Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 62 - Two Conditions


__ADS_3

...L.O.S.E 62 - Two Conditions...


Beberapa hari setelah kejadian pembantaian yang mengerikan di Luoyang, Shu En mengadakan pertemuan tertutup dengan semua kultivator yang akan terlibat dalam pertempuran.


Disebuah aula yang sederhana terlihat Xing Zhuo, Xue Jian, Cao Jin dan Wu Tian. Tak lama Lu Shin Rui masuk kedalam aula pertemuan bersama Xue Xiaoya, Xing Rou dan Tang Xia.


“Apakah semuanya sudah datang?” Xue Jian memperhatikan semua orang yang ada aula pertemuan dan mengerutkan keningnya, “Tidak ada Yang Mulia Ratu disini...”


“Yang Mulia Ratu sedang mengunjungi makam dua pengawalnya.” Shu En memberitahu Xue Jian sebelum menjentikkan jarinya.


“Selain itu aku menangkap orang yang mengikutiku dari Pegunungan Seribu Es sampai kesini.”


“Apa?” Xue Jian terkejut saat melihat tubuh Xue Fen diikat dan keluar dari sebuah portal.


“Aku sudah memberinya peringatan tetapi dia bersikeras ingin menjadi murid Saudara Shu.” Xue Xiaoya memberitahu Xue Jian dan menghela nafas panjang.


“Mmmppphhh! Angkwat! Akwu! Mmmpphhh!” Mulut Xue Fen yang disumpal dengan kain mencoba mengatakan sesuatu.


“Angkat aku menjadi muridmu? Aku masih terlalu untuk menjadi Gurumu.” Shu En pun berdiri dan mendekati Xue Fen sebelum melepaskan kain dan tali yang mengekang dirinya.


Setelah terlepas Xue Fen langsung memegang kedua kaki Shu En dan bersujud.


“Angkat aku sebagai muridmu, Guru! Kau akan menjadi kakak iparku bukan?! Jadi angkat aku sebagai muridmu!” ujar Xue Fen dengan penuh semangat membuat Shu En mengerutkan keningnya.


“Kau! Bicara seenak jidat!” Shu En pun meminta Xue Fen untuk keluar karena ia akan memulai pertemuan.


“Mohon maaf, Saudara Shu, aku akan mengurus adikku yang bodoh ini!” Xue Xiaoya pun meminta izin untuk berpamitan dan langsung menarik Xue Fen agar keluar aula pertemuan.


Setelah keduanya keluar barulah Shu En duduk kembali dan memulai pertemuan singkat ini.

__ADS_1


“Terimakasih karena kalian semua telah menghadiri pertemuan ini. Ada yang ingin ku sampaikan kepada kalian. Ini mengenai diriku, musuh yang akan kita hadapi dan leluhurku...” Ekspresi Shu En terlihat begitu serius saat mengatakan itu.


Tang Xia yang mendengar hal ini pun terkejut karena Shu En tidak pernah menceritakan tentang leluhurnya ataupun masalah pribadi kepada dirinya.


“Aku sudah berbicara dengan penjaga Pegunungan Seribu Es dan siluman yang menjalin kontrak darah denganku, Dewa Siluman Shen Long. Mereka memberitahu jika musuh yang akan kita hadapi adalah Ras Immortal yang sedang mencari Ramuan Keabadian. Untuk menjadi abadi mereka membutuhkan beberapa kondisi.”


Apa yang Shu En katakan kepada mereka semua membuat semuanya tercengang dan hanya diam mendengarkan. Selanjutnya Shu En tidak melanjutkan ucapannya dan menatap keluar aula pertemuan.


“Apa syarat untuk memenuhi kondisi itu, En‘er?” tanya Xue Jian.


Cao Jin dan Wu Tian yang melihat sikap Xue Jian mengerutkan keningnya. Sangat jarang Xue Jian bersikap hangat dan baik kepada orang asing, terlebih Shu En dan Xue Jian belum saling mengenal lebih jauh.


“Kita akan mengetahuinya sebentar lagi.” Tiba-tiba Shu En berdiri dan mengeluarkan nafsu membunuh yang begitu besar.


“Apa yang kau lakukan En‘er?!” Xue Jian tersentak kaget saat melihat tindakan Shu En.


“Tenanglah, aku hanya ingin menangkap tikus yang bersembunyi.” Setelah berkata demikian Shu En pun menghilang dari aula pertemuan dan tak lama suara ledakan yang besar menggema diluar aula pertemuan.


“Apa yang terjadi? Mengapa Tuan Muda Shu En tiba-tiba seperti itu?!” Cao Jin langsung berlari keluar aula pertemuan bersama Wu Tian.


“Dia selalu bertindak seenaknya!” sahur Wu Tian mengikuti Cao Jin.


Sementara itu Lu Shin Rui menatap Tang Xia yang berkeringat dingin.


“Apa kau mengetahui sesuatu Nona Xia?” tanya Lu Shin Rui.


“Yong Xiang, tidak Xu Xiao Chi, dalang dibalik semua ini masih hidup! Adik Shu menyadari semua ini dan menuju ke lokasi Adik Ruan!” ujar Tang Xia memberitahu.


“Yang Mulia Ratu dalam bahaya!” Xing Rou yang mendengarnya pun langsung bergegas disusul Xing Zhuo.

__ADS_1


Namun setelah semua orang sampai disana mereka melihat Shu En yang mencekik leher tubuh seorang pemuda hingga hancur. Pemuda itu telah mati dan tubuhnya diambil alih oleh Xu Xiao Chi dan dengan energi Qi yang besar Shu En menghancurkan jantung Xu Xiao Chi.


Tidak jauh dari sana terlihat Yang Ruan sedang duduk bermeditasi tepat didepan makam Xu Kai dan Liu Bai.


“Apa yang terjadi? Yang Mulia Ratu baik-baik saja...” Xing Rou bernafas lega saat melihat kondisi Yang Ruan.


“Tetapi mengapa Yang Mulia Ratu bermeditasi?” Pertanyaan ini muncul dibenak semua orang yang melihatnya.


Dan Shu En memberitahu mereka jika Iblis Api dan Iblis Kegelapan milik Xu Kai dan Liu Bai memilih Yang Ruan sebagai pemilik kekuatan langka itu.


“Aku akan memberitahu kalian syarat dan kondisi untuk menjadi abadi.”


Shu En memberitahu dua cara kepada semua orang setelah ia melihat ingatan Xu Xiao Chi. Syarat pertama Long Wang harus membuat Ramuan Keabadian.


Ramuan Keabadian dapat dibuat jika mereka berhasil mengumpulkan Gulungan Seni Phoenix, Giok Naga Azure dan Giok Iblis Langit. Selain ketiga harta suci itu, Ramuan Keabadian juga dapat dibuat dengan berkumpulnya Gulungan Seni Naga, Batu Merah Keabadian dan Batu Biru Keabadian.


“Mereka kesulitan mencari harta suci yang tersebar di tiga kekaisaran yang ada di benua ini sehingga mereka menggunakan alternatif lain dengan mencari pemilik Tubuh Yin, pemilik Mata Dewa Sejati, pemilik Pengetahuan Dewa Sejati dan Badan Sejuta Spiritual.”


Mendengar hal ini seketika Xue Jian mengepalkan tangannya. Xue Jian mengetahui Xue Xiaoya memiliki Tubuh Yin yang langka. Bukan hanya Xue Jian saja bahkan Xing Zhuo dan Lu Shin Rui pun terkejut mendengar hal ini.


“Aku mengetahui siapa pemilik Tubuh Yin. Namun untuk tiga yang lainnya aku tidak mengetahuinya. Apa kalian pernah mendengar tentang Mata Dewa Sejati dan Pengetahuan Dewa Sejati?” Shu En bertanya kepada Xue Jian, Cao Jin, Wu Tian dan Xing Zhuo.


Namun keempat orang itu tidak mengetahuinya. Shu En mengamati ekspresi Xing Zhuo dan terlihat seperti menyembunyikan sesuatu, kemudian Shu En pun melirik Lu Shin Rui dan Xing Rou secara bergantian.


‘Mereka berdua juga termasuk. Pantas saja para bedebah itu mengacaukan negeri ini...’ Shu En membatin dan tersenyum sebelum ia mengakhiri pertemuan singkat ini dan mengatakan kepada semuanya jika ia akan pergi ke Kekaisaran Tang.


Mendengar hal ini tentu saja semua orang terkejut, namun setelah Shu En menjelaskan rencana penyerangan kepada mereka, akhirnya tidak ada yang berani menentangnya.


Lu Shin Rui yang kehilangan kesempatan untuk bertempur hanya bisa membantu Yang Ruan yang tengah berkultivasi dan memberikan beberapa saran. Sedangkan Tang Xia dan Xue Xiaoya ikut dalam perjalanan Shu En menuju Kekaisaran Tang.

__ADS_1


__ADS_2