
L.O.S.E 37 - Uninhabited City
ARC 2 - Blue Moon War
Dalam perjalanan menuju Pegunungan Seribu Es, Shu En dan Lu Shin Rui tidak mendapatkan kendala yang berarti hingga keduanya sampai di sebuah kota tua yang tidak berpenghuni.
Karena perjalanan ini kedekatan Shu En dengan Lu Shin Rui pun terjalin. Shu En melihat Lu Shin Rui mengingatkannya kepada sosok Hong Zi Ran sehingga pemuda itu sedikit terbuka kepada wanita tersebut.
Lu Shin Rui sendiri memandang Shu En sebagai sosok anak muda dan seorang adik kecil. Dibalik sifatnya itu Lu Shin Rui tertarik dengan sepak terjangnya Shu En pada masa sekarang atau masa depan nanti.
Setelah menjelaskan kepada Shu En mengenai rute perjalanan yang mereka ambil, Lu Shin Rui memilih untuk mengamati keadaan sebuah kota yang mendapatkan sebutan Kota Tak Berpenghuni dari kejauhan.
Shu En tidak membantah dan mengikuti arahan Lu Shin Rui. Dengan menajamkan indera penglihatan dan pendengarannya, Shu En mengamati Kota Tak Berpenghuni dari kejauhan.
“Ssperti yang kudengar, kota itu dihuni oleh ratusan Hewan Buas. Semuanya terjadi belum lama dan baru berapa bulan belakangan ini.” Lu Shin Rui memberitahu.
“Jadi menurut Bibi Lu ada seseorang yang mengendalikan gerombolan hewan buas?” Shu En berasumsi dan Lu Shin Rui juga sepemikiran.
“Aku berpendapat seperti itu. Rute ke Pegunungan Seribu Es sangatlah sulit. Aku akan menggali informasi lebih jauh tentang ini.”
Akhirnya malam itu Shu En dan Lu Shin Rui memutuskan untuk bermalam disekitar Kota Tak Berpenghuni. Shu En memperhatikan Lu Shin Rui yang dikelilingi burung dan beberapa kucing liar.
__ADS_1
Seolah-olah sedang berbicara dengan hewan, Lu Shin Rui terkadang tertawa kecil sendiri dan tersenyum manis kepada kucing liar yang manja padanya.
‘Kemampuannya ini sangatlah berguna. Seperti pedang bermata dua, cepat atau lambat banyak orang yang mengincarnya.’ Shu En membatin dan terus memperhatikan Lu Shin Rui sampai akhirnya ia memutuskan untuk menjaga Lu Shin Rui dengan tangannya sendiri.
‘Sepertinya aku tidak punya pilihan lain...’ Shu En pun tersenyum sendiri sebelum ditegur oleh Lu Shin Rui.
“En‘er! Apa kau menertawakan dirimu yang seperti ini?” ujar Lu Shin Rui dan membuat Shu En terkejut.
“Ah, tidak Bibi Lu. Aku hanya kagum melihatmu dapat berbicara dengan hewan-hewan.” Shu En beralasan.
“Hmmm...” Lu Shin Rui menggumam sendiri sebelum memberitahu Shu En jika dirinya mendapatkan informasi yang berguna.
Lu Shin Rui menjelaskan bahwa semua Hewan Buas yang menghuni Kota Tak Berpenghuni adalah ulah seorang kultivator asing. Beberapa bulan belakangan ini ada tiga kultivator yang berniat untuk membujuk Pegunungan Seribu Es bekerjasama.
Mendengar ini Shu En pun memegang dagunya. Shu En berpikir jika Pegunungan Seribu Es menyimpan sejuta rahasia yang memancing kultivator dari Kekaisaran Tang.
“Giok Naga Azure dan Giok Iblis Langit. Apa tempat itu menyimpan dua harta suci ini?” Shu En berpikir keras sebelum akhirnya ia menatap Lu Shin Rui dan meminta wanita itu melakukan sesuatu.
Shu En meminta Lu Shin Rui mencari kebenaran tentang Giok Naga Azure dan Giok Iblis Langit. Tidak butuh waktu lama untuk Lu Shin Rui memberikan jawaban kepada Shu En.
Saat Lu Shin Rui menanyakan ini pada hewan-hewan yang ia panggil, semua hewan itu terlihat ketakutan dan mengatakan kepada Lu Shin Rui jika semua harta suci didunia ini akan menjadi sumber malapetaka.
__ADS_1
Mendengar penjelasan ini Lu Shin Rui dan Shu En terdiam untuk waktu yang cukup lama. Shu En sendiri menyadari bahwa keberadaan harta suci itu telah merenggut nyawa kedua orangtuanya dimasa lalu.
“Sebenarnya apa tujuan mereka? Sepertinya mereka mengincar sesuatu yang sangat besar. Bukan sebuah tahta atau segala bentuk kekayaan, melainkan kemampuan seperti keabadian.” Shu En berasumsi sambil menatap Lu Shin Rui.
“Semua itu bisa saja terjadi. Aku akan mencari lebih jauh tentang hal ini, En‘er. Aku akan melakukan apa yang bisa kulakukan untuk membantumu.” Lu Shin Rui pun menatap Shu En penuh keyakinan.
Akhirnya malam itu keduanya merasakan ada pergerakan yang tidak wajar dari gerombolan Hewan Buas yang menghuni Kota Tak Berpenghuni.
Gerombolan Hewan Buas itu seperti sedang berkumpul disatu titik sebelum bergerak keluar kota dan menuju ke pedesaan.
“Apa kau menemukan orang yang mengendalikan ini, En‘er?” tanya Lu Shin Rui.
“Tidak, aku tidak menemukannya.” Shu En menjawab.
“Sebaiknya kita mencegah gerombolan Hewan Buas itu menyerang pedesaan, Bibi Lu.”
Shu En pun mengajak Lu Shin Rui melakukan pergerakan ke Kota Tak Berpenghuni. Apa yang mereka berdua temukan disana adalah sesuatu yang mengejutkan karena setelah keduanya menginjakkan kaki disana, aura besar di Kota Tak Berpenghuni langsung muncul dan membuat mereka berdua terjebak didalamnya.
Sebuah kubah mulai mengelilingi Kota Tak Berpenghuni dan membuat Shu En langsung menghancurkan kubah tersebut. Namun saat kubah itu hancur, tiba-tiba apa yang ada disekitar mereka berdua langsung berterbangan.
“Bangunannya melayang?!” Lu Shin Rui terkejut melihat beberapa bangunan dan reruntuhan tiba-tiba berterbangan diatas langit.
__ADS_1
“Orang yang mengendalikan ini, aku bisa merasakan auranya.” Shu En pun akhirnya merasakan hawa keberadaan seseorang setelah merasakan aura yang sangat asing.
Perjalanan Shu En dan Lu Shin Rui pun terganggu karena ulah seorang kultivator yang tidak dikenal.