Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 32 - Revenge Torture Body


__ADS_3

L.O.S.E 32 - Revenge Torture Body


ARC 1 - Fall To Rise


Gao Lu Ma pun menerima pedang yang dilempar oleh Tang Xia dan menggenggamnya. Untuk memastikan bahwa pedang yang ia genggam tidak berbahaya, Gao Lu Ma pun memeriksanya.


Namun apa yang terjadi setelahnya adalah hal yang membuat Gao Lu Ma tersentak kaget. Seketika kedua mata Gao Lu Ma menatap Tang Xia penuh waspada dan langsung membuang pedang tersebut.


“Gadis licik! Pedang ini menyerap energi dalam tubuhku!” ujar Gao Lu Ma sambil menjambak rambut Yang Ruan dan menyeretnya ditanah.


‘Gadis bertopeng ini sangat berbahaya! Aku tidak bisa membiarkannya hidup! Jika dia hidup maka nyawa Tang Lang dan yang lain dalam bahaya!’ pikir Gao Lu Ma.


Sebelum Gao Lu Ma bertindak lebih jauh, Tang Xia sudah berdiri disamping Gao Lu Ma sambil menebaskan pedangnya.


“Lepaskan tangan kotormu itu dari rambutnya!” ucap Tang Xia dingin.


“Sial!” Gao Lu Ma mengumpat dan melepaskan cengkeramannya.


Tangan kanan Gao Lu Ma pun terpotong oleh Tang Xia akibat menjambak rambut Yang Ruan. Hal ini membuat semua kultivator dari pihak Kekaisaran Tang tercengang karena sosok Gao Lu Ma dapat dilukai oleh Tang Xia.


Luka yang diterima Gao Lu Ma sangat parah dan berakibat fatal, itulah yang dipikirkan orang-orang. Namun Tang Xia tidak mengetahui kondisi tubuh khusus Gao Lu Ma setelah kultivasinya mendekati Alam Dewa.


‘Jalan Naga Hitam telah banyak membantu kultivasiku selama ini! Untuk mendapatkan ramuan keabadian, kami telah mencapai semua hal sejauh ini! Aku tidak akan mati semudah itu, gadis bodoh!’ Gao Lu Ma membatin dan secara menunjukkan seringainya yang lebar.


Melihat ekspresi Gao Lu Ma itu seketika Tang Xia meningkatkan kewaspadaannya. Terlihat jelas jika Gao Lu Ma kesakitan namun seringai diwajahnya itu sangat tidak wajar.


“Adik Ruan, maaf atas kelalaianku. Bisa berdiri?” Tang Xia mengulurkan tangannya kepada Yang Ruan dan tidak sedetikpun mengalihkan pandangannya dari Gao Lu Ma.


Yang Ruan yang menyadari situasi ini pun berhenti meringis kesakitan dan menangis. Secara perlahan Yang Ruan bangkit berdiri dan melihat jelas bagaimana ratusan kultivator dari pihak Kekaisaran Tang bersiap melepaskan anak panah kepadanya.


“Kakak Xia...” Yang Ruan gemetar ketakutan dan memejamkan matanya.


Tang Xia juga menyadari jika situasi yang keduanya alami ini sangatlah tidak menguntungkan. Bisa dibilang Tang Xia sempat berpikir dapat keluar dari situasi ini dengan mudah setelah menetralisir kemampuan Gao Lu Ma selama lima menit, namun aura aneh disekitar Gao Lu Ma membuat Tang Xia tidak lagi berpikir demikian.


“Kemampuanmu itu sangat berbahaya, gadis muda! Aku tidak tahu siapa dirimu tetapi kau harus mati ditanganmu!” ujar Gao Lu Ma sebelum memperlihatkan tangan kanannya yang putus kepada Tang Xia.


“Kau harus merasakan hal yang sama denganku!”


Gao Lu Ma tiba-tiba bergerak maju kearah Tang Xia. Entah apa yang direncanakan Gao Lu Ma namun jangkauan serangan pedang Tang Xia dapat membelah tubuhnya menjadi dua bagian.

__ADS_1


“Kau terlalu meremehkan tekad seorang perempuan!” Tang Xia pun mengayunkan pedangnya mengincar kepala Gao Lu Ma.


Namun Gao Lu Ma dapat menghindar tebasan pedang Tang Xia dan memberikan cakaran kepada leher gadis cantik tersebut.


“Kakak Xia!” teriak Yang Ruan panik.


Setelah ratusan panah berapi berterbangan kearah Yang Ruan dan Tang Xia dengan derasnya. Situasi ini membuat Tang Xia mengalihkan perhatiannya untuk menghancurkan ratusan panah api tersebut.


Namun saat Tang Xia hendak mengayunkan pedangnya, sekujur tubuhnya terasa berat dan tiba-tiba tangan kanannya terasa begitu menyakitkan seperti dipotong secara paksa.


Melihat Tang Xia meringis kesakitan dan menjatuhkan pedangnya membuat Yang Ruan heran. Yang Ruan menghiraukan anak panah yang mengarah pada mereka dan langsung mendekati Tang Xia.


“Kakak Xia, ada apa? Kenapa kau tiba-tiba terjatuh?!” ujar Yang Ruan penasaran.


“Gadis bodoh! Itulah balasan karena telah memotong tangan kananku!” ucap Gao Lu Ma.


“Jadi bagaimana rasanya? Menyakitkan bukan?”


Tang Xia dan Yang Ruan pun menoleh kearah Gao Lu Ma dan menemukan pria itu memperlihatkan jarinya yang berlumur bekas darah Tang Xia.


“Leherku?” Tang Xia pun menyadari darah dari luka dilehernya.


“Aku telah menelan darahmu dan dengan menggunakan Badan Siksa Dendam, aku akan membuatmu merasakan penderitaan yang sangat menyakitkan!”


“Tetapi sepertinya kau akan mati terkena hujan panah!”


Tang Xia dan Yang Ruan terlihat seperti orang pasrah saat melihat ratusan panah berapi yang jaraknya sudah semakin singkat dengan mereka.


‘Apa yang terjadi?! Kenapa tangan kananku terasa sangat sakit!’ Tang Xia masih meringis kesakitan dengan wajah yang berkeringat dingin.


Saat Tang Xia mencoba bangkit berdiri dan mengayunkan pedangnya, tiba-tiba ia menjerit kesakitan saat kelima jari tangan kirinya terasa dipatahkan.


“Argh! Kenapa dengan jariku?!” teriak Tang Xia kesakitan.


“Hahahaha! Menyakitkan bukan?!” Gao Lu Ma tertawa terbahak-bahak sambil memperlihatkan kelima jari tangan kirinya yang ia patahkan.


Saat itu juga Tang Xia menyadari kemampuan unik Gao Lu Ma. Badan Siksa Dendam milik Gao Lu Ma dapat membuat lawan merasakan penderitaan yang dialami penggunanya setelah sang pengguna mencicipi darah sang lawan.


Jika Gao Lu Ma mematahkan kakinya, maka Tang Xia juga akan merasakan rasa sakit yang dialami Gao Lu Ma walaupun kaki Tang Xia sendiri tidak patah.

__ADS_1


”Kita lihat sejauh mana kau bertahan, gadis muda!” Gao Lu Ma pun berniat mematahkan kedua kakinya untuk menunjukkan penderitaan kepada Tang Xia.


“Entah aku yang mati duluan karena tidak mampu menahan rasa sakit atau dirimu! Aku sangat menantikannya!”


ROOOAAAARRR!!!


Seketika suara raungan hewan buas terdengar. Hembusan angin yang kencang menghempaskan ratusan panah berapi. Disana nampak Baihu yang datang membantu bersama Xing Rou.


“Aku datang untuk menyelematkanmu, Yang Mulia Ratu! Maafkan kebodohan diriku karena gagal melindungimu!” ujar Xing Rou dengan tubuh berlumuran darah.


Baihu sendiri sudah seperti harimau berwarna merah darah dan bukan putih lagi. Hal ini membuat Gao Lu Ma mengumpat karena menyadari Baihu akan menjadi lawan yang merepotkan.


“Aku lupa memberitahu padamu, gadis muda! Kau seorang kultivator yang kultivasinya berada ditahap yang sama denganku, makanya kau bisa bertahan melewati siksaan ini! Tapi bagaimana dengan gadis lemah itu? Aku telah mencicipi darahnya dan tinggal mengalihkan penderitaan itu padanya!”


Ucapan Gao Lu Ma menjadi pukulan telak untuk Tang Xia dan Yang. Disisi lain Xing Rou yang belum mengetahui Badan Siksa Dendam berniat menyerang Gao Lu Ma, namun Tang Xia menahannya.


“Berkat harimau sialan ini kalian dapat memberikan perlawanan balik, namun semua itu sirna karena kemampuanku!” Gao Lu Ma dengan senyuman bengisnya menunjukkan penderitaan yang menyakitkan kepada Yang Ruan.


“Aku akan melewati batas penderitaan dan mendekati sebuah kematian!”


Tepat setelah Gao Lu Ma mengatakan itu, pria tersebut mengambil pedang dan langsung menusuk perutnya.


“Argh! Sakit!”


“Adik Ruan!”


“Yang Mulia Ratu?!”


Tanpa belas kasih Gao Lu Ma menyiksa Yang Ruan yang bukanlah seorang kultivator. Hal ini tentu membuat Tang Xia dan Xing Rou tidak bertindak gegabah.


“Kau! Aku akan membunuhmu!” ujar Tang Xia penuh kemarahan.


“Kau mengatakan itu seperti sanggup menahan rasa sakit saja!” Gao Lu Ma berteriak keras dan kembali menusuk perutnya.


“Keparat!” Tang Xia tiba-tiba terjatuh ditanah dan memegang perutnya kesakitan.


Saat Tang Xia berhasil mengalihkan luapan emosi kekejaman Gao Lu Ma, batas waktu menggunakan kemampuan tersebut sudah hampir mendekati batas.


Gao Lu Ma yang menyadari hal ini pun mengumpat. Untuk Gao Lu Ma sendiri jelas ia merasakan rasa sakit yang mengerikan, namun pria ini tidak menyangka Tang Xia masih bertahan setelah menerima penderitaan yang ia rasakan.

__ADS_1


Saat Gao Lu Ma hendak melakukan sesuatu kepada tubuhnya, pasukan Kekaisaran Yang mengalami kekalahan secara telak dari pasukan Kekaisaran Tang.


Kepercayaan diri Gao Lu Ma pun bertambah karena menyadari kemenangan ini sudah menjadi milik mereka. Terlebih Panglima Fujun berhasil mengalahkan Xing Zhuo, sedangkan kedua Jendral Kekaisaran Tang sibuk menghadapi Xu Kai dan Liu Bai yang dibantu Zhao Tian dan Yong Xiang.


__ADS_2