
L.O.S.E 7 - Ngihtmare
ARC 1 - Fall To Rise
Pertarungan sengit antara Chi Zhoufan melawan Liu Fen terjadi. Disana Liu Fen dengan pandai mempermainkan kondisi mental Chi Zhoufan. Dihadapan kakek tua itu muncul mayat mendiang sahabat dan istrinya, hal ini membuat mental Chi Zhoufan terguncang.
Wu Ao dan Wu Yi berdiri dengan kondisi yang memprihatinkan. Chi Zhoufan sama sekali tidak dapat melepaskan kemampuan penuhnya saat menyerang Wu Ao ataupun Wu Yi.
Kesempatan ini digunakan Liu Fen untuk membuat pergerakan Chi Zhoufan terkunci.
‘Kau juga akan menjadi koleksiku, Chi Zhoufan!’ Liu Fen membatin dan tersenyum lebar saat melihat Wu Ao menyerang Chi Zhoufan sekuat tenaga.
Walaupun tubuh Wu Ao dan Wu Yi hanyalah mayat yang dikendalikan, namun kemampuannya tidak jauh berbeda semasa hidup.
“Wu Ao... Yi‘er...” Mata Chi Zhoufan berkaca-kaca saat melihat keduanya bekerjasama menyerang dirinya.
Sepasang kakak beradik itu membuat Chi Zhoufan menerima serangan dari keduanya tanpa membalas sedikitpun. Hanya dalam hitungan menit saja pertarungan itu menjadi berat sebelah dan Chi Zhoufan sudah kehabisan banyak darah karena serangan Wu Ao dan Wu Yi.
“Sepertinya kau tidak memiliki niat untuk bertarung lagi, kakek tua! Sangat membosankan!” Liu Fen berjalan mendekati Wu Ao dan Wu Yi sambil mengalirkan Qi pada tubuh keduanya.
“Apa kau berpikir aku akan melemah hanya karena hal ini?!” Chi Zhoufan tersenyum menyeringai menatap Liu Fen yang meremehkan dirinya.
“Kau salah besar, anak muda!”
__ADS_1
Tiba-tiba aura berwarna merah keluar dari tubuh Chi Zhoufan. Hanya dalam hitungan detik suhu disekitar Chi Zhoufan menjadi panas bahkan membuat Liu Fen menjaga jarak.
‘Sialan! Kakek tua ini tiba-tiba meningkat kultivasinya!’
Liu Fen mengumpat dalam hati saat menyadari kultivasi Chi Zhoufan bertambah satu tingkat ke Alam Langit. Pedang Dewa Matahari lah yang menjadi penyebabnya. Situasi ini tentu saja tidak menguntungkan Liu Fen dan membuat pria itu mengerahkan semua kemampuannya untuk melarikan diri.
‘Sial! Sial! Sial! Aku harus merelakan dua bidak berhargaku ini untuk melarikan diri!’
Ledakan besar pun tercipta saat Chi Zhoufan melepaskan satu tebasan mematikan yang mengarah pada Wu Ao, Wu Yi dan Liu Fen.
“Sembilan Titik Pedang Api!”
Slash!!!
_____
Rencana untuk menghentikan pergerakan pasukan dari Kekaisaran Jia di Benteng Angin Utara gagal karena Jendral Jie Hung berkhianat. Situasi di Ibukota Zhangdu nampak bergejolak saat Jendral Jie Hung menunjukkan taringnya yang tajam kepada Zhang Xue.
Jendral Jie Hung datang bersama kelompok kultivator dari Benua Bintang Perak yang dikenal sebagai Kalajengking Hitam. Liu Fen juga merupakan salah satu dari tiga anggota Kalajengking Hitam.
Sosok misterius dibelakang Kalajengking Hitam menyuruh kelompok tersebut membantu Kaisar Jia untuk memenuhi ambisinya. Kaisar Jia bekerjasama dengan Jendral Jie Hung dengan syarat menjadikan Zhang Xue sebagai permaisurinya dan memberikan tahta Kekaisaran Zhang kepada Jendral Jie Hung.
Disisi lain sosok misterius dibelakang Kalajengking Hitam menginginkan Gulungan Seni Naga dan darah murni Kekaisaran Zhang yang ada di tubuh Zhang Xue.
__ADS_1
Malam itu adalah malam yang buruk untuk Zhang Xue. Pembantaian sepihak yang dilakukan Jendral Jie Hung bersama dua anggota Kalajengking bernama Jin Ho dan Fan Chou, telah membuat Ibukota Zhangdu menjadi lautan darah.
Kepedihan Zhang Xue bukan hanya disitu saja. Bangsawan Wang juga berkhianat begitu juga dengan Sekte Seribu Pedang. Tidak ada tempat untuk melarikan diri bagi Zhang Xue jika bukan karena kesetiaan prajurit kekaisaran dan penduduk yang mengorbankan nyawa mereka.
“Lari, Xuexue! Mereka menginginkan darahmu! Aku akan mengulur waktu sebentar!” ujar Hong Zi Ran saat Jin Ho dan Fan Chou mengejarnya.
“Tetapi Kakak Zi Ran-”
“Cepat, Yang Mulia Ratu! Jangan sia-siakan pengorbanan kami!”
“Jika anda hidup! Ingatlah malam ini dan balaskan kematian kami!”
Para prajurit kekaisaran melindungi Zhang Xue dan mengepung Jin Ho, sedangkan Fan Chou berhadapan dengan Hong Zi Ran.
“Tidak...” Zhang Xue menggigit bibirnya hingga berdarah karena menyadari situasi kritis ini.
“Lari, Xuexue!”
Mendengar teriakan Hong Zi Ran dan tatapan matanya, Zhang Xue melarikan diri dari Ibukota Zhangdu. Tempat yang dituju Zhang Xue adalah tempat persembunyian Istana Rembulan.
Selama lima hari itu Kekaisaran Jia berhasil menduduki Ibukota Zhangdu dan hanya menyisakan Benteng Angin Utara saja yang belum mereka taklukkan. Sekte-sekte aliran putih, hitam ataupun netral mulai bergabung kedalam pemerintahan yang dibentuk Jendral Jie Hung.
Awalnya kebanyakan dari mereka semua menolak dan melakukan serangan balas dendam, namun semuanya sia-sia karena kekuatan mutlak yang dimiliki Kekaisaran Jia.
__ADS_1
Nasib mengenaskan Hong Zi Ran pun menjadi awal dari mimpi buruknya saat ditahan oleh Jendral Jie Hung. Sementara itu Zhang Xue gagal mencapai Istana Rembulan dan diselamatkan oleh seseorang yang membawanya ke sebuah lembah tersembunyi.