku Rou‘er ingin mengabdikan hidupnya padamu. Jika anda berkenan, dia akan menjadi orang yang berguna untukmu.” Xing Zhuo memberitahu keinginan Xing Rou kepada Yang Ruan.


‘Jadi dia pemilik Tubuh Dewi Teratai? Aku rasa kami akan akrab...’ Yang Ruan membatin sambil mengamati sebelum menatap Tang Xia meminta izin.


“Dari informasi yang kudengar, kemampuannya sangat berguna Adik Ruan. Dia akan menjadi rekan yang hebat.” Tang Xia berkata lirih kepada Yang Ruan.


“Nona Xing Rou, aku menyambutmu.”


Bukan hanya Xing Rou saja namun Lu Shin Rui juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu Yang Ruan. Hari itu juga posisi Xu Kai dan Liu Bai diambil alih oleh Xing Rou dan Lu Shin Rui.


Lalu mereka melanjutkan diskusi tentang pasukan besar Kekaisaran Tang yang sudah melewati perbatasan. Saat ini dua ribu pasukan Kekaisaran Tang sedang menuju daratan Xudong dan ini merupakan ancaman besar bagi Kekaisaran Yang.

__ADS_1


“Walau semua pihak sudah bergabung, jumlah pasukan kita tidak lebih dari seribu. Pasukan musuh berjumlah dua ribu sedangkan kita hanya lima ratus orang. Situasi ini sangat sulit dan tidak adil.” Xing Zhuo mengepalkan tangannya karena tidak menyangka situasi kritis ini akan menimpa Kekaisaran Yang.


“Jika kita berhasil mengalahkan mereka, maka kaisar sialan itu akan berpikir dua kali untuk menundukkan Kekaisaran Yang. Kita bisa menggunakan kesempatan itu untuk menyerang mereka.” Tang Xia angkat bicara dan menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.


“Aku tidak akan membiarkan rencana mereka berjalan dengan lancar! Aku menjamin itu!”


Melihat Tang Xia bersikap seperti ini memberikan kepercayaan yang tinggi para semua orang. Informasi yang dibawa Zhao Tian juga memberikan keuntungan karena Kaisar Tang hanya mengirim satu jendral mereka.


Namun semua orang tidak mengetahui kecuali Lu Shin Rui jika pasukan besar berjumlah dua ribu orang itu dipimpin orang kepercayaan Kaisar Tang. Disana ada Jendral Song Guan, Jendral Lu Xuhen dan Panglima Fujun.


Mendengar hal ini langsung dari Lu Shin Rui membuat semua orang terkejut. Diruangan itu Xing Zhuo yang paling mengetahui kemampuan unik Lu Shin Rui karena ia telah memimpin Gunung Teratai selama puluhan tahun.


Wanita berumur tiga puluh lima tahun itu memiliki kemampuan unik untuk berbicara dengan hewan. Hal inilah yang membuat Lu Shin Rui berhasil mencegah kehancuran Lembah Musim Hujan dengan membawa kabur banyak anggota-anggotanya saat kudeta.


Xing Rou yang mendengar hal ini terkejut dan berpikir Lu Shin Rui memiliki kemampuan yang sama dengannya.


‘Apa Nyonya Lu dapat melihat masa depan sepertiku? Perkataannya benar apa adanya...’ ujar Xing Rou dalam hati.


“Musuh mengerahkan kemampuan terbesarnya dan ada satu orang yang kemampuannya jauh diatas ketiga orang kepercayaan Kaisar Tang. Aku berniat mengintainya lebih jauh, namun aura mengerikan yang dia keluarkan membuatku tidak bisa bertindak lebih jauh dari ini.” Lu Shin Rui menjelaskan.


Yang Ruan yang mendengar hal ini juga tidak dapat berkata banyak. Yang Ruan hanya berhadap Shu En segera kembali dan memiliki solusi yang tepat untuk semua ini.


‘Satu orang yang dimaksud perempuan ini aku rasa dia adalah anggota Jalan Naga Hitam...’ Tang Xia membatin dan mengepalkan tangannya mengingat masa lalunya.

__ADS_1


Masih terlintas dengan jelas dibenak Tang Xia tentang pembantaian sepihak yang dilakukan Jalan Naga Hitam kepada para kultivator Kekaisaran Tang.


Disaat pihak Kekaisaran Yang sedang mengadakan pertemuan, pasukan besar berjumlah dua ribu orang itu sedang beristirahat diperbatasan antara Kekaisaran Yang dengan Kekaisaran Tang.


Semua petinggi pasukan terlihat sedang berkumpul dan mendiskusikan sesuatu. Salah satu diantara mereka terlihat memiliki pengaruh yang besar dan mengintimidasi para petinggi.


“Aku ikut dalam pasukan ini karena ingin memastikan keberhasilan kalian! Kita sudah mendengar dua kultivator yang menghancurkan Pagoda Tujuh Warna! Tugasku adalah menghadapi mereka!” ujar pria yang memegang sebuah cambuk.


Pria yang memegang cambuk itu adalah Gao Lu Ma dan merupakan anggota Jalan Naga Hitam. Kemampuannya diatas para jendral Kekaisaran Tang dan dia adalah Kultivator Alam Langit yang mendekati Alam Dewa.


“Kami tidak akan mengecewakan harapan Yang Mulia Tang dan Tuan Long, Senior Gao Lu Ma!” Terlihat sosok pria paruh baya yang tidak lain adalah Panglima Fujun memberi hormat.


“Jendral Song, bagaimana dengan regu pengintai yang kita kirim? Apa mereka sudah kembali?” tanya Panglima Fujun kepada orang disebelahnya.


“Panglima, mereka telah kembali dan membawa informasi yang mengejutkan.” Jendral Song Guan memberitahu jika pasukan berjumlah sekitar puluhan orang sedang berjaga di Xudong.


“Apa mereka berniat menghadapi dua ribu pasukan dengan puluhan orang saja?!” Jendral Lu Xuhen menanggapi.


“Tidak, dimataku mereka seperti memberitahu kita semua jika mereka telah mengetahui rencana kita. Aku sudah curiga saat pengiriman budak tidak datang dan terlebih di Xudong sudah tidak ada penduduk. Firasatku mengatakan Pagoda Tujuh Warna berkhianat.” Jendral Song Guan menjelaskan apa yang ada didalam pikirannya.


“Aku sependapat denganmu, Jendral Song. Besok kita akan melanjutkan perjalanan kita dan memberikan pelajaran pada mereka karena telah berani mengkhianati kepercayaan Yang Mulia Tang!” Panglima Fujun tersenyum dingin sambil memegang tombak kesayangannya.


Peperangan pun sudah tidak terhindarkan. Dalam kurun waktu beberapa jam kedepan pertempuran di wilayah Xudong akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2