
...L.O.S.E 69 - Bloody River...
Perubahan sikap Tang Xia tentu sangat mengejutkan Hu San. Saat mengetahui tingkat kultivasi Tang Xia yang sebenarnya, dengan segera Hu San menjaga jarak sambil menyatukan keduanya.
“Sudah kuduga kau adalah Tuan Putri Tang Xia!” ujar Hu San sambil mengalirkan energi Qi pada kedua tapak tangannya yang menyatu.
“Kau bisa memanggilku Tuan Putri atau apapun itu! Semua itu tidak penting bagiku!” Tang Xia mengamati air disekitar kapal yang tiba-tiba bergelombang dan membentuk pusaran air.
“Aku akan membunuhmu dan membawa kepalamu, Tuan Putri! Dengan begini aku bisa mendapatkan jabatan tinggi pasukan militer Kekaisaran Tang!” Hu San tersenyum penuh ambisi dan tidak menyadari Tang Xia yang bersikap begitu tenang.
“Lakukan sesukamu jika kau bertahan hidup dari seranganku ini...” Dengan energi Qi yang besar dan terpusat pada bilah pedangnya, Tang Xia menatap tajam Hu San sebelum melepaskan tebasan tajam.
“Gema Kematian!”
Tebasan yang menghentikan gelombang air dan memotong tangan kanan Hu San itu membuat semua perompak yang hendak mengarahkan anak panah terkejut.
“Apa yang terjadi?” Hu San nampak kebingungan saat tersadar menemukan tangan kanannya telah putus.
Tang Xia tidak menyia-nyiakannya kesempatan ini dan berlari mempersingkat jarak. Lalu dengan permainan pedangnya yang lincah, Tang Xia menghabisi satu demi satu pengawal Han Xiong yang juga merupakan anggota Perompak Hiu Iblis.
Dalam waktu yang singkat Tang Xia sudah menghancurkan banyak anggota Perompak Hiu Iblis. Hujan panah api yang mengarah padanya pun sama sekali tidak berarti.
“Boleh saja kau kultivasimu berada pada tahap Alam Langit! Tetapi pada tingkatan ini banyak yang membedakannya! Aku akan memperlihatkan sejauh mana perbedaan kemampuan kita!” Tang Xia tersenyum sinis sambil mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah.
Aura disekitar Tang Xia pun terasa berat dan membuat nafas sesak. Selain itu Tang Xia dapat menetralisir segala jenis serangan yang mengandung energi Qi. Hujan serangan dari sebelas kapal perompak pun tidak memberikan arti sama sekali.
__ADS_1
“Apa yang kalian lakukan?! Cepat serang dia dan bantu aku!” teriak Hu San putus asa dan membuat Tang Xia kecewa.
“Hah? Kupikir kau berlagak sombong pada awalnya! Lihatlah dirimu yang sekarang ini! Sungguh memalukan!” Tang Xia tidak jadi menghabisi Hu San dan memilih menghancurkan kapal Perompak Hiu Iblis.
Saat itu juga Hu San menyadari jika Tang Xia benar-benar memiliki kemampuan jauh diatas dirinya walaupun keduanya sama-sama seorang Kultivator Alam Langit.
Putus asa karena melihat kemampuan Tang Xia membuat Hu San terdiam saat melihat satu demi satu kapal perompak dihancurkan.
“Roh Iblis - Ruyue!”
Tang Xia mengeluarkan teknik pedang terkuatnya dan tersenyum dingin dengan tubuh berlumur darah. Penampakan ini membuat tubuh Hu San bergidik ngeri. Bagaimana bisa gadis secantik Tang Xia melakukan hal ini? Itulah pertanyaan yang ada dibenak Hu San.
“Menarilah dan hancurkan semua bedebah ini!”
Selain itu semua penghuni perairan Shendong yang mencoba menyerang Tang Xia dibunuh tanpa perlawanan. Hiu Iblis dan Kepiting Buas pun turut menjadi korban keganasan Tang Xia yang marah.
Dari semua itu hanya menyisakan Hu San yang mematung ketakutan. Dengan tatapan dingin dan langkah yang tenang, Tang Xia menapaki air dan mendekati Hu San.
“Apa tidak ada kata terakhir yang ingin kau ucapkan?” ujar Tang Xia sambil mengibaskan pedangnya dan memperlihatkan betapa tajamnya pedang miliknya itu.
Hu San tidak mengatakan apapun dan melangkah mundur saat melihat Tang Xia mendekat. Hanya dalam dua detik saja, Hu San sudah tidak bernyawa saat tebasan pedang Tang Xia memenggal kepalanya dalam satu kali tebasan.
“Rencana kita berhasil Adik Shu...” Tang Xia mengibaskan pedangnya sambil tersenyum tipis dan memperhatikan banyaknya potongan tubuh yang mengambang disungai.
Ada beberapa ekor Hiu Iblis yang sengaja Tang Xia biarkan hidup dan mereka memakan daging dan potongan tubuh anggota Perompak Hiu Iblis.
__ADS_1
Kemudian Tang Xia melompat keatas dan mengamati situasi dari udara sambil melihat Shu En yang sedang mengatakan sesuatu kepada Han Xiong.
“Aku masih kesal dengan pria itu! Aku harus menahan diri untuk membunuhnya karena dia merupakan pion yang berharga!” ujar Tang Xia dan mengeluarkan sebuah topeng iblis putih dari Ruang Malam.
Setelah melihat Shu En menyelesaikan urusannya dengan Han Xiong, barulah Tang Xia memberi isyarat kepada Shu En untuk melanjutkan perjalanan melewati jalur udara dengan cara terbang.
Shu En pun mengetahui lokasi Tang Xia dengan mudah dan langsung menyapa.
“Kakak Xia, aku telah menggunakan teknik milik Shen Long dan melakukan perjanjian kematian dengan orang itu. Apa tidak masalah jika aku membunuh kekasihmu itu?” Shu En sengaja mengeledek Tang Xia dan membuat pedang berwarna hitam menyentuh lehernya dengan aliran energi Qi yang sangat besar.
“Apa kau ingin kepalamu ini terlepas dari tubuhmu?!” ujar Tang Xia mengancam.
“Apa kau yakin akan membunuhku, Kakak Xia?” Shu En mencoba tersenyum namun hawa dingin yang menyentuh lehernya membuat ia tidak berekspresi seperti itu lagi.
“Hentikan candaanmu itu! Aku menyukai lelaki yang lebih kuat dariku dan mendapatkan pengakuanku! Bicara tentang sampah itu lagi, aku akan membunuhmu!” Tang Xia benar-benar marah dan membuat Shu En menelan ludah.
“Apa aku tidak termasuk dalam kriteria pria idamanmu, Kakak Xia?” Shu En bertanya dengan suara yang pelan.
Tang Xia menyarungkan pedangnya dan tersenyum sinis, “Siapa yang tahu? Dimataku kau tidak lebih dari seorang adik kecil yang bodoh!”
“Hah? Apa katamu barusan?!” Shu En sedikit tidak terima.
Keduanya berdebat kecil sebelum akhirnya Tang Xia mengintimidasi Shu En dan membuat pemuda itu kembali terdiam.
Sementara keduanya melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Han, Kaisar Tang mengadakan pertemuan dengan beberapa petinggi militer Kekaisaran Tang.
__ADS_1