
L.O.S.E 31 - Battle of Xudong
ARC 1 - Fall To Rise
Setelah memastikan bahwa Hong Zi Ran berada ditempat yang aman, Shu En berniat kembali ke Kekaisaran Yang untuk memastikan kebenaran ucapan dari Xing Rou.
Xing Rou meramalkan bahwa jika ia memilih pergi ke Kekaisaran Zhang, maka dia akan kehilangan seseorang yang penting baginya.
Sebelum matahari terbit, Shu En menggunakan Teleportasi Dewa Malam untuk kembali ke Kekaisaran Yang. Kemampuan teleportasi cepat yang digunakan Shu En hanya bisa ia gunakan dalam kondisi waktu malam hari saja, sehingga ia tidak bisa menggunakannya dengan gegabah.
‘Aku harus menyembunyikan identitasku dari Bibi Hong dan semuanya. Mereka tidak boleh mengetahuinya...’ ujar Shu En dalam hati setelah kembali ke Kekaisaran Yang.
Shu En kembali ke tempat awalnya yakni di Gunung Teratai. Setelah memastikan kondisi Gunung Teratai, Shu En pun langsung merasa gelisah karena mengetahui semua kultivator Gunung Teratai sudah berada di Xudong bersama pasukan utama Kekaisaran Yang.
Kekhawatiran Shu En semakin menjadi setelah ia melewati beberapa pedesaan dan mendengar dari penduduk jika peperangan besar di Xudong sudah terjadi.
Saat ini pikiran Shu En tertuju pada Yang Ruan dan Tang Xia. Berdasarkan apa yang diramalkan oleh Xing Rou, orang yang penting itu bagi Shu En hanyalah kedua gadis itu.
Tanpa menunggu waktu yang lebih lama, Shu En pun terbang dengan kecepatan tinggi dan langsung bergerak menuju Xudong.
“Shen Long! Bantu aku!”
Tepat setelah berada diatas awan, Shu En melakukan sesuatu dan memanggil sosok Dewa Siluman Shen Long untuk membantunya.
_____
Beberapa jam sebelumnya di wilayah Xudong, Kekaisaran Yang.
Udara dingin yang memenuhi dataran Xudong membuat suasana terasa mencekam saat pasukan besar yang berjumlah dua ribu kultivator memenuhi dataran tersebut.
__ADS_1
Panglima Fujun yang dikenal akan kekejamannya saat berperang itu memimpin langsung sebuah pasukan besar dari Kekaisaran Tang. Dengan dua jendral bernama Song Guan dan Lu Xuhen yang akan membantunya, Panglima Fujun memberikan peringatan kepada pihak Kekaisaran Yang untuk segera tunduk pada Kekaisaran Tang jika ingin nyawa Yang Ruan selamat.
Bukan tanpa alasan Panglima Fujun memberikan peringatan tersebut. Berkat rencana Gao Lu Ma, akhirnya Kekaisaran Tang berhasil menyandera Yang Ruan yang berkemah disekitar Xudong.
Walaupun dijaga oleh Xhin Zhou dan Lu Shin Rui, Gao Lu Ma berhasil melakukan rencana tersebut tanpa kesulitan yang berarti.
Tang Xia yang menyadari bahwa semua ini adalah kelengahan dirinya langsung memberikan jawaban. Sepuluh prajurit Kekaisaran Tang yang memberikan pesan ia bunuh hanya dalam satu kali tebasan pedang.
“Nona Xia, bagaimana dengan keselamatan Yang Mulia Ratu? Aku merasa bersalah!” ujar Xing Zhou kepada Tang Xia.
“Pimpin pasukan ini! Aku sudah menemukan lokasi penculik sialan itu!” Tang Xia menjawab sambil menatap lautan musuh dihadapannya itu.
“Apa kalian takut menghadapi dua ribus musuh dihadapan kita?! Jika iya maka nyawa anak, istri dan orang yang penting bagi kalian akan terancam!”
Tiba-tiba Tang Xia berseru dengan lantang saat melihat lima ratus pasukannya ketakutan. Lalu setelah mengatakan itu Tang Xia memperlihatkan kemampuannya kepada semua orang.
“Seni Pedang Iblis - Tarian Pedang Iblis!”
Bukannya terpengaruh akan peringatan Panglima Fujun, Tang Xia malah menjawab dengan sebuah tanda dimulainya peperangan.
Namun disatu sisi Tang Xia menyadari betapa bahayanya keselamatan Yang Ruan. Tanpa menahan diri, Tang Xia sudah mengejar sosok Gao Lu Ma yang menyandera Yang Ruan.
Taktik yang digunakan Gao Lu Ma terbukti berhasil karena membawa sosok orang terkuat di pihak Kekaisaran Yang terkepung didalam formasi pertempuran.
“Kau baru saja mendatangi kematian, gadis muda!” ujar Gao Lu Ma setelah melihat Tang Xia terbang diatasnya.
“Caramu sangat licik! Aku mengakui itu, Gao Lu Ma! Tetapi kau bukanlah tandinganku!” Tang Xia membalas dan berniat melancarkan serangan.
Namun Tang Xia tidak jadi melepaskannya saat melihat Gao Lu Ma mencekik leher Yang Ruan.
__ADS_1
“Akh!” Yang Ruan memekik sebelum mulutnya dipenuhi busa karena hampir kehabisan nafas.
“Maju sedikit saja dia akan mati!” Gao Lu Ma mengancam.
“Kau!” Tang Xia mengumpat dan menahan diri demi keselamatan Yang Ruan.
“Kau memiliki kemampuan yang berbahaya! Itu yang kurasakan saat pertama kali melihatmu!” ujar Gao Lu Ma dan memberikan perintah kepada Tang Xia untuk turun dari atas sana.
Tang Xia pun mengikuti arahan Gao Lu Ma dan terbang rendah sebelum akhirnya ia dikelilingi seribu kultivator Kekaisaran Tang.
“Jadi begini saja, aku akan melepaskan gadis lemah ini jika kau diam memperhatikan pertarungan selama satu jam. Setelah satu jam aku akan melepaskan gadis lemah ini dan bertarung melawanmu.” Gao Lu Ma memberikan penawaran dan Tang Xia menerimanya.
“Baiklah, aku menerima tawaranmu itu.”
Reaksi Tang Xia justru membuat Gao Lu Ma menjadi waspada. Hal ini membuat Gao Lu Ma kembali menyiksa Yang Ruan dihadapan Tang Xia untuk menunjukkan siapa yang terintimidasi diantara mereka berdua.
Melihat Yang Ruan ditampar wajahnya dan ditendang badannya membuat Tang Xia marah. Namun Tang Xia menyadari ia tidak bisa bertindak gegabah.
Selain tidak dapat bergerak sesuka hatinya, Tang Xia menyadari pertempuran ini berubah dalam pembantaian hanya dalam waktu yang singkat.
Saat dirinya terjebak dalam situasi tidak menguntungkan ini, pasukan Kekaisaran Yang kewalahan meladeni pasukan Kekaisaran Tang.
‘Kau akan mati gadis bodoh!’ Gao Lu Ma membatin sebelum meminta Tang Xia untuk memberikan pedangnya.
“Berikan pedangmu itu padaku!” ujar Gao Lu Ma kepada Tang Xia.
Mengetahui hal ini Tang Xia tersenyum tipis dan langsung menggunakan kemampuan menetralisir segala jenis Qi milik Raja Siluman Huifen yang ia bunuh.
Dengan mengalirkan Qi kepada pedangnya, Tang Xia pun memberikan pedang miliknya kepada Gao Lu Ma. Hal yang terjadi selanjutnya adalah pembalasan yang akan dilakukan Tang Xia kepada Gao Lu Ma yang telah menyiksa Yang Ruan.
__ADS_1