
...L.O.S.E 117 - So Long...
Seni Nafas Matahari
Dengan mengolah pernafasan yang lembut Shu En mulai menghadapi ketiga Ling Shan yang menyerang dirinya secara bersamaan.
“Seberapa banyak jumlah kalian tetap saja tidak membuatku gentar!” Shu En tersenyum dingin saat kedua telapak tangannya dipenuhi api yang secara perlahan membakar tubuhnya.
“Manusia yang belum berevolusi berani berbicara seperti itu pada kami! Kau memiliki nyali yang bagus!” Ling Shan yang memegang tombak tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat dan sudah berada disamping Shu En sambil menghentakkan tombaknya.
Seketika tubuh Shu En disambar petir yang menghancurkan Istana Jia dalam sekejap. Shu En tidak merasakan kesakitan justru tersenyum lebar saat merasakan tubuhnya disengat aliran listrik yang besar.
“Titik meridian dalam tubuhku seperti terbuka lebar berkat seranganmu, bodoh.”
Melihat hal itu Ling Shan Petir mengangkat alisnya. Reaksi Shu En sangat meremehkan dirinya dan itu sedikit menghancurkan kepercayaan dirinya.
“Lihat itu, seranganmu sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadapnya!” Ling Shan Api mengejek dan mulai menarik pedangnya.
Dengan lincah Ling Shan Api mulai memainkan pedangnya yang dipenuhi api yang membara. Namun setiap serangan yang dilepaskan Ling Shan Api sama sekali tidak memberikan dampak kepada Shu En yang dapat menghindari tebasan dengan mudah.
‘Seperti yang diharapkan dari manusia keturunan Ras Immortal! Tetapi kemampuannya ini sangat berbeda dari yang dibicarakan! Aura ini terasa sangat aneh...’ Ling Shan Api memuji ketenangan Shu En dalam bertarung dan dalam sekejap dirinya merasakan firasat buruk saat mengetahui energi disekitar Shu En mulai berubah.
‘Aku merasakan firasat buruk...’ ujar Ling Shan Api dalam hati.
“Apa kau tidak dapat mengayunkan pedangmu dengan benar?” ujar Shu En sambil menghindari tebasan pedang Ling Shan Api.
Seketika raut wajah Ling Shan Api berubah karena ucapan Shu En barusan. Merasa diremehkan, Ling Shan Api pun mengalirkan lebih banyak Aura Iblis pada bilah pedangnya dan menghasilkan aliran api yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
“Baiklah aku akan membunuhmu!”
Ling Shan Api langsung melesat dengan kecepatan tinggi kearah Shu En yang sedang menciptakan sebuah pedang dari aura tubuhnya.
“Majulah, aku akan mengajarimu arti dari perjuangan yang sia-sia!” Shu En tersenyum dingin saat mengalirkan Energi Dewa pada pedangnya.
“Menggunakan api untuk melawanku adalah tindakan yang sangat bodoh!”
Ling Shan terkejut saat api disekitar tubuhnya padam begitu juga dipedangnya. Dalam sekejap serangannya dimentahkan Shu En dan akhirnya ia mendapatkan tusukan pedang tepat dijantungnya. Walaupun tidak mati, namun rasa sakit tetap Ling Shan rasakan.
“Bagaimana mungkin?!” Ling Shan masih terkejut.
“Pandanganmu sempit! Kau harus melihatku lebih luas lagi!” Shu En langsung memukul wajah Ling Shan Api sebelum mengincar Ling Shan Petir dan Ling Shan yang asli.
Seberapa jauh Shu En membunuh ketiganya tetap saja mereka bertiga akan beregenerasi dan hidup kembali. Sampai akhirnya Shu En pun mendapatkan serangan dari ketiganya secara bersamaan dan dipaksa dalam posisi bertahan.
‘Apa kelemahan Ling Shan? Aku sudah membunuhnya lebih dari tiga kali! Sial, jika seperti ini maka aku hanya melakukan pertarungan yang sia-sia!’ Shu En membatin dan menyadari Ling Shan belum menggunakan seluruh kemampuannya, sama halnya dengan dirinya.
“Lihat, lihat, sekarang dia sudah tidak berkutik!” Ling Shan Api terus melayangkan serangan kepada Shu En disusul oleh Ling Shan Petir.
“Jangan lengah atau kau akan menyesalinya!” Ling Shan Petir menanggapi.
__ADS_1
Shu En yang mendapati dua serangan langsung menghindari serangan tersebut sebelum melepaskan satu pukulan ke wajah Ling Shan Petir dan Ling Shan Api.
Tubuh keduanya melayang dan menabrak tubuh Ling Shan yang asli. Tubuh Ling Shan yang asli tidak sengaja menabrak sebuah cincin berwarna hitam dan cincin hitam itu terlempar kearah Hong Zi Ran.
“Cincin?” Melihat sebuah cincin berwarna hitam didepannya membuat Hong Zi Ran merasakan firasat yang buruk.
Aura yang dilepaskan cincin berwarna hitam itu membuat Hong Zi Ran tanpa sadar menghancurkan cincin hitam tersebut.
“Wanita sialan! Beraninya kau menghancurkan cincin itu!”
Tiba-tiba tubuh ketiga Ling Shan berteriak seperti orang yang kesakitan. Melihat hal ini Shu En langsung menuju ke tempat Hong Zi Ran dan menatap Ling Shan dengan ekspresi terkejut.
“Jangan bilang cincin itu adalah nyawanya?” ujar Shu En saat melihat tubuh Ling Shan secara perlahan lenyap.
Hong Zi Ran sedikit kebingungan dengan kejadian ini sehingga ia menatap Shu En dan berkata.
“Apa aku melakukan sesuatu yang salah?”
Shu En tersenyum karena baginya Hong Zi Ran justru melakukan hal yang benar. Jika bukan karena kejadian yang tidak terduga itu, mungkin pertarungan melawan Ling Shan masih berlangsung.
Setelah tubuh Ling Shan lenyap sepenuhnya, barulah Hong Zi Ran merasakan sakit kepala yang membuatnya berteriak cukup keras. Shu En yang terkejut langsung memegang tubuh wanita berumur itu dan wajahnya jelas dipenuhi kepanikan.
“Bibi Hong! Ada apa? Kenapa kau berteriak? Apa yang terjadi?!”
Tepat setelah Ling Shan mati. Hong Zi Ran mendapatkan sebuah ingatan milik Ling Shan yang tiba-tiba muncul didalam kepalanya dan itu membuatnya merasakan rasa sakit yang tidak terduga.
Beberapa saat kemudian Hong Zi Ran terlihat tenang dan menjelaskan kepada Shu En tentang apa yang baru ia alami. Mengetahui hal itu Shu En pun bernafas lega karena dia berpikir Hong Zi Ran terkena Kutukan Iblis sama seperti dirinya dan Xhin Diao.
Hong Zi Ran juga ada yang ingin ia bicarakan dengan Shu En sehingga wanita itu mengikuti Shu En. Dengan membuka portal teleportasi menuju Dimensi Dewa, Shu En membawa tubuh Xhin Diao dan wanita yang pingsan bersama Hong Zi Ran.
Sesampainya di Dimensi Dewa, Hong Zi Ran terkejut saat melihat sebuah bangunan yang megah dan tidak berpenghuni. Disana Hong Zi Ran melihat sebuah istana, beberapa bangunan dan dikelilingi benteng dari berlian.
“Tempat apa ini?”
Bukan hanya Hong Zi Ran saja yang terkejut namun Shu En bereaksi sama karena dirinya tidak mengetahui tempat ini.
“Bukankah kau yang membawaku kesini, En‘er?” Hong Zi Ran tertawa kecil karena melihat reaksi kaget Shu En.
“Ah, itu... Sebelumnya bukan seperti ini Bibi. Aku sendiri heran mengapa tempat ini bisa berubah -” Shu En tidak melanjutkan perkataannya saat tiba-tiba kepalanya terasa sakit.
‘Ini adalah Dimensi Dewa yang kuberikan secara khusus untukmu. Waktu disini mengalir lebih lambat, seperti yang pernah aku katakan padamu sebelumnya. Tetapi aliran waktu itu berfungsi saat kau memiliki Cincin Dimensi Dewa seperti yang aku berikan padamu.’
Setelah itu suara Jing Yang menghilang. Shu En sendiri tidak menyangka Jing Yang telah menyiapkan semua ini. Senyuman tipis menghiasi wajah Shu En sebelum pemuda itu mengajak Hong Zi Ran untuk masuk kedalam istana.
“Mari kita masuk kedalam istana, Bibi. Kita harus menghentikan penyebaran kutukan pada tubuh mereka berdua.” Shu En mengajak Hong Zi Ran.
“Kutukan? Apa yang terjadi Diao?!” Hong Zi Ran sangat panik karena mengetahui Xhin Diao pingsan dengan wajah yang memucat.
“Mereka berdua terkena Kutukan Iblis.” Shu En memberitahu.
__ADS_1
“Kutukan... Iblis...” Hong Zi Ran langsung terduduk ditanah saat mengetahui apa yang menimpa Xhin Diao.
“Tidak mungkin... Aku telah membuatnya menderita... Diao selalu saja membantuku dan mengorbankan dirinya...” Wajah Hong Zi Ran pucat pasi saat mengetahui nasib sahabatnya itu.
“Apa tidak ada cara untuk menyembuhkannya?” Hong Zi Ran pun bertanya kepada Shu En.
Shu En melebar matanya saat Hong Zi Ran bertanya. Ada cara untuk menyembuhkan kondisi ini dan mematahkan Kutukan Iblis, namun Shu En tidak mungkin mengatakan itu kepada Hong Zi Ran.
“Ada, Bibi. Aku akan mengatakannya nanti. Sekarang bantu aku untuk memperlambat penyebaran kutukannya,” ucap Shu En.
Mereka berdua pun memasuki istana dan membawa tubuh Xhin Diao dan wanita yang pingsan di dalam ruang pengobatan.
“En‘er, bagaimana kau bisa mengetahui cara untuk memperlambat penyebaran kutukan ini?” Hong Zi Ran bertanya karena merasa Shu En menyembunyikan sesuatu darinya.
Shu En pun menghela nafas ringan dan memberitahu Hong Zi Ran jika dirinya juga terkena Kutukan Iblis.
“Aku juga terkena Kutukan Iblis. Aku tidak akan membiarkan diriku berakhir menjadi seperti Ling Shan dan yang lain. Aku memiliki jalanku sendiri dan akan membuat mereka menyesalinya.”
Hong Zi Ran terkejut karena Shu En mengalami kondisi yang sama dengan Xhin Diao.
“Lalu bagaimana cara mematahkan kutukan ini? Aku mohon jangan sembunyikan apapun dariku, En‘er.” Hong Zi Ran memohon dan membuat Shu En tidak tega serta dipenuhi perasaan bersalah.
“Tetapi sebelum itu...” Shu En menatap Hong Zi Ran tajam sebelum ia memalingkan wajahnya, “Bibi Hong bisa berjanji padaku untuk tidak marah?”
Hong Zi Ran kebingungan dengan sikap Shu En dan menganggukkan kepalanya karena ia sendiri bingung kenapa harus marah kepada Shu En.
“Bibi berjanji, En‘er.”
Shu En pun menatap wajah Hong Zi Ran dan mengumpulkan keberanian yang besar untuk menjelaskan cara mematahkan Kutukan Iblis.
Setelah keberanian itu terkumpul, Shu En pun menjelaskan semuanya kepada Hong Zi Ran dan itu membuat wanita berumur tiga puluh lima tahun itu langsung tersedak seperti tidak percaya.
“En‘er...” Hong Zi Ran menatap curiga Shu En dan seperti ingin marah, “Apa kau mengatakan yang sejujurnya?”
Shu En pun langsung menundukkan kepalanya tidak berani menatap Hong Zi Ran.
“Bibi, aku sendiri tidak ingin menjelaskannya padamu. Kau yang memintanya dan ini membuatku merasa sangat malu.” Shu En memejamkan matanya dan ingin pergi dari sini.
“Anggap kita tidak-” Hong Zi Ran hendak mengatakan sesuatu namun saat melihat ekspresi Xhin Diao, hatinya terasa teriris.
‘Tidak, aku tidak bisa menghancurkan masa depan En‘er demi menyelamatkan Diao. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Bukan hanya Diao saja, tetapi En‘er dan wanita ini juga terkena Kutukan Iblis. Apa yang harus aku lakukan?’ Hong Zi Ran membatin dan menatap rumit Xhin Diao.
“Bibi, aku akan mencoba mencari cara lain, jadi tidak perlu khawatir.” Shu En mengetahui perasaan Hong Zi Ran sehingga ia ingin menenangkan wanita itu.
“Tubuhku memiliki kondisi khusus. Badan Sejuta Spiritual itulah alasan mengapa mereka mengincarku. Mungkin aku sudah tidak suci lagi, tetapi aku belum membuka hatiku pada siapapun, En‘er.” Hong Zi Ran menatap Shu En serius.
“Bibi...” Shu En menelan ludah saat mengetahui kebenaran ini.
“Bibi sudah lelah menjalani hidup ini, En‘er. Jika benar kau dapat melakukan itu, maka bunuhlah aku agar kau bisa mengambil Badan Sejuta Spiritual dan menyembuhkan mereka.” Hong Zi Ran meneteskan air matanya dan menangis dalam putus asa.
__ADS_1
Shu En yang melihat hal ini tidak tega dan memeluk tubuh Hong Zi Ran tanpa sadar.
“Maaf, Bibi... Pasti sangat menyakitkan... Andai saja aku saat itu memiliki kekuatan, kita tidak seperti ini...” Shu En berkata dengan suara yang lemah dipenuhi perasaan bersalah dan membuat Hong Zi Ran semakin banyak menumpahkan air matanya.