
...L.O.S.E 112 - One Year One Month...
Selama satu tahun Shu En bertapa melakukan meditasi secara penuh tanpa makan dan minum, bahkan dia tidak beranjak sama sekali dari tempatnya bermeditasi. Kondisi tubuh Shu En sekarang seperti menentang alam karena ia merupakan Ras Immortal, selain itu Shu En juga mewarisi kekuatan Dewa Iblis Mao Ruyue dan sekarang dilatih oleh Jing Yang sang Dewa Matahari.
Rambut Shu En terlihat sudah memanjang dan badannya nampak dipenuhi energi spiritual yang tetap membuatnya kekar dan tidak merasa lapar. Yang berbeda saat pertama kali pemuda itu datang ke Dimensi Dewa adalah kondisi badannya yang dipenuhi tumbuhan menjalar dan burung-burung yang berterbangan disekitarnya.
Beberapa ekor burung bahkan hinggap dikepala Shu En dan mengeluarkan kotoran diatas kepalanya. Saat Jing Yang hendak memeriksa keadaan Shu En, ia menahan tawa karena kondisi Shu En yang sudah acak-acakan namun pemuda itu tetap fokus pada meditasinya.
Keesokan harinya Shu En menuntaskan latihan pertamanya dan mulai menggerakkan badannya untuk beraktivitas, karena setahun ia bermeditasi secara penuh tubuhnya terlihat kaku saat bergerak.
“Bau apa ini? Badanku terasa sangat busuk!” ucap Shu En memasang ekspresi mual dan hendak muntah.
Jing Yang memalingkan wajahnya karena merasa bersalah. Dirinya memang mengawasi Shu En namun pria sepuh itu membiarkan hewan apapun mendekati Shu En bahkan parahnya sekujur badan Shu En dililit tumbuhan menjalar dan dihinggapi oleh burung yang membuang kotoran diatas kepalanya.
“Guru, murid minta izin untuk mandi.” Shu En meminta persetujuan Jing Yang dan langsung dituruti.
“Mandi dan segarkan badanmu terlebih dahulu, setelah itu baru kita bicara!” ujar Jing Yang.
“Baik, Guru. Kalau begitu murid pamit untuk mandi.” Shu En langsung bergegas menuju sebuah danau yang dihuni Buaya Iblis dan Piranha Buas. Keduanya merupakan Siluman Dewa.
‘Pastikan kau kembali hidup-hidup, bocah!’ ujar Jing Yang dalam hatinya saat mengetahui Shu En berlari menuju danau.
__ADS_1
Dengan santainya Shu En melompat dari atas tebing dan terjun kebawah untuk membersihkan tubuhnya. Tanpa menyadari penghuni danau tersebut, Shu En membersihkan seluruh badannya hingga bersih dan tidak menyisakan sedikit kotoran yang tersisa.
“Sial! Aku sangat yakin pasti sudah puluhan mungkin ratusan burung membuang kotoran pada tubuhku.” Shu En mengumpat sebelum ia melepaskan sedikit Energi Qi untuk mendeteksi hawa keberadaan makhluk hidup disekitarnya.
Berkat latihannya selama setahun, hanya dengan sedikit energi Qi sekarang Shu En dapat merasakan hawa keberadaan penghuni danau ini.
‘Jumlah mereka ada seratus lebih... Kadal... Bukan pasti ini gerombolan Buaya Iblis...’ Shu En membatin dan menghela nafas karena saat ini dirinya sedang tidak memakai pakaian apapun yang menutupi tubuhnya.
‘Maksimal senjataku ini tidak digigit gerombolan buaya...’ Shu En berkata dalam hati sambil menatap kebawah dan tersenyum canggung.
Tak lama dirinya pun dikepung oleh gerombolan Buaya Iblis yang mulai menampakkan tubuhnya satu demi satu. Bukan hanya menyerang dari depan, belakang dan samping, gerombolan Buaya Iblis juga menyerang dari bawah.
‘Saatnya melihat seberapa jauh perkembanganku...’ Shu En menatap langit dan mengangkat tangan kanannya.
Saat Shu En mengayunkan tangannya, seribu tombak petir berwarna emas itu langsung terjun dengan kecepatan tinggi dan menghujani danau dengan seribu tombak.
Gerombolan Buaya Iblis yang mengepung Shu En tidak berkutik saat tubuh mereka terkena sengatan listrik bertegangan tinggi. Tubuh Shu En sama sekali tidak terpengaruh bahkan pemuda itu dengan santainya melanjutkan ritual mandinya dengan satu persatu tubuh Buaya Iblis yang mulai mengambang.
“Mengganggu!” Shu En hendak pergi, namun tiba-tiba ia merasakan nafsu membunuh yang sangat besar.
Kematian gerombolan Buaya Iblis mengundang gerombolan Piranha Buas. Sekitar seribu Piranha Buas berdatangan dan langsung memakan tubuh Buaya Iblis yang mengambang dan tak bernyawa.
__ADS_1
Shu En yang melihat itu bergidik ngeri dan tanpa sengaja kedua tangannya menutupi sesuatu diantara kedua kakinya.
‘Ini bahaya!’ batin Shu En saat mengetahui keganasan Piranha Buas.
Shu En bukannya takut namun ia membayangkan jika Piranha Buas memakan tubuhnya, maka itu akan sangat memilukan untuknya.
Saat gerombolan Piranha Buas selesai menyantap ratusan mayat Buaya Iblis, pandangan mereka tertuju Shu En dan langsung berenang dengan kecepatan tinggi menuju pemuda tersebut.
“Sepertinya kalian semua akan menjadi santapanku malam ini. Jangan salahkan aku karena akan membunuh kalian semua, salahkan kalian sendiri karena mencoba memburuku!” Shu En melepaskan Aura Iblis yang begitu pekat sebelum sebuah aura berwarna hitam pekat mengelilingi tubuhnya dan membentuk pelindung.
“Tujuh Dosa Besar Mematikan!”
Saat gerombolan Piranha Buas semakin dekat dengan Shu En, tubuh mereka semua berhenti bergerak saat melihat empat lubang hitam yang tiba-tiba muncul disekitar sisi Shu En.
Empat lubang itu membuat gerombolan Piranha Buas merasakan bahaya. Sebelum kawanan Siluman Dewa ini bergerak kembali, tubuh mereka semua seperti disedot kedalam lubang hitam tersebut.
Shu En tersenyum dingin dan menggumam pelan, “Kerakusan...”
Dalam sekejap tubuh seribu Piranha Buas lenyap masuk kedalam lubang hitam kerakusan. Setelah itu Shu En membasuh badannya kembali sebelum mengganti pakaiannya dengan yang baru.
“Aku penasaran dengan rasa daging dari Piranha Buas...” Shu En nampak antusias dan kembali menemui Jing Yang.
__ADS_1
Malam itu Shu En dan Jing Yang mengobrol mengenai latihan kedua yang akan dijalani Shu En. Dengan daging Piranha Buas yang dibakar diatas api unggun, Shu En menikmati malam itu dengan penuh kenikmatan.