
L.O.S.E 116 - Battle of Jiayu
Gelapnya aura yang terlepas dari tubuh Shu En memenuhi sekitar Ibukota Jiayu. Aura yang berwarna gelap itu membentuk sebuah portal sebelum lenyap secara perlahan. Shu En dengan tatapan tajam menatap sosok Ling Shan yang sedang menjambak rambut Hong Zi Ran.
Di ruang singgasana Istana Jia, Shu En berjalan dengan langkah yang penuh emosi namun sebelum dirinya mencapai Hong Zi Ran sebuah serangan datang dari arah yang tidak terduga.
“Kau tidak memperhatikan langkah kakimu, anak muda!” Sosok pria paruh baya muncul dibelakangnya dan menusuk perut Shu En menggunakan pisau.
Hong Zi Ran yang melihat hal itu hendak berteriak, namun Ling Shan mencekik lehernya dan melempar wanita itu kearah wanita yang tidak berbusana dan pingsan dibelakang kursi singgasana.
“Berbaringlah bersama Jia Xiang Yi, setelah itu layani aku!” Ling Shan tersenyum dingin sebelum mengalihkan pandangannya menatap Shu En.
“Kau adalah orang yang dicari bukan? Shu En! Aku tidak tahu apa yang membuatmu kemari tetapi kau berada dalam wilayahku! Seluruh Ibukota Jiayu bisa kukendalikan!” ujar Ling Shan.
“Kau hanya bisa mengendalikan mayat Jia Song saja, namun dia sudah kubunuh. Apa kau tidak menyadarinya?” Shu En tersenyum dingin sebelum tubuhnya terbakar oleh api dan secara perlahan api itu lenyap.
“Tubuh bayangan!” Pria paruh baya yang menusuk Shu En melompat menjaga jarak dan langsung menjentikkan jarinya dengan keras.
Seketika orang-orang yang bersembunyi diatap istana langsung turun kebawah dan menuju ruang singgasana. Dalam sekejap Istana Jia menjadi tempat pertempuran antara Shu En melawan Ling Shan yang telah mengendalikan sebuah sekte aliran hitam terbesar bernama Hantu Malam.
“Mu Kang, pastikan kau dapat membunuh anak muda ini! Jika perlu gunakan cara selicik apapun itu!” ujar Ling Shan dan duduk dikursi singgasana dengan santainya.
“Baik, Tuan Ling Shan!” Pria paruh baya bernama Mu Kang memberikan jawabannya.
“Apa kalian mendengarnya?! Semua orang yang berada didalam ruangan ini bantu aku membunuh pemuda ini dan yang berada diluar bunuh sebanyak mungkin penduduk disana! Ini perintah!” seru Mu Kang.
Seketika semua kultivator Hantu Malam yang berjumlah sekitar dua ratus orang itu langsung bergerak. Shu En mengerutkan keningnya karena tidak menyangka Ling Shan akan menggunakan cara ini, namun ia dengan cepat merespon tindakan Ling Shan.
“Jangan pikir kalian bisa melakukannya dengan mudah!” Shu En mengeluarkan Aura Iblis yang sangat besar bersamaan dengan sebuah portal yang muncul dibelakang tubuhnya.
Tak lama Baihu dan Xudong muncul dari dalam portal. Shu En memberikan perintah pada keduanya melalui telepati dan langsung membuka jalan pada kedua siluman itu bergerak.
“Baihu, Xudong, bunuh semua kultivator Hantu Malam dan para prajurit istana yang menghalangi!” ujar Shu En dan menciptakan sebuah pedang tak kasat mata yang berjumlah seribu.
“Kau terlibat dalam masalah apalagi kali ini bocah?!” Baihu menatap Shu En sebelum bergerak keluar istana begitu juga dengan Xudong.
“Jangan banyak bertanya dan bergeraklah.” Shu En menatap Ling Shan dan memastikan keberadaan Hong Zi Ran.
__ADS_1
Sementara itu Hong Zi Ran yang mengetahui identitas pemuda itu terkejut, namun ia sudah menduganya selama ini hanya saja tak percaya Shu En adalah sosok pria bertopeng iblis hitam yang selama ini ia duga.
‘En‘er, kau masih hidup rupanya... Kenapa kau tidak mendatangi kami dan menyembunyikan identitasmu...’ ujar Hong Zi Ran dalam hati dan meneteskan air matanya saat melihat Shu En membunuh banyak kultivator Hantu Malam yang menghadang untuk menyelamatkan dirinya.
“Seni Pedang Iblis...”
Shu En menarik nafas panjang dalam satu tarikan nafasnya lalu berlari kearah Ling Shan mengabaikan semua kultivator yang mengepungnya. Tindakannya ini membuat Mu Kang terkejut karena Shu En seperti orang yang tidak menganggap keberadaan mereka.
“Keparat ini beraninya mengabaikanku!” Mu Kang terbang kearah Shu En namun sebelum dirinya mencapai Shu En, tubuhnya terpotong-potong oleh pedang yang tak kasat mata.
“Pedang Tanpa Wujud...”
Shu En bergumam pelan lalu mempercepat langkahnya. Dalam sekejap saja ruangan itu dipenuhi potongan tubuh manusia dari setiap kultivator Hantu Malam yang dibunuh Shu En.
“Sungguh mengerikan...” Ling Shan tersenyum melihat kemampuan Shu En dan bersiul dengan keras.
“Ini sangat menarik! Aku tertarik menjadikanmu sebagai bonekaku, Shu En!” ujar Ling Shan sebelum wajahnya dihantam oleh pukulan tangan Shu En dengan sangat keras.
Namun saat tubuh Ling Shan hendak terlempar tiba-tiba tubuhnya menghilang. Tidak ada jejak keberadaan Ling Shan didalam dan sekitar Istana Jia.
“En‘er... Apa kau adalah Shu En? Kenapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya waktu itu?” Hong Zi Ran langsung memeluk Shu En saat pemuda itu mendekatinya.
Shu En membalas pelukan Hong Zi Ran dan memejamkan matanya untuk sesaat.
“Aku akan menjelaskannya nanti Bibi Hong. Ambil pil dan minumlah. Jangan lupa berikan juga kepada wanita itu.” Shu En melepaskan pelukan Hong Zi Ran saat merasakan aura milik Ling Shan.
Hong Zi Ran mengerti dan menerima beberapa pil pemberian Shu En. Tak lama Shu En membuka sebuah portal dan hendak menyelamatkan Hong Zi Ran bersama wanita yang sedang pingsan, namun Ling Shan datang dengan menyandera seseorang tidak terduga.
“Bibi Hong, untuk saat ini aku ingin kau pergi melalui portal ini-”
“Apa kau yakin dengan hal itu? Aku tidak akan segan membunuh wanita ini jika begitu...” Ling Shan tersenyum licik dan menatap Hong Zi Ran yang memucat wajahnya.
“Xhin... Diao...” Mata Hong Zi Ran melebar saat melihat Xhin Diao disandera oleh Ling Shan.
“Apa yang kau lakukan padanya? Lepaskan dia!” ujar Hong Zi Ran.
“Itu tergantung sikapmu. Sekarang mendekat lah padaku dan biarkan aku mengendalikanmu. Aku sangat menyukai ekspresi orang-orang yang tersiksa dan putus asa.” Ling Shan tersenyum lebar dan memperlihatkan wajah Xhin Diao yang menunjukkan keputusasaan.
__ADS_1
“Dia rela melayaniku demi menyelamatkan dirimu, Hong Zi Ran. Kau berhutang budi padanya.” Ling Shan tertawa cekikikan lalu menambahkan,”Sekarang waktu yang tepat untuk membayarnya!”
“Kau benar-benar seorang keparat, Ling Shan!” Shu En menatap Ling Shan penuh kemarahan karena mengetahui Xhin Diao sudah terkena efek dari Kutukan Iblis sama seperti dirinya.
“Jadi kau mengetahuinya?” Ling Shan tersenyum sinis dan berniat menjatuhkan mental Hong Zi Ran dan Shu En secara bersamaan.
Namun diluar dugaan Shu En menghilang dari pandangannya dan sudah berada didekatnya. Dengan gerakan yang sangat cepat Shu En langsung memegang tangan Ling Shan dan membebaskan Xhin Diao dari cengkeraman pria itu.
“Nafas Malam...”
Shu En dengan segala ketenangannya menyerang Ling Shan yang masih terkejut dengan kecepatan dirinya dalam memutuskan sesuatu.
‘Dia bergerak dengan sangat cepat dan diluar perkiraanku! Kemampuanku yang sudah mulai tumpul atau kemampuan bocah ini yang tidak seperti diinformasikan Ling En?’ Ling Shan mengumpat dalam hati dan melepaskan Aura Iblis sebanyak mungkin.
‘Ling En, apa kau telah menipuku? Ah, aku tidak peduli lagi! Kemampuannya ini bisa kugunakan sebagai bonekaku!’ Ling Shan tertawa dalam hati sebelum Shu En melepaskan tapak tangan yang mengenai perutnya secara telak.
“Tapak Raja Iblis!”
BOOOMMM!!!
Perut Ling Shan berlubang dan tak lama Shu En menghancurkan kepala Ling Shan menggunakan pukulannya. Namun bukannya tubuh Ling Shan lenyap malah mengeluarkan aura berwarna merah dan ungu.
Bersamaan dengan itu cincin berwarna hitam jatuh disekitar tubuh Ling Shan yang terbelah menjadi tiga bagian tepat setelah Shu En menghancurkan kepalanya.
‘Iblis sialan ini!’ Shu En mengerutkan keningnya saat melihat ada tiga orang dihadapannya sekarang.
“Terimakasih karena telah memaksaku sampai sejauh ini, Shu En!” ujar Ling Shan yang asli.
“Kau bisa memanggil Ling Shan Api karena aku dapat mengendalikan unsur api.” Ling Shan yang memegang sebuah pedang berkata dan tersenyum lebar.
“Dia tidak menanyakan namamu bodoh! Sekarang aku sangat marah karena orang ini mengganggu rencanaku menikmati Hong Zi Ran!” Ling Shan yang memegang sebuah tombak dikelilingi petir menanggapi.
Dihadapan kejadian tidak terduga ini Shu En malah tersenyum karena ini adalah momen yang sangat tepat untuk mencoba kemampuannya.
“Ini waktu yang tepat!” Shu En mengeluarkan Energi Dewa dan menatap ketiga Ling Shan yang berbeda berdiri dihadapannya.
“Majulah, aku akan menghadapi kalian bertiga!”
__ADS_1