
...L.O.S.E 75 - Zan Jinse...
Setelah cukup menjauh dari Kota Hanju, Shu En mendengarkan penjelasan Baihu dan Xudong. Menurut keduanya konflik antara keluarga Han dan keluarga Zhuge terjadi karena kepala keluarga Han yang bernama Han Wuya pernah memperkosa istri dari kepala keluarga Zhuge.
Aib keluarga Han ditutupi dari publik. Kejahatan Han Wuya bukan hanya itu saja, melainkan juga membunuh kepala keluarga Zhuge setelah memperkosa istrinya.
Zhuge Yuan yang merupakan penerus kepala keluarga Zhuge mengetahui hal ini dan melakukan balas dendam dengan cara menggoda istri Han Wuya.
Perseteruan antara keluarga Zhuge dan keluarga Han semakin memanas setelah Han Wuya menangkap basah Zhuge Yuan sedang melakukan hubungan terlarang dengan Han Liuya yang merupakan istrinya.
Dendam Zhuge Yuan semakin besar dan ingin menghancurkan keluarga Han. Zhuge Yuan tidaklah puas setelah melihat Han Wuya sakit hati, pria itu mementingkan dendam pribadinya dibandingkan membantu pemerintahan Kekaisaran Tang.
Mendengar hal ini tentu membuat Shu En memijat keningnya. Perseteruan ini juga telah menjadi dendam kesumat dikedua belah pihak. Zhuge Yuan telah mengirimkan pembunuh bayaran demi membunuh Kaisar Shu bersama rombongannya.
Dipihak lain, Han Wuya melaporkan kejadian ini kepada Panglima Song Ba. Situasi rumit ini membuat Panglima Song Ba memutuskan untuk mempertemukan kedua belah pihak, namun malam kondisi Kota Hanju jauh dari yang sudah ia rencanakan.
Bahkan Shu En yang berniat melakukan pergerakan dengan aman dikejutkan dengan kehadiran sosok yang tak diundang. Tepat setelah Shu En menyuruh Baihu dan Xudong kembali, ia merasakan aura intimidasi dari atas langit Kota Hanju.
Setelahnya Shu En masuk kembali kedalam kota dan mengambil jalan memutar menuju penginapan untuk menemui Tang Xia.
__ADS_1
Sebuah cahaya yang begitu terang terlihat saat gemuruh petir menggema seisi Kota Hanju. Kilat petir berwarna emas yang menyambar beberapa Kota Hanju mengejutkan semua penduduk disana tak terkecuali Shu En.
BOOOMMM!!!
Dalam sekejap setengah Kota Hanju menjadi lautan api saat petir dilangit berhenti gemuruh. Detik itu juga Shu En menyadari hawa keberadaan yang mengerikan, aura yang ia rasakan berasal dari penginapan yang disiapkan keluarga Han untuk rombongan Kaisar Shu.
Shu En yang merasakan tekana intimidasi berhenti bergerak dan memandang lautan api dihadapannya. Entah apa yang terjadi di Kota Hanju, tetapi Shu En mengetahui jika pemilik aura yang membuatnya merasa terintimidasi memiliki kemampuan yang jauh diatas dirinya.
‘Aura ini bukan milik Long Wang! Lantas aura ini milik siapa?!’ Shu En membatin dalam hati dan menggertakkan giginya menyadari betapa bahayanya pemilik aura yang ia rasakan.
Akhirnya Shu En memutuskan melanjutkan perjalanan ke penginapan dan memilih menjauh dari lokasi. Tanpa Shu En ketahui, sesuatu terjadi di penginapan yang ditempati Shu Liang.
Anak semata wayang Shu Liang terbunuh bersama Ibunya. Dihadapan Shu Liang yang membeku kaku berdiri sosok pemilik energi spiritual mengerikan yang memporak-porandakan Kota Hanju.
“Bocah cilik ini memiliki energi spiritual yang cukup untuk memulihkan kekuatanku!” Pria itu mencekik leher anak perempuan Shu Liang yang bernama Shu Yue hingga hancur.
Lalu dengan kejam pria itu menancapkan jari kukunya disana dan menyerap darah milik Shu Yue sampai kering tak bersisa. Tak berhenti sampai disana, pria itu juga membunuh istri Shu Liang dengan cara yang sama.
“Darah keturunan keluarga Shu tidak pernah mengecewakan! Semua ini gara-gara ketiga Dewa bodoh itu! Jika bukan karena mereka mungkin kami masih bisa menghadapi sinar matahari!” Pria itu membanting tubuh istri Shu Liang setelah darah dalam tubuhnya mengering.
__ADS_1
Shu Liang ingin bergerak dan menyerang pria tersebut, namun sekujur tubuhnya tidak dapat digerakkan.
“Aku... Aku akan membunuhmu!” teriak Shu Liang dan membuat sosok pria itu menoleh kepadanya.
“Manusia berteriak kepada Dewa?” Pria itu menatap rendah Shu Liang dan memegang tudung dikepalanya.
Lalu pria itu mengayunkan tangannya yang memegang tudung mengincar kepala Shu Liang. Semua bawahan Shu Liang hanya ketakutan saat melihat badan Shu Liang terbelah menjadi dua bagian saat tudung itu mengenai kepalanya hingga kebawah badannya.
“Aku Dewa Petir Zan Jinse benar-benar marah! Aku tidak terima seorang Dewa harus diperlakukan seperti Iblis!” Pria ini melepaskan energi spiritual yang sangat besar hingga bangunan disekitarnya berterbangan dan dengan kemampuannya, sosok pria bernama Zan Jinse mengendalikan petir.
Dalam sekejap Kota Hanju dihujani petir yang menyambar dan menghancurkan apa saja yang ada dibawah sana. Pemandangan mengerikan ini menjadi pembantaian yang sangat mengerikan.
“Jinse! Hentikan amukanmu itu! Kita diperintahkan untuk mengawasi pertempuran manusia yang akan terjadi!” Sosok pria yang tiba-tiba muncul dari sebuah portal dimensi menegur Zan Jinse.
“Hah? Sejak kapan aku ini menjadi bawahannya Ling Chen?! Dia memang berjasa karena telah menyelamatkan kita, tetapi dia tetaplah manusia yang telah menjadi Iblis! Ras yang lebih rendah dari kita!” Zan Jinse malah marah karena ditegur temannya itu.
“Kau telah membunuh banyak orang! Prioritas kita adalah menangkap pemilik Tubuh Yin dan semua target yang telah kita cari!” Pria itu kembali mengingatkan tujuan mereka pergi kemari.
“Baiklah, baiklah. Demi membangkitkan tujuh anggota Perintah Sembilan Dewa termasuk Ling Chen, aku akan mengikuti rencana Iblis Abadi Malam itu!” Zan Jinse pun terlihat menguap setelah berkata demikian sebelum tubuhnya lenyap bersama kilatan petir berwarna ungu.
__ADS_1
“Kau dan aku juga termasuk makhluk yang telah terkena kutukan Iblis Abadi Malam!” Pria misterius yang lainnya juga menghilang.
Malam itu takdir bergerak kearah yang lebih besar. Shu En yang bergerak menemui Tang Xia belum menyadari takdir yang ia pikul dipundaknya jauh lebih besar dari yang ia lakukan selama ini.