Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 89 - North Ice Island War II


__ADS_3

...L.O.S.E 89 - North Ice Island War II...


Ilusi yang diciptakan Long Wang membuat penggunanya tertidur begitu juga dengan orang yang terkena efek ilusi. Tugas Long Wang saat ini adalah menghabisi Shu En yang berada di dunia ilusi.


“Sepertinya kau sudah menyadarinya, Bocah Shu?”


Suara Long Wang terdengar menggema dan membuat Shu En menyapu pandangannya mencari keberadaan sang pemilik suara.


“Keluarlah! Apa kau takut padaku dan bersembunyi?!” Shu En berteriak dan menatap langit malam yang begitu terang.


“Hahahaha! Takut padamu? Tidak, aku sama sekali tidak takut! Aku hanya ingin mempermainkanmu!”


Setelah itu Shu En merasakan hawa membunuh yang sangat besar. Sedetik kemudian Shu En menemukan Long Wang berada didepannya dan langsung mencekik lehernya dengan sangat keras.


“Dunia ilusi ini bisa kukendalikan! Kau tidak memiliki kesempatan untuk menang!” Long Wang tersenyum lebar dan mencekik leher Shu En lebih keras dari sebelumnya.


Wajah Shu En memucat saat menyadari dirinya tidak dapat menggunakan segenap kemampuannya. Jika tidak menemukan cara untuk mematahkan situasi ini, bisa saja dirinya akan terbunuh disini.


Shu En pun memusatkan perhatiannya kepada Long Wang dan langsung melakukan konsentrasi secara penuh. Cengkeraman tangan Long Wang yang awalnya terasa sakit menjadi biasa saja bahkan tidak memberikan pengaruh yang berarti.


‘Apa?! Bocah ini! Apa dia menyadarinya?!’ Long Wang terkejut saat melihat perubahan ekspresi pada wajah Shu En.


Awalnya Shu En terlihat pucat dan panik namun sekarang pemuda itu menunjukkan wajah yang begitu tenang. Bahkan Shu En dapat menggerakkan tubuhnya dan langsung memegang tangan Long Wang sebelum membanting tubuh pria itu.


“Kau!” Long Wang langsung bergerak menghindari tendangan kaki Shu En dan bersiap melepaskan satu pukulan.


Shu En menahan pukulan Long Wang dan keduanya pun beradu serangan selama beberapa detik. Keduanya sama sekali tidak menggunakan energi Qi dan melakukan pertukaran serangan dengan kemampuan biasa.


Menyadari betapa tenangnya Shu En menghadapi situasi ini akhirnya Long Wang pun memutuskan untuk kembali ke dunia nyata.


“Aku akan membunuhmu disana-” Suara Long Wang tercekat saat merasakan lehernya dicekik.


“Bagaimana mungkin kau dapat menggerakkan tubuhmu didunia nyata?!” ujar Long Wang penuh pertanyaan.

__ADS_1


Shu En tersenyum lebar dan menjentikkan jarinya, “Jangan remehkan aku, Long Wang! Aku masih dapat merasakan aliran spiritual ku yang kacau dan memulihkannya secara perlahan!”


Mendengar itu Long Wang pun menghilang dari pandangan Shu En. Keduanya kembali ke dunia nyata dengan Shu En yang tengah mencekik leher Long Wang.


BOOOMMM!!!


Long Wang secepat mungkin melepaskan satu pukulan yang membuat tubuh Shu En terpental jauh. Setelah berhasil melepaskan diri, Long Wang menunjukkan kemarahannya dan mengendalikan es yang ada di Pulau Es Utara.


Shu En yang tengah mengumpulkan segenap kesadarannya begitu terkejut ketika melihat es yang ada di pulau berubah menjadi ombak es. Seolah-olah ombak es itu akan menenggelamkan dirinya dan membunuhnya.


“Baru juga sadar disambut dengan hal seperti ini...” Shu En menghela nafas dan menatap ombak es tersebut.


Lalu dengan ketenangannya Shu En menciptakan sebuah pedang dan mulai memainkan pedangnya.


“Seni Pedang Iblis...”


“Pekat Malam!”


Lautan ombak es itu terbelah menjadi dua bagian dan langsung dihempaskan oleh Shu En melalui permainan pedangnya. Aliran Qi yang besar dan menimbulkan gelombang kejut itu memberikan pengaruh yang besar untuk permainan pedang Shu En.


“Amukan Penguasa Utara - Penghakiman Naga Petir!”


Gemuruh petir yang menggema dan dipenuhi energi Qi itu membelah langit diatas Pulau Es Utara. Kemampuan Long Wang yang satu ini membuatnya ingin menghabisi Shu En dalam satu kali serangan.


Namun Long Wang dikejutkan dengan gerakan tangan Shu En dan kemampuan pemuda itu untuk menggunakan kemampuan yang sama dengannya.


“Kau meniru jurusku? Sungguh lancang!” Long Wang tersenyum lebar saat mengetahui Shu En melakukan hal yang sama dengannya.


Kedua jurus yang mereka gunakan itu benar-benar memporak-porandakan Pulau Es Utara. Lokasi pertarungan mereka berdua luluh lantah saat bayangan kedua Naga Petir saling berusaha menghancurkan.


Shu En yang menyadari Long Wang tengah mempersingkat jarak dengannya pun langsung bergerak mendekat. Dengan satu tebasan pedang yang tajam dan mematikan, Shu En mengincar leher Long Wang.


“Seni Pedang Iblis...”

__ADS_1


Shu En melepaskan Aura Iblis yang sangat besar dan membuat bilah pedangnya memancarkan aura berwarna merah, emas dan hitam pekat.


Long Wang yang menyadari keanehan pada pedang Shu En langsung berhenti. Tubuhnya memberitahu bahwa serangan yang akan dilepaskan Shu En akan sangat berbahaya untuknya.


“Tiga Unsur Kematian!”


SLASH!!!


Kepala Long Wang terpenggal oleh pedang Shu En dan tidak dapat beregenerasi. Dibawah bayangan sinar rembulan, tubuh Long Wang secara perlahan lenyap dan menghilang.


“Tidak mungkin! Aku tidak mungkin mati disini!”


Long Wang begitu terkejut saat mengetahui dirinya tidak dapat menyelamatkan diri dari situasi ini. Kedua mata Long Wang pun menatap tajam Shu En yang berdiri dihadapannya sembari mengibaskan pedangnya.


“Kupikir aku harus menggunakan seluruh kekuatanku, tetapi kau jauh lebih lemah dari yang aku kira, Long Wang!” Shu En berkata dengan nada dingin dan mengalirkan energi Qi kepada pedangnya.


“Selamat tinggal dan enyah dari dunia ini!”


Shu En langsung menghunuskan pedangnya pada mulut Long Wang. Lalu api berwarna hitam pun membakar kepala Long Wang hingga lenyap tak bersisa.


Saat itu juga Shu En berhasil mengalahkan Long Wang dan memenangkan pertempuran di Pulau Es Utara. Masih ada sekitar lima jam hingga matahari terbit dan Shu En tidak menyadari jika diatas langit ada seseorang yang mengawasi pertempuran mereka.


“Tidak kusangka pertarungannya akan berakhir seperti ini!”


Sontak saja Shu En mengerutkan keningnya saat mendengar suara seseorang. Shu En langsung meningkatkan kewaspadaannya karena merasakan aura yang dimiliki pemilik suara begitu mengintimidasi.


“Jadi kau bocah manusia yang memiliki marga bernama Shu? Sangat disayangkan, tetapi semua keturunan Ling En harus mati karena telah menolak bekerjasama dengan kami!”


BOOOMMM!!!


Sang pemilik suara menampakkan dirinya dihadapan Shu En dengan mengeluarkan energi Qi yang sangat besar. Shu En berusaha melindungi orang tersebut dan menemukan sosok Ling Tian yang berdiri ditempat Long Wang yang telah tiada.


“Bisa dibilang aku ini adalah leluhurmu, bocah!” Ling Tian tersenyum menyeringai menatap Shu En yang begitu waspada padanya, “Leluhur Ibumu!”

__ADS_1


Sedetik kemudian Ling Tian sudah berada didepan Shu En sambil mengeluarkan sebuah pukulan yang dipenuhi aura hitam pekat. Aura hitam pekat itu membentuk mulut harimau yang ganas dan langsung menembus perut Shu En.


“Tinju Harimau Hitam!”


__ADS_2