
...L.O.S.E 83 - Kungzhu War...
Mengetahui konflik yang terjadi di Daratan Kungzhu diawali dengan sesuatu yang tidak terduga dan diluar nalar, Tang Lang menyadari bahwa dirinya terlalu jauh meremehkan rencana Shu En dan Tang Xia.
‘Lima puluh ribu pasukan dalam sekejap dibantai oleh ledakan yang datang entah darimana! Jangan bilang di Xudong mereka juga menyiapkan serangan seperti ini?!’
Tang Lang membatin dan berekspresi buruk saat menyadari jika semua ini akan membuat Long Wang marah. Sebelum Long Wang selesai bermeditasi di Pulau Es Utara, akhirnya Long Wang bertindak mengambil keputusan sendiri dan datang ke Daratan Kungzhu.
Disana Tang Lang melihat pasukan musuh yang dipimpin Zhuge Yuan melakukan serangan. Mental prajurit Kekaisaran Tang melemah setelah melihat serangan kejutan yang mendadak itu, terlebih mereka semua belum siap bertempur saat terjadinya ledakan.
“Apa yang terjadi disini?! Kenapa bisa seperti ini?! Jelaskan padaku Jenderal Song Baihan!” teriak Tang Lang dan membuat semua orang yang ada di Daratan Kungzhu menoleh keatas langit.
“Yang Mulia!”
Jendral Song Baihan memucat wajahnya karena mengetahui Tang Lang datang untuk menanyakan semua ini. Dirinya saja tidak mengetahui secara pasti mengapa banyak pasukannya yang tubuhnya meledak dan membunuh rekannya yang lain.
Dengan hati-hati Jendral Song Baihan memikirkan jawaban untuk Tang Lang, namun sebelum Jendral Song Baihan menjawab, Tang Lang turun tangan sendiri dan memimpin pasukannya.
“Lupakan apa yang terjadi barusan! Didepan kalian semua ada musuh yang bisa dengan mudah kita hancurkan! Siapapun yang ingin bertahan hidup dan menjadi petinggi militer di negeri ini, bunuh musuh sebanyak-banyaknya!”
Tang Lang berseru dan memberikan perintah kepada pasukan Kekaisaran Tang. Dalam hitungan detik saja, prajurit Kekaisaran Tang merasakan kedatangan Tang Lang sangat berarti untuk mereka semua.
“Sialan! Kita dipukul mundur!” Zhuge Yuan mengumpat saat menyadari semangat bertempur prajurit Kekaisaran Tang mulai membara.
“Bunuh musuh sebanyak yang kalian bisa, Saudaraku!”
“Aku akan membalaskan kematian saudaraku!”
“Matilah para pemberontak! Tidak ada tempat untuk kalian dimasa depan!”
__ADS_1
Pasukan Kekaisaran Tang mulai menyerbu pasukan Zhuge Yuan. Pertarungan sengit itu terjadi dengan intens, suara benturan senjata yang bising ditelinga menggema diiringi teriakan kematian.
Tanah gersang mulai berlumuran darah dan kini Daratan Kungzhu telah sempurna menjadi tempat peperangan saudara yang kelak akan tercatat dalam sejarah.
Melihat mental pasukan yang dipimpin Tang Lang mulai naik, Tang Xia pun mengambil alih peran dan mengeluarkan tekanan intimidasi yang begitu besar.
“Apa kalian semua hanya ingin menyerah dan dibantai seperti anak domba?! Ingat anak, istri, orang tua dan saudara kalian!” Tang Xia berseru lantang dan membuat hati pasukan keluarga Zhuge teringat kembali jika membiarkan pasukan musuh melewati Daratan Kungzhu maka sama saja mereka membiarkan pasukan musuh membantai keluarga mereka.
“Apa dihadapan kalian mereka semua seperti singa yang buas?! Tidak, tidak, dimataku mereka semua termasuk Kaisar Tang yang angkuh itu hanya seekor domba yang mencoba berubah menjadi serigala!” Kembali Tang Xia melontarkan ucapan yang membuat Tang Lang murka dan Jendral Song Baihan.
“Kita buktikan disini siapa yang menjadi pemburu dan dimangsa!”
Secercah harapan itu terbakar dan membuat pertempuran semakin pecah. Baik pasukan Kekaisaran Tang ataupun pasukan dari keluarga Zhuge sama-sama memiliki sesuatu yang penting dalam hidup mereka.
Demi mempertahankan harga diri dan melindungi orang yang mereka sayangi, mereka rela membunuh dan menumpahkan darah ditanah Kungzhu.
“Justru seharusnya kau yang sadar, domba!” Tang Xia tersenyum sinis dan membuat Tang Lang semakin murka.
“Jaga ucapanmu, wanita rendahan!” Jendral Song Baihan menyerang Tang Xia dengan kecepatan tinggi.
Tang Xia tersenyum semakin lebar saat menghindari serangan Jendral Song Baihan dan melihat dirinya dikepung diudara.
Jendral Song Baihan berniat mempermainkan Tang Xia dan membuatnya putus asa dengan cara mengepung dan mengintimidasinya, namun hal itu sebenarnya sama sekali tidak berpengaruh kepada Tang Xia sedikitpun.
“Setelah ini kau tidak akan bisa mengoceh dan hanya bisa merintih!” ujar salah satu kultivator yang mengepungnya.
“Hahahaha! Akan kupastikan kau menyesal karena telah menghina Yang Mulia!” ujar yang lainnya.
“Mari kita buat gadis ini sadar dengan posisinya!”
__ADS_1
Dengan formasi serangan yang berniat melumpuhkan Tang Xia, semua kultivator yang mengepung pergerakannya bergerak secara bersamaan. Sejumlah serangan datang dari segala arah dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Tang Xia.
“Nafas Kegelapan...”
Tang Xia yang melihat ini memejamkan matanya dan menarik nafas panjang yang dalam, lalu dengan gerakan yang cepat Tang Xia mengayunkan pedangnya yang dipenuhi energi spiritual yang pekat.
“Seni Pedang Iblis...”
“Tarian Pedang Iblis!”
Dalam sekejap saja semua kultivator yang mengepungnya mulai berjatuhan kebawah dengan kepala terpotong. Saat ini yang berada diudara hanya menyisakan Tang Xia yang berhadapan dengan Tang Lang dan Jendral Song Baihan.
“Jika dengan mengepung diriku dapat mengalahkanku maka kalian salah besar!” Tang Xia mengibaskan pedangnya dan menatap Tang Lang yang akan dia incar, “Sudah kukatakan sebelumnya kalianlah yang akan diburu dan dimangsa!”
“Bocah ini!” Tang Lang mengepalkan tangannya dan terlihat seperti ingin mencabik-cabik Tang Xia.
Sebelum Tang Lang bergerak, Jendral Song Baihan kembali menyerang Tang Xia dan berniat membuat gadis itu menyesal.
“Apa kau belum sadar juga rencanamu tidak akan berhasil!” Tang Xia menangkis beberapa serangan Jendral Song Baihan.
Teknik demi teknik yang dilepaskan Jendral Song Baihan tidak memberikan pengaruh yang berarti kepada Tang Xia. Setelah pertukaran serangan singkat, akhirnya Tang Xia pun memotong kedua tangan Jendral Song Baihan sebelum gadis itu mengayunkan pedangnya dengan cepat memotong leher Jendral Song Baihan.
“Akhirnya aku sampai sejauh ini, Paman...”
Tang Xia yang berlumuran darah tersenyum sinis dan mengibaskan pedangnya yang baru saja merenggut nyawa Jendral Song Baihan.
“Ada kata-kata terakhir?”
Malam yang cerah dengan suara riuh pertempuran yang menggema mempertemukan dua orang yang sudah ditakdirkan. Selanjutnya Tang Xia akan menghadapi Tang Lang.
__ADS_1