Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 68 - Demon Shark Pirates


__ADS_3

...L.O.S.E 68 - Demon Shark Pirates...


Han Xiong mengamati Tang Xia dari atas sampai bawah dan menelan ludahnya karena kagum dengan kecantikannya. Bahkan pria itu tidak berkedip saat melihat wajah ayu Tang Xia yang sulit ditemukan di Kekaisaran Tang.


“Dia mirip sekali dengan mendiang Tuan Putri Tang.” Han Xiong tersenyum cukup lebar dan mengurungkan niatnya untuk menyerahkan Tang Xia kepada kepala keluarga Han.


“Aku akan berlayar ke Provinsi Han malam ini, Hu San. Persiapan semuanya dan lepaskan rantai yang mengikat tubuhnya.” Han Xiong memberikan perintah kepada Hu San.


Hu San langsung melepaskan rantai air yang mengikat tubuh Tang Xia dan menyuruh bawahannya untuk menyiapkan keberangkatan Han Xiong.


“Akhir-akhir ini keberadaan Perompak Hiu Iblis membuat resah Bangsawan Han. Aku diutus kemari karena untuk menumpas kelompok perompak itu, namun mereka tidak pernah menunjukkan batang hidungnya kembali saat aku disini.”


Han Xiong ingin Hu San ikut bersamanya sebagai pengawal. Menurutnya itu akan membuatnya lebih aman karena membawa Tang Xia.


“Perairan Shendong dihuni Hiu Iblis dan Kepiting Buas. Bisa saja Perompak Hiu Iblis telah dihabisi oleh Hiu Iblis itu sendiri, Tuan Han Xiong. Anda tidak perlu terlalu khawatir, kita hanya perlu membunuh apa yang menghalangi perjalanan kita.” Hu San mencoba menenangkan Han Xiong yang selalu bersikap waspada.


Han Xiong pun menatap Hu San tajam. Bisa dibilang Han Xiong belum sepenuhnya percaya kepada Hu San. Alasan Han Xiong mengajak Hu San ke Provinsi Han karena telah mengetahui akal busuk Hu San selama diberi kepercayaan mengelola Pelabuhan Shendong.


Keuangan yang seharusnya menjadi milik keluarga Han justru dinikmati sebagian oleh Hu San. Bukti-bukti telah Han Xiong kumpulkan dan tinggal menyerahkan pria itu kepada keluarga Han.


‘Aku sendiri sangat yakin jika orang ini memiliki hubungan dengan Perompak Hiu Iblis. Ini pertaruhan. Tetapi mereka juga sadar jika diriku ini berasal dari keluarga Han. Melukai atau sampai membunuhku, sama saja memusuhi keluarga Han. Artinya memusuhi Kekaisaran Tang!’ Han Xiong membatin dan tersenyum untuk sesaat sebelum mengajak Tang Xia untuk mengganti bajunya dengan gaun yang lebih indah.


Tang Xia menolak namun karena dibentak Hu San akhirnya Tang Xia mengikuti perkataan Han Xiong. Tang Xia hanya berpura-pura lemah dan tidak berdaya, semua ini ia lakukan untuk menjalankan rencananya.


Setelah bulan semakin menampakkan sinarnya yang terang, akhirnya Tang Xia bersama Han Xiong dan Hu San tiba di kapal yang akan berangkat menuju Provinsi Han.


“Tidak perlu takut, mulai hari ini kau adalah milikku. Cukup ikuti perkataanku, maka kau akan hidup dan bahagia.” Han Xiong tersenyum hangat kepada Tang Xia dan mengingatkan posisi gadis itu disini.


Tang Xia hanya menundukkan kepalanya tidak mau bicara. Akhirnya kapal pun berlayar dan menjauh dari pelabuhan. Kapal yang dinaiki Tang Xia berlayar dengan tenang dan tidak mengalami gangguan yang berati setelah menjauh dari perairan Shendong.


“Tuan Han Xiong, bagaimana kabar Tuan Han Wuya? Apa beliau masih dendam kepada penerus keluarga Zhuge?”

__ADS_1


Saat kapal berlayar dengan tenang, Hu San tiba-tiba mendekati Han Xiong dan bertanya demikian. Hal ini membuat Han Xiong mengerutkan keningnya. Pembicaraan ini sangat dilarang keras di keluarga Han.


“Jaga ucapanmu, Hu San!” Han Xiong menegur.


“Ah, maaf Tuan Han Xiong. Aku hanya penasaran bagaimana Nyonya Han Liuya yang umurnya jauh lebih tua itu takluk kepada anak muda yang berumur dua puluh tahun.” Tepat setelah Hu San mengatakan hal itu tiba-tiba Han Xiong melepaskan energi Qi dan mencekik leher Hu San.


“Bicara lagi, aku akan membunuhmu!”


Han Xiong menatap dingin Hu San dan mencium aroma arak dari mulut Hu San. Lalu membanting pria itu dengan keras sebelum menarik tangan Tang Xia untuk pergi menjauh dari Hu San.


“Tidak perlu takut, pria itu tidak akan menyentuh dirimu.” Han Xiong tersenyum hangat kepada Tang Xia dan mulai menikmati perjalanannya.


Beberapa pengawal mulai menyiapkan makanan dan minuman untuk Han Xiong dan Tang Xia. Cemilan ringan dan minuman hangat menjadi sajian yang Han Xiong nikmati dalam perjalanan.


“Kau tidak makan?” Han Xiong merayu Tang Xia dan berharap gadis itu mau bicara.


“Jangan bersikap baik padaku. Aku bisa mencium aroma laki-laki yang benar-benar tulus dan palsu.” Tang Xia menatap risih dan rendah Han Xiong.


“Kau bisa bicara rupanya. Mulutmu kotor sekali, sepertinya aku harus mengajarimu sopan santun malam ini.” Han Xiong pun langsung berdiri dan menatap beberapa pengawalnya.


“Siapkan kamar dan ranjang yang hangat! Pastikan kapal berlayar dengan tenang!” ujar Han Xiong sambil tersenyum menatap Tang Xia.


Mengira Tang Xia akan ketakutan, Han Xiong justru menemukan Tang Xia yang menghela nafas dan menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang dirinya lakukan.


“Apa maksud gestur tubuhmu itu?!” Han Xiong sedikit tersinggung.


“Kau ingin mengajariku sopan santun diranjangmu bukan? Sepertinya kau terlalu meremehkanku, pria sampah!” Tang Xia tiba-tiba berdiri dan tersenyum kearah Han Xiong.


“Jika kau berhasil hidup setelah menyambut tamu tak diundang, aku akan memikirkan kembali untuk tidur denganmu malam ini.”


Nafas Han Xiong terhenti saat mengetahui arti ucapan Tang Xia. Han Xiong melihat Tang Xia menunjuk sesuatu disekitar kapal.

__ADS_1


Disana Han Xiong menemukan puluhan kapal mendekat bersama Hiu Iblis. Bukan itu saja jumlah kapal yang mengelilingi kapal yang dia naiki itu berjumlah sebelas kapal dengan puluhan Hiu Iblis berbahaya.


“Ini...” Han Xiong menelan ludah dan seakan tidak percaya akan ada orang yang berani menyerang dirinya.


“Tuan Han Xiong! Ada perompak!” Hu San berteriak dan mengingatkan.


Han Xiong langsung menoleh kearah Hu San dan merasa bersalah karena mencurigai pria tersebut.


“Apa kita bisa mengatasi masalah ini, Hu San?” Han Xiong mengeluarkan energi Qi dan menoleh kearah Hu San.


“Hahahaha! Kau makan cemilan dengan lahap Tuan Han Xiong! Bahkan kau sampai menghabiskan minuman hangat itu!” Namun Hu San tidak menggubris ucapan Han Xiong dan tertawa sendiri.


“Apa kau tidak mendengar ucapan-” Perkataan Han Xiong terhenti saat pria itu tiba-tiba memuntahkan cairan hitam dari dalam mulutnya.


Tiba-tiba Han Xiong merasakan tubuhnya melemah dan tidak bertenaga. Setelah beberapa detik rasa kantuk dimatanya terasa sangat berat bahkan ia kesulitan mengendalikan energi Qi dalam tubuhnya.


Dengan tatapan emosi Han Xiong menatap Hu San yang tertawa dan memandang rendah dirinya.


“Han Xiong! Aku akan memberitahumu tentang identitasku ini!” Hu San memperlihatkan sebuah liontin perak dan memberitahu jika dirinya adalah bagian dari keluarga Zhuge.


“Jadi selama ini kau menyamar...” Han Xiong berusaha untuk tetap terjaga dan menggerakkan tubuhnya, namun tak lama Hu San menendang wajahnya dan langsung melempar tubuh Han Xiong ke sungai.


“Makanlah tubuh bangsawan menyedihkan ini, ikan-ikan kesayanganku!” ujar Hu San.


Disaat yang bersamaan sebuah cahaya berwarna putih memenuhi kapal yang dinaiki Tang Xia. Sebelum menyadari lebih jauh, Hu San menemukan tubuh Han Xiong menghilang dari pandangannya.


“Kemana dia?” Hu San nampak kebingungan.


Sedangkan Tang Xia langsung mengeluarkan aura pembunuh yang begitu besar.


“Aku sudah menahan kesabaranku semenjak kalian meremehkanku!” Dengan sinis Tang Xia menatap Hu San sambil menciptakan sebuah pedang dari energi Qi.

__ADS_1


“Bersiaplah untuk mati ditanganku, bedebah sialan!”


__ADS_2