
L.O.S.E 26 - Misunderstanding
ARC 1 - Fall To Rise
Gunung Teratai adalah sebuah gunung yang dipenuhi energi spiritual dan berada di wilayah Kekaisaran Yang. Sejauh mata memandang Gunung Teratai terdapat sebuah hutan dan rawa yang bisa dibilang asri dan indah.
Bunga teratai tumbuh disekitar rawa yang ada di Gunung Teratai dan menjadi keindahan tersendiri. Selain menjadi tempat persembunyian dan markas sekte terbesar di Kekaisaran Yang, Gunung Teratai tidaklah jauh dari permukiman penduduk.
Gunung Teratai berhasil dijaga selama ribuan tahun oleh orang bermarga Xing yang selalu dinobatkan sebagai Patriark Gunung Teratai. Namun hal yang dijaga selama ribuan tahun itu ternoda oleh beberapa kultivator angkuh dan serakah dari Gunung Teratai yang bekerjasama dengan Pagoda Tujuh Warna.
Malam ini seorang gadis yang merupakan anak dari Patriark Gunung Teratai melakukan pergerakan untuk membebaskan semua tahanan yang ditawan Pagoda Tujuh Warna. Dengan bantuan siluman bernama Baihu, gadis bernama Xing Rou itu melancarkan aksinya.
Xing Rou merupakan seorang kultivator yang ahli dalam ilmu pengobatan dan bukan seorang petarung. Kemampuannya saat ini berada ditahap Alam Suci dan Xing Rou sangat yakin dapat membebaskan Xing Zhuo dengan bantuan Baihu.
“Aku bisa saja mengatasi mereka semua, tetapi kau hanya membebani diriku, gadis muda!” ujar Baihu tegas.
“Aku akan ikut untuk membuat mereka percaya! Selain itu apa yang hendak kau lakukan dengan kepala Kai Xuexuan?! Itu sangat mengerikan! Melihatnya saja membuatku mual!” Xing Rou menutup hidungnya dengan telapak tangannya sambil melirik kepala Kai Xuexuan yang terpotong.
“Grrrr! Aku akan membuat mereka ketakutan! Selain itu aku rasa bocah itu memiliki rencana tersendiri sehingga menitipkan dirimu padaku!”
“Dengar, aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun! Jangan berkata seolah-olah aku adalah wanitanya!”
“Tetapi dia tertarik padamu, gadis muda!”
“Itu bukan urusanku! Menyebalkan!”
Setelah itu Xing Rou dan Baihu bergegas menuju kediaman Gunung Teratai. Sesampainya dipuncak gunung tersebut, Xing Rou dan Baihu berhenti untuk mengamati. Situasi didalam kediaman Gunung Teratai nampak terdengar heboh dari luar kediaman.
Baihu pun menajamkan indera penciuman dan penglihatannya, Baihu bisa melihat jelas apa yang terjadi didalam sana termasuk aroma arak yang tercampur dengan racun.
“Racun dan arak? Mereka semua sedang berpesta sepertinya tetapi aku mencium aroma racun mematikan yang tercampur dengan arak!” ujar Baihu memberitahu Xing Rou.
“Racun dan arak? Ini aneh...” Xing Rou pun merasakan kejanggalan.
Saat keduanya melangkah lebih jauh, Xing Rou tertangkap basah oleh Juan Fu dan Yong Xiang. Xing Rou menemukan bahwa dirinya terkepung dari segala arah. Terlebih lokasi dirinya tertangkap basah adalah depan gerbang kediaman.
“Aku tidak menyangka kau akan datang dengan sendirinya, Rou‘er! Jadi bagaimana dengan Senior Kai?” Juan Fu terlihat sudah mabuk dan berjalan mendekati Xing Rou.
__ADS_1
Sementara itu Baihu nampak bersembunyi dan menghilangkan hawa keberadaannya.
‘Harimau itu!’ Xing Rou membatin tidak percaya melihat aksi Baihu yang terlihat seperti mengorbankan dirinya.
“Ini aneh, seharusnya Pemimpin Kai mencari dirimu! Kenapa kau datang sendiri? Apa yang terjadi padanya?!” ujar pria disamping Juan Fu yang tidak lain adalah Yong Xiang.
“Tidak perlu berpikir terlalu keras, Senior Yong! Lebih baik kita berpesta malam ini dan menikmati keindahan malam dengan tubuh indah itu!” Juan Fu yang sudah mabuk pun menunjuk-nunjuk Xing Rou.
“Sadari posisimu itu atau kau akan kubunuh!” Yong Xiang menatap dingin Juan Fu dan membuat pemuda itu menjaga jarak.
“Cih, tidak asik sama sekali!” Juan Fu menggerutu dan langsung menampar pipinya.
Tak lama Zhao Tian datang bersama pria yang membawa sebuah guci. Kini didepan gerbang kediaman Gunung Teratai dipenuhi kultivator Pagoda Tujuh Warna dan beberapa bawahan Juan Fu.
“Lihat siapa yang datang, ternyata gadis cantik yang rela dipetik malam ini!” ujar pria yang tidak lain adalah Feng En dan merupakan petinggi Pagoda Tujuh Warna.
“Aku kira Pemimpin mencari dirimu, gadis cantik. Dimana dia?” Feng En pun bertanya karena mengira Xing Rou telah mengelabui Kai Xuexuan.
Xing Rou pun tersenyum sinis kepada Feng En sebelum berkata, “Jika kalian mencari pemimpin kalian, dia telah mati!”
“Grrrrrr!!!” Baihu langsung mendekati Xing Rou untuk melindungi sebelum meraung sangat keras.
“ROOOAAAARRRR!!!”
Auman itu membuat semua kultivator yang berada disekitar Xing Rou melepaskan Qi, namun saat mereka melepaskan Qi dalam jumlah besar satu per satu dari mereka tumbang kecuali Zhao Tian dan Yong Xiang.
“Arak ini... Kau! Apa yang kau rencanakan Zhao Tian?!”
Terlihat Feng En terduduk ditanah sambil memegangi dadanya yang kesulitan bernafas. Melihat itu Zhao Tian hanya tersenyum dan terkejut karena Shu En sudah merencanakan ide gila seperti ini.
“Aku ingin membunuh kalian. Hanya itu saja.” Setelah berkata demikian Zhao Tian pun menunjukkan kekejamannya membunuh kultivator Pagoda Tujuh Warna.
“Kau benar-benar keji, Saudara Zhao.” Yong Xiang tersenyum sebelum mengincar Juan Fu dan Feng En.
“Bocah, ambisimu itu terlalu gila! Kau harus melihat dengan mata kepalamu jika dunia kultivator adalah dunia yang keji!” Yong Xiang mengatakan itu sambil menghancurkan leher Juan Fu.
Melihat Juan Fu mati dengan mengenaskan membuat Feng En bangkit untuk memberikan perlawanan. Tujuan Feng En adalah membunuh Xing Rou yang dia kira telah membunuh Kai Xuexuan.
__ADS_1
“Hahahaha!” Suara tawa Feng En menggema saat mencoba melepaskan serangan kepada Xing Rou.
Namun Baihu dengan cekatan melepaskan terkaman mematikan yang langsung membunuh Feng En dan mencabik-cabik tubuhnya.
“Katakan padaku siapa kalian berdua dan tujuan kalian sebenarnya?!” Baihu langsung melepaskan tekanan intimidasi kepada Zhao Tian dan Yong Xiang setelah kekacauan didepan pintu masuk kediaman Gunung Teratai.
Zhao Tian pun mengamati Baihu dengan seksama dan belum mengetahui jika siluman itu adalah pengawal Shu En. Keduanya pun akhirnya saling berhadapan dan bertarung sengit.
Xing Rou melihat pertarungan antara Baihu yang melawan Zhao Tian dan Yong Xiang. Terlihat jelas jika Baihu tidak mengalami kesulitan saat melawan keduanya, serangan kombinasi Zhao Tian dan Yong Xiang berhasil membuat Baihu terpojok.
“Kucing sialan ini cukup merepotkan! Kita harus membunuhnya, Zhao!” ujar Yong Xiang saat mencoba melepaskan serangan terkuatnya.
Zhao Tian pun sependapat dengan Yong Xiang dan melepaskan serangan mematikan. Hal ini membuat Baihu melepaskan Auman yang sangat keras dan Auman itu dipenuhi energi spiritual yang melemahkan aliran titik meridian lawan.
“Sial! Dia mengacaukan aliran Qi didalam dantianku!” Yong Xiang mengumpat saat menyadari ada kejanggalan dalam tubuhnya.
“Aku tidak akan kalah disini sebelum bertemu dengan orang yang kau maksud, Zhao!” Terlihat Yong Xiang memaksakan dirinya hingga melewati batas kemampuannya.
“Aku tidak tahu apa yang beliau lakukan dihutan, tetapi seharusnya aku sudah menjalankan tugasku!” sahur Zhao Tian dan melepaskan serangannya kepada Baihu.
Ledakan besar pun tercipta, Baihu terlempar dan memilih untuk tidak melanjutkan pertarungan.
“Tunggu sebentar, manusia! Apa orang yang kau maksud barusan adalah bocah tengik yang memiliki tampang lumayan? Apa dia bernama Shu En?” Baihu bertanya kepada Zhao Tian dan membuat Zhao Tian terkejut.
“Bagaimana bisa kau mengetahui identitas Pangeran?! Kau bukanlah seekor kucing sembarangan! Aku berubah pikiran, aku harus membunuhmu!” Zhao Tian pun langsung mengambil sikap menyerang dan seketika tubuhnya diterjang Baihu.
“Berisik! Bocoh itu adalah Tuanku! Jadi kalian berdua ini siapa?! Grrrrr!!!” Baihu menatap Zhao Tian dan Yong Xiang penuh intimidasi.
Saat Zhao Tian memberitahu yang sebenarnya kepada Baihu, akhirnya pertempuran ini pun berhenti. Baik Baihu maupun Zhao Tian tidak menyangka jika mereka akan saling membunuh karena sebuah kesalahpahaman.
“Jadi dimana Pangeran Shu, Baihu?” Zhao Tian bertanya.
“Aku akan menjelaskan hal ini setelah kita membereskan para sampah didalam!” Baihu pun mencium jika masih banyak kultivator yang menjadi bawahan Juan Fu berkeliaran maupun anggota dari Pagoda Tujuh Warna.
“Aku diberi tugas untuk membantu gadis ini! Kalian berdua bantulah aku!” ujar Baihu kepada Zhao Tian dan Yong Xiang.
Melihat hal ini Xing Rou tercengang sampai tidak dapat mengatakan apapun. Sekarang Xing Rou menyadari betapa misteriusnya Shu En.
__ADS_1