Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 53 - Cunning Woman and Cold Hearted Man


__ADS_3

...L.O.S.E 53 - Cunning Woman and Cold Hearted Man...


Dalam perjalanan menuju Benteng Angin Utara, Shu En dapat menempuhnya lebih cepat dari yang Su Rong dan Chu Yui lakukan. Tidak butuh waktu sampai satu hari untuk Shu En sampai disana dan benar apa adanya disana pasukan dari Kekaisaran Jia sedang berkumpul.


Sekitar seribu pasukan dari Kekaisaran Jia nampak sedang mengasah senjata mereka dan disana tidak ada sosok Kaisar Jia.


Shu En menebak jika Su Rong dan Chu Yui menyembunyikan sesuatu pada dirinya, hal ini membuat Shu En menciptakan tubuh bayangan dan memilih untuk mengamati apa yang terjadi.


‘Hanya Kultivator Alam Dewa yang dapat mendeteksi tubuh bayanganku.’ Shu En membatin sebelum melihat Su Rong dan Chu Yui mendekat.


“Kau terlalu cepat, Tuan Iblis Hitam!” ujar Su Rong sambil menyeka keringatnya dikening.


“Jadi apa yang akan kita lakukan? Membuat kekacauan atau langsung membunuh mereka semua?” Su Rong bertanya dengan ekspresi tersenyum penuh misterius.


Shu En menjawab, “Racun Kelelawar Iblis adalah racun mematikan milik Hewan Buas Dewa. Aku rasa Kaisar Jia tidak memiliki penawarnya. Aku hanya perlu mencari hewan terkutuk itu dan membunuhnya.”


Mendengar ini Su Rong terperanjat kaget, “Apa katamu?!”


“Untuk apa kau terkejut?!” Shu En menoleh kearah Su Rong lalu menatap Chu Yui yang berekspresi buruk.


“Kami tertipu!” Chu Yui terlihat mengepalkan tangannya dan langsung menatap Shu En bersalah.


“Kita pergi dari sini kita dijebak!” teriak Chu Yui.


Shu En hanya tersenyum sinis saat mengetahui Chi Yui dan Su Rong berniat memanfaatkan dirinya. Tidak butuh waktu lama bagi Shu En untuk merasakan hawa membunuh yang mendekat. Sekitar dua orang bergerak dengan kecepatan tinggi menuju kearahnya dan sudah bersiap melepaskan serangan mereka.


“Pergilah ke neraka keparat!” Satu tebasan pedang yang dialiri api bergerak cepat keleher Shu En.


Shu En menghindarinya dengan cekatan, namun tusukan tombak yang dari orang yang lainnya menembus perutnya. Shu En sebisa mungkin tidak membuat tubuh bayangannya itu hancur.


“Tuan Iblis Hitam!” Su Rong panik dan langsung mengumpulkan Qi pada kedua tangannya.


Dengan hantaman tangannya yang dipenuhi energi spiritual, Su Rong menghancurkan tanah yang dipijak kedua orang yang menyerang Shu En.


Kemudian Su Rong memapah tubuh Shu En yang berlumuran darah. Su Rong merasa aneh karena seharusnya Shu En dapat menghindar ataupun menahan lukanya dengan mudah, namun saat ini pemuda itu terlihat kesakitan dan tak berdaya.


“Kalian telah masuk kedalam jebakan kami! Berkat Yang Mulia, kita akan memiliki dua sandera berharga! Tidak ada pilihan lain bagi Ratu Zhang untuk menikah dengan Yang Mulia!” ujar seorang pria yang memegang pedang dialiri api. Pria itu bernama Hu Xie yang merupakan seorang putra dari Jendral Api Kekaisaran Jia.


“Dia telah terkena Racun Kelelawar Iblis! Kalian paham dengan kondisi kalian bukan?! Jadi jangan melakukan tindakan yang bodoh!” sahut pria lain yang bernama Xiang Ren dan merupakan putra dari Jendral Air Kekaisaran Jia.


“Kita terjebak, Rongrong. Aku merasa bersalah karena telah berniat menukarkan hidupmu dengan penawar racun itu.” Chu Yui mengelus punggung Shu En dan mengamati keadaan.


“Wanita benar-benar licik! Tetapi aku tidak akan mati sebelum memberikan hukuman pada kalian berdua!” ujar Shu En menanggapi ucapan Chu Yui.


“Tuan Iblis Hitam, apa yang akan kau lakukan?” tanya Su Rong saat Shu En menepis tangannya.


“Kita pergi darisini.” Shu En pun memanggil Phoenix Es dan langsung naik keatas punggung siluman tersebut.


“Kalian telah menipuku dan matilah ditanah ini, wanita licik!” Dengan ekspresi dinginnya, Shu En meninggalkan Chu Yui dan Su Rong.

__ADS_1


Mata Su Rong terbelalak tidak percaya begitu juga dengan Chu Yui saat sekitar ratusan pasukan berdatangan mengepung mereka.


“Hahahaha! Kalian berdua berniat menumbalkan orang yang membantai Kalajengking Hitam tetapi orang itu ternyata hanyalah seorang idiot yang meninggalkan dua wanita cantik!” Hu Xie tertawa mengejek sebelum mengangkat tangannya memberi tanda pada pasukannya untuk membentuk formasi pengepungan.


“Jadi apa yang akan kita lakukan, Saudara Hu?” Xiang Ren bertanya dengan ekspresi meremehkan Chu Yui dan Su Rong.


“Tentu saja kita bersenang-senang!”


Setelah itu Hu Xie maju kedepan menyerang Su Rong dengan permainan pedangnya yang lincah. Su Rong dengan gesit menahan tebasan pedang Hu Xie menggunakan tangan kosong.


‘Ini karma! Tetapi tetap saja aku tidak pernah menyangka dia pergi meninggalkan kami!’ Su Rong membatin penuh emosi dan rasa penyesalan.


“Majulah dan aku akan melawan kalian semua!” seru Chu Yui yang tidak ingin mengalah pada keadaan.


Qi disekitar tubuh Chu Yui tiba-tiba berubah menjadi air dan menyebar ke segala arah. Chu Yui menjadi pusatnya dan jangkauan serangannya ini sangatlah lebar.


“Apa kalian pernah dimakan oleh hiu yang buas?” Chu Yui tersenyum sebelum memperlihatkan kemahirannya dalam memanipulasi Qi miliknya.


“Jadi ini kemampuan milik Matriark Istana Rembulan?” Xiang Ren pun menancapkan tombaknya ke tanah dan melakukan hal yang tidak terduga.


Saat banyak hiu yang terbentuk dari energi spiritual bermunculan, tombak air yang kokoh dan dipenuhi Qi langsung membunuh hiu tersebut.


“Tidak ada yang perlu ditakutkan! Sudah kukatakan untuk melakukan hal yang tidak perlu, Chu Yui!” ujar Xiang Ren mengingatkan.


Situasi Chu Yui dan Su Rong pun tidak terlalu baik. Keduanya diserang dari segala tanpa ampun agar tidak memberikan perlawanan yang percuma. Hingga akhirnya Xiang Ren dan Hu Xie berhasil memojokkan keduanya dan berniat menangkap keduanya secara hidup-hidup namun tiba-tiba Chu Yui mengambil pedang salah satu pasukan Kekaisaran Jia yang ia bunuh dan mengancam akan melakukan bunuh diri.


“Jika mendekat aku akan melakukan ini!” Chu Yui mengancam dan membuat Xiang Ren tertawa sinis.


Hati Chu Yui terasa terinjak-injak mendengarnya dan dengan penuh kemarahan ia pun menyerang Xiang Ren. Namun pertukaran serangan yang singkat itu dimenangkan Xiang Ren dengan mudah.


Disisi lain Su Rong bertarung cukup sengit melawan Hu Xie sebelum akhirnya Xiang Ren menjadikan Chu Yui sebagai sandera.


“Berhenti bertarung, Su Rong! Kau tidak ingin wanita ini mati bukan?” Xiang Ren memperlihatkan tubuh Chu Yui yang diikat sebuah rantai yang terbentuk dari air dan energi spiritual.


“Kalian sangatlah licik karena telah menjebak kami!” Su Rong mengangkat kedua tangannya dan saat itu juga Hu Xie menendang perut wanita itu.


“Kau cukup merepotkan diriku! Rasakan ini!” Hu Xie yang ingin melampiaskan amarahnya menginjak perut Su Rong bahkan menendang wajah wanita itu.


Su Rong benar-benar dihancurkan dan merasakan putus asa sama halnya seperti Chu Yui. Keduanya termenung karena mengingat Hong Zi Ran yang pernah bercerita jika pemuda bertopeng iblis hitam adalah Shu En.


Mengira keduanya dapat memanfaatkan Shu En yang masih muda dan bisa dibilang polos, justru keduanya lah yang dimanfaatkan dan dijebak. Terlebih Shu En meninggalkan keduanya tanpa memiliki belas kasih sedikitpun.


“Pada akhirnya inilah karma yang harus kudapatkan...” Su Rong memejamkan matanya dan pasrah pada keadaannya.


“Sepertinya kalian berdua sudah memahami situasi kalian. Kalian akan kami bawa ke Kekaisaran Jia untuk bertemu dengan Yang Mulia. Aku yakin dia akan senang mendapatkan hadiah indah ini dari kami berdua.” Xiang Ren pun melepaskan ikatan rantai air pada tubuh Chu Yui dan memberikan perintah.


“Cepat jalan dan ikuti kami!”


BYUUURRRR!!!

__ADS_1


Tiba-tiba didepan Xiang Ren menggelinding kepala Hewan Buas Dewa Kelelawar Iblis. Tak lama puluhan kepala pasukan Kekaisaran Jia menggelinding satu demi satu.


“Chu Yui! Su Rong! Bisa lepaskan kedua wanita itu? Mungkin aku akan membunuh kalian semua tanpa rasa sakit!” ujar Shu En yang asli setelah berhasil menemukan keberadaan Kelelawar Iblis dan membunuhnya.


“Kau! Bukankah kau sudah melarikan diri?!” Xiang Ren tersentak kaget melihat Shu En masih hidup dan terlihat baik-baik saja.


Xiang Ren pun berniat menjadikan Chu Yui sebagai sandera. Dengan gerakan yang cepat Xiang Ren berniat mencekik leher Chu Yui namun tangannya ditahan Shu En dan dipatahkan dengan mudahnya.


“Argh!!!”


“Mereka berdua itu memiliki urusan denganku! Kau akan mendapatkan bayaran yang setimpal karena telah melukai mereka berdua!” Shu En berkata dengan nada yang dingin sebelum menatap Chu Yui dari balik topengnya.


“Apa kau tidak apa-apa, wanita licik?”


Chu Yui tidak menjawab dan hanya tersipu begitu malu. Setelah itu Shu En melakukan sesuatu kepada Xiang Ren dan benar-benar menghancurkan mental pria tersebut.


Kemudian Shu En berjalan mendekati Su Rong dan mengangkat tubuh wanita itu, “Kau terluka cukup parah. Apa mereka menendang perut dan wajahmu?”


Su Rong berusaha melepaskan diri saat Shu En menggendong tubuhnya dan membaringkannya disamping Chu Yui.


“Mereka berdua berkata akan mengabdi dan mengikuti diriku! Aku belum sekalipun menendang atau menampar mereka dan kau melakukannya!” Shu En melepaskan Aura Iblis yang begitu besar dan membuat semua orang dalam jangkauannya langsung merasakan sesak nafas.


“Aku akan membunuhmu dengan cara yang sama saat kau menyiksa kedua wanita licikku ini!”


“Tunggu...” Hu Xie ketakutan saat menyadari kekuatan Shu En berada jauh diatasnya.


Namun sebelum Hu Xie bertindak lebih jauh perutnya dipukul Shu En dan kepalanya disikut Shu En dengan sangat keras. Saat Hu Xie tersungkur ketanah, Shu En menendang dan menginjak wajahnya tanpa belas kasih.


Hal ini membuat mental pasukan Kekaisaran Jia yang sekarang berjumlah lebih dari delapan ratus orang itu ketakutan.


Bahkan Su Rong dan Chu Yui pun gemetar ketakutan saat melihat Shu En menyiksa Hu Xie dengan cara yang sangat keji. Akhirnya Hu Xie mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


“Dia sudah mati...” Shu En tersenyum dari balik topengnya sebelum menatap semua prajurit Kekaisaran Jia yang tersisa.


“Sekarang aku akan memberikan kalian semua dua pilihan! Shu En melepaskan Aura Iblis lebih besar lagi dan tekanan gravitasi disekitarnya menjadi sangat berat.


Hanya Chu Yui dan Su Rong yang tidak merasakan tekanan gravitasi tersebut. Walaupun tidak merasakan, namun keduanya menyadari betapa mengerikannya kemampuan Shu En.


“Tunduk padaku atau mati ditanganku! Pilihlah!” ujar Shu En yang memberikan dua pilihan kepada delapan ratus prajurit Kekaisaran Jia.


Dalam tekanan rasa takut dan keinginan untuk tidak mati, semua prajurit Kekaisaran Jia memilih tunduk kepada Shu En.


Shu En tersenyum mendengar jawaban mereka dan memanggil Shen Long. Semua orang ada di Benteng Angin Utara tidak berkedip sedikitpun saat melihat sosok raja makhluk buas yang ada diatas langit dan tunduk kepada Shu En.


“Gunakan itu pada mereka dan beri mereka peringatan!” perintah Shu En dan langsung dibalas Shen Long dengan keyakinan.


“Kau sangat keji, bocah manusia! Wororororo! Baiklah aku akan membuat perjanjian kematian dengan manusia-manusia bodoh ini!” Shen Long pun terbang memasuki awan dan melepaskan energi spiritual yang besar.


Semua prajurit Kekaisaran Jia memancarkan aura tubuh berwarna merah sebelum mereka menjerit kesakitan. Sekitar beberapa menit mereka semua seperti orang yang sedang dibakar hidup-hidup sebelum akhirnya suara teriakan itu berhenti.

__ADS_1


“Dengar! Jika kalian berusaha mengkhianatiku, tubuh kalian akan terbakar hidup-hidup!” ujar Shu En mengingatkan.


“Sekarang aku ada tugas untuk kalian semua!” Shu En tersenyum dingin dari balik topengnya dan memberikan perintah pada prajurit Kekaisaran Jia yang berjumlah delapan ratus orang untuk melakukan sesuatu.


__ADS_2