
L.O.S.E 22 - Flame Demon and Shadow Demon
ARC 1 - Fall To Rise
Liu Bai tidak mengetahui potensi yang tersembunyi dalam dirinya dan Shu En mengetahui hal itu dengan sempurna. Namun Dimata Liu Bai, ia melihat sosok Shu En seperti orang yang berbeda untuk beberapa momen.
Terlintas dipikiran Liu Bai jika Shu En memiliki kepribadian ganda, namun Liu Bai menepis pemikiran tersebut dan percaya jika Shu En tidak akan mengkhianati Yang Ruan.
Malam itu adalah malam yang tidak terlupakan bagi Liu Bai karena Shu En memaksa potensi dalam dirinya untuk keluar. Pertarungannya melawan Xiong Ni berlangsung dengan sengit saat keduanya memulai pertukaran serangan.
Liu Bai yang menggunakan pedang sebagai senjatanya dapat menahan serangan cepat dan dalam Xiong Ni. Namun setelah keduanya melakukan pertukaran serangan, pergerakan Xiong Ni sulit untuk diikuti.
“Pada akhirnya kultivasiku jauh diatasmu!” ucap Xiong Ni kepada Liu Bai.
“Ganti senjatamu dengan pisau kecil!” ujar Shu En kepada Liu Bai.
Tanpa berpikir panjang, Liu Bai mengikuti arahan Shu En tepat setelah mendapatkan beberapa tebasan didadanya.
‘Apa yang sebenarnya Tuan Shu pikirkan?’ Liu Bai membatin dan menjaga jarak dari Xiong Ni.
Tentu saja Xiong Ni tidak membiarkan Liu Bai untuk memperlebar jarak, dengan gerakan yang cepat Xiong Ni hendak melepaskan satu tebasan mematikan kepada Liu Bai namun tiba-tiba tubuhnya kesulitan untuk bergerak.
Liu Bai yang melihat kesempatan emas itu langsung mengarahkan kedua pisau kecil ke leher Xiong Ni.
“Kau!” Mata Xiong Ni mendelik menatap Shu En yang tersenyum dingin padanya.
Liu Bai mengetahui Shu En membantunya, namun amarahnya membuat dirinya melepaskan serangan yang lain kepada Xiong Ni.
Malam itu Xiong Ni mati dengan mengenaskan. Setelah berhasil membunuh Xiong Ni barulah Shu En memberitahu kepada Liu Bai jika dirinya lebih bagus dalam penyusupan dibandingkan menggunakan pedang.
Mendengar itu Liu Bai mencoba memahami kekuatan dalam dirinya. Walau untuk sesaat Liu Bai ragu akan ucapan Shu En barusan, namun dalam sekejap ia langsung mengintropeksi dirinya tanpa berkomentar lebih.
“Liu Bai, Xu Kai, kalian berdua adalah dua kultivator dari beberapa kultivator yang kucari untuk mencapai ambisiku.” Shu En menatap Xu Kai dan Liu Bai secara bergantian sebelum memberitahu tujuannya.
Mendengar tujuan Shu En membuat Liu Bai dan Xu Kai gemetar. Shu En mengatakan kepada keduanya jika ia akan membasmi Iblis dan menyelamatkan kemanusiaan yang telah ternoda.
“Iblis Api dan Iblis Bayangan, aku sudah mendapatkannya.”
Shu En tersenyum kepada Liu Bai dan Xu Kai sebelum akhirnya ia terbang dengan kecepatan tinggi kearah kota sendirian.
__ADS_1
“Kai, kau sudah mengetahui identitasnya bukan? Aku akan mengabdi padanya dan mengikutinya!” ucap Liu Bai dengan mantap.
“Bagaimana dengan Tuan Putri... Tidak Ratu?” Xu Kai mencemaskan Yang Ruan karena keduanya merupakan pengawalnya.
“Aku rasa Tuan Shu sudah memikirkan sebuah rencana untuknya.”
Setelah berbincang keduanya pun mulai memasuki Kota Liuwu yang telah dihancurkan Pagoda Tujuh Warna. Situasi memilukan di Kota Liuwu membuat Liu Bai menjadi lebih banyak diam sampai ia menemukan Shu En sedang membaca sebuah dokumen diatas tubuh pria paruh baya yang berlumuran darah.
“Ini semakin menarik! Mari kita lihat seberapa jauh rencana mereka berhasil!”
Baik Liu Bai ataupun Xu Kai melihat Shu En tersenyum dingin setelah membaca dokumen tersebut. Keduanya tidak ada yang menanyakan apa isi dalam dokumen tersebut dan hanya diam.
“Kenapa Tuan Shu tertawa sendiri?” tanya Xu Kai dengan pelan.
“Aku rasa karena dokumen itu...” jawab Liu Bai lirih.
Tak lama Shu En menghampiri keduanya dan mengatakan kepada mereka jika sesuatu sedang terjadi di Gunung Teratai dan Lembah Musim Hujan.
“Kita sudah menyudutkan mereka sejauh ini. Aku rasa mereka panik dan membuat kegaduhan diluar rencana...” Shu En berkata dengan pelan sebelum bersuara lantang.
“Kita lanjutkan perjalanan kita ke Xudong! Petinggi Pagoda Tujuh Warna yang lain sudah menunggu kita!”
“Maafkan atas kelancangan bawahanku, Tuan Shu. Setelah kembali akan kupastikan mereka menerima hukumannya!” ujar Xu Kai dengan perasaan bersalah.
“Tidak perlu. Jujur aku tidak peduli dengan semua itu.” Shu En menjawab dengan dingin dan membuat keduanya diam.
“Jika aku menggunakan kekuatanku sejak awal maka negeri ini akan menjadi negeri yang lemah. Apa kalian akan selalu mengharapkan pertolongan orang lain?”
Ucapan Shu En benar apa adanya sehingga Liu Bai dan Xu Kai tidak bersuara sedikitpun. Kehidupan yang telah Shu En jalani membuatnya menjadi pribadi seperti ini.
“Beberapa tahun lalu aku mendapatkan sebuah ingatan di Dunia Siluman. Beruntung aku bertemu dengan kalian berdua lebih cepat, yang tersisa Iblis Es, Iblis Petir dan Iblis Cahaya.”
“Liu Bai, Xu Kai, sebelum kalian berdua terlibat denganku lebih jauh ada yang ingin kutanyakan...” ucap Shu En pada mereka berdua.
“Apa yang ingin anda tanyakan, Tuan Shu?” ujar Liu Bai.
“Kalian berdua akan lebih memilih aku atau Tuan Putri?” tanya Shu En kepada Liu Bai dan Xu Kai.
Baik Liu Bai ataupun Xu Kai keduanya terdiam cukup lama sebelum mereka menanyakan kepada Shu En alasan bertanya demikian.
__ADS_1
“Aku ingin menjadikan kalian berdua sebagai anggota kelompok yang akan kubuat. Aku ingin kalian fokus pada pekerjaan yang aku perintahkan dan tidak perlu mengawasi atau menjaga Tuan Putri!” Shu En memberitahu dan membuat Xu Kai menentang.
“Tetapi Tuan Shu, aku dan Liu Bai adalah pengawal Tuan Putri! Kami adalah dua pengawal keluarga bangsawan yang dikirim untuk menjaganya!”
“Menjaganya, katamu? Itu adalah tugasku! Aku sudah bersumpah kepada Kakek Yang jika aku akan membuat Yang Ruan bahagia! Kalian berdua tidak perlu melakukan hal yang tidak perlu!” Shu En menegaskan.
Mendengar itu Xu Kai dan Liu Bai saling memandang. Keduanya sempat menaruh curiga akan hubungan Shu En dan Yang Ruan yang semakin dekat, namun semuanya terjawab malam ini.
“Jadi apa jawaban kalian berdua?”
Tanpa berpikir panjang, Xu Kai dan Liu Bai langsung mengabdikan hidupnya untuk Shu En.
“Kami akan mengikuti Tuan Shu!”
Shu En pun tersenyum dan langsung memberitahu apa yang ia baca saat menemukan sebuah dokumen di Kota Liuwu.
Dalam waktu dekat cepat atau lambat akan terjadi peperangan dengan Kekaisaran Tang. Rencana awal Kekaisaran Tang adalah menjadikan Liuwu dan Xudong sebagai pangkalan pasukan mereka, namun rencana itu telah dihancurkan oleh Shu En termasuk Liu Bai dan Xu Kai.
Hal ini membuat petinggi Pagoda Tujuh Warna yang tersisa bersama anggotanya berkumpul di Lembah Musim Hujan untuk menginvasi Gunung Teratai.
“Xing Rou dan Lu Shin Rui adalah dua orang yang menjadi target utama Pagoda Tujuh Warna. Satunya memiliki Tubuh Dewi Teratai yang menjadi incaran dan yang satunya memiliki kemampuan unik untuk mengendalikan segala jenis hewan.”
Mendengar penjelasan Shu En membuat Liu Bai dan Xu Kai berdecak kagum. Walau Kekaisaran Yang akan berperang dengan Kekaisaran Tang, namun kehadiran Shu En membuat Liu Bai dan Xu Kai melihat secercah harapan.
“Setelah dari Xudong, kita akan menuju Lembah Musim Hujan. Dan disinilah peran kalian berdua dimulai...”
Saat Shu En menjelaskan peran yang akan dijalankan Liu Bai dan Xu Kai, keduanya terkejut namun sebuah senyuman terlukis diwajah keduanya.
“Tetapi Tuan Shu, apakah kami benar-benar akan mati?” tanya Xu Kai untuk memastikan.
“Kalian berdua tidak perlu khawatir. Aku memiliki kemampuan dari Phoenix Api yang dapat menyembuhkan kalian.”
Mendengar itu Liu Bai dan Xu Kai pun menjadi lega. Setelahnya dalam perjalanan Shu En menjelaskan kemampuan unik Xu Kai dan Liu Bai agar keduanya mempelajarinya.
Saat mereka bertiga sampai di Xudong, sebuah pemandangan mengerikan terlihat disana. Didepan gerbang kota berbaris potongan kepala para penduduk pria yang ditusuk tombak.
Melihat hal ini Xu Kai terlihat begitu murka begitu juga dengan Liu Bai.
“Xu Kai sekarang giliranmu! Aku dan Liu Bai akan mengatasi bawahan petinggi Pagoda Tujuh Warna bernama Zhao Tian!” ujar Shu En sebelum ia melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar ke dalam Kota Xudong.
__ADS_1