
L.O.S.E 25 - Forecasting the Future
ARC 1 - Fall To Rise
Di suatu tempat yang berada di sekitar Gunung Teratai terlihat seorang gadis sedang dikelilingi banyak pria. Gadis itu bernama Xing Rou yang memiliki Tubuh Dewi Teratai dan dihadang oleh Kai Xuexuan bersama bawahannya.
“Aku akan menggigit lidahku jika kau mendekat!” Xing Rou mengancam akan melakukan bunuh diri saat Kai Xuexuan mendekatinya.
Kai Xuexuan pun tersenyum sinis dan berkata, “Apa kau yakin gadis cantik? Aku akan membunuh Ayahmu itu jika kau melakukan hal bodoh!”
Mendengar itu Xing Rou pun mengkhawatirkan kondisi Ayahnya yang tidak lain adalah Xing Zhuo. Saat ini Xing Zhuo sedang dikurung didalam penjara bawah tanah dan untuk menyelamatkannya adalah hal yang mustahil karena kehadiran Kai Xuexuan.
“Bagus, lebih baik kau berpikir dengan tenang dan menerima takdirmu itu!”
Kai Xuexuan pun mendekat dan tersenyum penuh kemenangan saat Xing Rou terlihat pasrah.
“Kalian berjaga disekitarku! Aku akan memastikan gadis ini tidak memberontak!” ujar Kai Xuexuan kepada bawahannya.
“Baik, pemimpin!”
Melihat Xing Rou yang tidak melawan, Kai Xuexuan pun memegang pipi gadis cantik tersebut dan tersenyum menyeringai.
“Bagaimanapun Pagoda Tujuh Warna tidak boleh berakhir seperti ini! Aku harus membalaskan kematian teman-temanku dan diangkat sebagai seorang Jendral Kekaisaran Tang!” ujar Kai Xuexuan penuh ambisi sambil mengendus wangi tubuh Xing Rou.
“Aku dengar jika seorang kultivator melakukan kultivasi ganda dengan pemilik Tubuh Dewi Teratai maka kultivasinya akan mencapai puncak dan membuka titik meridian terdalamnya.”
Kai Xuexuan pun mengelus rambut Xing Rou dan menciumnya sebelum ia berusaha mengangkat tubuh Xing Rou secara paksa. Namun niat Kai Xuexuan terhenti saat teriakan demi teriakan dari bawahannya menggema.
“Apa yang terjadi?!”
“Tidak tanganku terpotong! Argh!”
“Dibelakangmu!”
“Penyusup! Penyusup!”
Hanya dalam hitungan detik semua bawahan yang mengikuti Kai Xuexuan sudah biasa ditangan seseorang. Sosok orang itu tidak adalah Shu En yang bergerak dalam bayangan malam dan membunuh dalam diam.
“Kau! Siapa kau?! Beraninya kau mencari masalah denganku?!” ujar Kai Xuexuan murka.
Kai Xuexuan menatap pemuda yang memakai topeng berwarna hitam dan berjalan mendekati dirinya.
“Jadi kau Kai Xuexuan ya? Jangan mati dengan cepat bedebah! Aku ingin melihat seberapa jauh kemampuanmu itu!” ujar Shu En sambil menciptakan sebuah pedang dari aura tubuhnya.
Kai Xuexuan pun juga menarik pedangnya dan langsung menatap Shu En tajam. Kai Xuexuan penuh kepercayaan diri berniat menghancurkan Shu En karena telah mencari masalah dengannya.
Namun saat pedang keduanya bersentuhan dan menciptakan gelombang kejut, Kai Xuexuan dikejutkan dengan kemampuan Shu En yang tidak pernah ia lihat.
Gaya berpedang yang diperagakan Shu En belum pernah Kai Xuexuan lihat. Hanya dalam beberapa pertukaran serangan, Kai Xuexuan mendapatkan sejumlah luka sayatan pedang Shu En.
“Apa kau orang yang menjadi dalang semua ini?! Kau menggagalkan rencanaku dan sekarang berniat membunuhku! Katakan apa tujuanmu?!” ucap Kai Xuexuan lantang.
Shu En tertawa dingin dan melepaskan aura pembunuh yang sangat pekat.
“Kau tidak mendapatkan sedikitpun hak untuk mendengarkan tujuanku! Kau akan mati disini ditangan lelaki yang memakai topeng Iblis Hitam!”
Setelah mengatakan itu Shu En pun melepaskan dua serangan mematikan yang ditahan Kai Xuexuan sekuat tenaga.
Xing Rou yang melihat pertarungan ini hanya diam dan berkeringat dingin saat mengetahui kemampuan Shu En diatas Kai Xuexuan.
__ADS_1
“Apa kau bawahannya Ratu Yang?! Aku tidak percaya kau berada disini saat gadis itu akan akan dibunuh bawahanku!” Kai Xuexuan berusaha memprovokasi Shu En.
Namun semua hal yang dilakukan Kai Xuexuan percuma. Dalam kurun waktu lima menit, Shu En membiarkan Kai Xuexuan melepaskan semua serangan terbaiknya dan memprovokasi dirinya, namun semua itu tidak berarti dihadapannya.
“Waktumu habis...”
Kai Xuexuan terkejut saat melihat Shu En sudah berada dibelakangnya sambil mengibaskan pedangnya. Sedetik kemudian Kai Xuexuan menjerit kesakitan saat kedua tangannya telah putus.
“Sebelum kau mati, aku akan memastikan kau meninggalkan sejumlah informasi yang ingin ku ketahui, pemimpin.” Shu En memegang kepala Kai Xuexuan dan mengalirkan aura tubuhnya.
Kai Xuexuan dengan mata yang mendelik penuh amarah menatap Shu En. Namun karena teknik yang digunakan Shu En, detik itu Kai Xuexuan hanya bisa mengerang kesakitan sebelum akhirnya mati setelah Shu En memaksa untuk melihat ingatannya.
Ekspresi Shu En terlihat penuh amarah setelah selesai membunuh Kai Xuexuan. Tanpa sadar Shu En melepaskan aura pembunuh yang membuat Xing Rou ketakutan dan kesulitan bernafas.
‘Siapa orang itu? Dia berbahaya! Aku harus menjauh!’ pikir Xing Rou namun udara disekitarnya terasa berat dan akhirnya ia pingsan.
“Jalan Naga Hitam! Aku pikir mereka berhubungan dengan apa yang terjadi di Kekaisaran Zhang! Ternyata aku salah! Mereka adalah dalang dibalik semua tragedi yang merenggut masa kecilku! Akan kupastikan mereka membayarnya!” Shu En pun melepaskan aura pembunuh yang sangat besar sebelum akhirnya ia merasa tenang setelah beberapa menit.
Saat tersadar Shu En menemukan Xing Rou yang pingsan. Melihat ini Shu En pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, setelah tenang barulah Shu En mendekati Xing Rou dan membawa gadis cantik itu menuju sebuah sungai yang dekat dengan Gunung Teratai.
Shu En duduk ditepi sungai dan merenungkan apa yang baru ia lihat didalam ingatan Kai Xuexuan. Tujuan Jalan Naga Hitam adalah mengumpulkan Giok Naga Azure dan Giok Iblis Langit.
Menurut Shu En, Kaisar Tang mengira Giok Naga Azure ataupun Giok Iblis Langit berada di Kekaisaran Yang. Namun perkiraan mereka salah karena Kekaisaran Yang menyimpan harta suci kekaisaran yang tidak lain adalah Gulungan Seni Phoenix.
“Giok Naga Azure... Sepertinya aku pernah mendengar ini saat kecil...”
Shu En memijat keningnya dan terlihat seperti orang yang berpikir keras. Shu En mencoba mengingat sesuatu tentang Giok Naga Azure dimasa lalu dan ia mengetahui bahwa Giok Naga Azure adalah harta suci Kekaisaran Shu.
Saat menyadari itu wajah Shu En berkeringat dingin. Shu En mengingat mendiang Ayahnya terbunuh karena melindungi Giok Naga Azure dan sekarang pastinya Giok Naga Azure berada ditangan Kaisar Tang.
“Jika Giok Naga Azure adalah harta suci Kekaisaran Shu, Gulungan Seni Phoenix adalah harta suci Kekaisaran Yang maka Giok Iblis Langit adalah harta suci Kekaisaran Tang...”
“Aku akan membicarakan hal ini dengan Kakak Xia...” Shu En beranjak berdiri dan menoleh kearah Xing Rou yang baru saja terbangun.
“Kau sudah bangun?” Shu En menyapa sambil menatap Xing Rou dari balik topeng.
“Kau! Apa yang kau inginkan dariku?!” Xing Rou ketakutan dan langsung melepaskan Qi berjumlah besar.
Tanpa sengaja Xing Rou melihat gambaran masa depan Shu En yang membantai dua ribu pasukan besar dan memulai pertempuran terbesar di Benua Bulan Biru.
“Kau adalah Pangeran Kekaisaran Shu dan lelaki yang membuatku hamil?” Tiba-tiba Xing Rou berkata demikian dan membuat Shu En terkejut.
‘Bagaimana dia bisa mengetahui identitasku? Terlebih aku membuatnya hamil? Jangan bercanda! Aku tidak tertarik untuk masalah percintaan sebelum aku membunuh mereka!’ Shu En membatin dan langsung mendekati Xing Rou.
Namun baru selangkah Shu En mendekat, Shu En merasakan hawa keberadaan Baihu yang mendekat dengan kecepatan tinggi.
“Bocah! Aku telah kembali!”
Tiba-tiba Baihu meloncat dari pepohonan dan langsung menabrak Shu En. Hal ini membuat Xing Rou kembali terkejut karena melihat seekor harimau putih dapat berbicara.
“Jadi apa yang kau temukan?” tanya Shu En.
“Kau harus berjanji padaku akan menahan amarahmu setelah mendengar.” Baihu mencoba mengontrol emosi Shu En sebisa mungkin.
“Ya, cepat katakan padaku!”
Seperti yang sudah Baihu perkirakan, setelah mendengar kabar ini Shu En langsung melepaskan hantaman keras ketanah dan menghancurkan sekitarnya.
Shu En terlihat begitu murka saat mengetahui nasib Hong Zi Ran. Dengan ekspresi yang murka, Shu En langsung menatap Baihu dengan sangat tajam.
__ADS_1
Sosok Shu En yang sekarang adalah orang yang sama saat ia menunjukkan kultivasinya di tahap Alam Dewa.
“Baihu, aku akan menggunakan Teleportasi Dewa Malam. Kau sudah menandai beberapa tempat disana bukan?” Shu En berkata dengan nada tenang namun kemarahan terdengar jelas disana.
“Ya, aku sudah menandai beberapa tempat di Benua Bulan Merah, bocah.”
“Baiklah, mari kita satukan energi spiritual kita. Aku akan kesana menyelamatkan Bibi Hong...”
Baihu tidak membantah ataupun bertanya dan hanya mengikuti arahan Shu En. Saat energi spiritual keduanya menyatu, tiba-tiba Xing Rou mencoba menghentikan mereka.
“Hentikan! Jika kau pergi maka kau akan melihat kekejaman dunia ini! Apa kau yakin?!” Xing Rou mencoba menghentikan Shu En.
‘Sebenarnya ini bukan urusanku! Tetapi aku melihat dalam masa depannya itu ada diriku dan aku tidak bisa membiarkannya!’ ujar Xing Rou dalam hati.
“Ini bukan urusanmu! Menjauh atau kau akan menyesal!” Shu En dengan tegas mengancam Xing Rou.
Tanpa menggubris apa yang diucapkan Xing Rou, Shu En pun menciptakan sebuah portal diudara dan menatap portal itu penuh amarah yang membara.
“Kau mungkin tidak mempercayai perkataanku tetapi jika kau pergi meninggalkan negeri ini, kau bisa kehilangan segalanya kembali!” ujar Xing Rou saat Shu En hendak melangkah memasuki portal tersebut.
“Aoa maksudmu? Apa kau bisa melihat masa depanku?” Shu En pun menatap tajam Xing Rou dan menanti penjelasan gadis tersebut.
“Ya, aku bisa melihat masa depanmu.” Xing Rou pun menjawab dengan ekspresi sedih.
“Katakan apa yang terjadi padaku?” Shu En pun bertanya.
“Kau akan kehilangan Yang Ruan dan Tang Xia. Setelah itu kau akan kehilangan kendali dan membantai dua ribu orang yang menyerang negeri ini. Lalu kau menemuiku dan merenggut kehormatanku demi ambisimu.” Penjelasan Xing Rou membuat Shu En tercengang.
“Aku akan mencegah hal itu! Aku tidak akan membiarkan mereka berdua mati! Dan juga aku bukanlah keparat yang akan melakukan itu padamu! Kau tidak perlu khawatir! Masa depan itu tidak akan terjadi!”
Shu En pun tersenyum menatap Xing Rou lalu memberikan perintah kepada Baihu sebelum memasuki portal.
“Baihu, jaga gadis itu untukku saat aku pergi. Aku sedikit tertarik dengannya.”
Setelah berkata demikian Shu En pun masuk ke dalam portal dan menghilang.
“Kau! Sudah kuduga semua lelaki itu sama! Kalian hanya tertarik dengan kondisi tubuhku kan?!” Xing Rou terlihat kesal karena ucapan terakhir Shu En.
“Bocah, kau selalu saja memberikan perintah seenaknya padaku! Setidaknya biarkan aku istirahat!” Baihu nampak kesal juga terhadap Shu En.
“Hei, gadis muda, bisakah kau jelaskan padaku tentang kekuatanmu itu. Sebelum bertemu dengannya, seperti apa masa depan yang kau lihat?” Baihu ingin mengetahui lebih jauh tengah kekuatan Xing Rou sehingga ia memilih untuk bertanya.
Xing Rou pun memberitahu Baihu karena sangat yakin Baihu tidak akan bermaksud jahat padanya. Kemampuan unik Xing Rou adalah melihat masa depan. Kurun waktu kejadian yang bisa Xing Rou lihat adalah enam bulan sampai setahun kemudian.
“Enam bulan lalu aku melihat gambaran bahwa negeri ini akan hancur dan dikuasai Kaisar Tang, namun penglihatanku salah begitu juga dengan yang terjadi hari ini. Harusnya aku akan hidup sebagai penghangat ranjang Kai Xuexuan demi kehidupan Ayahku, namun penglihatanku kembali salah karena orang itu.”
Menurut Xing Rou kehadiran Shu En dan Tang Xia yang kembali dari Dunia Siluman membuat masa depan berubah. Sebenarnya Xing Rou tidak menginginkan kekuatan ini, namun kekuatan melekat padanya sejak kecil dan hanya Ayahnya saja lah yang mengetahui hal ini.
“Kau tidak perlu khawatir, gadis muda. Setidaknya kita bisa mencegah masa depan mengerikan itu. Aku akan melindungimu untuk sementara waktu sesuai yang bocah itu katakan.” Baihu pun berhasil meyakinkan Xing Rou.
“Jadi kemana tujuan kita?” tanya Baihu kepada Xing Rou.
Xing Rou pun menjelaskan bahwa ia akan menyelamatkan Xing Zhuo yang dikurung dipenjara bawah tanah.
“Baiklah, kita bergegas kesana!” ujar Baihu sambil melihat kepala Kai Xuexuan.
“Aku punya ide bagus! ROOOAAAARRR!”
Baihu pun melakukan sesuatu kepada kepala Kai Xuexuan sebelum pergi bersama Xing Rou menuju Gunung Teratai.
__ADS_1