Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 105 - Age of Chaos


__ADS_3

...L.O.S.E 105 - Age of Chaos...


Sejak dulu dunia kultivator adalah tempat yang kejam, dimana yang kuat bertahan dan yang lemah ditakdirkan untuk ditindas.


Kebengisan dan kekejaman merajalela dimana-mana. Dewa, Iblis, Manusia bahkan Ras Naga dan Siluman bertarung menghancurkan satu sama lain. Pertarungan yang tiada henti ini dikenal dengan Era Kekacauan sebelum akhirnya sosok Dewa Matahari mengambil jalan yang berbeda dan memisahkan kekuatan yang menjadi sumber dari kekacauan yakni Iblis dan Dewa.


Sejak itulah Alam Iblis dan Alam Dewa tercipta. Tidak semua Dewa sependapat dan sejalan dengan Dewa Matahari. Saat kedamaian tercipta, mulai bermunculan manusia yang memiliki kekuatan hampir setara dengan Iblis dan Dewa.


Manusia yang dikenal dengan sebutan kultivator itu terbagi di lima daratan utama yang ada dibelahan muka bumi. Era baru tercipta dimana sesama manusia saling membunuh demi memperebutkan kekuasaan, wilayah, tahta dan segalanya.


Kebencian dan dendam yang tercipta ini memberikan kesempatan pada sosok yang telah mengintai bergerak. Kedamaian yang diciptakan Dewa Matahari tidaklah berlangsung lama sebelum akhirnya Dewa Kekacauan Surgawi menciptakan Era Kekacauan yang jauh lebih mengerikan.


Dengan membunuh penguasa Alam Iblis, Dewa Kekacauan Surgawi menguasai Alam Iblis dan membunuh hampir semua ras iblis disana sebelum menciptakan ramuan keabadian yang kelak dikenal sebagai Ras Immortal.


Dengan segala kelicikannya, Dewa Kekacauan Surgawi menghasut iblis-iblis yang tersisa untuk bertempur melawan Dewa. Pertempuran ini melibatkan kedua alam yang terpisah dan manusia juga terkena imbasnya.


Ditengah pertempuran itu, kubu para Dewa menggunakan Lima Pertanda Maut sebagai kekuatan tempur mereka. Lima Pertanda Maut ini dikenal dengan lima Ras Naga yang menguasai langit dan bumi, Naga Emas Shen Long dan Naga Es Queque adalah dua dari lima Ras Naga yang dikenal dengan sebutan Lima Pertanda Maut.

__ADS_1


Sementara itu di kubu Iblis, mereka melepaskan segel kuno dan membangunkan Tiga Iblis Bencana. Bentrokan antara Ras Dewa dan Iblis pun terjadi.


Bentrokan kedua ras ini membuat manusia terkena imbasnya. Disinilah Dewa Matahari, Dewa Langit dan Dewa Bumi bekerjasama dengan Lima Pertanda Maut serta Tiga Iblis Bencana untuk menciptakan sebuah kedamaian.


Namun saat kedamaian itu tercipta, penghinaan terhadap ras manusia menyebabkan kebencian yang akan menjadi sebuah malapetaka. Dengan menghasut salah satu dari dua manusia terkuat pada masanya, Dewa Kekacauan Surgawi berhasil menciptakan ras baru yang takut terhadap sinar matahari dan dapat hidup abadi. Ras ini dikenal dengan sebutan Ras Immortal.


Saat Dewa Kekacauan Surgawi berhasil membuat manusia bernama Ling Chen menjadi abadi, Dewa Matahari memilih membantu manusia bernama Ling En untuk menghentikan ambisi Ling Chen yang berniat menghancurkan Alam Dewa dan Alam Iblis setelah apa yang mereka lakukan kepada manusia.


Kekuatan Ling Chen yang dibantu Dewa Kekacauan Surgawi adalah kekuatan yang mutlak dan berhasil menghancurkan keseimbangan Alam Iblis dan Alam Dewa.


Namun ambisi Ling Chen terhenti saat mengetahui Dewa Kekacauan Surgawi disegel oleh Dewa Matahari, Dewa Langit dan Dewa Bumi. Dengan mengorbankan segalanya, ketiga Dewa itu pun menghilang dari dunia dan mewariskan sebuah ingatan roh yang kelak akan bertemu dengan Shu En dimasa depan.


Kehilangan Dewa Kekacauan Surgawi seperti kehilangan seorang Ayah bagi Ling Chen dan itu menyebabkan Ling Chen memperbanyak kultivator yang akan menjadi Ras Immortal.


Ling Shan dan Ling Tian adalah salah satunya. Dengan mengingat tujuan Dewa Kekacauan Surgawi yang ingin menciptakan Era Kekacauan, Ling Chen pun berniat menaklukkan kutukan matahari yang tidak dapat membuatnya bertahan hidup diatas sinar matahari.


Namun setelah ratusan tahun lamanya Ling Chen belum juga menemukan Ramuan Keabadian yang sesungguhnya. Disetiap generasi selalu saja ada orang-orang yang menghalangi ambisinya bahkan setelah dirinya berhasil mengendalikan beberapa dewa yang tunduk pada Dewa Kekacauan Surgawi, ambisinya belum juga tuntas.

__ADS_1


Dengan hancurnya Alam Iblis dan Alam Dewa, Ling Chen pun mencari kebenaran tentang Tiga Iblis Bencana dan Lima Pertanda Maut yang disegel oleh Dewa Matahari, Dewa Langit dan Dewa Bumi.


Seperti Giok Iblis Langit, Giok Naga Azure dan Gulungan Seni Phoenix adalah sebuah pusaka yang memiliki energi spiritual untuk membuka segel kuno dan mengendalikan Tiga Iblis Bencana.


Sementara itu Batu Merah Keabadian, Batu Biru Keabadian dan Gulungan Seni Naga adalah pusaka kuno yang dapat mengendalikan Lima Pertanda Maut.


Untuk mendapatkan semua itu, Ling Chen mengendalikan banyak orang tanpa perlu mengotori tangannya. Dua orang kepercayaan Ling Chen yang tidak lain adalah adik angkat seperguruannya dimasa lalu yang bernama Ling Shan dan Ling Tian sudah melakukan banyak pekerjaan untuknya.


Dan setelah ratusan tahun lamanya akhirnya Ling Chen menemukan Ramuan Keabadian yang dicari. Darah pemilik Tubuh Yin dan darah dari pemilik Tubuh Dewa Iblis adalah sumber energi dari Ramuan Keabadian.


Artinya Ling Chen mengincar Xue Xiaoya, Shu En, Tang Xia dan pemilik Tubuh Yin yang lain untuk mendapatkan Ramuan Keabadian.


Saat ini sosok Ling Chen tersegel setelah membuat kekacauan di Alam Dewa bersama Perintah Sembilan Dewa. Untuk membuka segel itu, Ling Chen menghasut Ling Tian untuk memberikan jiwa pemilik tubuh spiritual seperti Yang Ruan yang memilki keturunan penjaga Gulungan Seni Phoenix, Lu Shin Rui memiliki Pengetahuan Dewa Sejati dan Xing Rou yang memiliki Tubuh Dewi Teratai.


Dengan menyerap jiwa orang-orang seperti itu, maka Ling Chen dan beberapa dewa yang menjadi rekannya akan terbebas dari segel yang mengekang mereka.


Kebenaran yang sesungguhnya pun terungkap.

__ADS_1


__ADS_2