
...L.O.S.E 125 - Rebel Army...
Di suatu tempat yang ada Zhishu terdapat sebuah tempat persembunyian pasukan pemberontak yang dipimpin Ye Xincheng dan seorang kultivator dari Ras Manusia. Kedatangan Shu En tidak disambut dengan baik disana terlebih dari kubu bangsa Iblis yang mencium aroma Immortal dari tubuh Shu En.
Namun setelah Ye Xincheng menjelaskan situasi yang terjadi, akhirnya mereka menerima Shu En dengan pengawasan. Kehadiran Shu En di tempat persembunyian pasukan pemberontak justru disambut dengan baik oleh seorang kultivator bernama Duan Changtian yang merupakan pemimpin pasukan pemberontak dari bangsa manusia.
“Tidak ada yang perlu ditakutkan pada anak muda ini! Jika dia berani mengambil masalah, aku sendiri yang membunuhnya!” ujar Duan Changtian kepada beberapa orang yang belum menerima Shu En sepenuhnya.
“Aku sudah mengatakan yang sejujurnya kepada kalian semua. Entah kalian mempercayainya atau tidak tetapi aku telah mewarisi keinginan Dewi Iblis Mao Ruyue dan Guruku...” Shu En tersenyum tipis sebelum melepaskan Aura Dewa Iblis dan juga Energi Dewa secara bersamaan kepada beberapa anggota pasukan pemberontak yang hadir.
“Ini!” Duan Changtian yang berada didekat Shu En langsung tersentak kaget saat merasa aura yang mengusik dirinya.
Setelah mencapai Tahap Alam Dewa, tentu saja Duan Changtian mengetahui aura yang dilepaskan Shu En. Kemampuan besar yang sulit untuk ia saingi ini membuat Duan Changtian sadar jika apa yang Shu En katakan adalah sesuatu yang jujur dan tulus.
Shu En memberitahu alasan mengapa dirinya memiliki aroma seorang manusia, iblis, dewa dan Immortal serta tujuannya datang ke Alam Iblis. Sebenarnya Duan Changtian ingin mengawasi Shu En lebih lama, namun sepertinya ia tidak perlu melakukan semua itu setelah mengetahui kemampuan Shu En.
‘Aku pikir dia mengatakan kebohongan besar hanya karena Saudara Ye mempercayainya...’ Duan Changtian membatin dan tidak menyangka akan bertemu dengan seseorang seperti Shu En.
‘Aku tidak pernah menyangka ada seorang manusia yang ditakdirkan memikul keinginan seorang Iblis dan Dewa. Jika seperti ini kita memiliki kesempatan untuk melawan Dewa Kegelapan!’ batin Duan Changtian.
“Apa kalian sekarang mempercayaiku?” ujar Shu En kepada anggota pasukan pemberontak yang berkeringat dingin saat merasakan aura miliknya.
“Kami... Kami mempercayaimu.” Semua anggota pasukan pemberontak menjawab serentak dan menatap Shu En penuh rasa takut.
“Bagus, kalian melakukan kesalahan besar jika menganggapku sebagai musuh!” ujar Shu En sebelum mengalihkan pandangannya pada Ye Xincheng dan Duan Changtian yang dapat bertahan menahan Aura Dewa Iblis dan Energi Dewa miliknya.
‘Apa aku perlu melepaskannya dalam jumlah lebih besar...’ pikir Shu En dalam hatinya, ‘Ah, tidak perlu. Tetapi kemampuan mereka berdua tidak diremehkan.’
“Kalau begitu kita akan mulai menambang Berlian Surgawi di Gerbang Neraka!” ujar Ye Xincheng mulai menjelaskan rencana puncak mereka.
Tujuan pasukan pemberontak sekarang adalah menghancurkan Berlian Surgawi yang membentang luas di wilayah Zhishu dan Maohua seperti pegunungan. Jika mereka dapat menghancurkan Gerbang Neraka itu maka akses menuju Maohua dapat mereka tempuh tanpa harus melewati Gerbang Kegelapan.
Namun sebelum mereka melancarkan tujuannya, sebuah serangan tidak terduga datang dari langit Zhishu dan menyerang warga sipil disana. Semua pasukan pemberontak yang mengetahui berusaha menyelamatkan penduduk biasa dari amukan Monster Iblis yang berbentuk elang.
“Ketua Ye, Ketua Duan! Monster Iblis bermunculan dilangit Zhishu dan membunuh warga sipil!” Salah satu anggota pasukan pemberontak datang memberitahu.
“Pemimpin Ye, Pemimpin Duan! Monster Iblis mulai bermunculan dari arah Gerbang Kegelapan! Mereka semua menuju permukiman manusia dan anggota kita berusaha menghadang mereka semua!” ujar pasukan pemberontak yang lainnya.
Seketika ekspresi Ye Xincheng dan Duan Changtian memburuk. Situasi ini tidak pernah terjadi sebelumnya mengingat Qin Fen tidak pernah mengambil tindakan seperti ini.
“Apa yang sebenarnya orang itu pikirkan?! Apa dia berniat membantai semua orang yang tinggal di Zhishu?!” ujar Ye Xincheng penuh kemarahan.
“Saudara Ye! Gunakan kekuatanmu dan lepaskan semua kalung yang membelenggu! Kita akan mulai melakukan pergerakan!” sahur Duan Changtian.
Ye Xincheng menganggukkan kepalanya dan langsung melepaskan Aura Iblis dalam jumlah yang besar. Mengingat tindakan yang diambil Qin Fen sangat ekstrim dan membuat mereka semua murka, Ye Xincheng melepaskan kalung yang membelenggu dileher seluruh anggota pasukan pemberontak.
“Mari kita basmi Monster Iblis yang mengamuk!” ujar Ye Xincheng setelah berhasil melepaskan kalung budak pada seluruh anggota pasukan pemberontak.
__ADS_1
Setelah itu pasukan pemberontak pun bergerak secara berbeda. Ada yang bergerak menuju Gerbang Kegelapan untuk membasmi Monster Iblis yang mengamuk di permukiman manusia dan ada juga yang menghalau amukan Monster Iblis yang dapat terbang.
Ye Xincheng bersama beberapa anggota pasukan pemberontak bergerak menuju Gerbang Neraka sedangkan Duan Changtian langsung bergerak menuju permukiman manusia.
Disisi lain Shu En dan beberapa anggota pasukan pemberontak berhadapan dengan spesies Monster Iblis yang dapat terbang. Monster Iblis yang dihadapi Shu En menyerang pekerja tambang dan penduduk biasa yang tinggal di permukiman Iblis.
“Tuan! Portal diatas sana sepertinya sumber dari kekacauan disini!” ujar salah Iblis yang berada didekat Shu En dan merupakan anggota pasukan pemberontak.
“Apa Tuan bisa menghancurkannya?” ujar Iblis tersebut.
Shu En memperhatikan dengan seksama sebuah portal diatas sana. Awalnya Shu En mengira semua Monster Iblis yang mengamuk di Zhishu dikendalikan oleh seseorang, namun setelah melihat portal yang muncul diatas langit seketika Shu En menyadari sesuatu.
‘Kemungkinan besar orang yang melakukan semua ini adalah orang yang sama dan telah menempatkan kalung budak keleherku!’ Shu En membatin dan tersenyum lebar saat mengetahui hal ini.
Bisa dikatakan semua Monster Iblis yang muncul di Zhishu adalah Monster Iblis yang telah diciptakan Qin Fen dengan melakukan kelinci percobaan. Bukan hanya Monster Iblis saja yang muncul di wilayah Zhishu, namun beberapa jam kedepan sekitar seribu kelinci percobaan Ras Immortal juga sedang dikirim kesana.
Untuk mencegah terjadinya pembantaian lebih jauh, Shu En memutuskan untuk menghancurkan portal tersebut. Dengan melepaskan Aura Iblis dalam jumlah besar, Shu En menggunakan salah satu teknik Tujuh Dosa Besar Mematikan.
“Kerakusan!”
Semua orang yang dibawah sana melihat Shu En yang menyerap portal tersebut kedalam telapak tangannya. Selepas itu tidak ada lagi Monster Iblis yang berdatangan dan yang tersisa hanyalah Monster Iblis yang terbang disekitar mereka semua.
“Nafas Kegelapan...”
Shu En mengolah pernafasan dan bergerak menyerang beberapa Monster Iblis yang menuju kearahnya.
“Tapak Raja Iblis!”
Dengan menciptakan sebuah pedang dari aura tubuhnya, Shu En pun mengeluarkan energi Qi dalam jumlah yang sangat besar.
Seni Pedang Iblis!
Semua orang yang melihat Shu En menjauh saat melihat pedang milik Shu En memancarkan cahaya berwarna emas. Secara perlahan cahaya yang terang itu memudar dan menghitam.
“Gema Kematian!”
Ayunan pedangnya membunuh semua Monster Iblis yang ada disekitarnya. Shu En mencoba untuk merasakan hawa keberadaan kuat yang ada disekitarnya namun semuanya sudah lenyap ditangannya.
“Tuan! Jika bukan karena bantuanmu mungkin kami akan kesulitan menghadapi monster-monster ini!”
“Aku rasa kita tidak hanya kesulitan tetapi kita bisa saja terbunuh oleh mereka!”
“Benar, jumlah korban juga terminimalisir berkat ini!”
Beberapa Iblis mendekati Shu En dan memujinya, beberapa penduduk yang tinggal di permukiman Iblis hendak mengucapkan terimakasih kepada Shu En namun tiba-tiba suara ledakan dari arah Gerbang Kegelapan menggema.
BOOOMMM!!!
__ADS_1
Kedua bola mata Shu En melebar saat mendengar ledakan yang teramat keras tersebut. Aura yang ia rasakan ini membuatnya ingin menghadapi pemilik aura tersebut.
‘Penghalang yang mengelilingi Zhishu ini sangat menggangguku...’ Sebelum bertindak, Shu En memperhatikan langit dan sebuah penghalang tak kasat mata.
‘Kemungkinan besar orang itu dapat melakukan apa saja selama ada penghalang itu.’ Akhirnya Shu En pun memberitahu semua anggota pasukan pemberontak yang bertarung bersamanya agar mereka tetap disini melindungi penduduk.
“Kemungkinan besar mereka akan mengincar warga sipil. Aku serahkan mereka kepada kalian,” ujar Shu En kepada anggota pasukan pemberontak.
Namun langkah kaki Shu En terhenti saat merasakan sebuah hawa keberadaan asing muncul. Shu En pun menoleh kearah hawa keberadaan tersebut dan menemukan sebuah portal yang secara perlahan tercipta.
“Apa itu? Kenapa tiba-tiba ada sebuah lubang?”
“Menjauh! Aku merasakan aura yang berbahaya darisana!”
Puluhan anggota pasukan pemberontak menjauh dari sebuah portal yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
“Kalian semua jangan pernah berpikir untuk dapat melarikan diri atau memenangkan pertempuran ini! Kalian harus mengingat jika kalian semua ditakdirkan untuk menjadi sampah!”
Dari dalam portal teleportasi muncul seorang pria berpenampilan kekar yang membawa sebuah pedang. Pria itu tersenyum menyeringai dan terkesan sangat kejam saat wujudnya terlihat semua.
“Bahkan tanpa bergerak aku bisa membunuh-” Ucapan pria itu terhenti saat melihat semua kalung budak yang melingkar dileher anggota pasukan pemberontak menghilang.
“Kemana kalung budak kalian?”
Semua anggota pasukan pemberontak yang melihat hal ini tersenyum lebar sebelum menyerang pria itu. Shu En hanya menghela nafas ringan sebelum membantu pasukan pemberontak untuk membunuh pria dari Ras Immortal yang merupakan anggota Lima Jari Iblis.
Dari kejauhan Shu En menciptakan sekitar seratus jarum es dan langsung melesat kearah pria tersebut. Hanya dalam hitungan detik saja semua jarum es menancap pada tubuh pria tersebut dan melumpuhkan tubuhnya.
“Tidak mungkin...” Pria itu berkeringat dingin saat melihat dirinya akan dibunuh oleh anggota pasukan pemberontak.
“Aku tidak menerima ini!” teriak pria itu sebelum ledakan aura menghempaskan semua orang yang hendak menyerangnya kecuali Shu En.
Shu En mengerutkan keningnya dan menoleh kebelakang saat mengetahui pria itu mengeluarkan nafsu membunuh yang begitu besar.
“Jangan melarikan diri! Aku melihat kau yang menciptakan jarum es sialan ini bukan?! Hadapi aku dan terima kematianmu!” ujar pria itu dengan tatapan mata yang penuh kemarahan.
“Baiklah, aku beri kau waktu tiga detik.” Shu En menanggapi ucapan pria itu dan kembali menciptakan sebuah pedang.
“Satu...”
Pria itu mengerutkan keningnya dan mengeluarkan aura yang sangat besar, “Apa kau meremehkanku, serangga?!”
“Dua...”
Ekspresi pria itu semakin marah saat Shu En tidak mendengarkan ucapannya dan terlihat begitu meremehkan dirinya.
“Baiklah, biarkan Tuan Mu-”
__ADS_1
“Tiga!”
Kepala pria itu terpisah dari badannya dan mati seketika ditangan Shu En tanpa melakukan perlawanan yang berarti. Semua anggota pasukan pemberontak yang melihat hal ini tercengang karena tidak menyangka Shu En dapat membunuh anggota Lima Jari Iblis hanya dalam hitungan detik saja.