
...L.O.S.E 81 - Towards the Peak Battle...
Qiong Shan mengumpat karena mengetahui penghalang yang diciptakan Shu En mengekang dirinya untuk menciptakan portal dimensi. Akses untuk melarikan diri pun menghilang dari kemampuan Qiong Shan untuk saat ini.
Sementara itu Gao Lu Ma mengeluarkan sebuah cambuk dan menyerang Tang Xia. Namun dengan kemampuan menetralisir segala jenis serangan Qi milik Tang Xia membuat Gao Lu Ma tidak berkutik sedikitpun.
Tang Xia telah mengalami perubahan semenjak dirinya mendapatkan siksaan dari Gao Lu Ma dan membuat Yang Ruan menderita. Berkat kejadian itu, Tang Xia mengembangkan kemampuan milik Huifen menjadi senjata yang mematikan.
Dalam jangkauan area kemampuannya, Tang Xia dapat menetralisir kemampuan seorang kultivator secara paksa. Potensi dan bakat milik Tang Xia membuatnya menjadi musuh yang sangat berbahaya bagi seorang kultivator yang telah mencapai Alam Langit bahkan Alam Dewa sekalipun.
“Sialan! Apa kau tidak ingin bertarung secara adil, gadis muda?!” ujar Gao Lu Ma dan menatap tajam Tang Xia yang mengibaskan pedangnya.
“Bertarung secara adil? Apa kau lupa dirimu ini seorang pecundang?” Tang Xia tersenyum sinis dan mengeluarkan energi Qi yang lebih besar dari sebelumnya.
“Roh Iblis - Ruyue!”
Tanpa menahan diri Tang Xia pun menyerang Gao Lu Ma dengan permainan pedangnya yang lincah. Dalam kurun waktu satu menit, Tang Xia sudah memberikan sejumlah luka pada tubuh Gao Lu Ma.
Sebenarnya Tang Xia dapat saja membunuhnya dalam satu kali serangan, namun saat ini Tang Xia ingin menyiksa Gao Lu Ma terlebih dahulu.
Serangan demi serangan yang dilepaskan Tang Xia membuat Gao Lu Ma tidak berkutik bahkan saat mencoba melakukan serangan balik. Akhirnya Gao Lu Ma pun kehilangan kedua tangannya sebelum bilah pedang Tang Xia menembus jantungnya dan membuat pergerakan Gao Lu Ma terhenti.
“Matilah!”
__ADS_1
Tang Xia mengamati kemampuan regenerasi Gao Lu Ma yang seperti Iblis dan langsung memotong lehernya. Saat itu juga Gao Lu Ma pun tewas ditangan Tang Xia dengan meninggalkan dendam yang besar kepada gadis tersebut.
“Gao!” Qiong Shan nampak menunjukkan kemarahannya saat mengetahui Gao Lu Ma telah mati ditangan Tang Xia.
Dengan kemampuannya Qiong Shan memberikan isyarat terakhirnya pada Tang Lang dan yang lain. Kemampuannya ini memastikan penghalang milik Shu En akan membunuh dirinya termasuk Tang Xia.
“Kau!” Shu En yang menyadari hal itu segera melepaskan penghalang miliknya.
“Aku tidak akan melepaskanmu gadis muda!” ujar Qiong Shan saat tubuhnya memancarkan cahaya berwarna putih.
Dengan energi Qi yang besar akhirnya tubuh Qiong Shan meledak dan menghancurkan apapun disekelilingnya. Tang Xia berhasil keluar dari penghalang dan bergerak menuju lokasi keberadaan Shu En.
“Kau masuklah kedalam portal teleportasi itu!” Shu En menatap Han Liuya dan memberikan arahan.
Han Liuya mengikuti perintah Shu En dan masuk kedalam portal teleportasi. Setelah memastikan Han Liuya baik-baik saja, Shu En berniat menyelamatkan Tang Xia dan dirinya, namun daya ledak yang dihasilkan Qiong Shan melebihi perkiraannya.
Shu En mengamati setengah badannya yang terbakar dan membuatnya menggunakan kemampuan Phoenix Api. Lalu dengan segenap kemampuannya, Shu En melihat Tang Xia yang mengalami luka bakar diwajah dan badannya.
“Kakak Xia, kecantikanmu tidak dapat dihancurkan begitu saja...” Shu En tersenyum dan memeluk Tang Xia secara tiba-tiba.
“Eh? Adik Shu? Kau!” Tang Xia kaget saat tubuhnya dipeluk Shu En.
“Kakak Xia, aku akan memastikan kau tetap anggun dan menawan...” bisik Shu En sambil mengalirkan api Phoenix pada tubuh Tang Xia.
__ADS_1
“Dasar kau! Jangan seenaknya memeluk diriku!” Tang Xia melepaskan pelukan Shu En pada tubuhnya dan mencengkeram kedua tangan pemuda itu.
“Kakak Xia?” Shu En kebingungan.
“Rasakan ini!” Dengan segenap kemampuannya Tang Xia menghempaskan tubuh Shu En kebawah dan membuat pemuda itu menghantam tanah dengan sangat keras.
Hal ini tentu membuat Shu En menggelengkan kepalanya tidak percaya karena Tang Xia benar-benar ingin membunuh dirinya.
‘Padahal aku hanya ingin menunjukkan kepedulianku...’ Shu En membatin dan melihat Tang Xia terjun mendekat kebawah.
“Apa ada kata-kata terakhir, Adik Shu?” Tang Xia menatap sinis Shu En dan mengeluarkan pedang kesayangannya.
Shu En hanya tersenyum dan sedetik kemudian pedang yang dipegang Tang Xia berada disamping leher Shu En.
“Semua berjalan sesuai rencanamu. Selanjutnya apa yang kau rencanakan?” ucap Tang Xia kepada Shu En yang menunjukkan ketenangannya.
“Selanjutnya adalah pertempuran akhir. Qiong Shan sudah memberi isyarat dan kita akan terkepung disini.”
Shu En dengan santainya berbaring menikmati hembusan angin malam dan merasakan suara langkah kaki yang ramai tanda kedatangan Zhuge Yuan bersama sejumlah pasukannya.
Tang Xia yang mengetahui hal ini langsung melenyapkan pedangnya dan mengamati situasi yang akan segera terjadi.
“Aku akan melawan Pamanku!” ujar Tang Xia.
__ADS_1
“Kalau begitu, aku akan menyerahkan situasi disini padamu dan yang lain. Aku akan menghadapi Long Wang dan menghabisinya.”
Pertempuran puncak pun akan segera terjadi.