Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 96 - Donghua City, Dong Greenland.


__ADS_3

...L.O.S.E 96 - Donghua City, Dong Greenland....


Setelah mengobrol hangat dengan Ma Shie, Shu En melanjutkan perjalanannya menuju Tanah Hijau Dong. Dalam perjalanan Shu En merenungkan cerita Ma Shie yang menyampaikan sebuah pesan dari mendiang Ibunya.


‘Jika benar Ras Immortal adalah ulah leluhurku, maka dosa ini aku juga menanggungnya...’ Shu En membatin dan menapaki udara dengan kemampuan terbangnya.


Jika ditempuh dengan perjalanan biasa, jarak antara Seribu Pulau Xingma dan Tanah Hijau Dong memakan waktu sampai dua hari, namun dengan kemampuannya Shu En dapat mempersingkatnya hanya dalam kurun waktu delapan jam saja.


Keindahan alam di Tanah Hijau Dong sangat memanjakan mata, itulah kesan pertama saat Shu En sampai dilokasi dan menatap padang rumput yang luas serta hutan hijau yang asri.


Selepas mengumpulkan tenaga dengan berisitirahat sebentar, Shu En merasakan hawa keberadaan yang mendekat. Aura yang tidak asing dan pernah ia rasakan perlahan muncul dihadapannya dan menyapanya.


“Sampai juga kau kesini, bocah manusia. Apa kau sudah siap kulatih untuk menguasai Energi Dewa?” ujar sosok cahaya yang secara perlahan wujudnya berubah menjadi pria paruh baya dengan rambut putihnya.


“Aku tidak memiliki waktu untuk berlatih! Mereka bertiga dalam bahaya! Selain itu Jalan Naga Hitam mengincar orang terdekatku bukan?!” Shu En tidak ingin menunda dan membuatnya spontan berbicara demikian.


Jing Yang melihat ketidaksadaran Shu En hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya. Setelah itu Jing Yang menjentikkan jarinya dan membuat Shu En berada disebuah tempat yang asing.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan?!” ujar Shu En waspada.


“Semua memiliki perannya masing-masing. Ini adalah Dimensi Dewa. Disini aku akan mengajarimu cara menguasa Energi Dewa.”


Jing Yang menjelaskan jika waktu di Dimensi Dewa berjalan sangat lambat. Satu tahun di Dimensi Dewa setara dengan sebulan di dunia asal, sehingga di tempat ini Jing Yang akan melatih Shu En hingga menguasai Energi Dewa untuk melawan Ras Immortal.


Selain itu berada di Dunia Dimensi tidak terlalu mempengaruhi umur Shu En yang sesungguhnya, sehingga saat Shu En kembali ke dunia asalnya ia akan tetap berumur tujuh belas tahun sesuai waktu yang ia jalani di Dunia Dimensi.


“Dengar, aku pernah berkata padamu jika tubuhku ini tidak akan bertahan lama. Roh ku akan lenyap, sebelum itu aku ingin mewariskan semua kepada keturunannya Ling En.” Jing Yang memberitahu dan membuat Shu En terdiam.


“Bocah, dirimu akan berada disini selama sepuluh tahun. Saat kau kembali kau akan berumur tujuh belas tahun dan bukan menjadi seorang pria tua. Kau tidak perlu khawatir akan hal itu.” Jing Yang tertawa setelah berkata demikian lalu menatap Shu En tajam, “Sebelum berlatih disini, apa ada sesuatu yang ingin kau lakukan?”


“Guru, murid ingin menyelamatkan mereka bertiga dan mengambil tahta Kekaisaran Shu. Aku akan mewarisi apa yang Ayahanda jaga dan tidak membiarkan orang lain mengambilnya.” Shu En memberitahu niatnya sebelum berlatih di Dimensi Dewa.


“Untuk masalah mereka bertiga, kau tidak perlu khawatir bocah. Jiwa mereka akan disegel selama setahun sebelum mereka serap dan bunuh jiwanya. Kau masih memiliki waktu sekitar dua bulan saat kembali ke dunia asal. Gunakan waktu ini sebaik mungkin atau kau akan menyesalinya.” Jing Yang menjelaskan kepada Shu En dan membuat Shu En menjadi lebih tenang karena sebelumnya ia terlalu mengkhawatirkan kondisi Yang Ruan, Xing Rou dan Lu Shin Rui.


“Baik, Guru. Murid akan menggunakan waktu ini dengan sebaik mungkin. Sebelum itu murid akan melakukan sesuatu Guru.” Shu En menatap Jing Yang dan membuat pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Pergilah, aku mengerti. Lakukan hal yang ingin kau lakukan sebelum berlatih disini.” Setelah berkata demikian wujud Jing Yang pun lenyap bersamaan dengan tubuh Shu En yang kembali ke dunia asal.


Setelah kembali ke dunia asal, Shu En menyapu pandangannya untuk menatap sekelilingnya dan tidak menemukan apapun. Keberadaan Jing Yang seolah-olah tidak ada sebelumnya dan itu membuat Shu En tersenyum karena ia bertemu dengan sosok yang dapat membuatnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Kemudian Shu En pun melanjutkan perjalanannya menuju wilayah keluarga bangsawan Dong yang ada di Kota Donghua.


Butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk sampai kesana bagi Shu En dengan menggunakan kemampuan terbangnya. Sesampainya di Kota Donghua, Shu En ikut mengantri bersama beberapa penduduk yang bisa dibilang sangat ramai untuk masuk kedalam kota.


Kondisi ini sangat jarang pada hari-hari biasanya di Kota Donghua. Walaupun dikenal ramai namun antrian kali ini sangat dikatakan sangat berlebihan karena jumlah orang yang berbaris didepan gerbang hampir mencapai seribu, belum lagi orang-orang yang membuat sebuah tenda disekitar benteng kota menunggu giliran untuk masuk.


“Apa yang mereka lakukan?” Shu En heran dan mencoba bertanya kepada beberapa orang dan alangkah terkejutnya ia saat mengetahui semua orang yang ada disini adalah pengungsi dari Tanah Suci Shu.


Setelah mendengarkan cerita dari beberapa orang yang mengaku sebagai pengungsi, Shu En mengepalkan tangannya karena mengetahui apa yang terjadi di Tanah Suci Shu.


“Jadi itu alasannya...” Tidak ada keramahan pada wajah Shu En sebelum pemuda itu menghilang ditengah keramaian antrian dan sudah berada didalam kota.


“Aku akan memberikan pelajaran kepada mereka!”

__ADS_1


__ADS_2