
L.O.S.E 42 - Demon Realm Frog Illusion
ARC 2 - Blue Moon War
Sementara itu Shu En yang terjebak dalam dunia ilusi nampak kewalahan saat tidak menemukan cara untuk mematahkan ilusi tersebut.
‘Kekuatan Hewan Buas ini dapat membunuh seorang Kultivator Alam Langit bahkan Alam Dewa sekalipun. Entah apa yang terjadi, tetapi aku harus cepat mematahkan ilusi ini!’ Shu En membatin saat dihadapannya muncul ratusan daging Katak Alam Iblis yang wujudnya seperti dirinya.
“Sial! Ini tidak ada habisnya!”
Shu En pun kembali disibukkan melawan bayangan dirinya. Berulang kali dia membunuh mereka semua, tetap saja bayangan itu akan muncul kembali.
Setelah pertarungan yang tidak berujung itu, akhirnya bayangan itu tidak muncul kembali. Namun Shu En merasakan aliran Lu Shin Rui terasa kacau sebelum akhirnya lenyap.
Dalam keadaan seperti itu Shu En mencoba untuk tetap tenang dan tidak panik. Sejauh ini tidak pernah ada orang yang mematahkan ilusi Katak Alam Iblis kecuali Long Wang sang pemimpin Jalan Naga Hitam.
Katak Alam Iblis yang merupakan pemberian dari sosok Ras Immortal tersebut, Long Wang berikan kepada Cheng Bai dan pria itu menggunakannya untuk membunuh banyak kultivator.
“Situasi ini membuatku gila...” Shu En menghela nafas sebelum tersenyum menyeringai.
Matanya menatap bilah pedang yang tajam itu sebelum menusuk perutnya sendiri. Terlihat raut wajah Shu En yang kesakitan saat merasakan perutnya ia tusuk dengan pedang, lalu dengan kesadarannya sendiri tangannya bergerak merobek perutnya.
Shu En benar-benar mengira saat itu dirinya telah mati. Namun saat pandangannya gelap sepenuhnya, ia merasakan perutnya terasa begitu dingin dan membuatnya membuka matanya secara bertahap.
“Lihat, betapa beruntungnya Tuan Cheng dapat menikmati wanita secantik Dewi Air.”
“Dia melakukannya ditempat umum untuk mempermalukan harga diri wanita itu sedangkan kita berjaga disini.”
“Jangan banyak mengeluh! Biasanya setelah Tuan Cheng bosan, dia akan memberikan wanitanya kepada bawahannya!”
Shu En terkejut mendengar suara seseorang didekatnya. Setelah matanya terbuka sepenuhnya, ia menemukan perutnya ditusuk pedang dan terlihat ada dua kultivator yang menusuknya sedangkan yang lain mengelilingi dirinya dengan senjata lengkap.
“Bisa singkirkan pedangmu itu? Tidak pernah aku sangka, aku tertidur ditempat seperti ini sementara beberapa saat lalu kesadaranku berada didunia ilusi!” ujar Shu En sambil memegang bilah kedua pedang kultivator tersebut.
Sontak saja kultivator yang mengelilingi Shu En langsung terkejut dan menjaga jarak. Raut wajah mereka menunjukkan kebingungan karena Shu En masih hidup dan berhasil mematahkan ilusi Katak Alam Iblis.
“Bukankah seharusnya dia sudah mati?” salah satu kultivator yang menusuk perut Shu En berkata.
“Apa yang terjadi dengan Katak Alam Iblis milik Tuan Cheng?” sahur kultivator yang lainnya.
Setelah mereka melihat Katak Alam Iblis, semua bawahan Cheng Bai memucat wajahnya karena Hewan Buas Dewa itu telah terbelah perutnya menjadi dua bagian sedangkan kepalanya membesar seperti akan meledak.
“Apa yang terjadi disini?” Shu En pun bangkit berdiri lalu memegang perutnya.
__ADS_1
“Kenapa penginapan ini hancur...” Mulut Shu En tidak dapat mengatakan apapun lagi saat melihat apa yang terjadi di Penginapan Bukit Petir.
Kedua bola mata Shu En membulat ketika melihat tubuh Lu Shin Rui sudah polos, sedangkan diatasnya terlihat seorang pria sedang melepaskan pakaian bawahnya.
“Keparat! Aku akan membunuh kalian semua!”
BOOMM!!!
Aura Iblis yang dilepaskan Shu En secara tiba-tiba itu membuat kultivator disekelilingnya langsung kehilangan kendali atas tubuh mereka.
Dalam sekejap tubuh semua bawahan Cheng Bai membentur tanah. Sebagian dari mereka ada yang terhimpit ke tanah hingga merasakan sesak nafas karena tekanan gravitasi, sedangkan yang lainnya mati dalam sekejap dengan kepala yang hancur karena terbentur.
“Hiks... Hiks...”
Terlihat Lu Shin Rui menangis ketakutan dan saat kembali membuka matanya ia melihat Cheng Bai yang bengong menoleh ke arah kiri. Lu Shin Rui pun melihat dan menemukan Shu En yang sudah mematahkan ilusi Katak Alam Iblis.
“Tidak mungkin! Bagaimana kau bisa mematahkan ilusi dari Katak Alam Iblis?!” Cheng Bai terlihat begitu panik dan ketakutan saat melihat Shu En berjalan mendekatinya.
“Telat sedetik saja mungkin aku akan menyesal seumur hidup!” Shu En tersenyum dingin dan mengeluarkan Aura Iblis jauh lebih besar dari sebelumnya.
Tubuh Cheng Bai pun langsung terduduk diatas ranjang sedangkan Lu Shin Rui yang tidak terkena Aura Iblis itu langsung menutupi tubuhnya.
“Tubuhku... Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?”
Cheng Bai berusaha dengan seluruh kemampuannya untuk bangkit berdiri namun ia masih merasa kesulitan. Beberapa langkah saja Shu En sudah berdiri dihadapannya.
Mendengar ucapan Shu En barusan, Lu Shin Rui menjadi malu namun ia merasa sangat malu karena kondisi tubuhku yang polos.
“Kau tidak bisa membunuhku! Beliau akan datang ke Pegunungan Seribu Es dan pasti dia akan kemari! Kau dalam masalah besar-”
Mulut Cheng Bai langsung ditendang Shu En saat pria itu mencoba mengancamnya. Mengira mengancam Shu En akan memberikan dampak, justru itu membuat Shu En semakin murka.
Shu En pun menginjak wajah Cheng Bai berulang kali sebelum ia memegang tangan kanan Cheng Bai dan mengalirkan aura tubuhnya disana.
“Apa yang akan kau lakukan?!” Wajah Cheng Bai pucat pasi saat merasakan tangan kanannya melemas dan seperti akan terlepas.
Dengan ekspresi dingin Shu En berkata, “Menurutmu tangan ini pantas diberikan hukuman seperti apa karena telah menjamahnya?!”
Ekspresi Cheng Bai semakin pucat pasi, “Jangan... Keparat! Argh!”
Suara teriakan Cheng Bai menggema seisi Bukit Petir saat tangan kanannya ditarik Shu En sampai putus. Cipratan darah segar yang mengalir dengan deras dari tubuh Cheng Bai membuat wajah Lu Shin Rui memucat saat melihatnya.
Terlihat jelas wajah Shu En yang murka karena Cheng Bai berniat mempermalukan harga dirinya sebagai seorang wanita.
__ADS_1
“Kau kejam! Aku harap beliau membalaskan semua ini!” ujar Cheng Bai saat melihat Shu En tertawa kecil setelah memutuskan tangannya.
“Kejam katamu?! Apa kau baru menyadarinya jika dunia kultivator adalah dunia yang kejam?! Hidupmu terlalu damai karena kau sibuk menghancurkan hidup orang lain!” Shu En menanggapi sambil menginjak kepala Cheng Bai.
“Jangan salahkan aku karena diriku berbuat kejam terhadapmu! Tapi salahkan lah dunia ini!”
Lalu Shu En pun kembali menarik tangan kiri Cheng Bai hingga terlepas dari tubuhnya. Kembali suara teriakan kesakitan Cheng Bai menggema.
Tak lama beberapa kultivator Bukit Petir berdatangan. Terlihat mereka semua berhasil menangkap Cao Jin yang sudah babak belur. Namun ekspresi mereka terlihat buruk saat melihat Cheng Bai dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
“Tutup mata kalian!” ujar Shu En saat menyadari beberapa kultivator mulai berdatangan.
Beberapa pedang tanpa wujud yang tak terlihat tercipta diudara sebelum menusuk mata semua kultivator yang melihat kejadian ini, kecuali Cao Jin yang tubuhnya diikat dengan kepala yang ditutupi kain berlumuran darah.
“Cheng Bai, matilah dengan menderita!” ujar Shu En sambil melihat tubuh Cheng Bai tanpa kedua tangannya.
“Biar adil aku akan memutuskan kedua kakimu juga...” Dengan entengnya Shu En berkata demikian.
Saat ini Cheng Bai sangat putus asa dan tidak berdaya. Ia pun merasakan siksaan yang mengerikan dari Shu En dan sadar jika waktunya sudah tidak lama lagi.
“Setidaknya aku akan membawamu mati bersama-”
Shu En sudah bertemu Ma Juan sebelumnya, tentu ia tidak dapat Cheng Bai melakukan hal yang sama. Dengan gerakan yang cepat Shu En mencekik leher Cheng Bai dan mengangkat tubuhnya tinggi.
“Aku tidak Sudi mati bersamamu, sialan!” ucap Shu En.
Kemudian terdengar suara retakan tulang tenggorokan Cheng Bai. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Cheng Bai mengetahui Shu En melakukan sebuah teknik pada dirinya.
Setelah melihat gambaran ingatan masa lalu Cheng Bai, ekspresi Shu En nampak marah. Shu En melihat mulut Cheng Bai seperti hendak mengucapkan sesuatu sebelum seringai terakhir musuhnya itu layu.
“Kau akan menyesal karena telah berurusan dengan kami...” Shu En bergumam pelan sebelum kembali berkata, “Dia berusaha mengatakan itu.”
Dari gerakan bibir Cheng Bai, Shu En membaca dan memahaminya. Namun Shu En tidak memusingkan hal tersebut dan langsung menatap Lu Shin Rui, lalu mengeluarkan sebuah jubah yang tebal dari Ruang Malam dan memberikannya kepada wanita tersebut.
“Gunakan ini untuk sesaat. Kita akan mencair pakaian untukmu.” Shu En memalingkan wajahnya saat mengatakan itu.
“En‘er!” Namun tiba-tiba Lu Shin Rui memeluk dirinya.
“Bibi Lu, tinggu...” Shu En terkejut untuk sesaat namun saat menyadari tubuh Lu Shin Rui yang gemetar ketakutan, akhirnya Shu En pun mengelus kepala wanita itu dan tersenyum lega.
“Sekarang sudah baik-baik saja, maafkan aku...”
Shu En merasa lega karena telah menjaga kehormatan Lu Shin Rui sebagai seorang wanita. Mengingat apa yang terjadi pada Hong Zi Ran, sisi emosi ini muncul dalam diri Shu En.
__ADS_1
“Aku tidak akan membiarkan siapapun menodaimu, Bibi Lu...” Shu En mengatakan itu tepat disamping telinga Lu Shin Rui.
Lu Shin Rui merasa begitu lega dan memeluk tubuh Shu En dengan erat. Kehangatan dan perhatian yang diberikan Shu En membuat dinding es yang menempa hatinya selama bertahun-tahun hancur.