Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 33 - Silence


__ADS_3

L.O.S.E 33 - Silence


ARC 1 - Fall To Rise


Suara benturan senjata menggema keras dan saling bersahutan. Daratan Xudong merupakan padang rumput yang indah kini berubah menjadi tanah bercampur darah dengan segala bau amisnya yang menyengat.


Taktik yang dijalankan Panglima Fujun dan Gao Lu Ma berjalan dengan sempurna. Dua ribu pasukan besar itu dibagi menjadi dua dan semuanya bergerak sesuai arahan.


Bahkan lima ratus pasukan Kekaisaran Yang tidak berkutik menghadapi mereka semua sebelum Baihu menunjukkan dirinya dan ikut membantu pertempuran.


Walaupun sempat merasakan perlawanan yang sengit, namun pihak Kekaisaran Tang tetap unggul dalam segi jumlah pasukan dan segala kesiapannya.


Panglima Fujun pun menemukan sosok pengkhianat didalam Pagoda Tujuh Warna. Awalnya Panglima Fujun berniat untuk menghabisinya sendiri, namun saat mengetahui sosok Xing Zhuo yang merepotkan pasukannya, akhirnya pria itu turun tangan menghadapi Xing Zhuo.


Pertarungan antara Xing Zhuo dan Panglima Fujun berlangsung sengit. Duel keduanya benar-benar membuat kultivator yang lain menjauh dari tempat pertarungan mereka.


Namun pertarungan itu berjalan tidak seimbang saat Panglima Fujun memberikan instruksi pada pasukannya untuk melepaskan ratusan anak panah secara berulang kali kepada Xing Zhou.


Rencana ini berjalan sempurna dan membuat Xing Zhou kewalahan menghadapi serangan bertubi-tubi. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Panglima Fujun untuk melepaskan serangan mematikan menggunakan tombak petir kesayangannya.


Kemenangan mutlak ini tidak membuat Panglima Fujun langsung membunuh Xing Zhou. Panglima Fujun berniat akan memenggal kepala Xing Zhuo saat berada di Ibukota Luoyang.


“Kau memberikan perlawanan yang menarik! Tetapi kita berbicara mengenai taktik!” Panglima Fujun berkata kepada Xing Zhou yang ia injak kepalanya.


“Kau dan pasukanmu telah kalah! Kemenangan ini milik Kekaisaran Tang!” ujar Panglima Fujun dan membuat semua pasukan Kekaisaran Tang berteriak lantang.


“Kemenangan milik Kekaisaran Tang!”


“Kemuliaan milik Kekaisaran Tang!”


“Kemenangan milik Kekaisaran Tang!”


“Kemuliaan milik Kekaisaran Tang!”


Suara ini bergema memenuhi dataran Xudong setelah lima ratus pasukan Kekaisaran Yang dikalahkan secara telak. Beberapa dari mereka ada yang terbunuh dan ada juga yang dibiarkan hidup untuk dieksekusi publik.


Situasi ini sangatlah buruk hingga Xu Kai dan Liu Bai yang bertarung melawan Jendral Song Guan tidak lagi memberikan perlawanan sengit.


‘Aku tidak menyangka akan seperti ini!’ Xu Kai mengumpat saat menghadapi tebasan pedang bertubi-tubi dari Song Guan.


Dua pedang yang diayunkan Song Guan itu benar-benar membuat Xu Kai terdesak. Namun bantuan Liu Bai berulang kali menyelamatkannya. Kombinasi keduanya memberikan perlawanan sengit terhadap Song Guan hingga akhirnya mental keduanya melemah saat mengetahui lautan musuh mengepung mereka semua.


Namun bukan itu saja penyebab mental keduanya melemah, melainkan saat melihat Tang Xia dan Yang Ruan kesakitan serta terlihat tidak berdaya disiksa Gao Lu Ma.


“Angkat tangan kalian! Menyerah dan tunduklah kepada kami!” ujar Jendral Song Guan kepada Xu Kai dan Liu Bai.


Namun bukannya menyerah, keduanya malah melawan Song Guan kembali walaupun nyawa mereka menjadi taruhannya.


“Dasar bodoh!” Song Guan tertawa melihat reaksi Xu Kai dan Liu Bai.


Situasi yang sama juga terjadi pada Zhao Tian dan Yong Xiang. Keduanya tidak percaya dengan apa yang terjadi di Daratan Xudong. Zhao Tian sudah memprediksi jika kehadiran Shu En akan merubah situasi ini, namun Shu En tidak kunjung menampakkan batang hidungnya dan kembali.


“Untuk seorang pengkhianat! Kalian berdua tidak perlu dibiarkan hidup! Aku akan membunuh kalian!” ujar Jendral Lu Xuhen sambil melepaskan sebuah tebasan pedang yang membelah tanah dan menghancurkan serangan Zhao Tian.

__ADS_1


“Ini sudah ditakdirkan menjadi kemenangan mutlak Kekaisaran Tang!” ucap Jendral Lu Xuhen dengan lantang.


DUUUAAARRRR!!!


BOOOMMM!!!


Namun tiba-tiba sebuah ledakan yang keras menggema dari arah selatan daratan Xudong. Hal ini membuat semua orang yang berada disana terdiam selama beberapa detik saat melihat debu tebal dari arah selatan dan menggangu jarak pandang.


Tang Xia yang sudah kehabisan energi karena menahan rasa sakit menatap lemah Yang Ruan yang sudah kehilangan kesadaran. Tubuh Yang Ruan dipenuhi luka lebam dan darah, bahkan denyut nadinya sangat lemah.


“Kau... Benar-benar binatang...” Tang Xia berkata dengan lemah dan masih didengar Gao Lu Ma.


“Akan kubuat kau mati seperti seekor binatang!” Gao Lu Ma tersenyum lebar sebelum mengangkat tangannya memberikan instruksi pada pasukan Kekaisaran Tang.


“Apa kalian bisa melayani gadis muda itu sampai-”


Ucapan Gao Lu Ma terhenti saat sebuah ledakan besar terdengar keras.


“Apa itu?!” Gao Lu Ma langsung mengerutkan keningnya saat melihat bayangan didalam debu yang tebal.


“Aura ini...” Tang Xia tersenyum tipis dan terlihat lega saat mengetahui aura yang berasal dari ledakan itu adalah aura yang sangat ia kenal.


Saat debu tebal yang menutupi daratan Xudong menghilang sepenuhnya, seribu lebih pasukan Kekaisaran Tang terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Dihadapan mereka semua terlihat sosok raja dari segala jenis hewan buas menampakkan wujudnya seperti sedang mengawasi mereka. Diatas kepala sosok yang dikenal sebagai Naga itu terlihat seorang pemuda yang menggunakan topeng iblis berwarna hitam sedang menarik sebuah pedang hitam secara perlahan.


“Seni Pedang Iblis...”


Pemuda itu menghembuskan nafas secara pelan dan teratur sebelum keheningan memenuhi daratan Xudong. Lima detik kemudian aura yang besar berkumpul dalam jangkauan serangan pedang pemuda tersebut.


BOOOMMM!!!


Mata Gao Lu Ma terbelalak tidak percaya saat melihat pasukan Kekaisaran Tang yang tersisa berjumlah lebih dari seribu lima ratus kultivator takluk dalam satu kali serangan mematikan dari seorang pemuda misterius.


Mulut Gao Lu Ma pun menganga lebar menyaksikan ini. Saat pemuda itu mengayunkan pedangnya dengan cepat, ledakan besar tercipta seperti sebuah bom yang menghancurkan orang-orang disekitarnya.


Arah pertarungan ini pun dalam sekejap langsung berubah saat rintik gerimis darah memenuhi daratan. Pemuda misterius yang datang itu melewati tumpukan mayat yang mati karena serangannya dan terus berjalan hingga sampai didepan Tang Xia dan Yang Ruan.


Sebelum memeriksa Tang Xia dan Yang Ruan, pemuda itu menatap Xing Rou dan menunjukkan perasaan bersalah.


“Jadi ini yang kau maksud? Maka dari itu kau mencoba melarangku untuk pergi...” ucap pemuda itu kepada Xing Rou.


Xing Rou menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk tidak menangis karena mengetahui pemuda itu adalah Shu En.


“Kakak Xia, siapa yang membuat dirimu dan Ruan sampai seperti ini?” Shu En berkata dengan sangat lembut kepada Tang Xia.


Tang Xia pun langsung memberitahu jika semua ini adalah ulah Gao Lu Ma.


“Pria bernama Gao Lu Ma yang melakukan semua ini kepada kami...”


Shu En pun bangkit berdiri dan langsung menatap Gao Lu Ma dengan dingin.


“Kondisimu terlihat sangat berantakan.”

__ADS_1


Menyadari jika Shu En akan lepas kendali, Baihu langsung menjelaskan kemampuan Badan Siksa Dendam milik Gao Lu Ma. Hal ini membuat Shu En menggertakkan giginya hingga terdengar jelas ditelinga.


“Kau hendak melampiaskan kemarahanmu kepada diriku bukan?! Jika kau melakukannya maka kedua gadis itu akan merasakan penderitaan yang jauh lebih parah!” ujar Gao Lu Ma setelah melihat Shu En mengetahui tekniknya.


“Maaf Kakak Xia, Ruan, aku tidak dapat mengendalikan diriku...” Shu En memegang dadanya yang terasa sesak dengan kedua mata dingin yang melebar.


Setelah itu Shu En sudah berada didepan Gao Lu Ma dan mencekik lehernya.


“Bocah! Apa kau tidak mendengar penjelasanku?!” Baihu langsung meraung karena ulah Shu En.


“Apa yang terjadi? Kenapa mereka berdua tidak merasakan sakit?” Baihu pun terkejut saat melihat Tang Xia tidak menunjukkan ekspresi kesakitan kembali.


“Baihu, tekniknya itu memiliki batas waktu. Kemungkinan dia bisa menggunakan teknik tersebut hanya dalam kurun waktu sekitar satu jam.” Tang Xia menjelaskan.


“Jadi seperti itu... Aku benar-benar hampir kehilangan nyawa karena khawatir kepadamu...” Baihu terlihat lega setelah mendengarkan penjelasan Tang Xia.


“Jadi kau mengkhawatirkan diriku ya Baihu?” Tang Xia tersenyum kecil dan membaringkan tubuhnya di tanah.


“Dasar bodoh! Siapa juga yang mengkhawatirkanmu! Kalian berdua dari dulu selalu saja seenaknya!”


Sementara itu Shu En sudah menghancurkan tenggorokan Gao Lu Ma dan berniat membunuhnya, namun sebuah aura yang sangat besar muncul dari atas langit dan menghantam tubuh Shu En.


Shu En pun terpental ratusan kilometer karena serangan tiba-tiba tersebut.


“Lihat dirimu ini, Gao! Kau hampir mati bodoh!”


Terlihat seorang pria yang memegang pedang dipenuhi api berdiri diatas tubuh Gao Lu Ma dan menusuk perutnya.


Tidak ada yang menyadari apa yang pria ia itu lakukan sampai pedang api itu terlihat seperti membakar tubuh Gao Lu Ma.


Panglima Fujun, Jendral Song Guan dan Jendral Lu Xuhen langsung memberi hormat kepada orang tersebut.


“Penjelasannya nanti! Untuk saat ini kita pikirkan cara melarikan diri!” ujar pria tersebut dan membuat ketiga petinggi militer Kekaisaran Tang tidak percaya.


Kemampuan Shu En memanglah sangat mengejutkan namun melarikan diri karena melihat kemampuan Shu En bukanlah gaya bertarung pria tersebut.


“Gao, kau pergi tanpa mengajakku dan lihatlah dirimu ini! Beruntung Tuan Long memberiku perintah untuk mengawasimu!” ujar pria tersebut sebelum tertawa cekikikan sendiri.


“Aku mengerti, aku mengerti, kau tidak akan melepaskan kami bukan?!”


Dari kejauhan pria ini merasakan aura yang dilepaskan Shu En. Butuh waktu tidak sampai sepuluh detik untuk Shu En kembali dan berdiri didepan pria tersebut.


“Topeng iblis hitam... Jadi kau orang yang dimaksud Tuan Long. Apakah kau orang yang sama di Kekaisaran Zhang?”


Ucapan pria itu membuat Shu En menahan serangannya, tak lama suara Gao Lu Ma pun terdengar.


“Terimakasih, Qiong Shan! Cepat bawa aku pergi!”


“Aku mengerti, Gao.”


Cahaya berwarna emas pun muncul disekitar pria bernama Qiong Shan tersebut. Tak lama tubuh Qiong Shan dan Gao Lu Ma pun lenyap ditelan cahaya dan menghilang.


“Aura mereka menghilang...”

__ADS_1


Shu En mencoba melacak hawa keberadaan Qiong Shan dan Gao Lu Ma, namun aura keduanya tidak dapat ia rasakan. Kemudian Shu En pun mengalihkan pandangannya pada Panglima Fujun, Jendral Song Guan dan Jendral Lu Xuhen.


__ADS_2