
...L.O.S.E 77 - Golden Light ...
Selain gagal beristirahat dan menikmati waktu bersantai dimalam hari, Shu En mendapatkan masalah dan sejumlah pertanyaan tentang sosok Zan Jinse.
Shu En dan Tang Xia terus bergerak dan tidak ada percakapan sama sekali diantara keduanya. Tang Xia sendiri tidak menyangka akan terjadi hal mengerikan saat dirinya mengunjungi Xue Xiaoya di Dunia Siluman.
‘Aku melihat Yaya berlatih namun sepertinya takdir tidak memberikan kami berdua sedikitpun untuk bersantai...’ ujar Tang Xia dalam hati.
“Kakak Xia, apa menurutmu Tanah Para Dewa itu benar-benar ada?”
Saat hampir tidak ada obrolan sedikitpun dalam perjalanan, Shu En tiba-tiba menanyakan hal itu kepada Tang Xia. Sontak saja Tang Xia memicingkan matanya dan menatap Shu En.
“Aku hanya penasaran mengapa manusia bisa menjadi abadi namun sebagai gantinya tidak bisa melawan matahari. Ras ini disebut dengan Immortal. Sementara itu Dewa dipastikan abadi dan dapat berjalan dibawah sinar matahari.” Shu En juga menatap Tang Xia sebelum menambahkan, “Mungkin para Immortal ingin menjadi seorang Dewa...”
Tepat setelah menyelesaikan ucapannya Shu En mendarat dan membuat Tang Xia keheranan. Tang Xia tidak menjawab dan mengikuti Shu En yang mendarat diatas sebuah bukit.
“Ada apa Adik Shu? Kenapa tiba-tiba berhenti terbang?” Tang Xia menanyakan tindakan Shu En.
“Ada sesuatu yang mendekat.” Shu En memberitahu Tang Xia dan menyapu pandangannya menatap sekitarnya.
“Hah? Aku tidak merasakan apapun.” Tang Xia terkejut dengan pernyataan Shu En dan mencoba mengamati keadaan disekitarnya.
Saat keduanya saling berpandangan dan menatap satu sama lain, sebuah cahaya berwarna emas memenuhi tubuh keduanya. Reflek Shu En mencoba melepaskan diri begitu juga dengan Tang Xia, namun tubuh keduanya seperti dikurung oleh cahaya berwarna emas tersebut.
__ADS_1
“Apa ini?! Siapa yang melakukan ini?!” Shu En menjadi waspada dan terus mencoba melepaskan diri.
“Apa ini Qi? Seranganku tidak ada yang memberikan pengaruh pada penjara emas ini!” ujar Tang Xia dengan ekspresi kesal.
Shu En dan Tang Xia pun terus mencoba melepaskan diri mereka dari sesuatu berwarna emas yang mengurung tubuh keduanya.
“Sepasang manusia yang memiliki warisan ingatan Dewa Iblis dan Dewi Iblis...” Sebuah suara terdengar disekitar bukit lokasi mereka terjebak cahaya berwarna emas, “Apa kalian sudah melihat Dewa Petir Zan Jinse dan Dewa Bulan Han Guaiwu?”
Shu En dan Tang Xia terkejut mendengar suara yang berada didekat mereka namun sama sekali tidak menunjukkan wujudnya. Mereka berdua pun langsung melompat menjaga jarak karena merasakan bahaya.
“Tunjukkan wujudmu sebelum berbicara padaku!” ujar Shu En tegas dan membuat sosok pemilik suara itu tertawa.
“Hahahaha! Manusia yang sangat menarik!”
Mendengar itu membuat sosok pemilik suara tersebut kembali tertawa. Kali ini tawanya lebih keras bersamaan dengan munculnya sebuah aura berwarna emas dihadapan Shu En dan Tang Xia.
“Kau ingin membunuhku? Lelucon yang membuatku tertawa! Bagaimana kau bisa membunuhku jika melepaskan diri dari kurungan itu saja tidak bisa!” ujar sosok pemilik suara yang secara perlahan memperlihatkan wujudnya yang seperti roh.
Wujud pemilik suara itu adalah pria paruh baya yang memiliki rambut berwarna putih, dengan sebuah tongkat ditangan kanannya.
“Kau... Siapa?” Shu En terbata-bata saat melihat wujud sosok pemilik suara tersebut.
“Aku seperti pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya...” Tang Xia juga serasa bernostalgia dan menatap waspada pemilik suara misterius tersebut, “Ini mengingatkanku pada Dewi Mao Ruyue...”
__ADS_1
Senyuman ramah ditunjukkan pria paruh baya tersebut kepada Shu En dan Tang Xia. Dengan satu hentakan tongkatnya, cahaya yang mengurung tubuh mereka berdua langsung lenyap.
“Ini...” Shu En langsung merasakan aura disekitarnya menjadi ringan begitu juga dengan Tang Xia.
“Apa yang telah kau lakukan kepada tubuh kami?!” Tang Xia merasa curiga kepada pria paruh baya tersebut karena merasakan tubuhnya lebih ringan.
Pria paruh baya itu tertawa kecil sebelum berkata, “Aku akan melindungi kalian berdua. Sesuatu terjadi dan waktu di dunia atas mengalami perubahan yang memilukan. Jika waktunya tiba aku akan menjelaskan semuanya padamu, keturunan Ling En dan reinkarnasi Dewi Mao Ruyue.”
“Ling En?” Shu En mengerutkan keningnya dan hendak bertanya namun tiba-tiba pria paruh baya itu lenyap.
“Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba dia pergi?” Tang Xia juga penasaran dengan sosok itu dan ingin menanyakan sesuatu.
“Ling En? Marga yang sama dengan mendiang Ibuku...” gumam Shu En lirih.
“Adik Shu, siapa orang itu? Apa adalah Dewa?” ujar Tang Xia bertanya-tanya.
Shu En pun berpikiran demikian karena sosok pria paruh baya itu mengingatkannya kepada Mao Ruyue.
“Aku rasa dia adalah Roh Dewa, Kakak Xia. Dalam semalam kita bertemu dengan hal-hal yang misterius dalam hidup kita.” Shu En menghela nafas dan menatap langit malam yang cerah.
“Daripada itu orang itu tadi mengatakan Dewa Petir Zan Jinse dan Dewa Bulan Han Guaiwu bukan? Apa mereka berdua adalah dalang yang membunuh Pamanku?”
Sejumlah pertanyaan muncul dibenak Shu En begitu juga dengan Tang Xia karena dalam perjalanan keduanya dihadang oleh pria misterius.
__ADS_1