Legend Of Shu En

Legend Of Shu En
L.O.S.E 110 - Stronger


__ADS_3

...L.O.S.E 110 - Stronger...


Selepas pergi menggunakan portal teleportasi, Shu En dan Bing Xuehua berpindah tempat ke Tanah Hijau Dong. Disana Tang Xia dan Xue Xiaoya sudah menunggunya. Tatapan keduanya terlihat tajam mengarah kepada Shu En saat mengetahui pemuda itu membawa seorang gadis cantik yang tidak lain adalah Bing Xuehua.


“Sepertinya kau sangat menikmati suasana dinegeri ini, Yang Mulia Shu.” Tang Xia berkata dengan nada menyindir dan membuat Shu En tersedak.


“Sudah berapa banyak perempuan yang jatuh kepelukanmu?” Xue Xiaoya secara blak-blakan berkata demikian dan membuat Shu En menggaruk kepalanya.


‘Awalnya mereka berdua juga begitu, palingan nanti juga akrab...’ Shu En membatin dan melirik Tang Xia yang menatapnya tajam dan dimatanya itu terasa mengerikan.


‘Mereka berdua menatapku dengan tatapan membunuh! Menakutkan!’ Shu En berteriak dalam hati dan langsung memejamkan mata, tiba-tiba Bing Xuehua maju kedepan dan memperkenalkan dirinya.


“Perkenalkan, namaku Bing Xuehua. Aku adalah rekan perjalanan Yang Mulia, kalian berdua bisa menganggapku sebagai seorang pengawal atau prajurit.” Bing Xuehua merasa Tang Xia dan Xue Xiaoya tidak senang akan kehadirannya sehingga mencoba mengakrabkan diri.


“Ehem! Aku Tang Xia, Ratu Kekaisaran Tang.” Tang Xia juga memperkenalkan diri.


“Aku Xue Xiaoya, Kultivator dari Kekaisaran Yang yang sekarang menjadi penasehat... Kasim dari wanita disebelah, mungkin.” Xue Xiaoya juga memperkenalkan diri.


“Mungkin? Apa maksudmu Yaya?” Tang Xia mengerutkan keningnya.


“Setelah dipikir-pikir kehadiranku seperti orang yang tidak berguna. Ini gawat.” Xue Xiaoya memucat wajahnya mengingat dirinya yang hanya menikmati kehidupan mewah dan nyaman di Istana Tang.


Walaupun terkadang berlatih bersama Tang Xia, namun kebanyakan gadis itu menghabiskan diri dengan bermeditasi tanpa membantu pekerjaan Tang Xia.


Tang Xia yang mendengarnya langsung dari Xue Xiaoya tersenyum nakal dan berkata, “Akhirnya kau mengakuinya! Bagus jika kau sadar diri, Yaya!”


“Xiaxia!” Xue Xiaoya mengembungkan pipinya dan merasa malu.


“Bisakah aku menitipkan Nona Bing kepada kalian berdua. Dengan berlatih di Dunia Siluman, aku rasa kalian bertiga dapat saling mengenal satu sama lain.” Shu En memotong pembicaraan Tang Xia dan Xue Xiaoya lalu meminta tolong.


Kedua gadis itu langsung tersenyum manis sebelum menatap sinis Shu En dengan tatapan tajam mereka. Kelompok mereka berdua ini membuat Shu En tersentak kaget karena merasakan firasat buruk bahkan Bing Xuehua menelan ludah karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan keduanya.


“Ini... Itu loh Yaya...” ucap Tang Xia yang kebingungan untuk mengejek Shu En.


“Hmmm? Benar, ini adalah permintaan dari pria yang berniat mengumpulkan para calon istrinya dan membuat mereka semua akrab. Licik sekali bukan anak muda ini, Xiaxia?” Xue Xiaoya menanggapi dengan asal dan membuat Tang Xia tersenyum lebar.

__ADS_1


“Sebaiknya kau hati-hati dengannya Nona Bing.” Tang Xia menarik tangan Bing Xuehua dan menunjukkan seolah-olah Bing Xuehua berada di pihak mereka.


Shu En yang melihat sikap Tang Xia dan Xue Xiaoya menghela nafas panjang.


“Apa yang sebenarnya maksud kalian berdua? Aku hanya ingin kalian bertiga tidak membebaniku dan berlatih di Dunia Siluman. Sementara kalian berlatih, aku tidak perlu merasakan khawatir dengan semua ini.” Shu En berkata dengan nada tenang lalu menatap ketiganya dengan tajam, “Mereka mengincar darah kalian bertiga dan darahku.”


“Kau mengatakannya ya, Adik Shu?! Kau menganggap kami beban!” Tang Xia terlihat cemberut dan kesal lalu membuka portal teleportasi.


“Kita pergi, Yaya, Nona Bing! Tinggalkan saja orang egois itu!” Tang Xia mengajak Bing Xuehua dan Xue Xiaoya pergi.


“Tunggu...” Bing Xuehua hendak mengatakan sesuatu namun tangan Tang Xia sudah menariknya.


“Kali ini kau yang salah, Tuan En.” Xue Xiaoya melempar senyuman sinis sebelum mengikuti Tang Xia dan Bing Xuehua.


Kepergian mereka bertiga membuat Shu En terdiam cukup lama. Sebenarnya dia juga tidak ingin mengatakan itu, namun karena sikap Tang Xia dan Xue Xiaoya barusan membuatnya kesal sehingga tanpa sadar ia berkata demikian.


“Lagian mereka semua lebih tua dariku dan harus mengalah denganku bukan?! Sial! Mereka tidak mau disalahkan!” Shu En mengumpat sebelum ia merasakan hawa keberadaan Jing Yang mendekat.


“Apakah urusanmu sudah selesai, bocah?”


“Murid sudah menyelesaikan urusan yang tertunda, Guru. Maaf membuat Guru menunggu lama,” ucap Shu En dengan nada sopan.


Jing Yang pun tidak menjawab melainkan memindahkan tubuh Shu En ke Dimensi Dewa. Disana Jing Yang menemukan dirinya berada disebuah dunia ciptaan Jing Yang dan berada disebuah hutan belantara.


“Murid memberi hormat kepada Guru.”


Setelah melihat keberadaan Jing Yang, segera Shu En memberi hormat dan menundukkan kepalanya memberi hormat.


“Angkat kepalamu dan tatap mataku!” Jing Yang berkata dengan tegas dan membuat Shu En langsung mengikuti ucapannya.


“Baik, Guru-”


Shu En menatap mata Jing Yang dan tak lama pemuda itu tidak dapat menggerakkan badan serta berbicara. Tubuh Shu En seolah-olah dikunci secara paksa hanya dengan tatapan mata Jing Yang saja.


“Kau lebih lemah dariku dan aku dapat berbuat semauku kepada dirimu. Jika kau setara atau bahkan lebih kuat dariku, teknik mata ini tidak akan terlalu berpengaruh.” Jing Yang memberitahu sambil berjalan mendekati Shu En dan memegang pundak pemuda itu melepaskan kuncian yang mengekang tubuh pemuda itu.

__ADS_1


“Guru, apa yang terjadi?” Shu En berkeringat dingin saat melihat jelas dengan Tanda Mata Iblis kekuatan Jing Yang.


Tampak jelas dibelakang tubuh Jing Yang jika pria sepuh itu memiliki kekuatan yang sepuluh kali lebih kuat dibandingkan dirinya.


‘Apa-apaan aura itu? Jumlahnya sangat tidak normal dan baru kali ini aku merasakan ketakutan. Jujur saja, aku selalu percaya diri untuk bertarung melawan musuh yang kuat, karena sejauh ini musuh yang kuhadapi setara atau dua kali lebih kuat dariku...’ Shu En membatin tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Matamu itu bagus. Tanda Mata Iblis milik Mao Ruyue ya? Baiklah, sebelum kau mempelajari ilmu milikku dan belajar menguasai teknikmu secara sempurna, kau akan melatih stamina dan fisik disini.” Jing Yang tersenyum dingin sebelum ia memanggil banyak Siluman Dewa untuk bertarung melawan Shu En.


Siluman Dewa yang berada di Dimensi Dewa ciptaan Jing Yang adalah siluman dari masa lalu dan kekuatannya berkali-kali lipat dari siluman yang Shu En temui di Dunia Siluman.


“Bertahan hidup lalu kita pikirkan menu selanjutnya, bocah!” Jing Yang tertawa sebelum terbang melayang mengamati Shu En dibawah.


“Jadi apa yang kau lakukan?” ucap Jing Yang sambil menciptakan sebuah penghalang agar Shu En dan gerombolan Siluman Dewa tidak keluar dari zona pertarungan.


Shu En yang menyadari jika gerombolan siluman yang menuju kearahnya bukanlah siluman yang pernah ia temui di Dunia Siluman, langsung menggunakan segenap kemampuannya sejak awal.


“Tujuh Dosa Besar Mematikan!”


Terlihat Shu En mengeluarkan Aura Iblis dalam jumlah yang besar dan menciptakan serpihan salju yang memenuhi area sekitarnya. Lalu dengan mengendalikan serpihan salju itu Shu En mengambil langkah selanjutnya yang tidak pernah Jing Yang duga.


“Kesombongan!”


BOOOMMM!!!


BOOOMMM!!!


BOOOMMM!!!


Mata Jing Yang melebar melihat ledakan yang terjadi dibawah sana. Semua ini diluar ekspektasinya dan membuatnya tersenyum lebar saat melihat tekad Shu En untuk bertambah kuat.


“Pesta kembang api yang menakjubkan...” Jing Yang tersenyum bangga sambil menyaksikan pertarungan Shu En dibawah sana, “Mari kita lihat sejauh mana kau menguasai ilmu yang diwariskan Mao Ruyue...”


____________________________________


...ARC 2 — Blue Moon War End...

__ADS_1


__ADS_2