
...L.O.S.E 91 - Shu En's Chosen Path...
Setelah berdiskusi dengan sesepuh kultivator Kekaisaran Yang dan beberapa pejabat kekaisaran, akhirnya Shu En mendapatkan kepercayaan mereka mengenai kondisi Yang Ruan.
Hanya Xing Zhuo saja yang mengetahui bagaimana nasib Yang Ruan dan kedua pengawalnya. Shu En mengatakan kepada semua orang jika Yang Ruan, Lu Shin Rui dan Xing Rou sedang berlatih secara mandiri selama setahun kedepan.
Kebohongan ini terpaksa Shu En lakukan agar tidak terjadi kepanikan diantara para pejabat ataupun penduduk. Sesuai apa yang diinginkan Yang Yufeng, Shu En mendapatkan hak untuk memerintah Kekaisaran Yang dengan syarat harus menikahi Yang Ruan.
Shu En sudah berjanji akan menikahi Yang Ruan dan janji itu tidak akan ditepati jika Yang Ruan tiada. Dibalik kemenangan besar itu tidak ada yang menyadari beban besar yang ditanggung Shu En.
Untuk selama beberapa hari Shu En dan beberapa pejabat istana Kekaisaran Yang mendiskusikan pertemuan tiga kekaisaran di Benua Bulan Biru.
“Pertemuan ini akan diadakan setahun lagi setelah Yang Mulia Ratu kembali dari latihannya. Ini akan menjadi pertemuan terbesar dalam sejarah karena saat itu aku akan menikahi dua wanita hebat yang begitu berharga dalam hidupku.”
Shu En mengatakan itu untuk menenangkan pejabat Kekaisaran Yang. Dengan bantuan dari Cao Jin dan Wu Tian, pembersihan bekas pertempuran di Xudong berlangsung cepat.
Sementara itu Xue Jian dan Xing Zhuo membahas mengenai tujuan mereka kedepannya. Setelah mengetahui bahwa pemerintahan Tang Lang sudah berakhir, maka Benua Bulan Biru telah menjadi sebuah benua yang berbeda dari sebelumnya.
“Aku tidak menyangka jika Nona Xia adalah anak dari Kaisar Tang sebelumnya. Selain itu En‘er adalah pewaris sah tahta Kekaisaran Shu. Semua ini seperti sudah ditakdirkan...” Xue Jian tersenyum dan berniat membantu Shu En sebisanya.
“Dia meminta kita untuk mengatasi masalah disini dan tidak ikut campur. Kita serahkan saja padanya dan percaya.” Xing Zhuo mengingatkan Xue Jian tentang niat Shu En yang ingin pergi ke Kekaisaran Shu.
“Aku mengetahuinya. Daripada itu, aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku...” Xue Jian pun menatap Xing Zhuo tajam.
Seperti menyadari ada kebohongan yang disembunyikan Shu En, Xue Jian merasa Xing Zhuo mengetahui apa yang Shu En sembunyikan dari semua orang.
“Terkadang lebih baik tidak mengetahui apapun dibandingkan mengetahui, Saudaraku.” Xing Zhuo memegang pundak Xue Jian dan tidak mengatakan apapun lagi setelahnya.
Xue Jian yang menyadari hal itu hanya diam dan tidak bertanya lebih jauh. Keduanya pun mengamati suasana sore hari dan menatap angin perubahan yang akan membawa Kekaisaran Yang kearah yang lebih baik.
Sementara situasi di Kekaisaran Yang sudah normal, situasi di Kekaisaran Tang mendapatkan reaksi yang tidak terduga. Pemberontakan dari sisa pasukan Tang Lang masih terjadi selama beberapa minggu belakangan ini.
Dengan bantuan keluarga Zhuge, Tang Xia dapat memberantas mereka semua. Pejabat istana dan semua orang yang terlibat mendukung pemberontak dihukum mati, sedangkan para tahanan yang pernah bekerja dibawah pemerintahan Kaisar Tang sebelumnya dibebaskan.
__ADS_1
Semua orang yang mengetahui kebenarannya dan identitas Tang Xia mendukung pelantikan gadis itu menjadi Ratu Tang. Pengangkatan Tang Xia yang menjadi Ratu Tang itu tidak dihadiri oleh Shu En karena pemuda itu terjebak masalah.
Tang Xia tidak diberitahu oleh Shu En dan belum mengetahui apa yang terjadi pada Yang Ruan dan yang lain. Setelah hampir satu bulan semenjak pertempuran terbesar di Benua Bulan Biru, Tang Xia mendapatkan kunjungan tidak terduga dari Shu En.
“Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku? Kau menghilang dan tidak menghadiri acara pengangkatanku sebagai seorang Ratu!” Tang Xia tampak kesal dan menatap sinis Shu En.
“Sudah, sudah, Xiaxia. Aku yakin Tuan En ingin menjelaskan apa yang terjadi kepada kita.” Xue Xiaoya menegur Tang Xia agar tidak terlalu menyalahkan Shu En.
Shu En yang mengetahui Tang Xia dan Xue Xiaoya baik-baik saja pun tersenyum tipis. Kemudian Shu En menjelaskan jika dirinya akan pergi ke Kekaisaran Shu dan menemui seseorang.
“Tunggu! Aku rasa kau menyembunyikan sesuatu dariku!” Tang Xia menatap tajam Shu En sebelum menyuruh pemuda itu untuk duduk didepannya, “Mereka bertiga berlatih selama setahun? Ini hal yang aneh! Kau tidak bisa membohongiku, Adik Shu!”
Tatapan tajam Tang Xia membuat Shu En tidak bisa berkelit. Keduanya telah menghabiskan masa kecil bersama di Dunia Siluman. Tentu saja Tang Xia mengingat dengan jelas bagaimana Shu En akan bertindak dan berbohong.
“Katakan yang sejujurnya kepadaku! Apa yang terjadi pada Adik Ruan, Adik Rou dan Bibi Lu?!” Suara tegas Tang Xia membuat Xue Xiaoya menjadi heran.
“Kenapa kau tiba-tiba marah, Xiaxia -”
“Diam, Yaya! Aku ingin mendengar penjelasan bocah ini!” Tang Xia meminta Xue Xiaoya diam dan menunjuk Shu En agar pemuda itu segera menjelaskan.
“Jangan menanggung semuanya sendiri! Kau bisa bergantung dan percaya padaku, Adik Shu!” ujar Tang Xia memberitahu dengan tulus.
Shu En langsung menatap Tang Xia dengan ekspresi rumit dan kesulitan untuk menjelaskan tentang apa yang menimpa Yang Ruan, Xing Rou dan Lu Shin Rui.
“Bisa berjanji agar tidak ikut campur masalah ini? Sekarang kau adalah seorang Ratu Tang, Kakak Xia. Aku ingin kau fokus pada masalahmu dan tidak ikut campur.”
Shu En memberikan sebuah syarat dan Tang Xia menyanggupinya. Setelah itu Shu En menjelaskan semuanya kepada Tang Xia tentang apa yang terjadi kepada Yang Ruan, Xing Rou dan Lu Shin Rui.
Mendengar cerita yang sebenarnya seketika tubuh Tang Xia mendadak lemas. Selama sebulan ini Tang Xia tidak membayangkan bagaimana Shu En bersikap tegar dan terlihat baik-baik saja.
“Kenapa...” Tang Xia mencoba berbicara namun melihat ekspresi tenang Shu En membuat gadis itu hanya bisa menahan diri.
“Kenapa? Karena aku tidak ingin melibatkan siapapun. Jika semua ini berhubungan dengan leluhurku maka aku akan menyelesaikan sendirian.” Shu En mencoba tersenyum dan ingin berpamitan.
__ADS_1
“Kalau begitu, aku akan pergi Kakak Xia. Jaga dirimu.”
Melihat Shu En berdiri dan berniat meninggalkan Istana Tang, segera Tang Xia memegang tangan pemuda itu dengan erat.
“Tunggu...” ucap Tang Xia lemah sembari mencoba menatap wajah Shu En.
“Apa kau lupa dengan janjimu...”
Jantung Tang Xia berdegup kencang dan ingin pemuda dihadapannya ini kuat menghadapi cobaan yang tengah dihadapi.
“Selamatkan Adik Ruan dan aku akan menunggumu.” Tang Xia mengatakan itu ditelinga Shu En dan langsung membalikkan badannya.
Shu En hanya tersenyum tipis sebelum melambaikan tangannya dan menghilang dari pandangan Tang Xia dan Xue Xiaoya.
“Yaya, bagaimana pendapatmu?” tanya Tang Xia tentang tujuan Ling Tian. Namun Xue Xiaoya mengira Tang Xia menanyakan ucapan gadis itu kepada Shu En sebelumnya.
“Tidak masalah. Sudah wajar kultivator seperti dia memiliki istri lebih dari satu.”
“Bukan itu maksudku!”
“Lalu apa Xiaxia?”
Keduanya tertawa pelan dan suasana tegang itu pun mencair. Kemudian Tang Xia menjelaskan tujuan Ling Tian yang seperti menjebak Shu En untuk pergi menyelamatkan Yang Ruan dan yang lainnya.
“Aku rasa semua itu berkaitan denganku juga. Aku memilki Tubuh Yin. Aku tidak mengetahui mengapa dia menyembunyikan sesuatu tentangmu, tetapi aku rasa dia tidak ingin aku terlibat.” Xue Xiaoya menyadari batasannya sehingga tidak bertindak lebih jauh.
“Pada akhirnya dia sendirian. Bukankah ini terlalu menyedihkan untuknya?” Tang Xia menjadi tidak tegas dengan apa yang akan dilakukan Shu En.
“Xiaxia, percaya kepadanya. Selama dia pergi, kita harus melindungi apa yang sudah dia perjuangkan.” Xue Xiaoya mengingatkan Tang Xia tentang perjuangan mereka untuk merebut kembali tahta Kekaisaran Tang dan Kekaisaran Shu.
“Kau benar, Yaya. Aku akan melindungi apa yang sudah bocah itu raih.” Tang Xia tersenyum dan bertekad akan melindungi kedamaian di Benua Bulan Biru.
“Bocah? Menurutku dia hanya terpaut lima tahun lebih muda dari kita berdua. Apa wajar memanggilnya bocah?” Xue Xiaoya memprotes.
__ADS_1
“Dimataku dia hanyalah seorang bocah! Adik Shu tetaplah Adik Shu!” ujar Tang Xia dengan ekspresi wajah yang malu.
Kemudian keduanya pun pergi menuju ruangan pertemuan untuk mendiskusikan masalah pemberontak yang tersisa dengan para pejabat istana.