
...L.O.S.E 67 - Tang Resident Mark...
Shu En dan Tang Xia memesan dua kamar di penginapan yang berada disekitar Pelabuhan Shendong. Keduanya memilih untuk pisah ranjang demi kebaikan bersama.
Suasana disekitar pelabuhan bisa dibilang terlihat ramai dan damai, orang-orang yang memiliki uang dan hidup berkecukupan terlihat menikmati kehidupan disini sangat berbeda dengan area Shendong yang jauh dari pelabuhan.
“Dibandingkan menaiki kapal, kami berdua bisa terbang dan melewati daerah ini dengan mudah hanya saja kita harus memanfaatkan situasi sebisa mungkin.”
Shu En bergumam pelan karena merasakan firasat buruk yang datang bersama semilir angin malam. Sementara itu didalam kamarnya, Tang Xia sedang menikmati hangatnya pemandian lalu dengan santainya menikmati minuman hangat.
“Jika benar, maka Shendong dikuasai Bangsawan Han. Alasanku mengajak Adik Shu untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal karena keberadaan perompak.” Tang Xia berniat membasmi Perompak Hiu Iblis dan menghancurkan sisi gelap Shendong sebelum melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Han.
Namun rencana Tang Xia bisa dibilang gagal karena Hu San dan bawahannya telah melaporkan mereka berdua kepada salah satu anggota keluarga Han yang mengelola keuangan di Shendong.
“Tuan Han Xiong, tidak salah lagi gadis yang bersama penyusup itu sangatlah cantik. Dia seperti Tang Xia beberapa tahun lalu, hanya saja dada dan pahanya tumbuh lebih besar.” Hu San melaporkan dan membuat pria bernama Han Xiong mengerutkan keningnya.
“Ini aneh. Jika mereka menyusup seharusnya Tuan Putri Tang menggunakan topeng ataupun cadar untuk menutupi wajahnya...” Han Xiong berpikir jika Tang Xia merencanakan sesuatu di Shendong.
“Apa kau sudah memastikan jika gadis itu adalah Tuan Putri Tang? Kita belum menemukan keberadaannya! Informasi ini jika salah akan menjadi malapetaka untuk keluarga Han!” Han Xiong memberikan peringatan.
Hu San langsung bersujud dan meminta maaf. Seingatnya gadis yang bersama Shu En memang mirip dengan Tang Xia yang pernah ia lihat dimasa lalu, namun Hu San sendiri belum memastikan kebenarannya.
“Tetapi mereka berdua yang tidak memiliki tanda kependudukan Tang ditelapak tangan itu nyata. Pemuda itu tidak memiliki tanda berwarna merah sedangkan yang gadis tidak memiliki tanda berwarna biru.” Hu San memberitahu.
Han Xiong pun berdiri dan tersenyum menyeringai, “Ini akan menjadi batu loncatan untukku agar bisa mendapatkan hak yang lebih di keluarga Han.”
“Hu San, kumpulkan semua sampah di Shendong dan bawahanmu untuk membakar penginapan yang mereka tempati! Kita akan menutup akses melarikan diri!” Han Xiong sangat berhati-hati karena mengetahui jika Shu En dan Tang Xia adalah seorang pengelana dari cerita Hu San.
__ADS_1
“Baik, Tuan Han Xiong!”
Hu San langsung bergerak. Dalam perjalanan Hu San merasa jika Han Xiong terlalu mengkhawatirkan kemampuan kultivasi Shu En dan Tang Xia. Bisa dibilang di Shendong orang yang terkuat adalah Hu San karena kultivasinya telah lama berada pada tahap Alam Langit.
Walaupun Han Xiong baru menembus ranah Alam Langit, namun kemampuan dan pengalamannya jauh dibawah Hu San. Hanya status dan latar belakang Han Xiong saja yang unggul dari Hu San.
Sekitar satu jam setelah Han Xiong memberikan perintah, situasi disekitar terlihat mencekam karena pemilik penginapan yang ditempati Shu En dan Tang Xia dibunuh oleh Hu San.
“Mengganggu saja! Siapapun yang berani menentangku maka akan seperti kakek tua ini!” teriak Hu San mengingatkan para penjahat di Shendong yang kebanyakan menjadi bawahannya.
Semua penduduk yang melihat kejadian ini segera menjauh dan tidak ingin terlibat. Segera Hu San memberi tanda pada semua orang untuk menaburkan minyak dan membakar penginapan.
“Tuan Han Xiong terlalu takut. Palingan kemampuan mereka jauh dibawahku.” Hu San tertawa meremehkan setelah api melahap bangunan penginapan dan menyebar luas ke area permukiman warga disekitarnya.
“Tuan Hu San! Ada beberapa rumah penduduk yang ikut terbakar!” Salah satu bawahannya melaporkan dan Hu San hanya tertawa tidak peduli.
“Apa masalahku? Apa aku harus peduli pada mereka hah?!” ujar Hu San kepada bawahannya tersebut.
“Minggir!” Hu San memukul bawahannya tersebut dan langsung mendeteksi hawa keberadaan Shu En dan Tang Xia.
“Sepertinya mereka berdua masih hidup...” Hu San tersenyum menyeringai dan terus merasakan hawa keberadaan Shu En dan Tang Xia sampai salah satu dari keduanya lenyap.
Setelah merasakan hawa keberadaan Shu En menghilang, barulah Hu San bergerak dan langsung memanipulasi perairan disekitar pelabuhan untuk memadamkan api.
“Semuanya! Masuk kedalam dan tangkap mereka!” Hu San memberikan perintah.
Segera saja semua bawahannya masuk kedalam ke penginapan dan mencari keberadaan Shu En dan Tang Xia. Setelah masuk kedalam penginapan, mereka semua menemukan Tang Xia yang menangis memeluk tubuh Shu En yang sudah tidak bernyawa.
__ADS_1
Hu San yang melihat ini tersenyum lebar dan terkejut jika Tang Xia tidak mengalami luka sedikitpun, sedangkan Shu En mengalami luka bakar pada setengah badannya dan mati
‘Cantik dan indah. Pasti Tuan Han Xiong akan bermain dengan gadis ini sebelum menyerahkan ke Tuan Han Wuya!’ Hu San membatin sebelum mendekati Tang Xia dan pura-pura berduka atas kematian Shu En.
“Nona, kami turut berduka atas kematian suamimu ini. Tetapi kita tidak memiliki waktu untuk berduka. Kau harus ikut dengan kami.” Tiba-tiba Hu San mengeluarkan energi Qi dan memanipulasi air disekitarnya menjadi sebuah rantai.
Air yang ada disekitar Hu San memadat dan langsung mengikat tubuh Tang Xia.
“Apa yang kalian lakukan?! Apa salah kami? Setidaknya biarkan aku menguburkan suamiku!” ujar Tang Xia sambil meneteskan air matanya.
“Salah kalian adalah menyusup ke Kekaisaran Tang. Nona, kau adalah orang luar. Kami semua disini sangat mengetahui hal itu.”
Hu San pun menjelaskan jika Kekaisaran Tang memiliki peraturan kependudukan Tang, dimana penduduknya diwajibkan memiliki tanda kependudukan.
Liontin emas merupakan tanda bagi seorang Kaisar Tang dan petinggi Jalan Naga Hitam, liontin perak digunakan sebagai tanda untuk para bangsawan dan petinggi militer, lalu liontin perunggu digunakan sebagai tanda untuk para kultivator dan prajurit kekaisaran.
Sementara itu untuk penduduk biasa, laki-laki akan memiliki tanda berwarna merah ditelapak tangannya dan perempuan akan memiliki tanda berwarna biru ditelapak tangannya.
“Kalian berdua tidak memiliki tanda kependudukan Tang! Sesali dan ratapi karena telah berani menyusup kemari!” Hu San menarik rantai air yang mengikat tubuh Tang Xia dan membawa gadis itu ke kediaman Han Xiong.
“Kalian semua kubur bangkai suami gadis cantik ini! Aku sedikit merasa kasihan padanya!” ujar Hu San sambil memperlihatkan senyuman mengejek.
“Baik, Tuan Hu San!” Bawahan Hu San langsung menjawab serentak dan melaksanakan tugas yang diberikan.
“Kau! Kau tidak memiliki perasaan sama sekali!” Tang Xia murka.
“Aku memilki perasaan kepada wanita-wanita cantik seperti dirimu Nona...” Hu San menanggapi dan tertawa meremehkan.
__ADS_1
“Malam ini kau akan menangis dan berteriak sampai pagi. Tenang saja, aku jamin kau akan membuat Tuanku itu tertarik.”
Setelah berkata demikian Hu San pun membawa paksa Tang Xia menuju kediaman Han Xiong.